Sering di ajukan, Ibu Bupati Ada Rumah Warga Tak Layak Huni Di Kotaagung Barat
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Ironis, itulah yang bisa menggambarkan keadaan salah satu rumah yang ada di Dusun Banjarmasin Timur pekon Banjarmasin Kecamatan Kotaagung Barat, susunan kayu bakar tersusun rapih di samping rumah tersebut, ada pula tumpukan kayu yang masih terkumpul namun agak berserakan, dan turut tergantung jemuran pakaian dari pemilik rumah ini, rumah yang cukup berbeda dari rumah-rumah lainnya di pekon setempat. Selasa,16/06/2020.
Bukan hanya itu saja, suguhan pemandangan yang cukup ironi terpatri di dalam hati ini, mengetuk langkah hati jurnalis Lampungheadlines.com ini agar masuk dan mengetahui siapa gerangan pemilik rumah panggung berdiameter tak terlalu luas tersebut, dinding kayu papan yang telah usang menandakan telah terlalu lama tak tersentuh perbaikan, dapur pun sama hanya di tutup dengan bambu anyaman yang dibelah kemudian di hancurkan atau biasa orang Lampung menyebutnya 'Khesi' sebab berbeda dengan anyaman bambu sejenis gribik.
Kemudian di tutup atas dengan atap seng yang bila di lihat telah lapuk dan berkarat serta penuh dengan tambalan di beberapa titik dan sebagian seng telah hancur di makan usia, ini dilakukan sekiranya dapat melindungi dari panas terik matahari dan hujan satu keluarga tersebut.
Di tengah gencarnya Pemkab Tanggamus mengalokasikan ratusan paket bantuan rumah layak huni di tahun 2020 ini, bukan rahasia umum lagi bahwa ada dua instansi yang membidangi bantuan bedah rumah yakni Dinas Sosial dan dinas PUPR Tanggamus masih jua tak menyentuh bangunan rumah ini yang diketahui milik Junaidi (48) dan istrinya Komariah serta, selain itu pasangan suami istri ini menghidupi 6 orang anak juga orang tua Junaidi total ada 9 orang di dalam rumah tersebut.
Junaidi menuturkan bahwa, memasuki usianya yang hampir setengah abad, tak banyak yang ia harapkan, dirinya hanya menginginkan ada perbaikan rumah tersebut yang sebagimana semestinya, profesi sebagai petani serabutan tak banyak yang di raih atau di hasilkan untuk membuat rumah ini lebih layak.
" Jika di data sudah berulang kali bang, cuma gak tau sampai hari ini gak ada yang datang lagi, sekiranya jika ada berupa bantuan dari pemerintah untuk rumah agar dilakukan perbaikan atau pun bedah rumah, itulah harapan saya sebenarnya, maklum bang saya hanya petani sekedar perbaikan rumah saja saya tak mampu, saat ini yangvlebih penting adalah 9 orang didalam rumah ini bisa makan,''harap junaidi dengan logat khas Lampungnya.
Sementara itu Yunardi salah satu aparatur pekon Banjarmasin saat ditemui mengungkapkan bahwa, rumah milik Junaidi tersebut, sudah beberapa kali oleh Pekon setempat untuk diajukan agar bisa mendapatkan bantuan bedah rumah ke pemerintah daerah Tanggamus dalam hal ini dinas sosial, namun ajuan tersebut sampai hari ini tak juga mendapatkan jawabannya.
'' Sudah beberapa kali diajukan oleh pemerintah pekon ke dinas sosial Tanggamus, tapi sampai sekarang gak pernah ada jawaban yang pasti, kita berharap agar dapat di berikan jawaban, jangan sampai nunggu roboh baru ada tindakan, semoga ini bisa menjadi prioritas di tahun ini,''jelasnya
Lanjut Yunardi, saat pengajuan juga pernah di minta oleh anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari dapil II yang saat ini duduk sebagai wakil ketua I di DPRD Irwandi Suralaga untuk pengajuan rehab rumah untuk dimasukan ke dalam program Kementerian Sosial yang bertujuan merehabilitasi rumah – rumah masyarakat fakir miskin secara bergotongroyong agar terciptanya hunian yang layak untuk di tempati (RUTILAHU).
" Iya saat itu Pak Irwandi Suralaga memerintahkan untuk di ajukan ke program RUTILAHU, sebab dia pun cukup terpanggil untuk membantu, namun sampai saat ini belum ada satupun petugas terkait yang datang untuk melakukan survey, padahal di tempat lain sudah di tinjau oleh para petugas tersebut. Pak Junaidi juga warga Tanggamus asli Kotaagung Barat, jangan sampai seperti tak dilirik oleh Pemkab Tanggamus,''tandasnya. (Rudi)






0 Comments: