Rabu, Mei 22

BUPATI PIMPIN MONITORING HARGA KEBUTUHAN POKOK JELANG IDUL FITRI 1440 H


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Bupati Tanggamus Dewi Handajani memimpin langsung monitoring harga di Pasar Kota Agung dan Pasar Wonosobo, Pantauan harga dilakukan di lima pasar di Tanggamus secara bertahap yang dimulai dari Pasar Kota Agung.

Turut mendampingi bupati saat monitoring, Asisten Bidang Ekobang FB Karjiyono, Asisten Bidang Administrasi Firman Ranie, Sekretaris Diskoperindag Ishak, Kepala Dinas Kesehatan Sukisno dan Kepala bagian perekonomian Setdakab Tanggamus Isnawati.

Berdasarkan pantauan, yang pertama kali disambangi bupati adalah toko yang mejual kebutan pokok seperti beras, gula, minyak dan terigu. Lalu bupati mengecek harga dan kualitas daging ayam maupun ikan. Aneka takjil juga tidak luput menjadi perhatian Bupati di Pasar Kotaagung, Rabu (22/05).

Selain bertanya mengenai harga dan bahan baku takjil, bupati juga bercengkrama dengan para penjual. Bupati perempuan pertama di Tanggamus itupun menjadi perhatian pengunjung pasar maupun pedagang yang berebut bersalaman dan foto.

Usai dari tempat jualan takjil, bupati bergegas ke los yang menjual ikan asin, telur dan sayur mayur. Dalam monitoring tersebut Bupati juga membeli sejumlah barang dagangan yang dijajakan penjual seperti ikan nibung, buah salak, kolang kaling, gula aren dan tape singkong. Sidak ditutup dengan mengunjungi sebuah mini market disamping terminal Kotaagung.

Menurut Dewi, usai berdialog dengan para pedagang menyimpulkan bahwa jelang Idul Fitri 1440 H harga bahan pokok stabil. "Hasil pantauan harga sudah stabil, harga bawang putih yang tadinya mahal sekarang sudah turun," ujarnya.

Ia mengaku, harga bawang putih saat ini  Rp 30.000 per kg, sebelumnya bisa menembus Rp 60.000 per kg. Kemudian untuk cabai juga harganya tidak terlalu tinggi antara Rp 28.000 sampai Rp 30.000. Di luar itu tidak ada yang lebih tinggi lagi.Kemudian juga selain harga yang stabil, ketersediaan barang juga mencukupi. Semua bahan pokok banyak persediaannya sehingga untuk pasokan barang tidak ada masalah.

"Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui harga harga kebutuhan pokok jelang lebaran, ketersediaan stok hingga keamanan produk makan dan minuman yang dijual. Dan alhamdulillah hasil pemeriksaan negatif bahan berbahaya. Kalau untuk harga-harga saat ini masih stabil dan stok mencukupi,"jelas bupati.

Ia juga mengaku puas dengan monitoring bahan pokok, alasannya karena harga stabil, tidak ada lagi komoditi mahal. Lalu ketersediaan bahan pokok mencukupi. Kemudian kualitas barang yang dijual juga tidak ada yang kadaluwarsa dan kondisinya bagus.

"Tadi kita lihat bersama-sama waktu pengetesan ikan tidak mengandung bahan formalin. Maka ikan, daging yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat," ujar Dewi.

Ia menambahkan, sebaiknya memang ada monitoring harga bahan pokok secara rutin. Tujuannya agar harga bisa terkendali. Kemudian pasokan barang juga selalu ada.

Dewi juga berpesan kepada para pedagang agar menjaga kebersihan dan kerapihan kondisi pasar. Sebab hal itu memancing masyarakat untuk datang dan dampaknya ke peningkatan penjualan pedagang. (RD)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: