Minggu, Mei 6

TIDAK MAU DI TEMUI PARA JURNALIS, KEPALA DINAS SOSIAL LAMTIM DI DUGA BOHONGI PUBLIK


LAMTIM, WWW.LAMPUNGHEADLINES.COMBuntut atas penangkapan dua oknum wartawan setempat yang terjadi di Kota Metro beberapa waktu lalu, yang di duga penangkapan tersebut sengaja dilakukan dengan cara menjebak.

Puluhan Wartawan lokal mendatangi kantor Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur (lamtim), namun sangat disayangkan tidak bisa ditemui, Kadis bersembunyi seperti tikus Jumat (04/05/18).

Ketua Aliansi Jurnalistik Online Indonesia Kabupaten Lampung Timur Afriansyah, menyayangkan sikap Kepala Dinas Sosial yang memiliki sikap tak terpuji dengan cara mendidik bawahannya untuk membohongi publik, yang mengatakan Kadinsos sedang ke Jakarta mendampingi PLT Bupati. Sementara dia (Kadissos M Yunus Red) sembunyi seperti tikus.

"Melalui Sekretarisnya, Darmuji mengatakan, Kadis sedang berangkat ke Jakarta mendampingi PLT Bupati, sementara kita semua para wartawan tau, bahkan meliput kegiatan PLT Bupati sedang menyambut tamu dari Kodim, di Markas Kodim (Makodim) Sukadana pagi menjelang siang hari ini tanggal 4 mei 2018," tegas Afriansyah.

Dikatakannya, jebakan atas pengkapan kedua wartawan lokal  tersebut tidaklah layak di lakukan, terlebih lagi seorang pejabat eselon II B.

"Karena itu saya mewakili rekan-rekan wartawan, agar Bupati beserta jajaranya dapat mengkaji ulang M. Yunus dari jabatanya sebagai Kepala Dinas Sosial, di kabupaten ini masih banyak yang layak,"imbuhnya.

Hal senada juga di sampaikan beberapa Organisasi kepemudaan kabupaten itu, diantaranya, Amir Faisol Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (Macab LMP) Lampung Timur, yang meminta agar Bupati mengkaji pejabat yang tidak layak.

Amir juga menyampaikan harapannya kepada para lembaga Hukum untuk melakukan tindakan atas ramainya pemberitaan pada media massa, yang mana Kadinsos di duga telah melakukan penyelewengan anggaran ATK dan SPPD.

"Sebaiknya juga Kadinsos di periksa, terkait ramainya pada pemberitaan media massa, atas dugaan permainan anggaran, bahkan yang paling kecil saja, misalnya untuk baleho promosi, itu tidak ada, padahal hanya 7 jutaan saja, ini kan namanya kemaruk," Ujar Amir Faisol. (Can)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: