TANGGAMUS, WWW.LAMPUNGHEADLINES.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Padepokan Puja Kesuma Provinsi Lampung menggelar wayang kulit semalam suntuk di rest area Gisting Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus. Bukan tanpa alasan kegiatan digelar untuk memberikan hiburan seni dan budaya kepada masyarakat untuk menjalin silahturahmi dan mempererat lagi tali persaudaraan akibat memanasnya suhu politik belakangan ini serta dapat membangun persatuan dan kesatuan bangsa.27/01/19.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 malam tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM Syafii,S.Ag, Asisten II Fx Karjiono, Ketua DPRD Heri Agus Setiawan, Mantan Bupati Lampung Barat Muklis Basri, Anggota DPRD Provinsi Lampung Yanwar Irawan, Ketua Pepadi Tanggamus Suparman, Ki Agus Mantep selaku dalang, Ketua Korela Yosi Yosita, Ketua Paguyuban Turonggo Cipto Manunggal Joni Iswandi, beserta ratusan masyarakat Gisting dan sekitarnya.
Ketua Pelaksana Kegiatan Bagio Karyanto mengatakan, atraksi hiburan reog ponorogo dan pagelaran wayang kulit dilakukan dalam maksud untuk menghibur masyarakat dan lebih mengenalkan lagi budaya dan kearifan lokal serta yang terpenting adalah silahturahmi. ini dilakukan untuk menetralisir suasana yang cukup panas karena ditahun 2019 ini adalah tahun politik, apa lagi sosial media tutur, bahasa yang sudah tidak ada aturan lagi. Dan kegiatan positif seperti ini diharapkan dapat terus digelar secara berkesinambungan dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk terus digelar.
" Dengan adanya hiburan malam ini mudah-mudahan masyarakat dapat terhibur, adem ayem, disosial media masyarakat saling bentrok dan karena hiburan yang kita gelar ini dapat bertemu dan bersenda gurau kembali, karena kegiatan ini bukanlah acara politik, atau acara dukung-mendukung siapa pun, adapun ada pertanyaan kenapa dibaner ini ada bapak presiden itu karena beliau (Jokowi) sebagai dewan pembina Puja Kesuma Pusat,"Jelasnya.
Sementara itu Ketua Puja Kesuma Provinsi Lampung menyampaikan, Puja kesuma artian dari Putra jawa keturunan sumatera, dan tidak mengelompokan diri tapi justru merangkul dan mepererat silahturahmi kepada seluruh masyarakat semua element sehingga tercipta persatuan dan kesatuan yang kokoh. Puja Kesuma diharapkan diharapkan juga dapat menjadi filter bagi masuknya seni budaya asing dan narkoba dan dipercaya runtuhnya suatu bangsa diawali rusaknya moral pemuda-pemudi akibat pengaruh seni budaya dan narkoba tersebut untuk itu puja kesuma akan dibarisan terdepan dalam menanggulangi serta membentengi anak-anak bangsa dari pengaruh-pengaruh tersebut.
" Kepada presiden Joko widodo selaku dewan pembina puja kesuma pusat, karena telah menandatangi kepres no 30 tahun 2018 tentang hari wayang nasional jatuh pada tanggal 7 November, organisasi di serikat bangsa-bangsa yang disebut Unesco yang telah dulu menetapkan bahwa wayang sebagai warisan budaya dunia berasal dari indonesia pada tahun 7 November tahun 2003,"Ujarnya.
Bupati Tanggamus yang diwakili oleh Wakil Bupati AM.Syafii S.Ag mengungkapkan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh paguyuban puja kesuma menghadirkan kesenian reog dan wayang kulit bagi masyarakat. Pemkab pula akan meresmikan forum bhineka Tunggal ika dengan melibatkan semua suku,ras yang ada dikabupaten Tanggamus, prestasi yang tanggamus ukir telah mensukseskan pilkada tahun 2018 dengan aman, damai, dan kondusif. Kegiatan ini dapat mengangkat Seni Budaya kearifan lokal di Kabupaten Tanggamus. Selain untuk sarana hiburan, juga sebagai sarana untuk mencintai seni dan budaya daerah masing-masing, tentunya secara tidak langsung akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan sumberdaya manusia di Kabupaten Tanggamus.
" Karena, salah satu tujuan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus selain pembangunan dibidang fisik, kita juga akan sangat memperhatikan pembangunan dibidang sumber daya manusia. Melestarikan budaya bertujuan supaya budaya asli negeri kita tidak tergeser dengan budaya negara lain dan kelak anak cucu bangsa ini tetap dapat menikmati hasil cipta rasa dan karya pendahulunya. Dan sebagai bagian dari generasi muda, kita semua juga harus ikut melestarikan kebudayaan negeri kita tersebut,"kata wabup.
Lanjutnya, juga membutuhkan Sumber Daya Manusia yang handal di bidangnya, maka sebagai langkah awal, Kegiatan ini dapat Memenuhi harapan sebagai wadah seni untuk mampu lebih maju dan mampu bersaing dalam prestasi. Sebagai warga Tanggamus, kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan kemajemukan penduduknya, membuat daerah ini menyimpan potensi budaya muli etnis. yang apabila mampu dikemas dengan baik akan menjadi aset yang tak ternilai harganya.
Untuk membentuk karakter dan budi pekerti masyarakat yang tangguh, serta dapat menjadi penopang utama dalam mengembangkan industri pariwisata daerah Namun sebaliknya, apabila pembangunan di bidang kebudayaan kurang mendapatkan perhatian yang memadai, maka dikhawatirkan budaya yang bernilai tinggi itu, akan luntur akibat dari pengaruh negatif budaya luar, yang dewasa dengan leluasa dapat menerobos masuk ke setiap pintu rumah penduduk, melalui kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi Menurutnya penyelenggaraan Silaturahmi Pagelaran Wayang Kulit dan Reog Ponorogo yang di laksanakan ini merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian masyarakat dan pemerintah untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal dalam rangka memperkuat budaya nasional.
" Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui instansi terkait, memiliki komitmen yang kuat, untuk terus mendorong dan memberdayakan potensi budaya, agar tetap lestari, dan terus berkembang serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Saya juga ucapkan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada para Seniman atau Pemain Pagelaran Seni Wayang Kulit dan Reog Ponorogo ini, jelas pemkab akan laksanakan kegiatan seperti ini kembali,"pungkasnya. (Rudi)




0 Comments: