Kamis, Januari 16

"MOBIL AMBULANCE NUNGGAK" INSPEKTORAT AKAN TURUN LAPANGAN


Tanggamus, www.lampungheadlines.comInspektorat Kabupaten Tanggamus angkat bicara dengan permasalahan yang membelit Pekon Sukamernah Kecamatan Gunung Alip, terkait dengan pembongkaran atap rangka baja oleh pihak ketiga serta Pembayaran pelunasan mobil ambulance yang nunggak dengan dealer mobil.

Sekertaris Inspektorat Agustam Apriyansyah saat ditemui dikantornya mengatakan bahwa, yang bersangkutan (Kakon) sudah dipanggil untuk mengklarifikasi titik permasalahan yang sebenarnya, berkaitan dengan itu rapat yang dipimpin oleh Asisten III Bupati, juga dihadiri oleh inspektorat sendiri, Dinas PMD, bagian tata  pemerintahan (Tapem), dan juga camat gunung alip, serta Kepala pekon itu sendiri. Kamis, 16/01/2020

" Yang bersangkutan (Kakon) membenarkan dengan apa yang sempat viral di berita media online yang dibuat oleh beberapa jurnalis di Tanggamus, kita sudah rapatkan bersama-sama, hari senin kemarin telah kita panggil Kakon nya, "jelas Agustam. 

Gustam sapaan akrabnya, membenarkan bahwasanya atap kantor pekon sukamernah dibongkar oleh pemborongnya, serta sisa kekurangan pelunasan Mobil ambulance yang belum dibayarkan oleh Kakon tersebut, dari hasil rapat tersebut diketahui Kakon sukamernah baru membayarkan sebanyak 50 juta rupiah dan itu pun dana bantuan dari Pemkab Tanggamus sebesar Rp. 40.000.000 dan dana desa sebesar Rp. 10.000.000.

" Atap kantor tersebut sudah dipasang kembali oleh pihak ketiga tersebut, sedangkan kantor itu adalah bantuan rehab kantor dari Kementerian Pusat dengan nominal Rp. 50.000.000, pada saat pelaksanaan itu memang uang 50 juta tersebut tidak mencukupi sehingga butuh anggaran  lebih untuk memasang kekurangannya seperti atap rangka bajanya, lalu Kakon tersebut berinisiatif bekerjasama dengan pihak ketiga untuk dipasang dahulu. Karena memang dari segi waktu dan komunikasi yang putus yang telah ditentukan, merasa Kecewa dengan janji Kakon, namun itu telah selesai sebab keesokan harinya atal rangka telah dipasang kembali,"ungkapnya.

Lanjut Sekretaris Inspektorat ini, Lalu untuk adanya indikasi penyelewengan dan dugaan korupsi dana desa tersebut pihaknya tak mau gegabah mengambil kesimpulan, inspektorat akan melakukan pemeriksaan khusus kepada Kakon sukamernah untuk melihat dan menelisik permasalahan tersebut lebih mendetail, di analisis, serta ditelaah, intinya bagaimana permasalahan ini dapat cepat dilakukan penyelesaiannya. Berkaitan dengan anggaran pembelian mobil ambulance tahun 2019, ini juga akan menjadi perhatian khusus inspektorat, tim yang Akan turun kepekon akan melihat realisasi belanja, dan apabila tidak dibelanjakan artinya ada oknum yang menyimpan dana ini.

" Kita akan analisis dan cek kelapangan serta melihat kronologis pencairannya, siapa yang mengambil dan menyimpan dana tersebut, disitu akan diketahui semuanya, apabila sudah didapat kita akan merekomendasikan supaya bertanggung jawab, kita belum bisa memutuskan secara untuk saat ini, tunggu sampai Tim turun ke lapangan. Sisa yang harus dibayarkan pekon kepada pihak dealer sebesar 136 juta rupiah,"ungkap Gustam.

Tim khusus yang dibentuk inspektorat akan turun kelapangan pada minggu depan, apa pun yang menjadi temuan segera akan di tindak lanjuti dengan waktu yang telah ditentukan selama 7 hari, dan apabila batas waktu yang telah diberikan tak juga tuntas, maka aparat penegak hukum (APH) yang akan bertindak, inspektorat selaku pembina akan mencoba terlebih dahulu menuntaskan.

" Untuk hasil dari Tim turun kelapangan ke Pekon Sukamernah nanti akan kita kabari secepatnya, apa yang menjadi permasalahan ke teman-teman jurnalis agar jelas dan terang serta rekomendasi kita ke kepala pekon, harus segera dituntaskan bukan tidak mungkin dengan waktu yang telah kita berikan namun juga tak di indahkan besar kemungkinan mobil ambulance tersebut akan ditarik oleh pihak dealer, karena mereka merasa dirugikan, namun mereka sudah berkordinasi dengan Pemkab Tanggamus dan menunggu hasil dari kami dahulu, pihak perusahaan mobil pun siap menempuh jalur hukum apabila ini tidak diselesaikan, kita tunggu saja ya, biarkan kami bekerja dulu,"tandasnya. (Rudi) 

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: