Pringsewu, www.lampungheadlunes.com - Pembuatan IPAL Komunal dari program Sanimas IDB di Kelurahan Pringsewu Barat Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu sangat disayangkan, pasalnya Petugas/Pengurus IPAL dalam melakukan perbaikan terhadap saluran Pipa Paralon Instalasi Pembuangan air limbah diduga tidak memperhatikan lingkungan yang ada.
Hal tersebut terjadi pada Rabu sore (12/05/21), dimana terdapat penyumbatan pada saluran ipal komunal yang akhirnya dilakukan perbaikan, namun dalam melakukan perbaikan justru membuka salah satu sambungan (leter L) pada pipa saluran tersebut, yang mengakibatkan air limbah mengalir pada selokan dan mengakibatkan bau yang menyengat dari air limbah rumah tangga menggenang diselokan millik warga setempat.
Selain kotoran air limbah juga keluar dari pipa tersebut kotoran manusia (Fases), tentunya hal tersebut sangat mencemari lingkungan setempat, dimana menurut penelitian dalam fases Manusi terdapat salah satu bakteri salmonella yang bisa mengakibatkan Diare, muntaber serta penyakit lainya.
Kejadian bermula pada saat seminggu sebelumnya telah terjadi sumbatan yang mengakibatkan meluapnya isi didalam bak kontrol didepan salah satu rumah warga, hal tersebut pun sudah ditegur oleh pemilik rumah, untuk segera diperbaiki karena baunya sangat menyengat.
Namun saat dilakukan perbaikan justru pipa paralon yang tak jauh dari rumah warga tersebut dibuka dan tidak disambung kembali, Saat ditegur oleh warga setempat untuk menutup paralon yang dibuka justru petugas marah dan akhirnya mengakibatkan perdebatan. Terang salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Berdasarkan pantauan dari media ini, hingga malam pukul 01.21 WIB (13/05/21), paralon yang dibuka oleh petugas pengurus IPAL tersebut belum juga disambungkan kembali. Dan dikhawatirkan kotoran baik limbah rumah tangga maupun kotoran manusia (fases) akan semakin mencemari lingkungan setempat.
Warga berharap untuk IPAL komunal tersebut agar ditinjau kembali kelayakan serta pengelolaanya, oleh dinas terkait. (red)





0 Comments: