Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Air Terjun Mak ku Nyana (Tak Ku Sangka) nama itu yang disematkan oleh masyarakat yang berada di Dusun Lamuran Pekon Teratas Kecamatan Kotaagung Pusat, letaknya dari Pusat Kota Hanya kurang lebih 30 Menit untuk bisa sampai ke Dusun tersebut dengan mengendarai kendaraan Roda empat.
Selepas itu, perjalanan akan di sambung menggunakan roda dua karena jalan yang sempit tak bisa dilalui kendaraan mobil, dengan estimasi jarak dapat ditempuh selama 6-7 Menit, belum selesai perjuangan ini, sebab perjalanan akan ditempuh dengan berjalan kaki selama 12 menit untuk menuju air terjun ini, begitu sampai para pengunjung akan di suguhkan dengan pemandangan air terjun yang masih asri dan alami.
Dan air terjun Mak Ku Nyana ini masuk dalam salah satu agenda rangkaian yang dikunjungi dalam kegiatan Festival Teluk Semaka (FTS) 2019 Kabupaten Tanggamus, yaitu Blogger Tour D'Semaka, setelah mengunjungi wisata-wisata di Kecamatan Air Naningan, para peserta Tour D'Semaka menutup perjalanannya hari ini, di Air Terjun Mak Ku Nyana di Dusun Lamuran Pekon Teratas. 20/09/19.
Itu yang disampaikan oleh Camat Kotaagung Syarif Zulkarnain, menurutnya Air Terjun Mak ku Nyana ini masih alami, ditemukan pada medio tahun 2016 oleh warga setempat, dan baru pada tahun 2017 secara swadaya dibuka oleh masyarakat Pekon Teratas, untuk dibuat wisata yang kedepan bisa menjadi salah satu wisata andalan di Kotaagung ini. Sebenarnya Air Terjun di tempat ini ada dua, salah satunya yag sudah terkenal oleh masyarakat yang biasa di sebut air Terjun Tapusan Lamuran, dan kedua yang masuk dalam kunjungan para Peserta Bloger tour D'Semaka ini adalah air terjun baru yang diberi nama Air Terjun Mak ku Nyana.
" Sudah ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengelola, mereka sudah terbentuk atas keinginan mereka untuk memajukan tempat ini, selain itu ada budaya yang bisa kita tampilkan seperti Pincak Lampung untuk menghibur wisatawan yang datang, tadi kita suguhkan tarian ini kepada para peserta Tour D'Semaka, Alhamdulilah berjalan dengan lancar,"jelasnya.
Kedepan, pihak pengelola akan membuat tempat untuk Camping yang Glamours bagi masyarakat atau pengunjung yang ingin menginap nanti, juga dibangun Out bond bagi pengunjung yang memiliki jiwa olahraga ektrem, serta kekurangan sarana dan prasarana seperti kotak sampah dan lain sebagainya, peningkatan badan jalan, akan lebih di percantik lagi. Selain itu Dusun Lamuran Pekon Teratas juga membuka bagi masyarakat Tanggamus yang berminat ingin belajar kesenian dan budaya seperti Tari Bedana, Pincak Khakot di Dusun Lamuran, kedepannya.
Dan air terjun Mak Ku Nyana ini masuk dalam salah satu agenda rangkaian yang dikunjungi dalam kegiatan Festival Teluk Semaka (FTS) 2019 Kabupaten Tanggamus, yaitu Blogger Tour D'Semaka, setelah mengunjungi wisata-wisata di Kecamatan Air Naningan, para peserta Tour D'Semaka menutup perjalanannya hari ini, di Air Terjun Mak Ku Nyana di Dusun Lamuran Pekon Teratas. 20/09/19.
Itu yang disampaikan oleh Camat Kotaagung Syarif Zulkarnain, menurutnya Air Terjun Mak ku Nyana ini masih alami, ditemukan pada medio tahun 2016 oleh warga setempat, dan baru pada tahun 2017 secara swadaya dibuka oleh masyarakat Pekon Teratas, untuk dibuat wisata yang kedepan bisa menjadi salah satu wisata andalan di Kotaagung ini. Sebenarnya Air Terjun di tempat ini ada dua, salah satunya yag sudah terkenal oleh masyarakat yang biasa di sebut air Terjun Tapusan Lamuran, dan kedua yang masuk dalam kunjungan para Peserta Bloger tour D'Semaka ini adalah air terjun baru yang diberi nama Air Terjun Mak ku Nyana.
" Sudah ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengelola, mereka sudah terbentuk atas keinginan mereka untuk memajukan tempat ini, selain itu ada budaya yang bisa kita tampilkan seperti Pincak Lampung untuk menghibur wisatawan yang datang, tadi kita suguhkan tarian ini kepada para peserta Tour D'Semaka, Alhamdulilah berjalan dengan lancar,"jelasnya.
Yang menarik dari Air terjun Mak Ku Nyana ini adalah, disini ada 3 titik yang bisa dibuat pemandian, mulai dari orang dewasa sampai untuk anak-anak, dan tahapan ini sudah dikembangkan oleh pengelolanya, tinggal finisingnya lagi, selain itu spot untuk selfi kedepan akan kita buatkan, ada juga tempat untuk bakar-bakar ikan bagi para pengunjung nantinya, artinya pengunjung bisa membawa ikan sendiri dan dapat di bakar lokasi wisata di air terjun ini.
Kedepan, pihak pengelola akan membuat tempat untuk Camping yang Glamours bagi masyarakat atau pengunjung yang ingin menginap nanti, juga dibangun Out bond bagi pengunjung yang memiliki jiwa olahraga ektrem, serta kekurangan sarana dan prasarana seperti kotak sampah dan lain sebagainya, peningkatan badan jalan, akan lebih di percantik lagi. Selain itu Dusun Lamuran Pekon Teratas juga membuka bagi masyarakat Tanggamus yang berminat ingin belajar kesenian dan budaya seperti Tari Bedana, Pincak Khakot di Dusun Lamuran, kedepannya.
" Kita ingin pekon Teratas bisa menjadi desa wisata di Kotaagung. Dan mohon dukungannya juga dari pemerintah daerah dan Perusahaan Swasta yang ingin membantu untuk mendorong agar bisa menjadi konsep desa wisata, ini bukanlah keinginan satu pihak saja, namun saya lihat masyarakat disini yang kompak dan ingin maju. Saya berharap Peningkatan progres menjadi Desa wisata ini dari waktu ke waktu terus berjalan, kerjasama semua pihak serta stakeholder agar bisa membantu demi memajukan pariwisata yang ada dikotaagung ini,"Ucap Mantan Camat Pulau Panggung ini.
Zakaria Ahmad Salah satu peserta Bloger tour D'Semaka melihat ada potensi besar untuk pengembangan wisata air terjun Mak Ku Nyana di Pekon Teratas ini, Potensinya sanagt menarik dan dapat dikembangkan lagi kedepannya, dirinya berpesan kepada masyarakat sekitar maupun pihak pengelola Pokdarwis untuk tidak banyak menebang pohon dalam Pengembangannya, dirinya menilai untuk terlihat air terjun tersebut lebih alami.
Zakaria Ahmad Salah satu peserta Bloger tour D'Semaka melihat ada potensi besar untuk pengembangan wisata air terjun Mak Ku Nyana di Pekon Teratas ini, Potensinya sanagt menarik dan dapat dikembangkan lagi kedepannya, dirinya berpesan kepada masyarakat sekitar maupun pihak pengelola Pokdarwis untuk tidak banyak menebang pohon dalam Pengembangannya, dirinya menilai untuk terlihat air terjun tersebut lebih alami.
" Jangan ditebang pohon-pohonnya, karena dapat menghilangkan kesan eksotik naturalnya, lebih ditingkatkan lagi Pembangunan jalan menuju Air Terjun Mak ku Nyana ini, serta disepanjang jalan jika bisa di hias secantik mungkin atau mungkin bisa di ukir atau di perindah lagi kedepannya, air terjun ini mempunyai keunggulan tersendiri pada saat musim kemarau debit airnya tidak berkurang berbeda dengan air terjun lainnya, jangan banyak campur tangan manusia, harus dijaga kealamiannya. Satu kata untuk air terjun ini "Eksotik dan masih Perawan," pungkas Zakaria dengan Akun KK_ZACK ini.(Rudi)





0 Comments: