Keterangan: Ketua LKS Alamanda Roswati Purwantari, M.Pd., (kiri_red) serahkan bantuan berupa alat untuk pendengaran kepada penderita Tunarungu. (foto: Rudi)Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Senyum sumringah terpancar dari wajah gadis asal pekon Gisting Permai ini, dengan ditemani sang bunda serta didampingi petugas lembaga sosial mencoba memasang satu unit alat pendengar di telinganya, lalu kemudian dilakukan pengetesan dengan cara memanggil nama gadis tersebut secara perlahan-lahan, Kamis (30/01/2020).
Ya, gadis itu bernama Kristina (27) tahun, mengalami gangguan kesehatan sedari kecil yang biasa disebut Tunarungu, ini adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam fungsi pendengarannya. Kondisi ini bisa berlangsung permanen. Bagi Anda yang hidup bersama penderita Tunarungu, tentu saja akan memerlukan bentuk komunikasi khusus agar maksud pembicaraan bisa tersampaikan dengan baik.
Setelah selesai dilakukan tes alat pendengaran tersebut, anak tertua dari 3 bersaudara lahir dari pasangan Ibu Rinawati dan Bapak Santoso warga Blok 23 Pekon Gisting Permai kecamatan Gisting, ibunda Kristina pun menceritakan bahwa, sejak berumur 1,5 Tahun menunjukan tanda gangguan kesehatan, sehingga gadis yang kini genap berumur 27 tahun itu diketahui mengalami kesehatan serius di bagian pendengaran, sempat di bawa ke dokter namun juga tak menuai hasil serta keterbatasan ekonomi menjadi hal utama.
" Selama ini komunikasi dengan Kristina selalu memakai cara khusus, karena selain pendengaran, ia juga kesulitan dalam hal berbicara, dibutuhkan penuh kesabaran, anaknya pendiam mas, minder selalu menjaga jarak dengan orang lain akibat kekurangan ini tadi,"jelasnya.
Lembaga sosial LKS Alamanda menjadi pilihan Kristina untuk menjadi rumah dan bergaul dengan kawan-kawannya, dan sudah hampir 2 tahun berjalan. Banyak aura positif yang di dapatkan selain dari sisi psikologis, ada banyak keterampilan yang dipelajari agar dapat berkarya untuk menampilkan sesuatu yang luar biasa demi menunjukkan kepada orang lain di luar sana bahwa ia mampu bersaing di zaman yang masuk era serba digital ini.
" Sejak bergabung di LKS Alamanda ini dia merasa senang, banyak pengalaman di dapat, semangat dalam dirinya terus tumbuh, selain itu Kristina juga mendapatkan banyak belajar keterampilan, yang pasti selalu wajah ceria ia tunjukan, mendapatkan teman-teman baru dan suasana baru yang mendukungnya. Selama ini yang mau merangkul anak-anak seperti Kristina hanya LKS Alamanda, untuk Pemkab sendiri belum pernah memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada anak saya ini,"ungkap Rinawati.
Ketua LKS Alamanda Roswati Purwantari,M.Pd menyampaikan bahwa, untuk bantuan ini sendiri adalah berupa alat yang bernama hearing aid dengan model kabel Lt. 233 gunanya adalah untuk alat bantu pendengaran, di peruntukan untuk masyarakat yang mempunyai gangguan pendengaran yang biasa di sebut Tunarungu. Untuk hari ini pihaknya menyerahkan bantuan tersebut kepada empat orang penderita Tunarungu diantaranya adalah, Marlina Warga Pekon Way Ilahan kecamatan pulau panggung, Muslikah warga Pekon Margomulyo di kecamatan air Naningan, Nurjanah warga warga Pekon Gisting Atas, lalu terakhir Kristina warga Pekon Gisting Permai kecamatan Gisting.
" Bantuan ini berasal dari dinas sosial Provinsi lampung, dan kebetulan anak-anak ini adalah binaan kita LKS Alamanda, salah satunya ada tunarungu, ini kita usulkan dan alhamdulilah respon yang positif dari mereka yang mendapatkan bantuan ini, namun tak bisa kita dipungkiri masih ada beberapa orang yang belum mendapatkan bantuan tersebut, mudah-mudahan di upayakan kedepannya alat bantu ini.
Untuk selanjutnya LKS Alamanda akan selalu berupaya untuk mengusulkan kembali bantuan ini, selain itu juga akan melalui CSR dari perusahaan swasta dan lain sebagainya dan saat ini tengah menunggu. Dan mudah-mudahan jika memugkinkan Pemkab Tanggamus juga harus mampu untuk bisa merealisasikan bantuan seperti ini", tandasnya. (Rudi)



0 Comments: