Senin, Juli 20

Spesial, Kajari Tinjau Langsung Pembangunan Gedung Laboratorium dan ROUTD Di RSUDBM Kotaagung


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanggamus melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung, untuk melihat secara langsung dua unit gedung laboratorium dan ruang observasi unit tanggap darurat yang menggunakan anggaran dari dana covid 19. Senin,20/07/2020.

Kepala Kajari Tanggamus David P Duarsa yang memimpin langsung peninjauan ini menyampaikan bahwa, hari ini sengaja khusus ia terjun langsung ke RSUD Batin Mangunang Kotaagung untuk melihat secara langsung pembangunan dua unit gedung laboratorium dan ruang observasi unit tanggap darurat covid 19 dari BPBD Tanggamus khususnya untuk masyarakat di wilayah kabupaten Tanggamus.

" Saya harus memastikan bahwa ini sudah sesuai dengan harapan khususnya keinginan RSUDBM Kotaagung ini sendiri, lalu kemudian sesuai dengan isi kontrak dan perjanjian kontrak yang sudah ada, dan hasilnya tadi setelah melihat beberapa ruang-ruang isolasi dan laboratoriumnya sudah cukup baik, serta layak untuk di gunakan, artinya ini sudah jadi atau telah selesai, hanya sedikit-sedikit saja pemolesan agar lebih baik lagi,"Jelas Kajari Tanggamus ini.

Sementara itu, kepala direktur Rumah Sakit Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung dr. Diyan Ekawati, Sp.P, mengatakan, saat ini pihak rumah sakit tengah berupaya menyiapkan laboratoriumnya, agar laboratorium RSUDBM yang sesuai kualifikasi keamanannya, sebab pihak RSUD tak ingin ketika pada saat memeriksa sebuah sampel yang dapat merugikan para pegawai maupun pengunjung rumah sakit itu sendiri, artinya kapasitas keamanan lebih dapat di tingkatkan lagi.

'' Anggaran yang digunakan pun berasal dari dana covid 19 juga, dikeluarkan oleh BPBD yang diperuntukan untuk RSUDBM Kotaagung berupa pembelian alat Biological Safety Cabinet atau disebut juga Biosafety Cabinet merupakan area kerja laboratorium dengan ventilasi udara yang telah direkayasa untuk mengamankan pekerja yang bekerja dengan sampel material, lingkungan kerja dan sampel material dari kemungkinan bahaya terkontaminasi atau menimbulkan penyebaran bakteri atau virus yang bersifat patogen,"jelasnya.

Lanjutnya, ini pun akan digunakan untuk penyimpanan bahan-bahan infeksius, contohnya jika ada pasien covid 19 nantinya terkena paparan kemudian dilakukan tes swab akan diperiksa di alat ini, maka dari itu pihak RSUD sangat mengejar peralatan ini, dan apabila pandemi virus Corona ini telah berlalu alat ini dapat melakukan pemeriksaan yang lain, seperi kuman tuberculosis. Semua pemeriksaan bisa dilakukan pada alat ini, bukan hanya pemeriksaan sampel covid 19 saja.

" Bahkan apabila ada warga di kabupaten Tanggamus telah dilakukan tes swab, sampelnya tak perlu lagi harus jauh-jauh harus dikirim ke bandar lampung, setelah Laboratorium ini selesai, maka sampel tersebut dapat di periksa disini. Laboratorium ini segera akan dapat berjalan sesegera mungkin ya, awal bulan sudah bisa jalan, kita tinggal menunggu alat tersebut, sudah dipesan tinggal nunggu saja,"tandas Direktur RSUDBM.

PPTK Kegiatan pembangunan dua gedung tersebut Firdaus turut mengatakan, bahwa anggaran pembangunan dua gedung tersebut sebesar 1,1 milyar, yakni untuk gedung laboratorium dan ruang observasi unit tangap darurat tersebut. " Pekerjaan selama 45 hari, saat ini sudah selesai dan akan di isi peralatan kesehatan, kita akan selesaikan dahulu sedikit polesan sesuai dengan instruksi pak Kajari Tadi,'' tandasnya.

Selain Kepala Kajari Tanggamus David P Duarsa dan Direktur RSUDBM dr. Diyan Ekawati, Sp.P, hadir juga Pihak PUPR yang diwakili oleh Kabid Perumahan dan Pemukiman Ari Yudha, pihak kontraktor, Kabag TU Budi M. Ghozali. (Rudi)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: