Selasa, Februari 2

Direktur RSUD Berikan Klarifikasi, DPRD Tanggamus Nilai Hanya Mencari Alasan Pembenaran



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - DPRD Kabupaten Tanggamus kembali angkat bicara, tentang persoalan pelayanan di RSUD Batin Mangunang Kotaagung yang terjadi kemarin, dan menilai klarifikasi dari direktur Rumah Sakit itu terkesan hanya mencari alasan pembenaran atau pembelaan semata. Senin, 01/02/2021.


Hal ini dilontarkan langsung oleh wakil ketua I DPRD Tanggamus Irwandi Suralaga, melalui sambungan teleponnya ia mengaku bahwa sanggahan berita dari direktur RSUDBM Kotaagung melalui Diskominfo Tanggamus, menurutnya pihak RSUD seharusnya memiliki rasa kemanusiaan, rasa iba dan peka ketika melihat peristiwa kejadian tersebut.


" Kenapa keluarga pasien tetap tak mau pakai mobil ambulance RSUD, bisa jadi sebab ada biaya 100 ribu itu, itu artinya kita tak peka dan sensitif, seharusnya kita lebih mengedepankan sisi kemanusiaan, bisa jadi mereka tak mampu, setelah heboh langsung buat pernyataan dimana isi konteksnya hanya mencari alasan pembenaran saja,''jelasnya.


Dari kejadian ini bisa dijadikan sebuah pembelajaran bersama kedepannya, sebab tak elok ada banyak mobil ambulance terparkir, tetapi jenazah malah di biarkan memakai mobil L300, walaupun pada akhirnya tetap di antar dengan mobil ambulance RSUD, dan diketahui juga terlebih dahulu melalui proses yang cukup alot.


Sebab pada saat peristiwa tersebut terjadi, memantik sisi rasa kemanusian beberapa wartawan (Bukan LSM) ketika sedang berada dilokasi kejadian, yang hendak menjenguk keluarga salah seorang teman sesama jurnalis di RSUD tersebut, serta diketahui masih tergabung ke dalam salah satu wadah organisasi wartawan di Tanggamus.


" Yang namanya orang masuk RS itu kena musiba, sudah selayaknya kita peka dan bantu, apalagi sampi meninggal dunia, coba di tawarkan gratis pasti mereka mau. Tolong di catat, apabila kejadian ini terulang kembali dan ada pasien tidak mampu bayar buat sewa ambulance, dewan akan sokongan (iuran) untuk bayar 100 ribu atau berapapun biayanya kepada Rumah Sakit tersebutt!,"Tegas Irwandi.


Kemudian, adanya Kemungkinan keluarga pasien siap untuk melakukan klarifikasi dengan membuat surat pernyataan tertulis, anggota DPRD dari fraksi PKB ini menuding pihak RS telah datang ke kediaman keluarga musibah. Dan Irwandi mengapresiasi atas reaksi dari wartawan dari berbagai media ketika di lokasi RSUD, yang mempertanyakan mengapa tak memakai mobil ambulance RSUD.


" Saya malah terimakasih kepada teman-teman Wartawan di lokasi, yang mempertanyakan mengapa tak memakai mobil ambulance RSUD, buatlah pelajaran agar kita harus lebih peka, jangan sampai kejadian ini terulang. Untuk surat pemanggilan terhadap pihak RSUD sudah kita layangkan,"tutupnya.


Sesuai rilis yang dikirimkan ke dalam sebuah grup WhatsApp wartawan, yang dikelola oleh diskominfo Tanggamus, sedikit kutipan rilis kalimat pernyataan yang di muat media Online Lampungheadlines.com, tentang klarifikasi Direktur RSUDBM terkait jenazah pasien diantar mobil L300 Pikap. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung, dr. Benson P Ginting. Senin (01/02/2021).


Menurut Benson, tidak benar jika pasien yang meninggal dunia atas nama Badar (74) warga Dusun Pasir muncang, Pekon Kedamaian, Kecamatan Kotaagung tersebut, tidak difasilitasi untuk diantar dengan ambulance rumah sakit.


Benson menerangkan, awalnya pihak rumah sakit telah menawarkan kepada keluarga untuk membawa Jenazah menggunakan ambulance rumah sakit dengan biaya administrasi sebesar Rp.100 ribu, tetapi pihak keluarga memilih untuk menggunakan ambulance pekon. Bahkan saat itu keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada petugas atas perawatan yang telah diberikan oleh RSUDBM.


Namun setelah menunggu beberapa lama, ambulance pekon belum ada kejelasan, sehingga keluarga berinisiatif menggunakan mobil pribadi L300 jenis pikap, dengan alasan jarak yang dekat antara rumah sakit dan kediaman keluarga.


Benson melanjutkan, perawat kembali memberitahu pihak keluarga agar sebaiknya memakai ambulance rumah sakit saja, tapi keluarga tetap mau menggunakan mobil L300 milik keluarganya. 


"Setelah semuanya setuju, jenazah diantar kedepan lewat IGD. Pada waktu jenazah mau diangkat ke mobil L300, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri yang belakangan diketahui anggota dari satu LSM, dan langsung menanyakan kenapa jenazah tidak diantar pakai ambulance dari rumah sakit.(Rudi)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: