Jumat, Februari 5

Ancam Pemukiman Dan Gedung Sekolah, Masyarakat Harap Pemkab Normalisasi Serta Bronjong Sungai Way Gelang

 

Keterangan foto: Salah seorang warga tengah tunjukan beberapa titik pinggir sungai yang mulai tergerus aluran sungai dan memperpendek jarak sungai dengan rumah warga. (sumber: Rudi)


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Intensifitas curah hujan memang cukup tinggi akhir-akhir ini, banyak membuat masyarakat Tanggamus menjadi khawatir serta menjadi lebih waspada, rentetan peristiwa musibah mulai tanah longsor, banjir bandang dan lain sebagainya. Masih menjadi momok menakutkan sebagian warga, terlebih mereka yang bermukim di wilayah-wilayah rawan bencana tersebut. Kamis, (04/02/2021).

Sebelum peristiwa-peristiwa seperti hal itu terjadi, ada baiknya untuk dapat segera dilakukan pencegahan serta antisipasi sedari awal oleh pemerintah kabupaten Tanggamus, guna meminimalisir adanya kerugian akibat dampak yang ditimbulkan lebih besar lagi. Salah satunya di Pekon Teba Bunuk Kecamatan Kotaagung barat, tepatnya di beberapa titik rawan dari aliran sungai way gelang tersebut.

Menurut Azwar (42) salah seorang warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari bibir sungai way gelang Pekon Teba Bunuk ini menceritakan, bahwa sejak musim hujan tiba ia bersama warga lainnya yang tinggal di sekitar sungai tersebut, selalu ekstra waspada, terlebih lagi pada saat menjelang malam tiba, sebab kekhawatiran masyarakat ini bukan tanpa alasan, pada tahun 2018 silam, sempat terjadi musibah banjir bandang yang merendam rumah-rumah warga akibat meluapnya sungai way gelang.

" Tahun 2018 pernah banjir di kecamatan Kotaagung barat ini, khususnya Pekon Teba Bunuk, coba lihat bang jarak rumah penduduk dan bibir sungai hanya tinggal beberapa meter lagi, kami ya khawatir,  takut seperti dulu lagi, apa lagi sungai way Gelang ini sudah dangkal dan sendimen dimana-mana,"Jelasnya.

Keterangan foto: Tampak salah satu tititk bibir sungai yang tergerus aliran sungai paling parah hingga jarak sungai mendekati gedung Sekolah. (sumber: Rudi)

Kemudian bukan hanya itu saja, faktor yang mendukung terjadinya banjir ini adalah, posisi jalur sungai tak lurus seperti sungai-sungai pada umumnya, terlihat adanya lekuk'kan tajam, ketika air sungai meluap menjadi besar alirannya sebelum berbelok akan menerjang arah lengkungan dulu, dan inilah yang membuat banjir pemukiman penduduk, untuk itu ia berharap supaya bisa di bangun sebuah Bronjong di area titik rawan tersebut.

Selain itu juga, Azwar mengharapkan sungai way gelang dapat sekaligus dilakukan normalisasi, terlihat cukup banyak sendimen tumpukan tanah dimana-mana, kepada pemkab Tanggamus agar dapat segera mengambil tindakan secepatnya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

" Sebelum itu, ada baiknya bisa kita lakukan langkah antisipasi sejak dini, jangan menunggu bencana terjadi baru kemudian dibangun. Di area titik lengkungan ini agar kiranya dapat di bangun sebuah Bronjong, selain menahan terjangan air yang meluap, sekaligus supaya tanah tak terkikis, sekarang lihat sendiri bibir sungai dengan rumah warga hanya beberapa meter lagi akibat tanah terus-menerus tergerus oleh air sungai.

" Saya mewakili warga disini, meminta dan mengharapkan kepada Pemkab Tanggamus agar segera mengambil tindakan secepatnya, sebagai antisipasi pada saat menjelang malam hari, dan kekhawatiran warga bisa  hilang serta tidur dapat lebih aman dan nyaman, tanpa di hantui perasaan khawatir lagi,"ucap Azwar.

Kemudian yang tak kalah penting, seperti adanya sarana pendidikan anak-anak yakni SDN 1 Teba Bunuk yang harus dilakukan penanganan secepatnya, sebab jarak antara bibir sungai dan sekolah hanya kurang lebih dua meter lagi, dikhawatirkan jika di biarkan dapat berakibat fatal bagi kondisi gedung sekolah tersebut.

Hazrori (40) warga Pekon Teba Bunuk turut mengatakan, menurutnya dengan melihat kondisi saat ini, sudah seharusnya pemerintah daerah ada kepedulian kepedulian dalam hal ini, letak sekolah ini tepat berada di tepi jalinbar, dahulu pernah di bangun Bronjong sebab dilakukan untuk membantu menopang jembatan sungai, dan tak sampai melewati sekolah. Untuk itu mewakili masyarakat Pekon ia mengharapkan supaya pemkab melanjutkan sisa pembangunan Bronjong agar sarana gedung sekolah bisa lebih terlindungi dan aman.

"Dahulu Bronjong di bangun guna membantu menopang jembatan itu, untuk itu kami harap pembangunan Bronjong bisa dilanjutkan agar bisa melindungi SDN 1 Teba Bunuk, kita kan bicaranya demi keselamatan anak serta lainnya, harapan besar keinginan masyarakat disini supaya bisa direalisasikan,"Tandasnya. (Rudi)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: