METRO, WWW.LAMPUNGHEADLINES.COM - Penyelenggaraan MTQ yang ke-14 Kota Metro Tahun 2018, diduga asal jalan, pasalnya panitia tidak mengetahui kisaran anggaran yang banyak, seperti yang diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kota Metro pada pemberitaan sebelumnya, Selasa (13/11/2018).
Camat Metro Timur saat dikonfirmasi oleh lampungheadlines.com , menerangkan bahwa kemarin bertemu dengan KUA Metro Timur, dan menanyakan bagaimana untuk bisa menjadi juara umum, lalu akhirnya kita seleksi ditingkat Kecamatan.
"Ya mudah-mudahan aja lah, kita mengusung sekitar 50 pasukan, semua tangkai lomba kita ikuti," ungkap Camat Metro Timur.
Kemudian, Camat Metro Timur juga mengatakan tidak berkecimpung dalam menyiapkan perlengkapan penyelenggraan acara MTQ tersebut.
"Kita tidak ada, kalo perlengkapan semuanya ini Kota, kita cuman memeriahkan saja, begitu juga di setiap mimbar-mimbar kalo bisa sudah saya bagi, sudah minta bantuan perguruan tinggi yang ada disini, untuk memeriahkan mimbar-mimbar, jadi setiap lomba, setiap jadwal lomba-lomba itu ramai oleh penonton, cuman kalo yang lain, kalo perlengkapan sama sekali enggak, kita enggak terlibat didalamnya," ungkap Rosita.
Lalu disinggung tentang bantuan dari Kesra, Camat Metro Timur menyatakan sama sekali tidak menerimanya.
"Enggak ada juga untuk Kecamatan, kita ada anggaran sendiri, memang untuk kafilah kita, seperti beli bahan, pakaian, untuk uang saku mereka, tetapi itu bukan anggaran dari Kesra, bukan," kata Camat Metro Timur, Rosita.
Pada kesempatannya, Imam, selaku panitia dalam penyelenggaraan MTQ ke-14 Kota Metro, yang jugadiketahui berasal dari Kesra saat dijumpai pada sela-sela acara, menyatakan tidak hafal tentang jumlah anggaran (APBD) yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Dan menjelaskan bahwa deretan panitia dalam pelaksanaan hanya terdiri dari Kesra saja, adapun dari dinas lain hanya untuk pada pameran saja.
"Masalah anggarannya saya enggak hafal," kilahnya.
Kemudian saat disinggung tentang berapa kisaran anggaran yang digunakan, lalu Imam terdiam sejenak, dan berbicara kembali. "Aku enggak hafal sih, Kabag nya aja lah, Kabag nya aja kalo masalah anggaran," ungkap Imam sembari berlalu pergi.
Ketua Rukun Warga (RW) 09, I Nyoman Darmandi, SE , yang juga sebagai pamong masyarakat menyampaikan harapannya terkait anggaran yang banyak dalam penyelenggaraan MTQ, beliau mengatakan terlalu berani jika anggaran yang diperuntukkan dalam acara MTQ disalahgunakan, serta berharap untuk maksimalkan anggaran yang ada.
"Terlalu berani lah, kalau sampai anggaran itu disalahgunakan, harapan kami maksimalkan lah anggaran yang ada, dan harapan Metro ini juga kalau bisa menjadi predikat yang terbaik kan bisa mewakili untuk tingkat Provinsi, tingkat Nasional," terang Ketua RW 09, I Nyoman Darmandi SE, yang juga Ex Anggota DPRD Provinsi Lampung pada Tahun 2004 - 2009. (chard)




0 Comments: