Rabu, Desember 19

DIREKTUR DR. DIYAN EKAWATI TERAPKAN PROGRAM RATU BAGI PELAYANAN RSUD BATIN MANGUNANG


TANGGAMUS, WWW.LAMPUNGHEADLINES.COM - Pasca Pergantian Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang Kotaagung yang baru, banyak program juga gagasan yang akan diterapkan sesuai dengan Visi-misi pimpinan daerah yaitu dengan pelayanan Ratu (Ramah, Amanah,Tegas, dan Unggul).

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanggamus Dr. Diyan Ekawati Sp. P menyampaikan, Amanah yang diemban saat ini sebagai orang nomor satu di rumah sakit plat merah ini untuk itu dirinya akan memberikan semua kemampuannya juga pikirannya dalam memberikan dan mengelola semua kegiatan seperti hal pelayanan kesehatan yang baik bagi pasien dan menagemant organisasi Rumah sakit itu sendiri.


"Kita tetap pada fokus visi misi rumah sakit yang merunut pada program RATU dari Bupati Tanggamus. Nah dalam hal ini saya akan menerjemahkannya kepada peningkatan pelayanan rumah sakit agar semakin lebih baik lagi, karena kan ini adalah rumah sakit satu satunya yang ada di kabupaten ini milik Pemkab Tanggamus," ujar Dr. Diyan.

Untuk langkah awal dirinya menduduki kursi kepemimpinan rumah sakit, dimulai dari suatu hal yang sangat sederhana yakni mengupayakan transformasi budaya disiplin kerja bagi seluruh staf dan tenaga medis yang ada di RS berplat merah tersebut. Dimana mungkin yang dahulunya kendur bekerja mulai saat ini harus lebih disiplin salah satunya dengan berkomitmen memulai pelayanan sejak pukul 07:30 WIB.

"Nah ramah ini juga yang kita implementasikan kepada pasien dan keluarganya. Bagaimana cara kita berkomunikasi dan senyum, memperlihatkan gesture tubuh yang tentu saja membuat pasien atau keluarganya merasakan kenyamanan pelayanan dari tenaga medis. Itu semua sedang kita sangat upayakan," Ucapnya.

Dr. Diyan juga mengatakan, untuk terus memberikan pelayanan prima, pihak rumah sakit juga melakukan penambahan dokter dari program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI yakni satu (1) tenaga dokter spesialis anastesi dan dua (2) dokter anak. Kedua bidang dokter spesialis tersebut akan konsen di Tanggamus selama 1 tahun kedepan.

"Untuk dokter dari Kemenkes RI tersebut akan difasilitasi tempat tinggal. Kita sangat bersyukur sekali bisa mendapatkan dokter anastesi dari program WKDS karena seindonesia hanya ada 5 lulusan dan Tanggamus mendapatkan 1 tenaga dokter anastesi. Dengan demikian tenaga dokter yang ada sangat cukup yakni dengan rincian dokter umum ada 6 (enam) , spesialis bedah 1 (satu) , bedah ortopedi satu dokter, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn) ada 3, dokter anak ada 2, dokter gigi 1, dokter anastesi 1 , dokter paru 1. Dan kita juga insya Allah akan penambah tenaga pelayanan lainnya," jelasnya.

Direktur yang juga sebagai dokter spesialis paru ini juga mengatakan, bahwa pihak rumah sakit juga tengah mengupayakan adanya patology clinic disini. Akan tetapi saat ini pihaknya masih mempelajari sistem dan tata cara kerjanya agar tidak terbentur pada aturan yang ada. Dan nantinya tenaga medis ini khusus dilaboratorium. Kemudian mengupayakan pelayanan secepat mungkin dengan memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP), dimana untuk rumah sakit yang sudah bertipe C ini, ada yang bisa ditangani ada juga yang tidak bisa ditangani.

"Kita selalu mengedepankan pelayanan dan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Bahkan kita juga mengaktifkan kembali program 'Jumpa Berlian' yakni turun langsung untuk membersihkan area lingkungan rumah sakit yang dulu kerap menjadi keluhan pasien dan keluarga pasien. Yang pada intinya kita berusaha keras untuk terus memaksimalkan kinerja, tentunya dengan menghadirkan dokter yang berkompetensi dibidang masing masing. Ditambah lagi alat kesehatan yang ada saat ini sudah sangat bagus, contoh saja tes cepat molekuler dimana tidak perlu pasien datang untuk memeriksakan TBC hanya perlu membawa dahak saja" terangnya.

Ia juga menambahkan, kedepannya RSUD Batin Mangunang juga akan memberlakukan kunjungan pasien satu pintu dan jam kunjungan juga dibatasi. Ini semua dilakukan demi terciptanya kenyamanan dan keamanan pasien.

" Yang namanya orang sakit, pasti butuh ketenangan agar cepat sembuh. Jadi perlahan nanti akan kita terapkan," tutupnya. (Rudi)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: