Jumat, Januari 15

Ngeri! Kondisi Jembatan Boloran Kawat Usai Sungai Way Bulok Mengamuk. PUPR : Rencana Tahun 2022



Tanggamus, lampungheadlines.com - Musibah banjir bandang dan tanah longsor di kecamatan Bulok kemarin, banyak menyisakan kerugian bagi masyarakat khususnya pada bidang infrastruktur, salah satunya  jembatan boloran kawat (Way Bulok) yang berada di Pekon Sukamara. Kamis,14/01/2021.


Jembatan ini merupakan akses yang cukup vital bagi masyarakat di pekon setempat, sekaligus sebagai jembatan penghubung antar dusun serta sarana bagi warga yang berprofesi sebagai petani ketika melakukan aktifitas sehari-hari di lahan perkebunan dan pertanian maupun hal lainnya.


Ketika pada saat kejadian banjir bandang, selain menghancurkan tanggul bibir sungai dan masuk menerjang pemukiman penduduk, juga mengakibatkan jembatan boloran kawat ini tak sanggup menahan begitu derasnya hantaman air sungai way bulok, sehingga pondasi jembatan di bagian tengahnya mengalami kemiringan seperti mau roboh, ditambah lagi pada bagian bawah pondasi yang tertanam ke dalam tanah telah habis terkikis akibat te sungai way bulok, hingga kini kondisinya cukup mengkhawatirkan.


Menurut cerita masyarakat sekitar, jembatan tersebut cukup populer dengan nama boloran kawat, karena diambil dari nama dusun setempat yakni dusun boloran kawat. Sesuai dengan tulisan yang tertera di jembatan ini, dibangun pada tahun 2012 silam serta dana pembangunannya ketika itu, bersumber dari PNPM Mandiri. Dan pada tahun 2018 pihak pekon Sukamara pun merehab jembatan tersebut.


" Maklum saja usia jembatan ini sudah lama, pernah di rehab oleh pemerintah pekon tahun 2018 lalu. Sekarang bisa kita lihat sendiri pasca banjir bandang kemarin, kondisinya kini mengkhawatirkan, saat ini pun masih digunakan masyarakat ketika beraktifitas, sebab jembatan ini merupakan satu-satunya akses bagi warga disini,"jelas warga Sukamara tersebut.


Anggota DPRD Tanggamus Edy Yalismi mengungkapkan, sebagai perwakilan masyarakat dari dapil VI seperti kecamatan limau, bulok, Cukuh balak, kelumbayan dan kelumbayan barat, akan terus melakukan segala upaya dan memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. Seperti jembatan boloran kawat yang kini dalam kondisi memprihatinkan, sebab apabila tak segera di lakukan penanganan oleh pemkab, di khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih ini masih digunakan masyarakat sehari-harinya. Dan pihak Pemkab sendiri langsung oleh Bupati Tanggamus telah meninjau secara langsung kondisi jembatan ini, ketika pada saat terjadinya bencana banjir bandang beberapa waktu yang lalu.


" Sebab mengapa masih di lalui oleh masyarakat, karena ini adalah akses satu-satunya keluar masuk warga, saat melakukan aktifitas sehari-harinya, sekaligus jalan menuju lahan perkebunan dan pertanian. Apabila jika akses ini terputus, dapat dipastikan menghambat mobilitas masyarakat, untuk itu kepada pemkab Tanggamus supaya memberikan solusi terbaik, agar warga tak was-was lagi saat melintasinya,"tandasnya.


Sementara itu ketika di konfirmasi, kepala dinas PUPR kabupaten Tanggamus Riswanda Djunaidi melalui Sekretaris dinas Okta Rizal menyampaikan bahwa, pihaknya sudah mengetahui kondisi jembatan boloran kawat usai dihantam banjir bandang kemarin, dengan menerjunkan tim kebawah guna untuk melakukan cek dan ricek di  jembatan boloran kawat tersebut. Menurut Okta pihak PUPR Tanggamus telah memasukan jembatan itu ke dalam tahap perencanaan di tahun 2021.


" Di tahun depan (2022), kemungkinan jembatan boloran kawat tersebut baru bisa dilakukan perbaikannya, karena tahun 2021 baru masuk dalam tahap perencanaan oleh PUPR Tanggamus, dan saat ini coba kordinasikan ke pihak BPBD untuk penanganan sementara (darurat),"pungkas Okta. (Rudi)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: