ABK HILANG, TIM GABUNGAN MASIH MENYISIR PESISIR TELUK SEMAKA
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD, POLAIRUT, TNI AL masih berusaha mencari anak buah kapal (ABK) dari perahu bagan yang hilang di perairan Teluk Semaka Kota Agung.
Menurut Adi Nugroho, Kabid Kedaruratan BPBD Tanggamus, upaya pencarian awal dilakukan tiga hari. Jika belum ditemukan diperpanjang sampai tujuh hari sejak dinyatakan hilang. Pencarian akan terus dilakukan dimulai pukul 07.00 - 17.00.
"Pencarian hari pertama kami sudah sisir tiga titik perairan tapi belum menemukan. Pencarian masih dilanjutkan lagi maksimal tujuh hari," ujar Nugroho.
Ia mengaku, tim gabungan yang lalukan pencarian di antaranya Basarnas, BPBD Tanggamus, Polisi Air, TNI AL dan masyarakat. Pencarian dengan pola penyisiran, menghimpun informasi masyarakat dan penyelaman.
Sedangkan ABK yang hilang tersebut bernama Buyung (45). Saat kejadian, diperkirakan Sabtu 23 November malam. Sebab saat itu perairan Kota Agung sedang hujan dan gelombang tinggi.
Sedangkan korban sedang menunggu perahu bagan tersebut. Dan hanya perahu itu yang ada di tengah laut karena kondisinya hujan. Sedangkan perahu lain banyak yang sandar.
Posisi perahu ada di jarak sekitar satu mil dari Pelabuhan Perhubungan Kota Agung. Dan baru diketahui hilang pada Minggu 24 November pagi saat temannya akan mengantarkan makanan.
Saat itu perahu sudah tenggelam, dan korban pun tidak ditemukan. Kemudian barulah dilaporkan untuk dilakukan pencarian yang diduga kuat turut tenggelam.
"Kami sudah melakukan pencarian di tiga lokasi, pertama sekitar titik kejadian, lalu di perairan Limau, dan Batu Balai karena ada informasi ada yang melihat, tapi setelah dicari tidak ada apa-apa," terang Nugroho.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar saat melihat supaya dipastikan dulu, jika miliki ponsel berkamera agar difoto. Kemudian beri tanda dan laporkan lokasinya.
"Kami mendapatkan tiga informasi dari masyarakat tapi semuanya tidak benar, sehingga itu menyulitkan kami," terang Nugroho.
Selanjutnya menurut Kepala Pos Basarnas Denny Mezu, mengaku kondisi perahu saat kejadian sedang perbaikan, bukan dalam kondisi mencari ikan.
"Kami sudah menyelam ke perahu, memang ditemukan papan-papan baru untuk perbaikan," terang Denny.
Ia mengaku posisi tenggelamnya perahu, bagian haluan menukik ke dasar laut, dan bagian sayap (katiran) belakang ke atas dan terlihat di permukaan laut.
"Kedalaman lokasi itu sembilan meter dan kami sudah selami masuk ke bagian dalam perahu juga, tapi tidak menemukan," terang Denny. (Ris/Rudi)




0 Comments: