Senin, Desember 30

3 Rumah Tergerus Akibat Terjangan Sungai Way Tuba, Tanah Retak Hantui Warga


Tanggamus, www.lampungheadlines.comTiga rumah milik warga RT 19 Lingkungan 007 Dusun Way Tuba Kelurahan Kuripan Kecamatan Kotaagung, mengalami kerusakan yang cukup parah, ini diakibatkan hujan deras mengguyur Kotaagung dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan sungai Way Tuba meluap dan menghantam serta mengikis pemukiman warga yang berada disepanjang aliran sungai. 29/12/19.

Kondisi ini sudah lama dialami oleh warga yang bermukim di aliran sungai tersebut, puncaknya beberapa hari belakangan ini, menurut Sabrawi (60) warga RT 19 Dusun Way Tuba rumahnya lah yang mengalami kerusakan cukup parah, pasalnya bila tak segera dilakukan penanganan lebih lanjut, ia pun bisa kehilangan harta satu-satu, yaitu rumah yang telah mengalami keretakan yang cukup panjang dengan lebar retak berdiameter 2-3 Centimeter mulai dari bagian dinding serta lantai rumahnya. Dan yang menjadi kekhawatiran dirinya, ada anak beserta keenam cucunya yang masih kecil-kecil turut tinggal dengan dirinya dirumah ini.


" Saya khawatir dengan cucu-cucu saya, terlebih saat malam hari dan turun hujan lebat, karena kondisi rumah sudah retak mas, sepertinya tinggal sekali lagi sungai Way Tuba meluap dan membawa sebagian rumah saya, rumah ini harta saya satu-satunya, tempat bernaung bersama anak dan juga cucu-cucu saya,"lirih pria tua ini.

Dirinya pun menunjukan bekas ganasnya hantaman aliran air sungai Way Tuba, sebagian Pondasi rumah yang berbatasan dengan sungai tersebut telah hancur di bawa dahsyatnya luapan sungai ini, hanya menyisakan salah satu besi tiang penyangga. Dan berharap kepada dinas terkait bahkan meminta kepada Bupati Tanggamus agar dapat memperhatikan kondisi warga yang bermukim di tempat ini, karena kondisi rumah-rumah cukup mengkhawatirkan, setidaknya dapat membuat kehidupan mereka kembali nyaman tak lagi risau saat hujan tiba, sebab ketidakmampuan dalam ekonomi menjadi kendala yang utama bagi hidupnya.


" Bantuan sangat kami harapkan, dan adanya perhatian dari pemerintah Tanggamus maupun instansi terkait, mudah-mudahan ada solusinya, saya sudah berupaya dengan kembali mempondasi bagian rumah yang telah tergerus air sungai ini, namun saat hujan lebat dan membuat sungai kembali meluap pondasi baru lagi-lagi hancur akibat diterjang air, sehingga dirinya tak dapat lagi berbuat apa-apa sebab adanya faktor ekonomi, terlebih saat malam hari saat hujan kami semua terjaga karena cukup khawatir dengan kondisi saat yang memprihatinkan, "ungkap Sabrawi.

Hal senada di ungkap Darwis (45) ia pun menceritakan peristiwa menegangkan yang dialami keluarganya minggu dini hari tadi, hujan yang mengguyur Kotaagung cukup deras dan lama, sehingga dia dan keluarganya memilih tidur, namun tepatnya pukul 02.00 dini hari dirinya beserta sang istri mendengar suara gemuruh yang cukup keras dan dengan segenap tenaga berusaha meraih anak-anak serta berhamburan keluar rumah, mereka cukup panik karena takut rumahnya yang terbawa sungai, setelah di cek ia pun masih beruntung hanya saja rumah di bagian dapur telah roboh dan hanyut di bawa air sungai yang meluap.

" Bagian dapur habis temboknya sudah tak ada karena hanyut di bawa banjir,, pondasi juga jebol, tadi malam kejadiannya karena akibat hujan deras, ditambah kemungkinan dibagian hulu juga hujan lebat, sehingga membuat sungai meluap, Wah semalam saya sampai panik mas, takut rumah ikutan hanyut. Semalam sekitar Pukul 02:00 dini hari, ini sedang saya perbaiki dengan triplek untuk menutup dapur, mas bisa lihat retakan tanah itu cukup besar pada pondasi rumah, sehingga cukup mengkhawatirkan kami,"jelasnya.

Ada pula rumah Amir (40), rumah yang didiaminya selama puluhan tahun ini harus rela kehilangan dapur akibat hal serupa dengan warga lainnya, dan ini sudah kondisinya berbulan-bulan tanpa ada perhatian, ekonomi keluarga yang pas-pasan sehingga dapurnya sampai saat ini tak juga dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya, dan saat hujan, air masuk melalui bagian dapur sehingga masuk kedalam rumah.

" Anak-anak takut saat hujan, karena kondisi belakang cukup gelap saat malam hari, sehingga saya menutup bagian belakang hanya menggunakan terpal, berharap bantuan dan kepedulian pemerintah khususnya kepada Bupati dan wakil bupati Tanggamus, Kami ingin mereka hadir dan melihat secara langsung kejadian ini,"ujarnya.

Sumaryanto salah satu Satgas di Kelurahan Kuripan ketika dilokasi menyampaikan, sebenarnya beberapa waktu lalu kondisinya tak separah sekarang, dan sudah melaporkan dengan lurah, bahkan sebelumnya sudah pernah di laporkan saat ada kegiatan Musrenbang, namun tak juga ada jawaban, sehingga kondisinya saat ini cukup parah dan mengkhawatirkan. 

" Proposal sudah kita buat dan di serahkan kepada pihak kecamatan, saat musrenbang pun sudah kita ajukan, bahkan pada saat reses anggota DPRD Provinsi juga telah kita beritahukan, intinya satu hanya supaya cepat di lakukan perbaikan, untuk menghindari hal-hal yang tak kita inginkan, semuanya ada tiga rumah yang mengalami kerusakan cukup parah,"tandasnya (Rudi)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: