Selasa, Agustus 4

Bupati Tanggamus Serahkan Secara Simbolis Bantuan Pertanian Untuk Kelompok Tani


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Petani Kopi,Lada dan Kakao di Kabupaten Tanggamus mendapat bantuan berupa mesin potong rumput, rehabilitasi tanaman lada dan Unit Pengolahan Hasil (UPH) Kopi dan Kakao. Bantuan diserahkan langsung Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani kepada kelompok tani (Poktan) penerima. Selasa, 04/08/2020.

Penyerahan bantuan secara simbolis ini, dikemas dalam kegiatan Penyerahan bantuan secara simbolis kepada petani kopi, lada dan kakao berupa peremajaan kopi, mesin potong rumput, rehabilitasi tanaman lada dan unit pengelolaan hasil (UPH) kopi, kakao oleh Bupati Tanggamus sumber dana APBN direktorat jenderal perkebunan kementerian pertanian tahun 2020. Bertempat di Aula Pertemuan terbuka Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanggamus.

Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE.MM menyampaikan bahwa, kabupaten Tanggamus sendiri memiliki wilayah
perkebunan seluas 81.813 ha, yang didominasi oleh komoditi unggulan perkebunan yaitu Kopi Robusta
yang memiliki luas 41.125 ha, dengan produksi 31.765 ton/tahun dalam bentuk hasil Biji kering, dan untuk
komoditas lada memiliki luas 7.863 Ha dengan produksi 3.115 ton/tahun dengan bentuk hasil lada hitam, sedangkan untuk komoditas Kakao memiliki luas
13.682 Ha, dengan produksi 6.065 ton/tahun, dimana
keseluruhan lahan adalah perkebunan rakyat.

Tanggamus menempati urutan kedua sebagai Kabupaten penghasil kopi terbesar di provinsi Lampung, seluruhnya perkebunan dikelola oleh petani, Kopi robusta adalah jenis utama yang banyak ditanam diwilayah Kabupaten Tanggamus.
Sedangkan untuk komoditas lada, menempati urutan kedua penghasil lada terbesar setelah Kabupaten Lampung Timur, dimana Kecamatan Air Naningan menjadi salah satu sentra penghasil terbesar lada di Kabupaten Tanggamus.
Selain itu Kakao juga masih menjadi penghasilan utama petani/pekebun, sedangkan sentra tanaman Kakao terdapat di Kecamatan Bulok dan Cukuh Balak.

" Dari potensi yang cukup besar tersebut masih
belum berbanding lurus dengan kesejahteraan para petani kopi dan lada yang umumnya masih memiliki sumberdaya dan akses yang masih sangat terbatas terhadap pengetahuan kewirausahaan serta layanan pertanian. Beberapa permasalahan yang dihadapi Petani dalam pengembangan hulu dan hilir, hasil produksi kopi di Tanggamus pada saat ini adalah kualitas hasil yang masih cukup rendah serta harga yang belum sesuai dengan harapan petani, kondisi tersebut menyebabkan
sebagian petani kopi dan lada beralih pada komoditas lain sehingga produksi komoditas kopi dan lada kian tahun kian menurun,"Ucap Bupati.

Lanjutnya, kondisi tersebut direspon oleh Kementerian Pertanian yang telah memberikan bantuan bersumber dana APBN kepada Pemkab Tanggamus melalui Kegiatan Peremajaan Kopi dan Rehabilitasi Tanaman Lada berupa, Peremajaan Tanaman Kopi seluas 300 Ha untuk
30 Kelompok tani dengan rincian, bibit kopi 300.000 batang, pupuk organik 60.000 Kg, mesin pemotong rumput sebanyak 50 unit, rehabilitasi Tanaman Lada seluas 150 Ha untuk 14 Kelompok tani dengan rincian bibit lada 120.000 batang, pupuk organik 30.000 Kg, Unit Pengolahan Hasil (UPH), UPH Kopi Bubuk, UPH Bubuk Cokelat.

Dalam kesempatan ini juga turut diserahkan Bantuan untuk Kegiatan Peremajaan Kopi berupa 50 unit mesin potong rumput, 300.000 batang bibit kopi dan 60.000
kg pupuk organik, sedangkan untuk Kegiatan rehabilitasi Tanaman lada berupa 120.000 batang bibit
lada dan 30.000 kg pupuk organik serta 1 Unit UPH
Kopi Bubuk dan UPH Cokelat Bubuk.
Dan diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat menjadi angin segar pada Petani terhadap pengembangan tanaman kopi dan lada di Kabupaten Tanggamus.

"Sehingga geliat kopi dan lada tetap berjaya di Bumi Begawi Jejama dan Provinsi Lampung, serta dapat kembali memberi kontribusi sebagai Kabupaten penghasil Kopi dan lada, sehingga Predikat sebagai Bumi Kopi Lampung dan Tanah Lado pun dapat sama-sama kita pertahankan,"tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Tanggamus, Catur Agus Dewanto mengatakan bantuan yang diberikan berasal dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Tahun Anggaran 2020. Adapun bantuan berupa peremajaan tanaman kopi seluas 300 Ha untuk
30 Kelompok tani dengan rincian:
bibit kopi : 300.000 batang
,pupuk organik 60.000 Kg
mesin pemotong rumput 50 unit.

"Lalu untuk rehabilitasi tanaman lada seluas 150 Ha untuk
14 kelompok tani dengan rincian bibit lada  120.000 batang
,pupuk organik  30.000 Kg
dan unit pengolahan hasil (UPH)  Kopi Bubuk dan bubuk cokelat,"terang Catur.(Rudi)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: