Rabu, Januari 15

MOBIL AMBULANCE PEKON NUNGGAK PELUNASAN, "KEMANA DANA DESA"


Tanggamus, www.lampungheadlines.comProgram satu pekon satu Ambulance yang digagas bupati Tanggamus agar masyarakat tak bersusah payah dalam hal urgent seperti warga yang hendak ke RSUD dan lain sebagainya, rupanya masih ada oknum kepala pekon di Kecamatan Gunung Alip yang belum menyelesaikan pembayaran mobil darurat tersebut kepada pihak perusahaan/dealer itu sendiri.

Dan bukan hanya itu bahkan beberapa waktu yang lalu atap kantor pekon juga turut dibongkar baja ringannya oleh pemborong karena haknya belum dibayar oleh kepala pekon setempat. Tahun anggaran 2019 sudah selesai namun mobil ambulance belum dilunasi, pertanyaannya adalah "kemana anggaran dana desa dilarikan". 15/01/2020.

Hal ini turut dibenarkan oleh Camat Gunung Alip Sutoto, saat ditemui awak media usai membuka kegiatan musrenbang di pekon penanggungan dirinya membenarkan apa yang disampaikan oleh rekan-rekan jurnalis yang datang, pekon yang dimaksud adalah Pekon Sukamernah Kecamatan setempat, pihak kecamatan beralibi sudah melaksanakan fungsi monitoring dan evaluasi namun saat monitoring sang Kakon tak berada di tempat.

" Kalo atap kantor itu memang betul telah dibongkar oleh pihak pemborong, tapi itu tidak masuk dalam pengawasan kami tentang (DD), karena anggaran pembuatan kantor itu didapat pekon dari bantuan dari Kementerian Pusat dan saat ini sepertinya atap baja itu sudah dilakukan pemasangan kembali. Dan untuk mobil ambulance juga benar bahwasanya pihak pekon baru memberikan DP kepada leasing sebanyak 50 juta, itu pun 40 juta bantuan dana anggaran dari pemkab, serta sisa pembayaran diserahkan kepala pekon untuk menyelesaikannya,"jelasnya

Lanjut menurut camat, Akhir dari dana desa tahun 2019 sudah selesai, limit akhirnya pada tanggal 31 Desember 2019 lalu, dan mau tak mau semua ini harus segera diselesaikan oleh pihak pekon apapun caranya, Kecamatan tak merasa kecolongan atas insiden ini monitoring Sudah dilakukan, untuk pengawasan sendiri kecamatan hanya melakukan di awal tahun dan itu pun hanya evaluasi serta hanya melihat program dan bakal membangun apa saja dipekonnya. Dirinya bersama Kakon sukamernah telah dipanggil kemarin oleh Asisten III Bidang Pemerintahan, namun saat ditanya oleh jurnalis ini kemana DD untuk pembelian ambulance tersebut, camat mengatakan bahwa uangnya sudah habis namun dirinya enggan menerangkan secara rinci Dana desa anggaran untuk mobil ambulance tersebut digunakan untuk apa.

" Evaluasi kita pada bulan desember kemarin, iya kami menemukan permasalahan ini, kami akan melakukan laporan terlebih dahulu ke pihak inspektorat Tanggamus, mereka sudah Tahu dengan masalah ini serta Dinas PMD pun telah mengetahuinya, kemungkinan dalam waktu dekat inspektorat bakal turun ke Pekon Sukamernah ini. Kebetulan saya dan kepala pekon sudah dipanggil oleh Asisten III di Pemkab Tanggamus, untuk alasan Kakon sendiri uangnya sudah habis,"tandasnya. (Rudi) 

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: