Selasa, Oktober 6

Uang Hilang Tertelan Mesin ATM, Nasabah Keluhkan Layanan ATM Bank Lampung KCP Kotaagung



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Bank Lampung kantor cabang pembantu kotaagung dikeluhkan oleh para nasabahnya sendiri, soal Pelayanan khususnya di sistem anjungan tunai mandiri (ATM), pasalnya para nasabah ini saat melakukan penarikan uang tunai di mesin ATM ini, uang mereka tak keluar dari mesin ATM, namun setelah di cek saldo miliknya telah terpotong sesuai dengan yang di tarik oleh nasabah, artinya uang itu tertelan oleh mesin ATM tersebut dengan sendirinya. Senin, 05/10/2020.


Kejadian ini, sudah terjadi dari beberapa Minggu yang lalu namun oleh pihak bank Lampung itu sendiri tak kunjung memperbaiki kerusakan di mesin ATM atau pun memberikan pemberitahuan tertulis di kertas yang biasa di tempelkan oleh petugas Bank lampung, agar para nasabah langsung mengetahui bahwa mesin ATM  tak bisa untuk di gunakan.


Salah satunya terlontar dari seorang yang berprofesi sebagai guru dari kecamatan Semaka yang enggan menyebutkan nama, ketika ia hendak mengambil gaji dengan cara melakukan penarikan di salah satu mesin ATM pecahan Rp. 100 ribu, yang berada di depan kantor bank Lampung KCP Kotaagung, secara tiba-tiba mesin ATM mengalami kerusakan atau eror yang belum diketahui penyebabnya, setelah menunggu agak lama yang keluar hanya kartu debit/ATM miliknya, sedangkan uang tunai tak keluar dari mesin ATM tersebut.


" Saya masuk ke dalam ruangan tersebut, guna mengambil gaji sebagai bekal kehidupan bagi keluarganya, ketika masuk saya liihat ada tiga (3) mesin Anjungan tunai mandiri (ATM), namun mesin yang berada paling tengah mengalami kerusakan, ini di tandai dengan layar pada mesin yang mati, kemudian saya pakai mesin ATM yang pertama, kecewa saya mas, uang itu rencananya untuk membeli kebutuhan bahan pokok sehari-hari, malah hilang di telan mesin ATM yang lagi eror itu,"keluhnya.


Hal senada juga dikatakan oleh salah satu nasabah yang keluar dari bilik mesin ATM tersebut, usai gagal mengambil uang tunai dari mesin ATM kiriman dari salah satu keluarganya tersebut, ia seperti mengalami kebingungan, ketika ditanya oleh wartawan ini, ia tak bisa melakukan tarik tunai dari mesin paling ujung pecahan RP. 50 ribuan, dan hanya kartu ATM-nya saja yang keluar, sedangkan uang tunai dengan nominal Rp. 1,500.000 tak berhasil keluar, padahal pada saat ia melakukan transaksi penarikan di mesin ATM tersebut tak ada kendala artinya sistem berjalan secara normal.


" Tapi setelah saya tunggu tadi emang agak lama, sampe kesel nunggunya, lalu kemudian kartu ATM saya keluar, tetapi uang tunai dengan nominal RP.1.500,000, sesuai dengan transaksi yang saya lakukan di mesin ATM itu tak keluar, padahal di layar tertera tulisan silahkan ambil uang anda, rupa-rupanya ada kerusakan di mesin-mesin ATM tersebut, dibilang kecewa pastinya sangat kecewa bang,"ucapnya.


Kemudian, perempuan yang di temani oleh kakeknya tersebut langsung melaporkan ke petugas keamanan atau securiti bank Lampung tersebut. Dan di khawatirkan proses pengembalian uang miliknya tersebut tak akan mungkin dilakukan prosesnya pada hari ini oleh pihak bank Lampung.


" Mana antrian masih panjang dan nasabah juga cukup ramai mas, seyogyanya pihak bank jika mengetahui bahwa mesin-mesin ATM ini bermasalah, supaya memberikan informasi ke masyarakat yang datang, dengan cara menempel tulisan, agar masyarakat tak mengalami kekecewan pada saat ingin ngambil uang di mesin itu,"dengan nada kesal.


Lalu, kejadian serupa juga terjadi pada salah satu pejabat kelurahan di Kecamatan Kotaagung, kejadian yang terjadi kepadanya, sama persis dengan apa yang di alami oleh nasabah-nasabah lainnya ketika melakukan transaksi di mesin-mesin ATM milik Bank Lampung ini. " Uang saya tertelan senilai Rp.1. 000.000 rupiah kemarin, dan hari ini saya berencana untuk melaporkan kepada pihak bank, akan tetapi karena cukup ramai, saya di minta tadi oleh petugas securiti bank setelah ba'da Zuhur, sebab antrian masih cukup panjang,"tandasnya sambil berlalu pergi.


Bukan hanya itu, salah seorang masyarakat kotaagung berinisial HN juga mengungkapkan, ia selaku nasabah dari bank Lampung KCP Kotaagung turut mengalami kejadian serupa, dan kejadian tersebut dialami ketika pada saat, ia diberitahukan oleh salah satu saudaranya pada tanggal 23/09/20 bulan kemarin, bahwa ia telah mengirimkan sejumlah uang, dengan cara transfer melalui brilink dan dikirimkan ke rekening bank Lampung miliknya sebesar Rp. 500.000.


Pada hari itu juga, ia langsung menuju ATM yang lokasinya persis berada di bagian depan kantor bank Lampung KCP kotaagung, guna mengambil uang tersebut dan memang benar ketika sedang melakukan proses transaksi penarikan uang di mesin itu semua berjalan lancar tanpa hambatan serta keterangan yang  tertera di layar "Silahkan ambil uang anda", namun kartu debit dan uang tunai tak kunjung keluar seolah tertahan di dalam mesin ATM pecahan 50 ribuan itu.


" Karena nunggu lama tak juga keluar, saya memanggil pihak securiti bank Lampung, untuk bertanya mengapa kartu debit tak keluar dari mesin ATM tersebut, oleh pihak keamanan menjelaskan bahwa mesin ATM yang saya gunakan itu tak ada uangnya, dan tiba-tiba kartu debit keluar tanpa uang tunai, mengingat apa yang telah di sampaikan oleh securiti tadi, lalu saya berpindah ke mesin satunya, namun transaksi gagal dilakukan sebab saldo tidak mencukupi, setelah di cek saldo rekening hanya menyisakan Rp. 54.000,"terangnya.


Setelah kejadian itu di tanggal 25/9/20, HN berencana untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perbankan, untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut dengan membawa persyaratan yang telah di minta, dan setelah di teliti oleh pihak customer servis bank Lampung tersebut, diketahui bahwa memang mesin ATM tersebut sedang mengalami masalah, dan pihaknya juga mengakui kesalahan ada pada mereka, serta uang yang tak keluar ketika penarikan tunai telah tertelan mesin ATM, dimana Saldo tredebet dan uang tak keluar.


" Saya harap kepada pihak bank Lampung KCP Kotaagung agar dapat segera melakukan perbaikan di mesin-mesin ATM, supaya tak lagi terjadi hal-hal seperti ini kedepannya, jika kejadian ini terus-menerus di biarkan, nasabah pasti berpikir dan menduga hal tersebut dilakukan secara sengaja, sebab hal ini terjadi beberapa Minggu lalu, dan hari ini lebih banyak nasabah yang mengeluh karena mengalami hal serupa,''pungkasnya. (Rudi)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: