Keterangan: Zulki Qurniawan, S.E., tengah sampaikan harapannya kepada Dinsos terkait kinerja. (foto: Rudi)
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - DPRD Kabupaten Tanggamus berharap kepada dinas sosial Tanggamus untuk dapat menjalankan kinerja atau tupoksinya dengan baik, terkait carut-marutnya data penerima manfaat bantuan sosial, baik itu dari pusat, provinsi, daerah maupun pekon/desa.
Hal ini di sampaikan oleh Pimpinan Komisi IV Zulki Qurniawan,SE selaku sebagai mitra dinas sosial Tanggamus, ia menilai bantuan-bantuan yang telah realisasi banyak yang tidak tepat sasaran untuk masyarakat, Ada anggarannya salah satu contoh seperti program pemutahiran data, dan ia pun menyesalkan masih adanya carut-marut perihal data tersebut. Rabu, 19/05/2020.
" Semua tidak tepat sasaran, itu anggaran nya ada, program pemutakhiran data juga ada, kenapa data masih carut marut, di desa ada namanya operator pekon/SIKS-NG yang mempunyai tugas untuk menginput dan pemutakhiran data dan mereka itu ada honornya, lantas mengapa masih terjadi seperti warga yang memang berhak menerima malah tak sama sekali mendapatkan bantuan,"tegasnya.
Kemudian, ia pun menginginkan untuk tahun depan terkait data penerima bantuan sudah harus di rampungkan, agar sesuai dengan keinginan masyarakat Tanggamus, dan berharap agar dinsos serta Kabid yang membidanginya harus rajin turun lapangan bahkan bila perlu dengan DPRD selaku mitranya untuk mengecek langsung di bawah terkait pemutahiran data yang dilakukan oleh operator-operator /SIKS-NG.
"Tahun depan harus clear, dinsos harus rajin-rajin turun lapangan bila diperlukan komisi IV DPRD siap ikut kebawah untuk memastikan Pemutahiran data tersebut benar-benar sesuai dengan kenyataannya,"ucap Zulki.
Lanjut Zulki lagi, jika di hitung list bantuan pada dinas sosial, seharusnya 80% Masyarakat miskin di kabupaten yang berjuluk bumi Begawi Jejama ini sudah cukup mendapatkan bantuan, namun kenyataanya masih banyak masyarakat yang menjerit perihal bantuan tersebut sebab tak mendapatkannya.
" Ternyata setelah kita croscek, banyak bantuan itu yang tidak tepat sasaran, malah bukan orang miskin yang dapat, tapi malah orang-orang mampu yang banyak mendapatkan bantuan, Maka dari itu data-data penerima manfaat bantuan itu, wajib di mutakhirkan, jangan hanya sekedar menunggu berkas laporan saja di belakang meja,"pungkasnya. (Rudi)
Selasa, Mei 19
Author: Redaksi
Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.




Setuju. Karna percuma pendataan trus menerus namun yang keluar tetap data yang lama. Pokeon batudil yang mendaptkan BANSOS kebanyakan orang yang berkecukupan/mampu. Sedangkan yang miskin kebanyakan gigit jari...
BalasHapus