Kamis, Januari 9

MIRIS, KAUM DIFABEL DIINTIMIDASI SAMPAI BANTUAN PUN DI SUNAT


Tanggamus, www.lampungheadlines.comSeperti pribahasa "sudah jatuh tertimpa tangga", sudah Minim perhatian pemerintah daerah Kabupaten Tanggamus akan nasib dan masa depan penyandang disabilitas khususnya penyandang difabel, ditambah lagi dengan adanya intimidasi dari komunitas, sampai dana bantuan sosial pun disunat oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Kamis, 09/01/20220

Ini yang di alami oleh zumroh (27) didampingi Nurhadi Sekdes Pekon Way Harong, Kecamatan Air Naningan beberapa waktu yang lalu, serta 2 orang penyandang disabilitas lainnya yang mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah daerah pada penyandang disabilitas khususnya cacat kaki yang mereka alami. Menurut Zumroh bahwa dirinya belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

" Dulu saya pernah mendapatkan bantuan kaki palsu tapi bukan dari Pemerintah Tanggamus tetapi dari Pemerintah Kota Tanggerang, dan Saya pernah ke Rumah Sakit Pringsewu, menurut dokter, saya disarankan untuk jangan dipakai lagi kaki palsu ini, sebab saya merasa tidak nyaman, akhirnya saya menuruti saran dokter,"jelasnya.

Masih menurut Zumroh dirinya berharap, Pemerintah bisa membantu keadaan mereka yang seperti ini, dan bisa membantu agar mereka bisa mandiri seperti orang pada umumnya, dan tidak selalu bergantung dengan bantuan yang ada, dengan menciptakan program yang bisa membuat kami berdaya guna baik secara sosial maupun ekonomi kreatif.

“Waktu itu saya pernah ikut program pelatihan Penyandang Disabilitas di Kecamatan Gisting, kami semua diajarkan membuat kerajinan tangan, kami berharap pemerintah tidak hanya mengajarkan program pelatihan saja, tetapi kami berharap agar kedepan kami bisa mengaplikasikan keterampilan kerajinan tangan itu sendiri agar bisa seperti orang lain pada umumnya,” ungkapnya.

Lanjut zumroh, Penyandang disabilitas mempunyai komunitas Ordisa di Kabupaten Tanggamus, namun akibat keluhannya pada pemberitaan beberapa waktu lalu, dirinya di blacklist dan diancam akan dilaporkan karena dianggap telah mencemarkan nama baik oleh pengurus komunitas, padahal dirinya hanya menyampaikan keluhan hati yang dialaminya bersama kedua temannya.

Belum lagi adanya dugaan potongan dana sebesar Rp700 ribu rupiah untuk nominal yang seharusnya Rp2,5 juta rupiah dari bantuan yang seharusnya saya Dan teman teman Terima, dana tersebut di dapat dari bantuan dari Dinas sosial Provinsi lampung pada saat menggelar kegiatan di kecamatan Gisting. Bahkan dirinya ia  telah menyerahkan surat pernyataan yang di bubuhkan tandatangan di atas materai demi meyakinkan ucapannya.

" Saat itu kami mendapatkan pelatihan program dari dinsos Lampung serta mendapatkan bantuan berupa dana 2,5 juta, namun entah apa alasannya dipotong oleh komunitas ini,"lirihnya.

Sampai berita ini dirilis Dan terbit pengurus komunitas maupun Dinas terkait belum memberikan tanggapannya, bila mana kejadian ini bisa terjadi, bukan tidak mungkin selama ini bantuan serupa pernah terjadi kepada difabel lainnya, dan berharap pihak terkait atau bupati Tanggamus dapat membuka hati serta mata selebar-lebarnya dengan kejadian tersebut. (Ris/Rudi)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: