Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Dalam meningkatkan potensi usaha dibidang usaha budidaya, pemerintah kabupaten Tanggamus terus memberikan program bagi masyarakat agar lebih sejahtera, kali ini untuk pertama kalinya di Bumi Begawi Jejama dilakukan membudidayakan kepiting Muara, inisiatif ini tak lepas dari keinginan masyarakat serta olahan kreatifitas tangan dingin dari program Dinas perikanan Tanggamus.
Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani SE.MM mengatakan, ini merupakan penebaran benih bibit kepiting rawa yang dalam hal ini akan dikelola oleh koperasi Tanjung Mandiri dalam hal ini binaan dari Dinas Perikanan Tanggamus, dirinya cukup mengapresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan. Dalam hal ini pemerintah kabupaten tanggamus hanya Memfasilitasi ini adalah merupakan usaha yang sangat menjanjikan yang mempunyai prospek kedepan sangat baik bagi masyarakat Dan ini sesuai dengan kondisi wilayah yang ada di pekon tanjungan ini.
" Saya berharap mudah-mudahan usaha ini dapat berkembang dengan baik, dan juga dapat dipasarkan dengan luas kedepannya, Bahkan suatu saat nanti akan menjadi kemoditas unggulan serta dapat di Ekspor seperti komoditas lainnya yang sudah Go internasional, tentunya ini akan berdampak kepada masyarakat dengan perekonomian mereka dapat meningkat serta hidup mereka dapat lebih sejahtera lagi," ujar bupati.
Bunda Dewi sapaan akrabnya melanjutkan, Hari ini kepiting muara yang dilepas sebanyak 800 ekor, tapi memang proses atau budidaya disini (Pekon Tanjungan) adalah hanya untuk proses pembesaran dan juga penggemukan.
Budidaya kepiting muara ini merupakankan yang petama kalinya dilakukan yang ada di kabupaten tanggamus. Mengingat kondisi daerah di Tanggamus berada di wilayah pesisir dan besar kemungkinan ini dapat di kembangkan di tempat lain yang memang sesuai dengan kondisi yang ada.
"Ini perdana bagi kabupaten Tanggamus, mudah-mudahan kedepan nantinya Usaha budidaya kepiting muara ini dapat bisa berkembang di pekon Tanjungan ini, karena pekon Tanjungan dan sekitarnya sangat potensial serta banyak rawa-rawa yang sangat cocok menjadi habitat kepiting. Jika ini dapat berhasil kedepan dapat lebih dikembangkan lagi, lebih banyak lagi budidaya kepiting yang tersebar dikecamatan-kecamatan khususnya daerah yang kondisinya wilayahnya yang cocok di kabupaten tanggamus,"ungkap Bupati.
Sementara itu Kepala dinas perikanan Kabupaten Tanggamus Edi Narimo turut mengatakan, Program ini adalah inisiasi dari kelompok usaha bersama, mereka mempunyai keinginanak untuk mengembangkan budidaya kepiting, dan minta pembinaan dari Dinas perikanan Tanggamus, dan akhirnya dilakukan beberapa pembinaan- pembinaan teknis tentang budidaya kepiting dengan baik dan benar.
ini juga adalah dalam rangka untuk mendukung serta mewujudkan program 55 aksi Bupati dan wakil Bupati kabupaten tanggamus, dan ini adalah salah satu langkah yang dilakukan dalam rangka pemberdayan kepada kelompok-kelompok perikanan serta bantuan-bantuan untuk masyarakat.
" Ini sebagai dukungan serta mewujudkan Program 55 Aksi Bupati Tanggamus dan Wakil Bupati selama lima tahun kedepan, dan kebetulan hari ini bertepatan dengan Hari Nusantara dimana telah diberikan bantuan secara simbolis juga oleh Bupati Tanggamus di lapangan Pemkab setempat, seperti pembagian kartu premi asuransi nelayan sebanyak 1.750 orang nelayan Kabupaten Tanggamus, selain itu pula turut diserahkan bantuan berupa 1 unit alat berat excavator kepada koperasi Bumi asih lestari Kecamatan cukuh balak, lalu Bantuan satu paket Mina padi seluas 6 hektar kepada P3 Pekon Banyu Urip Kecamatan Wonosobo, kemudian Bantuan satu paket budidaya lele bioflok kepada ponpes Bahrul ulum Margodadi Sumberejo serta Bantuan 54 unit Alat tangkap pancing kepada KUD inti rakyat,"tutur Kadis Perikanan ini.
Terkait dengan kepiting muara ini, yang jelas sangat potensial untuk dibudidayaka dan dapat dilihat disini banyak kepiting karena Baik kondisi lahan, airnya juga sangat mendukung untuk budi daya kepiting muara atau Bakau. Dan Disini hanya untuk pembesaran kepiting sedangkan bibit kepitingnya dengan menggerakkan masyarakat sekitar pekon, untuk mencari bibit-bibit kepiting muara yang masih kecil mereka cari dan setelah itu di tampung oleh Koperasi Tanjung Mandiri kemudian nanti di besarkan dengan cara sistem keramba-keramba yang masih sifatnya tradisional serta Kedepan nanti jika sudah maju dinas perikanan akan kembali membina untuk diarahkan lagi memakai sistem plastik seperti kerak-kerak ayam, nah itu bisa tahan sampai lima tahun satu per-keramba. kalau ini (keramba tradisional), hanya mampu bertahan satu tahun untuk sekali pakai.
" Mudah-mudahan ditahun yang mendatang, bila ditempat lain masyarakat ada kemauan untuk membudidayakan kepiting Muara ini, dinas perikanan siap untuk mendukung demi meningkatkan kesejahteraan dibidang perikanan khususnya menggerakan perekonomian warga, insyaallah nanti kita tinggal lihat dari kemauan masyarakat, kami melihat dulu potensi apa yang dapat di kembangkan di daerah tersebut,"tandasnya. (Rudi)





0 Comments: