Keterangan: Abah Karim (65) salah satu warga Pekon Marga Mulya, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus. (foto: Rudi)
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Abah Karim (65) sapaan akrab biasa di panggil oleh masyarakat pekon Marga Mulya Kecamatan Kelumbayan Barat Kabupaten Tanggamus, wabah pandemi covid 19 yang saat ini sedang mewabah di Indonesia khususnya kabupaten Tanggamus berdampak sangat signifikan terutama sektor perekonomian. Kamis, 11/06/2020.
Abah Karim tinggal bersama anak angkatnya, menempati rumah berdinding papan yang tak begitu luas, dan hanya ada kumpulan kayu bakar di depan rumah tersebut, jangan tanya apa penghasilannya sebab telah tampak begitu jelas dari dari rumah yang ditempatinya saat ini.
Bantuan di tengah pandemi covid 19 saat ini, tak ada satu pun yang menyentuh tubuhnya yang renta ini, bantuan sosial (bansos) Rp. 600 ribu yang penyalurannya melalui kantor pos tak di dapatnya, PKH dan BPNT apa lagi, bahkan gencarnya Pemda Tanggamus mendistribusikan bantuan pangan tak pernah sampai dirumahnya.
Jelas dia masuk dalam bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) dalam pikiran masyarakat sekitar, namun kenyataan pahit harus kembali di telan mentah-mentah olehnya, sebab ia juga tak masuk dalam daftar penerima bantuan dari dana desa ratusan juta yang di kelola pekon Marga Mulya.
Keterangan: Rumah kediaman Abah Karim (65) yang butuh perhatian dari pemerintah. (foto: Rudi)
Menurut warga yang enggan namanya di sebutkan, karena dirinya takut bakal ada intimidasi padanya sebab berbicara lantang tentang permasalahan ini ke luar publik melalui wartawan media online LAMPUNGHEADLINES.COM, ia pun mempertanyakan kepedulian pemerintah kabupaten maupun pekon setempat, mengapa warga ini tak mendapatkan bantuan sedangkan ia menilai Abah Karim layak untuk mendapatkannya.
" Berbicara bansos pusat yang telah di kucurkan, mengapa Abah Karim tak masuk dalam sistem atau data pemerintah, sedangkan Kepala Keluarga (KK) yang tak layak dibantu malah mendapatkan bantuan tersebut, ini jelas terlihat akibat carut marutnya data penerima bansos,"ungkapnya.
Lanjutnya, ketidak pedulian aparatur pekon Marga Mulya juga daerah ia sampaikan, Abah Karim sangat layak untuk mendapatkan bantuan, carut-marut negara ini terlihat data penerima bansos dari pusat sampai data penerima BLT DD, karena tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.
" Maka dari itu, kepada pihak terkait, turunlah kelapangan lihatlah kenyataan yang ada di lapangan, jangan hanya menerima data dari belakang meja, sampai warga yang harusnya layak menerima bantuan malah tersisih, ditambah lagi daerah kami yang memang terpencil disini,"tegasnya.
Carut marut data penerima bantuan BLT DD di pekon juga sangat terlihat, mulai dari data penerima ganda, seperti sudah dapat bansos pusat namun oleh pihak pekon dimasukan lagi ke penerima BLT DD, bahkan salah satu aparatur pekon Marga Mulya turut masuk kedalam penerimanya, ini sudah jelas ada ketimpangan sosial, seperti apa kinerja yang dilakukan pihak pekon dalam mendata Masyarakatnya.
Sementara itu Kakon Marga Mulya Kecamatan Kelumbayan barat saat ditanya mengatakan, terkait data ganda yang ada dipekonnya dia membenarkan, ia beralibi bahwa, bantuan yang dari Kemensos data updatenya muncul tidak sekaligus, sedangkan warga penerima ganda tersebut secara kretarianmemang layak untuk dibantu.
" Takutnya dia tak terima bansos saat itu, maka pihaknya memasukannya ke penerima BLT DD, ini sedang dilakukan proses pembatalan, ada keragu-raguan kami saat mendata, kami takut dia gak dapet bansos pada saat itu,"katanya.
Terkait dengan Abah Karim, ia mengatakan bahwa pihak RT sedang mendata serta memfoto yang bersangkutan, untuk di masukan ke bantuan BLT DD, ia akan segera mengecek langsung persoalan Abah Karim tersebut.
" Saya sudah telpon RT-nya, untuk dimasukan kedalam data penerima BLT DD, itu kesulitan kami sebenarnya sebab yang ganda, kami ini ngurusin data BLT dana desa, BPNT, lalu perluasan PKH kan gitu, ini saya lagi mau usahakan," ujarnya.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah data penerima BLT DD sudah selesai dilakukan bahkan musyawarah khusus telah digelar, dan ini datanya sudah baku/final, apakah memang bisa dilakukan penambahan nama penerima sedangkan proses telah berjalan, dan saat ini masyarakat penerima BLT DD hanya tinggal menunggu tahap pencairan, kendalanya hanya karena pembuatan buku rekening yang sedang dalam proses pembuatan. (Rudi)
Kamis, Juni 11
Author: Redaksi
Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.





0 Comments: