TANGGAMUS, WWW.LAMPUNGHEADLINES.COM - Banjir bandang yang menerjang empat pekon Kanyangan, Belu, Negara Batin dan banjarmasin kecamatan kotaagung barat. Mengakibatkan ratusan rumah terendam dengan ketinggian bervariasi 60 centimeter sampai dengan satu meter. Dua titik tanggul yang berada di pekon kanyangan dan banjarmasin tidak bisa menahan derasnya debit air sungai way belu akibat hujan yang dari tadi malam melanda kabupaten tanggamus.01/12/18.
Kepala Pekon Belu Kecamatan Kotaagung barat Sopiyan menyampaikan bahwa, akibat jebolnya dua titik tanggul tersebut mengakibatkan banyak rumah terendam dari sore hari kemarin sampai siang ini, pekon belu dan negara batin posisi wilayah pekonnya yang datar sehingga air besar menghantam tanggul yang berada di pekon kanyangan dan banjarmasin turun dan mengalir ke pekon yang berada dibawahnya sehingga pemukiman menjadi banjir.
" Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, Pekon belu semua rumah mengalami kebanjiran, kalau kerusakan belum diketahui, karena suasana dan keadaan masyarakat masih membersihkan sisa lumpur dan air yang masih masuk didalam rumah - rumah mereka,"Ujarnya.
Lanjutnya, Masyarakat pekon belu berharap kepada pemerintah kabupaten tanggamus untuk segera mencari solusi yang baik, agar banjir yang selalu menerjang ketika musim hujan tiba tidak terulang kembali. Dibutuhkan pemulihan serta perbaikan di dua titik tanggul yang ada di pekon kanyangan dan banjarmasin agar tidak lagi menghantui masyarakat di empat pekon tersebut.
" Musim hujan yang selalu menjadi momok masyarakat, jika malam hari warga tidak ada yang tidur karena suara derasnya air yang mengalir di sungai way belu. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah, jika tidak segera dilakukan perbaikan dan pembenahan sisi sungai dibronjong, bukan tidak mungkin banjir akan kembali menerjang," Ucapnya.
Hal senada apa yang disampaikan kakon belu, Kepala pekon Kanyangan syafii mengatakan, untuk pekon kanyangan sebanyak 37 rumah terendam banjir tidak ada kerusakan. Namun ketinggian air semalam mencapai pinggang orang dewasa atau satu meter. Apa yang menjadi kekhawatirannya telah terbukti sungai way belu kembali meluap akibatnya tanggul yang memang telah jebol beberapa waktu yang lalu, diperparah dengan kondisi hujan yang dari kemarin sore hari sampai malam sehingga debit air yang tinggi dan tanggul yang tak mampu lagi menahan derasnya air yang menerjang.
" Titik tanggul harus segera diperbaiki dan di tutup kembali, dan diupayakan pembronjongan sisi sungai way belu agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang khususnya pekon kanyangan,"jelasnya.
Dari pantauan media online lampungheadlines.comdilapangan, masyarakat keempat pekon tersebut masih berupaya membersihkan rumah dan prabotan mereka dari genangan air bercampur dengan lumpur. bahkan terlihat personel unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan BPBD turut membantu masyarakat melakukan penyedotan air dari dalam rumah - rumah warga yang masih kebanjiran. (Rudi)




0 Comments: