Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Setelah sekian lama bergabung, pada tubuh organisasi kewartawanan di kabupaten yang berjuluk Bumi Begawi Jejama, dan berbicara pengalaman, jangan tanya bagaimana merasakan pahit manisnya berjuang, demi tegaknya nama besar sebuah organisasi telah dirasakan.
Namun saat ini keputusan sulit harus dirinya ambil, dikarenakan hal bersifat pribadi, yang tak bisa ia utarakan ke khalayak ramai, sekaligus fokus untuk membesarkan lagi nama media televisi yang telah membesarkan namanya. Hingga dikenal dimana-mana, dari mulai pejabat teras sampai masyarakat biasa. Senin 31/05/2021.
Ia adalah Afnan Hermawan. S.I,Kom, yang secara resmi mengundurkan diri dari organisasi kewartawanan, menjabat sebagai wakil ketua di organisasi Aliansi jurnalistik Online Indonesia (AJOI) DPC Kabupaten Tanggamus. Sebelum pengunduran ia juga ditunjuk oleh DPP AJOI pusat sebagai ketua DPC AJOI Tanggamus, dan memimpin belum sepekan, tetapi ia memutuskan memilih mundur, sebab baginya teman-temannya lebih berarti, ketimbang hanya sebuah jabatan yang sifatnya sementara.
Dalam surat tersebut tertulis, dengan Surat ini saya mengajukan permohonan pengunduran diri dari organisasi lembaga aliansi jurnalistik online indonesia DPC Tanggamus, bila saya didalam kepengurusan lembaga Ajo Indonesia, DPC Tanggamus salah kata dalam berkomunikasi, Setelah surat keputusan terlampir yang telah di mandatkan oleh ketum DPP AJO Indonesia tidak berjalan dengan baik, saya mohon maaf kepada Ketua DPD AJO Indonesia Lampung. Alasan saya mengundurkan diri dari lembaga AJO Indonesia DPC Tanggamus, sebab belum bisa menjalankan roda organisasi yang besar ini, dan menjadi pemimpin yang baik serta bertanggungjawab sebagai ketua DPC AJO Indonesia Kabupaten Tanggamus.
Serta berharap jalinan komunikasi ketum DPP AJO Indonesia dan ketua Plt AJO Indonesia Lampung dengan Saya, tetap selalu terbangun walaupun sudah tidak tergabung di organisasi AJO Indonesia, dan kita semua tetap menjadi sahabat, saudara untuk saling mendukung. Setelah saya tidak lagi menjadi ketua AJO Indonesia DPC Tanggamus sesuai dengan yang telah di amanatkan sebelumnya, semoga ketua DPC AJOI Indonesia Tanggamus yang baru, bisa lebih baik lagi dalam memimpin organisasi AJO Indonesia. Ini sedikit petikan kalimat isi dari surat pengunduran diri dari seorang Afnan Hermawan.
Menurut Afnan Hermawan, Keputusannya dengan mengundurkan dirinya sebagai ketua AJOI Tanggamus, dibuktikan dengan surat pengunduran dirinya yang bertandatangan di atas materai, dan diserahkan langsung kepada Budi Hartono ketua formatur AJOI Tanggamus yang baru di susun berdasarkan surat penunjukan steering comite atau spsc, secara simbolis di Kantor LAN Tanggamus.
" Saya telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada ketua formatur AJOI Tanggamus, untuk nantinya disampaikan ke DPP AJOI pusat. Selain itu segala bentuk atribut AJOI yang selama ini saya kenakan, juga sudah saya serahkan semuanya tadi kepada ketua formatur,"Tegas pria yang biasa di sapa Wawan tersebut.
Lanjutnya, pengunduran dirinya sebagai ketua DPC AJOI Tanggamus, sebenarnya sangat di sayangkan oleh DPD AJOI Lampung yang masih berharap besar dirinya (Afnan) masih mau bergabung untuk membesarkan organisasi AJOI di Tanggamus dan tidak mengundurkan diri, bahkan langsung di tawarkan untuk menempati posisi di DPD Lampung walau tak berkeinginan di kepengurusan DPC AJOI Tanggamus.
" DPD AJOI Lampung sangat menaruh harapan besar saya masih mau bergabung di kepengurusan DPC sebagai ketua AJOI Tanggamus, bahkan menawarkan di kepengurusan DPD Lampung, intinya mereka tak ingin saya keluar, sebab mereka tahu jika saya juga salah satu orang yang ikut berjuang dalam membesarkan nama AJOI di Tanggamus. Namun saya tetap dengan pendirian saat ini, saya harap segera ada balasan surat dari DPD AJOI Lampung terkait pengunduran diri saya,"Ucapnya.
Kepala biro Lampung TV Tanggamus ini menambahkan, seyogyanya apa yang telah ia lakukan saat ini, dengan tetap mengikuti aturan dan mekanisme secara berorganisasi, seperti membuat surat pengunduran diri, menyerahkan aset atau atribut organisasi, sebab jika telah keluar, karena tak bakal mungkin akan ia kenakan, sebab dirinya merasa bukan lagi bagian dari organisasi tersebut.
" Kita belajar cara berorganisasi yang baik, jika kita sudah tidak lagi di dalamnya, sudah seharusnya kita keluar pun dengan cara sesuai pada aturan berorganisasi. Kita kan harus paham dan bersikap profesional donk,"Tandasnya mengakhiri.(Rudi)




0 Comments: