Kamis, Januari 16

Klarifikasi Terkait Pemberitaan: "Di Pekon Madaraya, Dua Rumah Hanyut Terbawa Arus Sungai"

Foto: Aliran sungai Way Waya yang meluap hingga 3 Meter. 

Kabupaten Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Terkait tentang pemberitaan "Di Pekon Madaraya, Dua Rumah Hanyut Terbawa Arus Sungai" pada, Rabu (15/1/2020) yang menghanyutkan rumah milik Mudria dan Munah.

Dari hasil Penelusuran redaksi pada Rabu malam tanggal 15 Januari 2020 sekira pukul 22.00 WIB.,  ternyata pemberitan tentang rumah yang hanyut tersebut tidak benar. Dikutip dari keterangan warga sekitar Dua rumah yang dikabarkan hanyut ternyata tidak terjadi pada keseluruhan badan rumah tetapi, hanya terjadi pada beberapa bagian belakang yang hanyut diterjang derasnya arus sungai Way Waya pada Kamis pagi (15/1/2020) sekira pukul 03.30 WIB.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan sebagai bentuk klarifikasi, atas nama redaksi mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Diberitakan Sebelumnya:

"Di Pekon Madaraya, Dua Rumah Hanyut Terbawa Arus Sungai"

Kabupaten Pringsewuwww.lampungheadlines.com - Intensitas curah hujan yang cukup tinggi diawal tahun ini untuk wilayah Kabupaten Pringsewu dan khususnya di seputar wilayah Kecamatan Pagelaran Utara, akhirnya menjawab seluruh kekhawatiran warga Pekon Madaraya, Dusun Sukamaju selama ini.

Pasalnya terakhir hujan deras yang mengguyur di Kecamatan Pagelaran Utara pada Rabu sore (14/1/2020) berlangsung pukul 16.00 WIB., hingga pada Kamis pagi (15/1/2020) sekira pukul 03.30 WIB., menyebabkan sungai Way Waya meluap hingga mencapai ketinggian kurang lebih 3 meter.

Alhasil terjadi banjir yang sempat membuat panik warga sekitar, ditambah lagi dalam peristiwa tersebut Dua unit rumah milik warga di Dusun Sukamaju, Pekon Madaraya, hanyut terbawa arus sungai dan lebih mengkhawatirkan lagi banjir pada sungai Way Waya semakin mendekati pemukiman warga.

Seperti diungkapkan Nasrudin (30), warga Dusun setempat yang mengatakan, ada Dua rumah warga yang hanyut saat banjir bandang berlangsung yaitu rumah milik Mudria dan Munah, "bertahun-tahun lamanya kami selalu dihantui banjir sungai Way Waya, dan dalam hal ini kami sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk mencarikan solusi terbaik sebelum kedepan banjir di sungai Way Waya ini jangan sampai menimbulkan korban jiwa, melihat tebing sungai yang sudah mulai sedikit demi sedikit longsor akibat Erosi air sungai, nampak dengan jelas sudah mulai terlihat semakin lama sungai semakin mendekati pemukiman warga sekitar", cemas Nasrudin.


Sementara dari pantauan awak media pada Rabu (15/1/2020), arus sungai masih deras dan semakin mendekati pemukiman warga hingga, kembali satu rumah nyaris terbawa arus sungai. (Red) 

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: