Rabu, Februari 24

"Nunggak" Mobil Ambulance Pekon Talang Lebar Sempat Kena Tarik Leasing di Jalinbar



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Mobil ambulance pekon merupakan salah satu program, untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama di desa-desa terpencil. Selain itu, pengadaan ambulance pekon ini menjadi bagian dari 55 program 'Aksi Asik Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus hingga kini. Selasa, 23/02/2021.


Dalam mekanisme penganggarannya sendiri, bersumber dari dana desa (DD) milik pekon, serta dibantu penambahan dana dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) sebesar Rp.40 juta rupiah, dan hampir rata-rata sebagian besar pekon di Tanggamus ketika hendak akan menghadirkan mobil tersebut, pembelian dilakukan secara cash (lunas) tak ada yang kredit atau nyicil.



Namun, sungguh aneh dan mengherankan yang terjadi di Pekon Talang lebar Kecamatan Pugung beberapa waktu yang lalu, diduga mobil ambulance pekon tersebut telah di berhentikan secara paksa di jalan lintas barat (Jalinbar) pugung, hal ini disampaikan salah seorang narasumber yang meminta namanya di rahasiakan, mengatakan bahwa, mobil ambulance pekon Talang Lebar di duga ditarik oleh pihak leasing, dugaan sementara akibat menunggak pembayaran.


" Saya melihat langsung mobil ambulance pekon distop di jalinbar pugung, nah seingat saya ada dana sharing dari pemkab Tanggamus sebesar 40 juta diserahkan ke pekon dan oleh pekon dibelikan langsung mobil ambulance yang ditambahkan dari anggaran DD, dana tambahan dari Pekon ini sudah baku, karena telah melalui tahapan musdus dan musdes. Artinya uang itu ada, jika sampai nunggak sebab uangnya tak dibayarkan,"Terangnya.


Setelah informasi di dapat, media ini mencoba untuk mencari kebenarannya dari warga Pekon Talang Lebar itu sendiri, dan kembali warga tersebut meminta ke wartawan ini supaya namanya di samarkan, menurut informasi yang ia dengar dari pihak pekon bahwa permasalahan itu sudah selesai. Dan kini posisi mobil ambulance saat ini sudah berada di Pekon lagi.


Ia pun juga membenarkan, bahwa  mobil ambulans di duga sempat di tarik pihak leasing kurang lebih 2-3 hari mobil menginap. Dan setahu dirinya peristiwa ini terjadi disebabkan pihak pekon, yang di pimpin oleh pejabat (PJ) telah menunggak sisa pembayaran mobil ambulance.


"Hal ini disebabkan karena diduga PJ kakon belum melunasi sisa pembayaran mobil ambulance pekon tersebut, waktu itu saya pernah tanya ke aparatur pekon setempat, sisa uang yang belum dibayarkan oleh PJ ke leasing kurang lebih sebesar Rp.70 juta. Kenapa sewaktu uangnya ada tak segera di bayarkan, 

,"jelasnya.


Demi mengklarifikasi persoalan yang telah santer berhembus ke masyarakat, media ini coba menemui sekdes pekon Talang Lebar Purwoto guna mengkonfirmasi supaya pemberitaan lebih berimbang, ia mengaku bahwa permasalahan perihal tentang mobil ambulance pekon tersebut sudah clear (selesai) yang di selesaikan langsung oleh PJ kakon sendiri. Dan mobil tersebut sudah kembali berada di Pekon Talang Lebar.


" Alhamdulillah sudah selesai, waktu itu adanya penarikan (mobil ambulance) oleh pihak perusahaan leasing, kemungkinan di sebabkan adanya kekurangan sisa pembayaran, mobil ambulance anggaran tahun 2020,''ucapnya.


Sekdes berdalih, sisa dana mobil ambulance yang belum di bayarkan oleh pekon, karena adanya keterlambatan dalam menyelesaikannya ke pihak perusahaan leasing. Namun ia enggan untuk menjelaskan secara rinci terkait penyebab keterlambatannya itu ke awak media.


Sementara itu pejabat (PJ) Talang Lebar Cecep Hidayat sedang tak bertugas di kantor Pekon, kemudian ketika hendak di hubungi melalui via telepon selulernya di dua nomor 08228954XXXX dan 08537922XXXX, kedua nomor tersebut tak bisa untuk di hubungi atau sedang tak aktif lagi. (NH/RD/TIM)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: