Foto: Pembicara dari Dosen UAD Yogyakarta berfoto bersama usai acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda oleh Dinas P3AP2KB.
Kabupaten Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Bertempat di Auditorium Universitas Aisyiah Pringsewu (UAP) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar training motivasi untuk penyiapan hidup berkeluarga dan konselor sebaya, Senin, (28/10/2019).
Kegiatan ini dibuka secara resmi langsung oleh Kadis P3AP2KB, Bapak Nazri, S.H. Dalam sambutannya, Kadis P3AP2K, Nazri, S.H., berpesan kepada peserta agar dapat menjadi Duta-Duta Genre yang peduli akan masa depan bangsa dan Negara. Melalui momentum Sumpah Pemuda ini, saya berharap kalian para pengurus PIK R bersama komunitas GENRE Pringsewu dapat menjadi Agent Of Change dan berkontibusi positif dalam pembangunan manusia di Kabupaten Prigsewu ini. Jadilah pemuda yang baik, bangun kualitas diri kalian, dengan begitu kalin telah berkontibusi dalam pembangunan di bumi jejama secancanan ini, imbuhnya.
Untuk itu saya mengharap sekaligus menhimbau kepada kalian semua untuk mengikuti kegiatan training ini dengan penuh antusias. Tidak tanggung-tanggung, kita sudah hadirkan Doktor muda dari Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Saya sudah kenal lama sama doktor Hardi, beliau ini, selain dosen muda ini juga seorang motivator dan provokator, goda pak kadis. Tapi tentu Doktor Hardi akan memprovokasi kepada hal-hal positif, tegasnya. Doktor muda kita ini lahir dan dibesarkan di Pringsewu, saya yakin beliau sangat tahu kebutuhan Pringsewu. Jadi, saya mohon kepada Doktor Hardi untuk memberikan semua ilmunya dan memotivasi anak-anak muda Pringsewu agar terus meningkatkan kualitas dirinya seperti anda.
Sementara itu, Kasi Dalduk Yespi Cory, S.H.,M.M dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh kegiatan ini dibebankan pada DIPA dan anggaran dinas P3AP2KB dan diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari pelajar SMP, SMA/SMK, mahasiswa pengurus PIK dan pengurus PIK yang berbasis di desa/ pekon. Pastinya semua anak muda dan kita ingin spirit sumpah pemuda yang ke 91 ini terus dikobarkan dan membara dalam dada anak-anak muda di Kabupaten Pringsewu ini. Untuk itu tema besar kita Pemuda Bersatu dengan sub tema Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja. Kita sengaja hardirkan doktor Hardi yang selama ini juga sudah sering menjadi nara sumber di beberapa dinas di Kabupaten Pringsewu ini. Saya seringkali mengikuti materi beliau sampai selesai karena banyak hal yang bisa menginspirasi kita. Saya berharap para peserta dapat mengoptimalkan kehadiran beliau ini dengan menyimak secara serius dan berdiskusi banyak hal mumpung beliau ini ada di Pringsewu.
Di sela acara pembukaan dan sebelum Narasumber memaparkan materinya, Genre Pringsewu di bawah Asuhan Bunda Dini menyuguhkan tamilan yang apik. Diawali dengan pengenalan beragam busana dan adat yang ada di Indonesia, dilanjutkan dengan Jingle Genre dan di tutup dengan Puisi Untuk Negeri. Tampilan ini mengingatkan kepada kita akan beragamnya budaya dan suku yang ada di Indonesia. Dalam keterangannya, Bunda Diniyati Mardiningsih, M. Kes Kasi Advocating dan Penggerakan menyampaikan bahwa memang kita sengaja hadirkan tampilan ini, selain cocok dengan temanya, kita juga ingin mengingatkan pada generasi muda di Pringsewu bahwa pemuda-pemudi itu pernah memiliki sejarah besar. Untuk itu semangat kebersamaan dalam kebhinekaan ini perlu terus kita rawat dan kembangkan, tegasnya.
Sementara itu Dr. Hardi Santosa, M.Pd. yang merupakan Dosen BK Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta memaparkan materi dan berdiskusi langsung dengan para peserta selama kurang lebih 2.5 jam. Setidaknya ada tiga point utama yang disampaikan terkait dengan kesiapan berkeluarga bagi remaja, yakni siap secara sprirituil yang juga berkaitan dengan kondisi psikologis, siap secara materil dan siap onderdilnya. Peserta tampak antusias mengikuti pelatihan ini, tidak kurang dari 10 orang yang berdialog secara langsung selama proses kegiatan berlangsung. Dalam wawancara, doktor Hardi menyampaikan bahwa ini merupakan bagian dari tugas Tridarma Perguruan Tinggi.
Selain mengajar, dosen juga dituntut untuk melakukan penelitian serta pengabdian pada masyarakat. Ini merupakan bentuk pengabdian pada masyarakat. "Saya orangnya senang silaturahim dan berbagi, semoga ada inspirasi dari kegiatan ini sehingga kita dapat menjadi bagian yang di kategorikan Rasulullah Muhammad SAW., sebagai manusia terbaik. Khairunnas Anfauuhm Linnas", kata Dr. Hardi Santosa, M.Pd. (Mr)
Selasa, Oktober 29
Author: Redaksi
Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.




0 Comments: