Kamis, April 22

Terisolir, Puluhan Tahun Nikmati Jalan Rusak, Masyarakat Tanjung Agung Harap Pemkab Tanggamus Peduli



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Masyarakat mengharapkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus, agar fokus  untuk memberikan perhatian lebih, pada daerah-daerah yang masih cukup terpencil, khususnya dalam hal menikmati pembangunan infrastruktur. Kamis, 22/04/2021.


Alih-alih ingin merasakan seperti halnya pada daerah lain, jalan bagus dan  jauh dari kata terisolir, hal tersebut telah dirasakan masyarakat (Digul) Pekon Tanjung Agung Kecamatan Kotaagung Barat, selama bertahun-tahun dan ini merupakan satu-satunya akses jalan bagi mereka keluar masuk Pekon ketika hendak beraktifitas menuju Pasar, kantor pemerintahan dan lain sebagainya, hingga kini tak pernah menjadi skala prioritas utama Pemerintah Daerah agar segera di lakukan perbaikan sebagaimana mestinya.


Hal ini, di sampaikan langsung oleh kepala pekon (Kakon) Tanjung Agung Hayang, ketika di konfirmasi terkait hal tersebut, ia mengatakan bahwa masyarakat bukan tak memiliki keinginan itu, namun sudah merasa lelah sebab telah berkali-kali menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah, apa lagi ia (kakon) yang menjabat sebagai kepala pekon berapa kali periode di Pekon Tanjung Agung, tak kurang-kurang dalam menyampaikan keinginan dari seluruh masyarakat pekonnya tersebut.


Menurut Kakon, memang pernah ada pembangunan perbaikan jalan dilakukan Pemkab, namun hanya dari batas desa hingga ke dalam Pekon Tanjung Agung, sedangkan jalan utama akses keluar masuk satu-satu bagi mereka di harapkan adanya perbaikan infrastruktur itu, jalan tersebut seyogyanya adalah wewenang pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo, sesuai dengan tapal batas desa dengan Tanjung Agung Kecamatan Kotaagung Barat.


" Jalan itu masuk Pekon Soponyono, sedangkan akses jalan tersebut, adalah satu-satunya jalan untuk menuju Pekon Tanjung Agung, tak ada jalan lain lagi, bahkan jalan alternatif pun tidak ada, dulu saya berkordinasi dengan kakon Soponyono agar sama-sama mendorong supaya ada perbaikan, tapi hasilnya masih sama,"Jelasnya.


Hayang menambahkan, dan informasinya pun masih rancuh di masyarakat, ada yang bilang jalan tersebut milik provinsi, dan ada juga milik Kabupaten. Usulan perbaikan jalan tersebut selalu di sampaikan, ketika pada masa ia dulu masih menjabat sebagai kakon hingga saat ini, bahkan ketika di pimpin oleh pejabat (PJ) kepala pekon, pada saat musrenbang Pekon sampai Musrenbang Kecamatan.


" Apa lagi ketika hujan mas, jalan jadi becek, licin, jika tak berhati-hati bisa jatuh, mau sampai kapan kami seperti ini, sampai kapan pun apabila tak jua ada kejelasan, Pekon Tanjung Agung selamanya menjadi Pekon terisolir, mewakili masyarakat saya, minta tolong kepada Pemkab Tanggamus supaya bisa jadi prioritas kedepannya,''Ungkapnya.


Senada, dikatakan salah satu masyarakat Tanjung Agung Saepuloh (35), ia sangat mengharapkan sekali adanya perbaikan jalan ke pekonnya tersebut oleh pemerintah daerah setempat, jalan itu merupakan akses baginya dan semua warga Pekon Tanjung Agung lainnya, dalam kesehariannya jalan itu juga di gunakan ketika hendak pergi ke kebun dan lahan persawahan, selain dari itu akses ketika hendak ke pasar Wonosobo dan sebagainya.


" Jangan di tanya mas, kalo mulai menjelang Pilkada, Pilgub sampai pilpres dan pileg, semua datang saat membutuhkan dukungan suara, janji mereka mah pada numpuk mas, padahal keinginan kami ini sama, hanya bagaimana caranya jalan tersebut dapat di perbaiki dan bagus, seperti di kecamatan lain, nyatanya setelah jadi mereka semua itu pada menghilang tanpa ada lagi kabar beritanya,"Keluhnya.


Sementara itu, ketika di konfirmasi tentang keinginan masyarakat, sekaligus untuk mengetahui jalan tersebut milik Pemkab Tanggamus atau Provinsi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Tanggamus, yang di wakili oleh Kabid Bina Marga (BM) Bowo mengatakan, jalan tersebut ranahnya merupakan kewenangan milik Pemerintah Kabupaten Tanggamus.


Terkait aspirasi dari masyarakat yang menginginkan adanya perbaikan infrastruktur jalan menuju Pekon Tanjung Agung, Bowo mengaku akan terlebih dahulu melakukan peninjauan ke lokasi jalan tersebut, secara teknisnya di lapangan seperti apa, lalu juga akan di lakukan penghitungan, kira-kira menghabiskan dana anggaran berapa, dan hasil peninjauan itu akan kami laporkan  Pimpinan.


" Kita akan lakukan peninjauan ke lapangan dulu mas, hasilnya apa nantinya akan kami laporkan ke pimpinan, kita kan perlu tinjauan ini, guna mengetahui keadaan sebenarnya, seperti kondisi kontur tanah, serta penghitungan panjang jalan tersebut, mudah-mudahan secepatnya bisa kita tinjau,"Ucapnya.


Bowo juga mengaku prihatin dengan keadaan ini dari laporan warga Tanjung Agung, namun ia pun tak bisa memutuskan hal tersebut, apa lagi kondisi Kabupaten Tanggamus saat ini tengah sulit akibat di landa Pandemi Covid-19. Sehingga anggaran pembangunan, banyak mengalami recofusing dan di alihkan ke bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat seperti di tahun 2020 kemarin, sehingga meminta kepada masyarakat supaya dapat bersabar.


" Apabila kondisi kita dapat normal kembali akibat Covid-19, keinginan dan harapan dari masyarakat Tanjung Agung, mudah-mudahan dapat di akomodir di tahun kedepannya, saya harap warga masyarakat dapat bersabar, sebab situsi virus Corona semua anggaran mengalami efisiensi,''Harap Bowo.(Rudi)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: