Sabtu, Juli 13

Malangnya Bayi Tegar, Penderita Gastroschisis Tanpa Dinding Perut

Foto: Bayi dari pasangan Ibu Elisa dan bapak Janah yang terlahir dengan kelainan pada dinding perut, membutuhkan uluran dan perhatian dari Pemda dan masyarakat yang peduli. 

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Nasib malang menimpa seorang bayi, anak ke Empat dari pasangan ibu Elisa dan bapak Janah Pekon Siliwangi Kecamatan Sukoharjo yang terlahir tanpa dinding perut sehingga organ dalam terlihat, Sabtu (14/07).

Bayi yang lahir pada hari Jum'at (12/07), terlahir  tanpa dinding perut atau dalam istilah medis disebut Gastroschisis atau kelainan pada dinding perut.

Elisa ibu dari sang bayi menceritakan sebelumnya ketika masih mengandung dia tidak merasakan ada keanehan atau kejanggalan semua normal namun ketika lahir dia merasa terkejut mengetahui anak nya lahir dengan kelainan tanpa kulit pada bagian perut.

Sebelumnya ibu elisa melahirkan di klinik bidan setempat namun setelah mengetahui anaknya mengalami kelainan sang anak sempat di rujuk.

"Anak saya sempat dirujuk kerumah sakit Mitra Husada namun karena keterbatasan alat medis anak saya di rujuk kembali ke rumah sakit Abdul Moeloek" ungkap Elisa.

Janah ayah sang bayi pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh dikampung ini saat diwawancarai awak media hanya bisa menangis dan meminta uluran tangan serta peran dari pemerintah daerah agar bisa membantu pengobatan anaknya, "Saya berharap kepada Pemerintah Daerah bisa membantu untuk proses pengobatan anak saya ini, dan semoga anak saya cepat sembuh", harapnya.

Dr. Triyani Rosita Sari selaku Kepala UPT Puskesmas Sukoharjo menjelaskan bahwa "faktor penyebab terjadinya kelainan dinding perut banyak hal bisa dari gizi atau gen juga bisa", jelasnya.

"Untuk jalan satu satunya yang harus ditempuh adalah dengan dioperasi penutupan pada bagian perut" papar Dr. Triyani Rosita Sari.

Maryono Kepala Pekon Siliwangi membenarkan bahwa ada warganya yang melahirkan dengan bayi yang mempunyai kelainan.

"Memang betul warga kita mengalami kendala pada biaya ini kita sudah upayakan untuk mengurus BPJS memang terhambat pada KTP yang mana orang tua bayi masih terdaftar kependudukan di Kota Bandung" jelas Maryono.

"Tapi kita sudah koordinasikan kepada Disdukcapil Kabupaten Pringsewu untuk berkoordinasi dengan Capil Kota Bandung karena ini masalah kemanusiaan", kata Maryono.

Maryono mengajak kepada seluruh masyarakat yang mengetahui kabar ini agar bersama-sama mengulurkan tangan untuk meringankan beban saudara kita yang sedang terkena ujian. (mr)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: