Selasa, Februari 23

2 Warga Pekon Pajajaran Terima Program Bedah Rumah, PUPR Tanggamus Survey Lokasi



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Redi Afriansyah (35) warga Pekon Pajajaran kecamatan Kotaagung barat ini, berjalan sesekali berlari agak tergopoh-gopoh melintasi areal persawahan, perasaan senang dan penuh tanda tanya makin berkecamuk dalam hati, sebab diberitahukan oleh sang istri bahwa di kediaman rumah mereka kedatangan tamu dari dinas PUPR Tanggamus. Selasa, 23/02/2021.

Sekedar informasi, bahwasanya kedatangan tim dari dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabuapten Tanggamus, guna untuk melakukan survey lokasi, untuk di pekon Pajajaran pihak PUPR meninjau dua rumah tak layak huni, yakni rumah milik Redi Afriansyah dan Rumah Ismail. Setelah peninjauan sekaligus untuk melengkapi persyaratan yang kurang. Dalam program bantuan bedah rumah ini, satu unit rumah di anggarkan dana sebesar Rp. 17.500.000, rinciannya RP.15 juta digunakan untuk pembelian bahan material bangunan, sedangkan sisanya RP.2,5 juta merupakan ongkos untuk pekerja (Tukang), sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku ada biaya untuk pajak. 

Menurut pria yang berprofesi sebagai petani dalam kesehariannya, setelah mengetahui maksud dari kedatangan pegawai dari dinas PUPR Tanggamus tersebut, Redi tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, sebab ia merupakan salah satu penerima bantuan program kegiatan pemugaran perumahan masyarakat (PPM) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun 2021 atau biasa disebut dengan program bedah rumah.

“Alhamdulilah, terimakasih atas kepedulian pemkab Tanggamus kepada saya, akhirnya rumah kami dapat di lakukan pemugaran atau perbaikan, sudah cukup sekian lama saya mempunyai keinginan dapat memiliki tempat tinggal yang layak bagi keluarga saya, terimakasih Pemkab Tanggamus melalui dinas PUPR, khususnya Ibu Bupati Tanggamus,”Ucap Redi.

Ia pun sedikit menceritakan, sebelum menerima program bedah rumah tersebut mengatakan, berpenghasilan sebagai petani kebun, yang masih menggarap lahan milik orang lain, hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan hidup bagi keluarganya, maka dari itu jauh baginya untuk memberikan tempat tinggal rumah yang layak bagi istri dan anak-anaknya, dan keinginannya tersebut selama ini ia simpan rapat-rapat dalam sanubarinya.

“Siapa yang tak ingin mempunyai rumah yang layak bagi keluarganya, hal ini mungkin keinginan dan harapan bagi semua orang, sekali lagi terima kasih, hanya allah SWT yang bisa membalasnya,”tandasnya.  

Untuk kondisi dari rumah milik Redi Dan Ismail, kedua rumah tersebut kondisinya cukup memprihatinkan, ukuran rumah petak cukup kecil, dinding terbuat dari anyaman bambu biasa disebut masyarakat ‘Gribik’ warna yang sudah usang, menandakan usianya sudah terlampau cukup lama, dengan atap terbuat dari seng, dan kayu-kayunya hampir 90 persen sudah lapuk akibat dimakan oleh usia.(RUDI)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: