Foto: STIE Muhammadiyah diwakili Atmi Saptarini, S.E., M.M., bersama Yayasan Desapolitan Indonesia (DESINDO) diwakili Ahmad Muslimin selaku Sekretaris DESINDO.
Pringsewu, www.lampungheadlines.com - STIE Muhammadiyah Pringsewu dan Yayasan Desapolitan Indonesia(DESINDO) duet dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Teknis Desa(P2KTD) di aula Tanjung Rusia Timur Kecamatan Pardasuka, Rabu, (26/12/2018).
Acara yang di hadiri P2KTD STIE Muhammadiyah Pringsewu, P2KTD Desindo, TPID Pardasuka, Kepala Pekon Tanjung Rusia Wildan, Direktur Bumdes Wiwik, P3MD kecamatan, PLD, para peserta dari Tanjung Rusia dan Tanjung Rusia Timur.
Masdarman Ketua Tim Penggerak Inovasi Desa (TPID), Kecamatan Pardasuka menyelengarakan kegaiatan P2KTD untuk Pekon Tanjung Rusia Timur dan Pekon Tanjung Rusia dari Pukul 09.00Wib s/d Pkl.17.00Wib, ucapnya.
Masdarman menambahkan pada sesi pertama Tim P2KTD dari STIE Muhammadiyah Pringsewu yang di gunakan TPID untuk Pekon Tanjung Rusia Timur dengan PIC Atmi Sapta Rini, SE.,MM yang memaparkan tentang teknis pembangunan wisata sirsak.
"Adapun potensi pohon buah sirsak yang dapat di kelola adalah kurang lebih, 1.000 pohon sirsak tumbuh liar di pekarangan, perladangan milik warga 5.000 pohon, dan sirsak lainnya 1 hamparan seluas 3Ha yang di kelola kelompok tani", ujarnya.
Dalam replikasi inovasi sebelumnya yayasan DESINDO telah mengarahkan agar produksi dodol sirsak di pack dengan baik dan hygenies. Kemudian memproduksi syrup sirsak, teh herbal daun sirsak dan limbahnya di produksi jadi pupuk organik.
Atmi sapta Rini, SE.,MM menandaskan akan membuka ruang investasi dalam pemasaran dan pengembangan buat swasta, institusi finance, serta dalam pengembangan kegiatan Usaha industri wisata sirsak agar menjadi tujuan wisata keluarga dan edukatif yang berdaya saing sampai ke mancanegara.
Kemudian kedepannya mahasiswa STIE Muhammadiyah dan dari PTN maupun PTS lainnya juga akan di libatkan dalam visit wisata sirsak, ungkapnya
Di sesi kedua Ahmad Muslimin sekretaris umum yayasan DESINDO memaparkan teknis pemanfaatan sumber mata air melalui konservasi hutan di dalam Pekon Tanjung Rusia sebagai pekon induk yang telah melahirkan Pekon Kedaung, Tanjung Rusia Timur, Banjar Negri dan Selapan.
Dalam kartu komitmen inovasi Pekon Tanjung Rusia akan memanfatkan potensi sumber mata air sebagai industri yang menyerap tenaga kerja dan jadi salah satu sumber pendapatan asli pekon (PAPekon) yang di kelola oleh BUMKon (Badan Usaha Milik Pekon)/Bumdes, hal tersebut di amini oleh Kepala Pekon Tanjung Rusia Wildan yang baru terpilih, kilahnya.
Untuk kegiatan P2KTD yayasan DESINDO akan langsung ke Pekon Tanjung Rusia agar pemanfaatan dan pemberdayaan potensi pekon yang di miliki akan lebih maksimal.
Adapun program yang telah di buat adalah, sbb:
1.Pembagunan industri wisata air.
2.Pembangunan embung untuk pengairan pertanian dan peternakan.
3.Pembangunan fasilitas kebutuhan air bersih.
4.Pembibitan aneka tanaman.
5.Kegiatan usaha tumpang sari di lahan-lahan perladangan milik warga yang di kelola BUMDes berupa penanaman; sereh wangi, lada perdu, porang, malaga, cabe, rampai, jahe, kunyit, dan lain-lain, jelasnya.
Di tempat terpisah Kepala Pekon Tanjung Rusia Wildan meminta yayasan DESINDO untuk segera berkunjung. Kemudian Merencanakan kegiatan lagi.
Kemudian hasil produksi BUMDes Tanjung Rusia Timur berupa dodol sirsak dan tanjung rusia berupa dodol ketan wijen dan tapis juga bisa di pasarkan di pasar BUMDes yang akan didirikan di depan kantor pekon selapan, tutupnya. (mr)
Jumat, Desember 28
Author: Redaksi
Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.




0 Comments: