BPBD LAMBAT TANGANI TANGGUL, BANJIR TERJANG PEKON KANYANGAN DAN SEKITARNYA
TANGGAMUS, WWW.LAMPUNGHEADLINES.COM - Kepala Pekon Kanyangan Kecamatan Kotaagung Barat Safei sesalkan kinerja pihak BPBD yang dirasa setengah setengah dalam melakukan normalisasi aliran sungai way belu.
Hal itu di ungkapkannya bukan tanpa alasan, sebab pada bulan oktober yang lalu normalisasi sungai way belu hanya dilakukan di pekon Negara Batin. Sedangkan terdapat beberapa titik tanggul yang jebol disekitar pekon Kanyangan, dan dirinya mengaku telah memberikan laporan dan proposal untuk normalisasi badan sungai Way Belu.
"Dari laporan yang sebelumnya belum juga diperbaiki. Kenapa saya nyatakan belum, karna pengerjaannya kemarin baru sebatas pekon Negara Batin. Sebelum selesai pengerjaan alat berat sudah dipindahkan di menuju kecamatan Kelumbayan," Ungkap Safei. (7/11)
Melaui sambungan telpon Safei menerangkan, pada saat alat berat yang diturunkan pihak BPBD ditarik dari lokasi normalisasi, Safei tidak mengetahui secara pasti. Lantaran dirinya sedang tidak berada dilokasi.
"Pas ditarik saya tidak tahu, karna setahu saya masih mengerjakan dipekon Negara Batin. Pas saya tanya Kecamat Kotaagung Barat ternyata alat sudah ditarik ke pekon putih. Akhirnya dibagian kita belum disentuh, dari yang jebol sejak beberapa minggu yang lalu hingga sekarang belum di tangani," terangnya.
Ditengah tengah musim penghujan ini, lanjutnya, banjir menjadi ancaman utama bagi warga di empat Pekon yang ada disekitarnya sungai Way Belu. Namun yang ia (Safei) sesalkan bukanlah kondisi alam yang tidak bersahabat, melainkan kinerja tim BPBD yang setengah setengah dalam melakukan normalisasi. Terlebih sekitar tanggal (18/10) lalu, Pekon kanyangan sudah merasakan dampak banjir akibat tanggul way belu yang jebol. Akibatnya areal perkebunan Pepaya Kalifornia dan persawahan disekitarnya terendam air luapan way belu. Dan kini dilokasi yang sama sekitar puluhan ribu batang pepaya dan perumahan warga kembali menjadi korban.
"Ditengah musim penghujan ini masyarakat merasa was was, tidur malem ngk bisa nyenyak. Apalagi jika terjadi jebol diujung Pendukuhan Banding Baru Pekon Kanyangan, yang lebih parah di atas Pedukuhan Susukan. Harapan kita pemerintah segera menindak lanjuti, dan menutup kembali tanggul yang jebol. Bersukur bisa di beronjong. Karna dampak dari air yang beliku liku semakin luas dampak kerusaknya,"harapnya.
Sementara itu, melalui Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Tanggamus Adi Nugroho membantah jika pihaknya bekerja dengan setengah setengah, melainkan pihaknya masih melakukan normalisasi dialiran yang sama di Pekon Belu.
"Bukan tidak di normalisasi, tapi masih dalam tahap pengajuan. Karna kami masih menangani aliran yang sama di Pekon Belu. Jika kami sudah selesai di Pekon Belu kami akan melanjutkan ke Pekon Kanyangan," Ujar Adi Nugroho mewakili Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus.
Terkait berpindahnya alat berat kelokasi lain, Adi menerangkan, bahwa alat berat tersebut digerakan di Kecamatan Cukuh Balak guna membuka akses jalan pasca longsor.
"Bukan ke Kelumbayan tapi ke Cukuh Balak, karna di situ ada longsor dibeberapa titik. Yang mengakibatkan akses jalan terputus jika tidak di segerakan," terang Adi.
Disinggung langkah yang harus diambil pasca bajir yang menimpah Pekon Kanyangan, adi menerangkan bahwa pihaknya belum bisa berbuat banyak, hal itu dilihat dari derasnya debit air. Terlebih luapan air juga mengangkut material batu batu besar.
"Kalau pun alat berat kita akan dipaksakan itu juga tidak mungkin. Untuk sementara sabar dululah, saat ini kita sedang melakukan normalisasi di bagian bawah, nanti jika sudah selesai kita lanjut keatas,"pungkasnya. (Ris/Rudi)




0 Comments: