Kamis, April 25

BNN KABUPATEN TANGGAMUS GELAR WORKSHOP ANTI NARKOBA KE SEMUA PERUSAHAAN


Tanggamus, www.lampungheadlines.comBadan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Tanggamus, Menggelar Pengembangan Kapasitas dan pembinaan masyarakat anti narkoba (Workshop) dilingkungan perusahaan swasta yang banyak bermukim Di bumi begawi jejama. Acara yang dikemas dengan bincang-bincang santai ditempatkan di Aula Serumpun Padi Kecamatan Gisting. 25/04/19.

Kegiatan Dibuka oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanggamus Kolbidi S.Sos, dihadiri juga Kepala Bagian (Kabag) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Sekretariat Tanggamus Arpin S.Pd MM, Dinas Kesehatan Tanggamus diwakili oleh Kasi Bidang David Erwin, juga jajaran BNNK Tanggamus, serta Puluhan perwakilan perusahaan Swasta yang ada di Tanggamus seperti, Bank Lampung, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Syariah Mandiri, PLN Rayon Talang Padang, PT. Pertamina Gheotermal Energi (PGE) Ulu Belu, PT. Tirta Ivestama (AQUA), PT. Pertamina Region Teluk Semaka, PT. Telkom Indonesia, PT. Nataran Mining, PT Way Ku, Grapari Telkomsel, RS. Panti Secanti Gisting, Dealer Honda, PT. Japfa Comffed, Hotel Ratu Kuring dan tambak Udang Kagungan.


Laporan Ketua Panitia Kegiatan Fahmi menyampaikan bahwa, Dasar Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, b. Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasiona, c. Peraturan Badan Narkotika Nasional Nomor 3 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Narkotika Nasional, (1 Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 6 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja BNNP dan Badan Narkotika Nasional Kab/Kota DIPA Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2018 dengan Nomor : SP DIPA 066.01.2.419224/2017 tanggal 5 Desember 2018 Program Kerja BNN Kabupaten anggamus Tahun 2019.
Maksud Kegiatan Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba (Workshop) di Lingkungan Swasta ini dimaksudkan dalam rangka mendorong Lingkungan Swasta untuk ikut serta melaksanakan Program P4GN.

"Hasil yang diharapkan Dengan dilaksanakannya Kegiatan ini diharapkan akan terjalin hubungan yang sinergis antara BNN Kabaupaten Tanggamus terkait upaya P4GN, sehingga kedepannya semua Masyarakat Kab. Tanggamus akan saling bahu membahu sesuai dengan tupoksi masing-masing Instansi demi menciptakan generasi sehat yang bebas Narkoba di Kabupaten Tanggamus,"Jelasnya.


Kepala BNNK Tanggamus Kolbidi mengatakan bahwa, Kegiatan ini merupakan event penting terkait upaya untuk lebih meningkatkan kesadaran, partisipasi dan kepedulian seluruh masyarakat dalam rangka sinergitas Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba. semua mengakui bahwa penyalahgunaan narkotika akan merusak masa depan sebuah bangsa, karena daya rusaknya yang sangat luar biasa. Narkotika merusak karakter manusia, Esik, dan kesehatan masyarakat, serta dalam jangka panjang berpotensi besar menggangu daya saing dan kemajuan bangsa. Situasi global penyalahgunaan narkotika di dunia memberikan gambaran yang cukup memprihatinkan. Data hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Puslitkes UI pada 2017. Ada sekitar 1,77% atau 3,3 juta penduduk di Indonesia menjadi penyalahguna narkoba dengan jumlah kerugian ekonomi maupun sosial mencapai Rp84,7 triliun.

Angka ini mengalami peningkatan jika di bandingkan pada tahun 2016 yang hanya 0,02 %. Jumlah prevalensi penyalahgunaan narkotika yang begitu besar mengakibatkan kebutuhan narkotika yang cukup tinggi di indonesia dan korban meninggal akibat pengguna narkoba di perkirakan ! 1.071 orang per tahun atau 30 orang perharinya. Mayoritas pengguna narkoba di indonesia adalah pekerja yaitu (59%), pelajar (24%) dan populasi umum (17%). Untuk pelajar sebanyak 2 dari 100 orang pelajar/mahasiswa menyalahgunakan narkoba sepanjang 2016, dan kebanyakan pengguna adalah pria dengan umur mayoritas berusia 15-19 tahun . Menghadapi situasi diatas, pemerintah bersama dengan seluruh komponen masyarakat harus bersungguh-sungguh berperang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Masing-masing individu dituntut memproteksi diri dan lingkungannya sejak dini dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Masyarakat dituntut proaktif mendukung aparat penegak hukum dengan cara melaporkan tindakan mencurigakan terkait penyalahgunaan dan peredaran narkoba. 

" saya berharap nantinya para peserta akan menjadi, relawan atau penggiat anti narkoba yang selalu menyampaikan infomasi, mensosialisasikan tentang narkoba di lingkungan masing masing. Melihat peran dan peluang para penggiat anti narkoba sebagai agen perubahan di satu pihak kita lebih dapat pro aktif melakukan pencegahan melalui pendekatan keluarga dan bersinergi kepada semua unsur yang terkait dengan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba serta konsisten memerangi narkoba, Untuk itu diharapkan dalam upaya pemberantasan Narkoba tidak hanya dibebankan kepada BNN saja. Perlu adanya dukungan semua pihak untuk memerangi bahaya Narkoba, dimana penyelenggaraan negara harus menjadi ujung tombak dalam pemberantasan Narkoba, mengingat Situasi Kondisi di Kabupaten Tanggamus begitu strategis karena merupakan jalan lintas sumatra perlintasan arus barang, dari pulau jawa, begitu juga sebaliknya, sehingga kerawanan ditanggamus khususnya masalah narkoba, perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak, narkoba telah menyerang wilayah pedesaan tanpa memandang status usia, gender, pendidikan dan pekerjaan,"Ujar Kolbidi.


Kabag kesmas Sekretariat Pemerintah Kabupaten Tanggamus Arfin, menurutnya Narkoba sangat rentan menyerang siapa pun, tanpa pengecualian, jika sudah terkena narkoba pikiran tubuh tak lagi seimbang, rentan emosi yang dapat dilakukan sampai istri, ibu mertua jadi korban akibat kecanduan maka timbulah Pikiran kriminal, seperti menjual barang berharga atau apapun yang bisa dijual didalam rumah untuk membeli narkoba, karena dengan mengkonsumsi narkoba dirinya merasa nyaman, serta harus diingat mengobati kecanduan narkoba membutuhkan biaya yang tidak sedikit, saat ini yang banyak tertangkap adalah kurir, serta yang paling banyak dikonsumsi adalah narkoba jenis Sabu,  agak sulit untuk diputus karena sembunyi-sembunyi dalam melakukan transaksi.

" Peran orang tua juga penting dalam mengontrol pergaulan anaknya, kebebasan bisa diberikan namun harus ada batasan yang diberikan. Lingkungan sekolah perlu menjadi perhatian khusus, karena jika anak-anak terkena narkoba, prestasi menurun, dan watak menjadi berubah, dengan guru dia melawan, karena merasa dirinya hebat, banyak kejadian guru dilaporkan ke polisi, karena ada terjadi kontak fisik, ini akibat pengaruh narkoba, saat saya sebagai camat, dikantor itu saat malam banyak ditemukan bungkus komik yang untuk obat batuk, banyak juga yang kita lakukan dengan cara menasihatinya agar menjauhi hal-hal yang negatif, dan tidak mengulangi pernuatannya lagi, namun ini perlu juga perhatian kita semua, kunci utamanya komunikasi orang tua dengan anak harus terjalin dengan baik, agar mereka selalu terbuka dengan kita,"Pungkasnya. (Rudi)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: