Kamis, Februari 26

Korban resmi laporkan Dugaan Penipuan Modus Calo P3K, ke Polres Pesawaran.

Korban resmi laporkan Dugaan Penipuan Modus Calo P3K, ke Polres Pesawaran.

Pesawaran — Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus janji pengurusan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) resmi dilaporkan ke Polres Pesawaran pada Kamis, 26 Februari 2026.

Laporan tersebut disampaikan oleh pihak korban yang merasa dirugikan atas janji pengangkatan P3K yang hingga kini tidak kunjung terealisasi. Dalam laporan itu, pihak terduga pelaku disebut atas nama Seviyanti bersama suaminya, Akmal Sani.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, terduga pelaku diduga menjanjikan dapat mengurus proses pengangkatan P3K dengan syarat korban harus menyetorkan uang sebesar Rp70 juta. Pembayaran dilakukan dalam dua tahap penyetoran sesuai dengan permintaan terduga.

Namun sejak awal penyetoran pada tahun 2022 hingga memasuki tahun 2026, janji tersebut tidak pernah terealisasi. Korban mengaku terus menunggu kepastian, tetapi yang diterima hanya janji-janji tanpa kejelasan.

Hal tersebut disampaikan oleh Febri Wahyudi, suami dari Ibu Dwi Mustika selaku pihak korban, yang juga menjadi saksi dalam kasus tersebut. Dalam keterangannya, Febri menjelaskan bahwa setiap kali dikonfirmasi, terduga pelaku selalu memberikan alasan dan kembali menjanjikan bahwa proses pengangkatan sedang diupayakan.

“Sejak 2022 sampai sekarang belum ada realisasi sama sekali. Setiap kali dikonfirmasi, selalu dijanjikan akan segera selesai,” ungkap Febri.

Merasa dirugikan secara materiil dan tidak adanya itikad baik untuk mengembalikan dana, pihak korban akhirnya menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polres Pesawaran. Korban berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional dan transparan agar kasus ini dapat segera terungkap.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menawarkan jasa pengurusan pengangkatan P3K atau pekerjaan tertentu dengan imbalan sejumlah uang, terutama jika tidak melalui mekanisme resmi pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terduga pelaku belum memberikan klarifikasi resmi terkait laporan tersebut.

Jumat, Juni 9

Perseteruan Sekda dan Ketua Dewan Kab Pringsewu ini kata Ketua Pekat

Perseteruan Sekda dan Ketua Dewan Kab Pringsewu ini kata Ketua Pekat

PRINGSWU - Heboh dunia pemerintahan dan legislatif di Kabupaten Pringsewu yang banyak menyita perhatian serta keprihatinan masyarakat terkait dugaan perseteruan antara Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu dengan Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu akhir-akhir ini.

Hal tersebut diduga dipicu saling lapor antara kedua belah pihak dimana dilansir dari beberapa media online, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Suherman yang mengajukan surat permohonan evaluasi terhadap kinerja Sekda Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disikapi oleh Heri Iswahyudi dengan melaporkan Herman ke BK (Badan Kehormatan) DPRD Kabupaten Pringsewu, yang mana hal tersebut jika tidak ada tanggapan Heri akan kembali melaporkan Herman sang ketua DPRD tersebut untuk kedua kalinya terkait dugaan maladministrasi, bahkan Heri juga akan melaporkan ke pihak kepolisian.

Menanggapi hal tersebut Yoma PY SH selaku Ketua DPD Pembela Kesatuan Tanah Air Indosia Bersatu Kabupaten Pringsewu yang sering dikenal dengan sebutan (BUNG YOMA KETUA ORMAS PEKAT) menyoroti hal tersebut dengan mengatakan "Gitu aja kok repot", singkat padat dan sangat bermakna, dimana kalimat tersebut merupakan penggalan kalimat yang sering diutarakan oleh sosok mendiang Presiden Republik Indonesia ke Empat Dr. K.H. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, dalam menyikapi banyak hal.

Tentu kalimat tersebut bukan tidak lazim saat diungkapkan dalam kisruh antara kedua belah pihak yaitu Sekda dengan Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu, lantaran program pembangunan baik Infrastruktur maupun pembangunan SDM, serta Ekonomi jauh lebih penting ketimbang kisruh hal yang tidak jelas yang diduga hanya dilantari dengan ketersinggungan semata. (MD)

Kamis, Januari 6

DPW PETANESIA Provinsi Lampung Resmi Terima SK Baru dari DPP PETANESIA.

DPW PETANESIA Provinsi Lampung Resmi Terima SK Baru dari DPP PETANESIA.


Bandar Lampung – DPW Ormas Pencinta Tanah Air Indonesia (PETANESIA) Provinsi Lampung, resmi terima Surat Keputusan ( SK )  Kepengurusan  dari DPP PETANESIA Nomor : 260/DPP. PETANESIA/SK/XII/2021 Tentang Pengesahan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Pencinta Tanah Air Indonesia Provinsi Lampung Periode 2021 s/d 2026. SK diberikan Kepada Ketua DPW PETANESIA Provinsi Lampung Iqbal Putra Panglima, ST., MT. dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PETANESIA M. Eko Priyono, S.Pi. bersama Sekjen DPP H. Miftahuddin Ridho dan Sekjen DFK PETANESIA, Laksma TNI (Purn) Heri Suyanto, S.Mn  di Pekalongan, Pemberian SK ini bertujuan untuk melanjutkan kepengurusan DPW dan pembentukan Struktur Kepengurusan DPC PETANESIA di 15 Kabupaten/Kota di Prov Lampung. Rabu (05/01/2022)


Ketua DPW PETANESIA Provinsi Lampung Iqbal Putra Panglima, ST., MT saat di konfirmasi oleh awak media melalui saluran telepon membenarkan hal ini, Saya selaku Ketua Dewan Fatwa Kebangsaan DPW PETANESIA pada saat kepengurusan DPW yang lama menerima amanah dan mandat Caretaker dari DPP PETANESIA dengan nomor surat: 233/DPP.PETANESIA/SK/XI/2021 tentang Pembekuan Pengurus dan Pengangkatan Caretaker Pembentukan DPW PETANESIA Provinsi Lampung Periode 2021 -2026. Perlu saya sampaikan bahwa kepengurusan DPW PETANESIA Provinsi Lampung yang lama dengan nomor SK: 042/DPP.PETANEAIA/SK/II/2021 Tertanggal 4 Februari 2021, sudah tidak berlaku lagi. Hal-hal atau aktivitas yang masih mengatasnamakan DPW PETANESIA dengan nomor SK yang lama, bukan menjadi tanggung jawab jajaran Pengurus DPW PETANESIA yang baru. Mari kita sama-sama mendukung, membesarkan serta menjalankan amanah dari pendiri PETANESIA Habib Luthfi bin Yahya,” ujar Ketua DPW PETANESIA Provinsi Lampung, Iqbal Putra Panglima, ST.,MT.


Dia berharap, dengan diterimanya SK Kepengurusan DPW PETANESIA yang baru ini, PETANESIA Provinsi Lampung, dan 8 Kabupaten DPC PETANESIA yang sudah terbentuk, dapat memperluas jaringan Organisasi, keanggotan, dengan tujuan meningkatkan rasa persaudaraan, rasa Nasionalisme dan rasa cinta tanah air Indonesia. Bukan hanya untuk pengurus saja, namun semua elemen masyarakat juga harus mampu meningkatkan rasa cintanya terhadap tanah air Indonesia.


“Semoga rasa cinta tanah air dan kebangsaan akan selalu tertanam dalam sanubari anak-anak Bangsa, organisasi PETANESIA diharapkan dapat bersinergi dengan pihak-pihak pemerintah, lintas agama, lintas etnis, TNI dan Polri serta seluruh lapisan masyarakat, khusus nya di Provinsi Lampung" Tutur Iqbal.


Hal senada disampaikan oleh sekretaris DPW PETANESIA Provinsi Lampung Idrus Zaman,SH. saat dikonfirmasi oleh awak media, Alhamdulillah, saya kembali dipercaya sekaligus cobaan untuk duduk dalam kepengurusan DPW PETANESIA sebagai sekretaris DPW, hal ini diputuskan pada saat rapat Anggota Caretaker DPW PETANESIA Provinsi Lampung Tgl 28 Desember 2021 sebelum SK dikeluarkan oleh DPP PETANESIA. "InsyaAllah saya akan menjalankan amanah ini dengan baik bekerja sama dengan Ketua DPW  (Iqbal Putra Panglima) dan seluruh jajaran Pengurus DPW untuk membesarkan Ormas PETANESIA di Provinsi Lampung." tutur Idrus


Kami siap untuk membesarkan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Ormas PETANESIA ini, setelah diterimanya SK kepengurusan ini, akan kita laksanakan program-program kerja dengan baik,dan kami berharap bimbingan, petunjuk dan saran dari Pengurus DPP PETANESIA, tutup Idrus. (*)

Jumat, Desember 31

Kado Akhir Tahun, Sekda Tanggamus Lantik 273 Pejabat Eselon IV Tenaga Fungsional

Kado Akhir Tahun, Sekda Tanggamus Lantik 273 Pejabat Eselon IV Tenaga Fungsional

Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Memasuki di penghujung akhir tahun 2021, Pemkab Tanggamus melakukan pelantikan ASN tenaga fungsional eselon IV sebanyak 273 orang dilingkungan Pemkab Tanggamus, dan secara simbolis dilantik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Hamid Heriansyah Lubis. Kegiatan yang  bertempat di lapangan Pemkab setempat. Jum'at, 31/12/2021.


Pelantikan tersebut, berdasarkan keputusan Bupati Tanggamus nomor 821.2/1339/43/2021 tentang penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional dilingkungan Pemkab Tanggamus, adapun salah satunya yang dilantik ialah, Betharia Julianti sebagai perencana ahli muda di dinas Perpustakaan dan kearsipan daerah, lalu Farida Ariani sebagai Analis kebijakan ahli muda pada bagian organisasi sekretariat daerah, Arif Rahman Hakim sebagai analis sumber daya manusia aparatur ahli muda pada badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).


Dalam sambutannya mewakili Bupati Tanggamus, yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Hamid Heriansyah Lubis mengatakan bahwa, para peserta tenaga jabatan fungsional yang telah dilantik, ini adalah bentuk responsif dan dukungan pemkab Tanggamus, dalam mengikuti arahan Presiden RI Joko Widodo ketika pelantikan selaku presiden di hadapan DPR/MPR RI yang menyampaikan bahwa perlu adanya penyederhanaan birokrasi dilingkungan Pemerintah, untuk itu perlu adanya reformasi struktur agar lembaga pemerintah semakin sederhana dan dapat bergerak semakin lincah dan cepat.


" Menindaklanjuti hal tersebut Kementerian PANRB telah menerbitkan Permenpan RB nomor 17 Tahun 2021 tentang penyetaraan jabatan administrasi kedalam jabatan fungsional. Jabatan fungsional ini adalah yang menekankan keahlian dan kompetensi, oleh karena itu pejabat yang baru saja dilantik agar meningkatkan kinerja dan kompetensinya, serta terus berlomba berinovasi dan berkreasi untuk menciptakan Smart ASN,"Ucap Sekda.


Hal itu dilakukan, agar sehingganya nanti dapat mampu beradaptasi dan responsif terhadap pencapaian tujuan dari organisasi, masih kata sekda, bahwa pelantikan ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Kemendagri melalui surat nomor 800/8758/OTDA tanggal 30 Desember 2021 kemarin, perihal persetujuan penyetaraan jabatan di kabupaten/kota di provinsi Lampung, dengan jumlah pejabat yang dilantik sebanyak 273 orang.


" Kepada jajaran teknis, OPD teknis yang berkaitan dengan pelantikan ini, saya berharap ada tindak lanjut di dalam peningkatan kompetensi bagi jabatan fungsional, serta saya minta secara administratif saya tidak menginginkan adanya penundaan atau terhambatnya sistem penggajian dan lainnya, seperti insentif atau pun TPP dibulan Januari nanti, karena adanya perubahan secara struktural menuju ke fungsional ini,"Jelasnya lagi.


Tambah Sekda, Pemerintah Daerah Tanggamus berkomitmen akan memberikan atau pun mensosialisasikan, bagaimana mekanisme bagi pelaksanaan tenaga fungsional ini. '' Sampai dengan kenaikan karir dan pangkat dan lain-lain, semua diharapkan tetap tenang, sebab ini merupakan instruksi dari Pemerintah Pusat yang dijalankan oleh seluruh  pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, sekali lagi saya ucapkan selamat bagi yang telah dilantik dalam rangka melakukan tugas dan pengabdian kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus,"Tandas Sekda.(Rudi)

Rabu, Desember 29

Tanggamus Raih Penghargaan IGA Tahun 2021,  Sebagai Kabupaten Ter-inovatif

Tanggamus Raih Penghargaan IGA Tahun 2021, Sebagai Kabupaten Ter-inovatif

Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani mengikuti acara penganugerahan penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) Tahun 202, kegiatan ini yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI, secara virtual dan luring, bertempat di ruang kerja Bupati Tanggamus, Rabu, 29/12/2021.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI M.Tito Karnavian, yang diikuti langsung oleh 519 Pemerintah Daerah yang ada di Indonesia. Turut hadir langsung juga Plh. Kepala Badan Litbang Kemendagri Eko Prasetyanto Purnomo. 


Dalam sambutannya, Plh. Kepala Badan Litbang Kemendagri Eko Prasetyanto Purnomo menyampaikan laporannya, bahwa pelaksanaan penganugerahan penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) Tahun 2021, yang berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Inovasi Daerah, Permendagri Nomor 104 Tahun 2018 Tentang Penilaian dan Pemberian Penghargaan dan/atau Insentif daerah. Peningkatan kualitas Indeks Inovasi Daerah (IID) dilakukan dengan, penyempurnaan Indikator dan Parameter Penilaian Keterlibatan Tim Independent dalam melakukan Quality Controle Peningkatan partisipasi Pemerintah Daerah dalam penyusunan Inovasi Daerah pada tahun 2021 menghasilkan 25.124 Inovasi dari 519 Pemerintah Daerah, meningkat jika dibandingkan pada tahun 2020 yaitu 17.779 Inovasi dari 484 Pemerintah Daerah.


" Jumlah Pemerintah Daerah yang “ Terinovatif ” ialah 31 Daerah, yang akan direkomendasikan kepada Kementerian Keuangan Daerah untuk Mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID Bidang Inovasi Daerah), dari 31 Pemerintah Daerah “ Terinovatif ” salah satunya Pemerintah Kabupaten Tanggamus, yang mendapatkan Penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) Tahun 2021, sebagai 10 Kabupaten Terinovatif se-Indonesia,"Ungkap Eko Prasetyanto Purnomo.


Kemudian, Menteri Dalam Negeri RI M. Tito Karnavian dalam sambutannya turut mengatakan bahwa, dengan adanya IGA bukan hanya kegiatan tahunan tetapi merupakan terobosan kreatif, sebagai salah satu bagian untuk menunjukan bahwa Kepala Daerah memiliki kemampuan yang kuat (strong Leader) untuk pembangunan daerahnya. Strong Leader tidak hanya memiliki power dan Followers, namun harus memiliki konsep yang jelas sehingga pemimpin diharapkan mampu membawa organisasi untuk mencapai tujuan, dengan menggunakan strategi yang kuat dan telah dipertimbangkan secara matang.


" Pemimpin yang konseptual dan inovatif menjadi kunci keberhasilan daerah untuk mandiri selama fiskal dan mampu mensejahterakan masyarakat. Selain itu Indonesia bisa maju jika Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bergerak bersama menuju Negara Indonesia yang dominan dengan potensi yang kita miliki yaitu angkatan kerja yang besar, wilayah yang luas dan sumber daya alam yang melimpah, salam perubahan salam inovasi,"ungkap Tito.


Sementara itu, Bupati Tanggamus mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri RI, karena telah menganugerahkan penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) Tahun 2021 kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus, sebagai 10 Kabupaten “ Terinovatif ” se-Indonesia.


" Alhamdulillah, pada tahun ini Kabupaten Tanggamus mendapatkan kategori Kabupaten sangat Inovatif, pada hari ini naik levelnya menjadi Kabupaten Ter-inovatif. Melalui inovasi, kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik melalui pelayanan publik, tata kelola pemerintah guna kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanggamus,"Kata Bunda Dewi sapaan akrabnya.


Lanjutnya, Pemkab Tanggamus mendapatkan penghargaan IGA terinovatif dan masuk sepuluh besar tingkat nasional, beberapa capaian dari jajaran seluruh Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus telah di kirimkan ke Kemendagri. " kurang lebih 350 inovasi inovasi yang ada, dan bersyukur melalui rangkaian Verifikasi dari panitia penyelenggara dari Balitbang Kemendagri, Kabupaten Tanggamus masuk ke dalam nominator, kemudian dilakukan verifikasi dilakukan wawancara dan paparan secara langsung,"Tandas Bupati Tanggamus.


Adapun Tahapan pengukuran dan penilaian ialah Penjaringan, Pengukuran, Penilaian dan Validasi Lapangan. Dari hasil tersebut menghasilkan:

37 Pemerintah Daerah Sangat Inovatif

316 Pemerintah Daerah Inovatif

166 Pemerintah Daerah Kurang Inovatif

23 Pemerintah Daerah Tidak Dapat Dinilai


Penganugerahan Penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) Tahun 2021 ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI terhadap Pemerintah Daerah dengan kategori sebagai berikut:

5 Provinsi Terinovatif

10 Kabupaten Terinovatif

10 Kota Terinovatif 

3 Daerah Perbatasan Terinovatif

3 Daerah Tertinggal Terinovatif

14 Daerah Sangat Inovatif.(Rudi)

Sabtu, Desember 25

Derasnya Hujan Disertai Angin Kencang, Jalinbar Pringsewu Terendam & Satu Rumah Roboh

Derasnya Hujan Disertai Angin Kencang, Jalinbar Pringsewu Terendam & Satu Rumah Roboh

Keterangan foto: Ilustrasi.

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Intensitas curah hujan yang tinggi penghujung tahun di Provinsi Lampung, Khususnya di Kabupaten Pringsewu dilanda hujan deras disertai angin kencang akibatkan air meluap disebagian ruas jalan Protokol hingga adanya Satu rumah roboh, Sabtu (25/12/21).

Beberapa lokasi yang terjadi luapan antara lain di ruas jalan lintas barat Sumatera (Jalinbar) depan RS Mitra Husada Pringsewu, depan SPBU Pekon Tambaksari dan ruas jalan Pekon Wates kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

Akibat luapan tersebut mengakibatkan arus lalu lintas mengalami ketersendatan. Bahkan beberapa kendaraan mengalami mogok di lokasi banjir.

Kasat lantas Polres Pringsewu Iptu Ridho Grisyan Adi Dharya mengatakan, petugas polisi sudah diterjunkan untuk melakukan penjagaan dan pengaturan lalu lintas di lokasi genangan.

"Benar akibat hujan deras yang mengguyur wilayah kabupaten Pringsewu mulai sore hingga malam tadi telah mengakibatkan terjadinya luapan air dibeberapa ruas jalan, namun petugas polisi sudah diterjunkan di lokasi", ujarnya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, S.IK., M.I.K.

Dari beberapa lokasi yang tergenang terdapat tiga lokasi yang kondisinya cukup parah yakni di ruas jalan depan RS Mitra Husada, ruas jalan depan SPBU Tambaksari dan ruas jalan Pekon Wates kecamatan Gadingrejo, bahkan genangan mencapai ketinggian hingga 50 centimeter.

Dalam kesempatan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu, Edi Sumber Pamungkas, S.Sos., M.M., saat dihubungi membenarkan adanya Satu unit rumah roboh akibat hujan deras yang disertai angin kencang.

"Hujan disertai Angin Kencang, 1 Rumah Roboh", tulis Edi Via WhatsApp.

selengkapnya Kalak menambahkan kejadian rumah roboh ini milik bapak Suratman warga Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.

"Akibat kejadian ini kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp. 50 Juta, dengan rincian bangunan rumah non permanen namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini", terang Edi.

Edi juga menghimbau warga untuk tetap waspada karena saat ini cuaca masih ekstrem dan berpesan kepada Masyarakat berkenan bergotong-royong untuk membantu evakuasi rumah roboh bersama Satgas BPBD pada Minggu Pagi, 26 Desember 2021. (Red)

Jumat, Desember 24

Lagi, Oknum Kakon di Pringsewu Diringkus Unit Tipidkor Atas Dugaan Korupsi APB

Lagi, Oknum Kakon di Pringsewu Diringkus Unit Tipidkor Atas Dugaan Korupsi APB

Keterangan foto: Oknum Kakon di Pringsewu tengah diperiksa di Mapolres Pringsewu Kota. (sumber: Humas Satreskrim Pringsewu)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Terlibat dalam kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Pekon Way Kunyir tahun 2019, Su (44) yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Pekon Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu ditangkap dan dilakukan penahanan penyidik Unit Tipidkor Sat. Reskrim Polres Pringsewu di rutan Mapolres setempat, Kamis (23/12/21).

Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata membenarkan penahanan tersebut. Dia mengatakan penahanan ini dilakukan guna mempermudah proses penyidikan yang dilakukan jajarannya.

"Benar, Kamis (23/12) kemarin kami telah melakukan penangkapan sekaligus penahanan terhadap Kepala Pekon Way Kunyir kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu atas dugaan terlibat kasus korupsi anggaran pendapatan dan belanja Pekon Way Kunyir tahun 2019", ujarnya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, S.IK, M.I.K., pada Jumat (24/12/21) siang.

Penahanan terhadap Tersangka atas dugaan terlibat dalam perkara korupsi anggaran pendapatan dan belanja (APB) Pekon Way Kunyir tahun anggaran 2019.

Dipaparkan kasat, tahun 2019 Pekon Way Kunyir memiliki APB sebesar Rp. 1.584.568.227. dana tersebut berasal dari beberapa sumber antara lain Dana Desa sebesar Rp. 995.761.000, bagi hasil pajak dan retribusi Rp. 18.763.227, Alokasi Dana Pekon Rp. 512.620.000, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp. 57.423.000.

Namun dalam pelaksanaanya Tersangka diduga melakukan pengelolaan APB Pekon tidak sesuai dengan ketentuan demi mendapatkan keuntungan pribadi.

"Tersangka selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mengelola APB tanpa melibatkan Bendahara. Kecurangan yang dilakukannya antara lain membuat nota belanja fiktif dan Mark up harga belanja barang", terang Iptu Feabo.

Setelah dilakukan perhitungan oleh tim audit dari Inspektorat Kabupaten Pringsewu terdapat kerugian negara sebesar Rp. 280.951.178 (Dua Ratus Delapan Puluh Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Satu Ribu Seratus Tujuh Puluh Delapan Rupiah).

"Keuntungan pribadi yang didapatkan tersangka, kemudian dipergunakan untuk membayar hutang dan pembiayaan kebutuhan hidup sehari-hari", ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Nomor 20 tahun 2021 dengan ancaman 20 tahun penjara. 

"Saat ini Kami masih akan melengkapi berkas untuk kemudian dikirim ke Kejaksaan Negeri Pringsewu", tutup Iptu Feabo. (Mr)

Kamis, Desember 23

Pekon Banyumas Salurkan Insentif Guru Ngaji

Pekon Banyumas Salurkan Insentif Guru Ngaji

Keterangan foto: Para peserta tengah mengambil insentif di Balai Pekon Banyumas, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu. (sumber: Ria)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Pemerintah Pekon Banyumas, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu salurkan Insentif kepada 107 Peserta di Aula Balai Desa setempat, Kamis (23/12/21).

Peserta yang terdiri dari Guru Ngaji, Guru PAUD, Guru RA, Kader Posyandu, Kader Lansia, BPKBD, BKL dan BKD dari 4 (Empat) Dusun di Pekon Banyumas tersebut mendapatkan Insentif tahap II periode Juli - Agustus.

Dalam kesempatan Kasi Pelayanan Teguh Yuwono mewakili Kepala Pekon Banyumas bapak Wasino menyampaikan pembagian insentif terhadap tenaga pendidik tersebut untuk menyalurkan hak rakyat dalam bidang pendidikan.

"Pemberian insentif ini dilaksanakan untuk menyalurkan hak rakyat dalam bidang pendidikan, guna menumbuhkan Pendidikan Karakter Dasar pada anak. Mulai Balita sampai anak usia dini diantaranya pendidikan PAUD, pendidikan RA dan kegiatan mengaji yang diadakan setiap hari, sehabis Ashar hingga sebelum Isya", jelas Teguh.

Dirinya juga mengatakan bahwa pemberian insetif ini merupakan pemberian insentif tahap Kedua di tahun 2021 ini, "Pada Kali Ini kami menyalurkan insentif tahap Kedua selama 6 bulan untuk semua Kader dibulan Juli - Desember kepada 107 Peserta mulai dari Guru Ngaji sampai dengan KPR", imbuhnya.

Keterangan foto: Kepala Pekon Banyumas, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu bapak Wasino tengah sampaikan pembukaan kegiatan. (sumber: Ria)

Teguh menambahkan acara penyaluran tersebut dibatasi jumlah Pesertanya yakni dari Posyandu Lansia hanya 50 Persen dari biasanya dan secara bergilir yang 50 Persen diadakan dibulan berikutnya.

"Harapan Kami untuk kedepannya agar semua keaktifan pada elemen yang ada didalam kegiatan dapat lebih aktif dan bersemangat lagi, supaya terwujudnya visi dan misi Pekon untuk lebih maju dan sejahtera", tutupnya. (Mr/Ria)

Rabu, Desember 22

Edy Yalismi Tinjau Banjir bandang Serta Serahkan Bantuan di Pekon Napal Dan Unggak - Kelumbayan

Edy Yalismi Tinjau Banjir bandang Serta Serahkan Bantuan di Pekon Napal Dan Unggak - Kelumbayan

Tanggamus, www lampungheadlinee.com - Anggota DPRD Tanggamus Fraksi PKB Edy Yalismi,S.E, meninjau langsung musibah banjir bandang di dua Pekon di kecamatan Kelumbayan Induk, yakni Pekon Napal Dan Pekon Unggak. Dalam hal ini turut juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk masyarakat korban banjir. Selasa, 21/12/2021.


Anggota DPRD dari fraksi PKB Edy Yalismi turut serta di dampingi Camat Kelumbayan Nauval Syahri, Ketua APDESI Kelumbayan Zulkarnain, meninjau langsung tanggul penahan sungai yang rusak parah akibat di terjang banjir bandang beberapa waktu yang lalu.


Banjir bandang setinggi satu meter yang menerjang Pekon Napal Dan Pekon Unggak, akibat hujan lebat yang mengguyur kecamatan Kelumbayan selama 2 hari berturut-turut, sehingga talud penahan sungai Way Napal yang baru selesai pembangunan tahun 2020 kemarin jebol sepanjang kurang lebih 50 meter jebol, sehingga membanjiri pemukiman penduduk serta lahan pertanian masyarakat. Dan banjir terparah berada di Pekon Napal Dan Pekon Unggak.


Edy Yalismi pun turut menyampaikan perasaan duka dan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang terjadi, anggota legislatif ini pun berjanji akan berusaha untuk memperjuangkan guna membenahi kerusakan yang terjadi akibat musibah banjir bandang yang menimpa warga masyarakat di Kecamatan Kelumbayan, khususnya di Sungai Way Napal Dan sekitarnya.


Selain itu bantuan berupa bahan sembako yang diserahkan kepada masyarakat, sebagai bentuk kepedulian DPRD khususnya dari fraksi PKB terhadap masyarakat, yang menjadi korban akibat musibah banjir bandang, 


"Saya ikut berduka atas kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di kecamatan Kelumbayan, untuk itu saya hadir disini, guna meninjau langsung kerusakan yang terjadi akibat jebolnya tanggul penahan sungai Way Napal, sebab bukan hanya pemukiman penduduk saja yang terkena imbas, namun juga lahan-lahan pertanian ikut juga terdampak,"Ungkap Edy Yalismi. 


Lanjutnya, Edy Yalismi pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dalam hal ini dinas PUPR dan BPBD Tanggamus agar segera menindaklanjuti kejadian tersebut, sebab dampaknya sungguh sangat terasa bagi masyarakat, pembenahan sangat perlu untuk kembali dilakukan seperti pemasangan bronjong penahan sungai serta normalisasi sungai terparah di Pekon Napal dan Pekon Unggak Kecamatan Kelumbayan.


" Khususnya di Pekon Unggak sendiri akibat musibah banjir bandang ini, masyarakat yang berprofesi petani tak lagi bisa menggarap lahan persawahannya, karena areal sebagian sawah tersebut telah rata oleh material banjir seperti pasir, bebatuan dan sampah dari batang pepohonan yang terbawa oleh banjir bandang tersebut. Sedangkan itu merupakan salah satu mata pencaharian warga disini,"Ucap Edy Yalismi.


Sementara itu, Sekdes Pekon Napal Ilman  mewakili Kakon setempat, menceritakan kronologis kejadian memilukan tersebut, ia mengatakan bahwa pada saat sebelum kejadian itu, akibat hujan yang terus-menerus mengguyur selama dua hari berturut-turut, sehingga Bronjong sungai tak lagi sanggup menahan luapan sungai Way Napal, sehingga jebol dan masuk ke pemukiman penduduk.


"Air sungai mulai masuk lagi ke perkampungan kami selama 2 harian ini, dan membuat masyarakat cemas dan was-was apa lagi saat ini tanggul sungai telah jebol dan tak lagi berfungsi secara maksimal,"Tandasnya.(Rudi)

Selasa, Desember 21

Selama Sembilan Tahun, Seorang Pria Bejat di Pringsewu Tega Cabuli Anak Tiri

Selama Sembilan Tahun, Seorang Pria Bejat di Pringsewu Tega Cabuli Anak Tiri

Keterangan foto: Tersangka Su (51) tengah diperiksa di Mapolres Pringsewu. (sumber: Nanang)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Seorang ayah asal kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung berinisial Su (51) tega mencabuli anak tirinya selama 9 tahun lamanya. Korban sebut saja Melati (red) terpaksa mau dicabuli dan digagahi tersangka lantaran sering diancam akan dipukuli.

Lantaran sudah tak kuat lagi melayani nafsu bejat sang ayah, dan takut perbuatan ayah berlanjut kepada adik-adiknya maka korban akhirnya memberanikan diri mengadu kepada ibu kandungnya dan kemudian melaporkan kepada Polisi.

Kasat Reskrim Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata, S.TK., S.I.K., M.H., menjelaskan, tersangka Su saat ini sudah diamankan Tekab 308 Satreskrim Polres Pringsewu dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) satreskrim Polres Pringsewu.

"Benar tersangka Su, telah berhasil kami amankan saat sedang berada disalah satu warung bakso di Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu kabupaten Pringsewu pada hari ini Senin (20/12/21) siang sekira jam 12.00 WIB.", ujarnya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, S.I.K, M.I.K., saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (21/12/21).

Disampaikan kasat, tersangka diamankan polisi atas dugaan telah melakukan pencabulan terhadap korban yang tak lain merupakan anak tiri dari istri keduanya.

Pencabulan dilakukan tersangka selama lebih kurang sembilan tahun lamanya. Sejak korban masih berusia sembilan tahun hingga saat ini sudah menginjak usia delapan belas tahun.

Diceritakan Kasat, kejadian berawal pada tahun 2012 saat korban masih berusia sembilan tahun atau kelas tiga sekolah dasar, korban yang saat itu masih polos mulai dicabuli tersangka dengan cara diraba atau disentuh sentuh raba di bagian organ intimnya. Saat itu korban sempat menolak namun diancam tersangka akan dipukul maka korban akhirnya takut dan tidak berani melawan.

Kejadian terus berlanjut hingga korban berusia sekitar 15 tahun, korban mulai di iming-imingi tersangka untuk belajar mengendarai sepeda motor, namun sambil mengajari sepeda motor tersebut tangan tersangka sambil aktif menggerayangi tubuh korban, hingga kemudian seusai belajar mengendarai sepeda motor tersebut tersangka tega menggagahi Korban yang seharusnya dilindungi olehnya.

"Kejadian pencabulan terus terjadi hingga mencapai puluhan kali, dan terakhir kali tersangka melakukan pada 14 Nopember 2021 yang lalu", terang Feabo.

Sementara itu lokasi tersangka melakukan pencabulan ada dibeberapa tempat, antara lain di kamar korban, kamar tersangka, kamar mandi dan di areal perkebunan.

"Perbuatan bejat pelaku rata-rata dilakukan saat istrinya sedang tidak berada dirumah namun sebagai juga saat istri sudah dalam posisi tidur", ungkapnya.

Selain itu, dari keterangan beberapa saksi, tersangka pun sering kedapatan mengintip korban yang sedang mandi.

Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap motif tersangka tega mencabuli korban karena tidak mampu mengendalikan nafsu birahi setelah melihat kecantikan dan kemolekan tubuh korban.

"Tersangka mengaku tergiur dengan kecantikan dan kemolekan korban" jelasnya.

Agar aksinya berjalan mulus, setiap akan melakukan aksinya tersangka juga dengan memberikan sejumlah uang kepada korban.

"Selain mengancam, tersangka juga memberikan sejumlah uang sebagai iming-iming agar korban mau menuruti kemauannya", terang kasat Reskrim.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menyampaikan, tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Pringsewu. Dalam proses hukum tersangka dijerat dengan undang undang perlindungan anak.

"Tersangka dikenai pasai 76D jo pasal 81 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) UU RI No 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara", tandasnya. (Red)

Sabtu, Desember 18

FJI Pringsewu Bekali Puluhan Pelajar SMA Muhammadiyah Pelatihan Jurnalistik Dasar

FJI Pringsewu Bekali Puluhan Pelajar SMA Muhammadiyah Pelatihan Jurnalistik Dasar

Keterangan foto: Salah satu Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Pringsewu ajukan pertanyaan kepada Pemateri dalam sesi tanya jawab. (sumber: Rofai)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Sebanyak 26 Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Pringsewu ikuti Pelatihan Jurnalistik Dasar yang diselenggarakan oleh Front Jurnalis Indonesia (FJI) Kabupaten Pringsewu bertemakan 'Jurnalis Milenial Membangun Pelajar Cerdas di Era Digital', yang bertempat di Aula Sekolah SMA tersebut jalan Pirngadi Nomor 56 Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu pada Sabtu (18/12/21) pagi.

Pelatihan yang dibuka langsung oleh ketua FJI Kabupaten Pringsewu Bapak Mat Syahrifal yang turut hadir dalam kegiatan antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pringsewu Hendrid, S.E., M.M., yang di wakilkan Rustandi Wijaya, S.Sos., Dewan Kehormatan Ismed Nurbahar, S.Kom., Penasehat Hukum FJI Yalfa Sabri S.H., Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Pringsewu serta Dua Pemateri yakni bapak Wagiman, S.E., dari Media Sinarlampung.co dan Tutor Manalu dari SKH Kupas Tuntas.

Dalam sambutannya Ketua FJI Pringsewu Mat Syahrifal menyampaikan Pelatihan Dasar Jurnalistik sangat penting guna mengedukasi kalangan Pelajar, selain untuk memahami tentang dunia jurnalistik di Era digital, Pelajar juga mampu memahami bagaimana cara menyajikan berita yang baik dan benar.

"Saya berpesan agar peserta serius mengikuti pelatihan jurnalistik dasar, karena kesempatan baik ini sangat penting untuk dapat di ikuti dan dipelajari", harap Ketua FJI Pringsewu yang akrab disapa Bang Ifal.

Senada dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pringsewu melalui Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik dan Statistik Sektoral Rustandi Wijaya, S.Sos., mengatakan pelatihan jurnalistik dasar sangat penting bagi tingkat pelajar di era digital.

"Saya mewakili Diskominfo Kabupaten Pringsewu mengapresiasi kegiatan yang diadakan Front Jurnalis Indonesia Pringsewu, semoga para peserta dari SMA Muhammadiyah 1 Pringsewu ini selalu bersemangat dalam mengikuti pelatihan jurnalistik dasar, dan acara seperti ini kedepan dapat berkesinambungan", ucapnya.

Usai sambutan sambutan acara berlanjut dengan Pemateri pertama yang disampaikan oleh Tutor Manalu yang memaparkan Pengenalan UUD Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang disahkan oleh Presiden Republik Indonesia BJ. Habibie pada tanggal 23 September 1999.

"UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers menyebutkan, kemerdekaan Pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, bahkan Pers Nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran (Pasal 4 ayat 1 dan 2)", paparnya.

Menurut dalam UU Nomor 40 tahun 1999 terdapat 23 Pasal, lalu Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan oleh Dewan Pers pada 14 Maret 2006 dan dalam Kode Etik Jurnalistik terdapat 11 Pasal.

"Secara sederhana definisi Kode Etik Jurnalistik sebagai sekumpulan prinsip moral yang merefleksikan peraturan peraturan dan wajib dipatuhi oleh seluruh Wartawan", terangnya kepada para Peserta.

Setelah mendapat pemaparan dari Pemateri pertama, selanjutnya para Peserta pelatihan jurnalistik dasar melanjutkan praktek wawancara tatap muka lalu melanjutkan praktek menulis berita yang dipandu oleh Pemateri Kedua yakni bapak Wagiman, S.E.

Diawali dengan praktek wawancara tatap muka, para Peserta lalu diminta menulis hasil wawancara tersebut dengan Metode dan Poin yang telah disampaikan oleh Pemateri Kedua tanpa mengkesampingkan kaidah kaidah penulisan yang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Lalu hasil karya Jurnalistik Peserta diseleksi dan 3 (Tiga) karya terbaik akan terpublikasikan dimedia Partner FJI Pringsewu.

Antusiasme Peserta dalam mengikuti Pelatihan sangat positif ditambah dengan Doorprize dalam sesi tanya jawab. Kegiatan tersebut berjalan lancar dan positif dengan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat. (Mr)

Selasa, Desember 14

Pemkab Pringsewu Ditahun 2022 Targetkan Satu Posyandu Satu Alat Antropometri

Pemkab Pringsewu Ditahun 2022 Targetkan Satu Posyandu Satu Alat Antropometri

Keterangan foto: Bupati Pringsewu Hi. Sujadi dalam pembukaan FDG serta koordinasi Institusi pendidikan & Organisasi profesi di Aula Utama Pemkab Pringsewu. (sumber: Humas Prokompim Pemkab Pringsewu)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Pemerintah Kabupaten Pringsewu menargetkan penurunan angka stunting hingga 3,5℅. Hal ini sesuai dengan Rencana Aksi Daerah Kabupaten Pringsewu hingga 2024.

Demikian disampaikan Bupati Pringsewu Sujadi saat membuka Focus Group Discussion (FGD) serta koordinasi institusi pendidikan dan organisasi profesi dalam rangka penurunan stunting di Aula Utama Pemkab Pringsewu, Selasa (14/12/21).

Dikatakan, salah satu intervensi terintegrasi yang dilakukan Pemkab Pringsewu adalah aksi ke-7 yaitu pengukuran dan publikasi stunting. "Pengukuran dan publikasi angka stunting adalah upaya memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Pekon", katanya.

Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun serta publikasi angka stunting, digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting, dimana berdasarkan kegiatan pengukuran yang telah dilakukan, didapati data bahwa pada 2020 lalu, angka prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu berjumlah 2.145 balita (7,57%) dan 2021 menurun menjadi 1.843 balita (6,45%).

Upaya penurunan stunting ini terdiri dari intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang harus dilakukan oleh semua pihak. "Salah satu upaya untuk meningkatkan keakuratan data dalam pengukuran stunting diperlukan alat antropometri yang sesuai standar. Dan, Pringsewu sudah mengadakan alat antropometri dengan memanfaatkan dana desa mulai 2019 hingga sekarang dan dengan anggaran DAK 2021. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada pekon yang sudah turut berperan aktif dalam pengadaan alat antropometri sesuai standar di Posyandu masing-masing, karena 2022 mendatang Pringsewu menargetkan satu posyandu satu alat antropometri", ujarnya.

Bupati Pringsewu didampingi Kadis Kesehatan Ulinoha dan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Uki Basuki juga mengajak seluruh pihak bersinergi demi mewujudkan Generasi Indonesia Emas sebagai cikal bakal generasi penerus estafet pembangunan di Kabupaten Pringsewu khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Sementara itu, Ketua panitia kegiatan Rahmadi mengatakan FGD digelar secara offline dan online, diikuti seluruh OPD dan instansi terkait beserta stakeholders. "Secara offline diikuti 46 peserta, sedangkan online ditarget seribu peserta", kata Rahmadi, yang juga Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.

Pada kesempatan tersebut, turut ditandatangani komitmen bersama organisasi profesi dan institusi pendidikan di Kabupaten Pringsewu, serta penyerahan secara simbolis alat antropometri oleh bupati kepada para kapekon dan lurah di Kabupaten Pringsewu. (Mr)

Senin, Desember 13

Jalin Silaturahmi, Ketua Caretaker DPW PETANESIA Lampung Iqbal Putra Panglima, ST., MT Berkunjung Ke Ponpes Darussaadah.

Jalin Silaturahmi, Ketua Caretaker DPW PETANESIA Lampung Iqbal Putra Panglima, ST., MT Berkunjung Ke Ponpes Darussaadah.

Lampung Tengah- Ketua Caretaker DPW PETANESIA Provinsi Lampung Iqbal Putra Panglima, ST., MT beserta jajaran bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Darrussadah beralamat di Seputih Jaya Kec. Gunung sugih Kab. Lampung Tengah. Rombongan diterima langsung oleh Putra KH Muhsin Abdillah, H Hisyamudin selaku pemilik Pondok Pesantren Darrussadah, Minggu, 12 Desember 2021.


Ketua Caretaker DPW PETANESIA Provinsi Lampung, Iqbal Putra Panglima, ST., MT saat diwawancarai oleh awak media menuturkan, kegiatan ini dalam rangka menjalankan mandat dan amanah dari DPP PETANESIA untuk menjalin komunikasi, silaturahmi ke tokoh-tokoh Agama, Pemuda, dan pihak-pihak terkait. Yang paling utama kami menyampaikan salam dari Ketua Umum dan pendiri PETANESIA Maulana Habib Luthfi bin Yahya kepada, KH Muhsin Abdillah, dan putranya H Hisyamudin, semoga selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tutur Iqbal.


Pada kesempatan itu, Ketua Caretaker DPW PETANESIA Lampung Iqbal Putra Panglima, ST., MT memaparkan bahwa PETANESIA adalah Organisasi Sosial Kemasyarakatan, Nasionalis dan Kebangsaan yang digagas dan didirikan Maulana Habib Luthfi Bin Yahya dengan wadah Ormas Kebangsaan.

NKRI harus kita jaga dengan menanamkan rasa Cinta Tanah Air Indonesia, memperdalam wawasan kebangsaan dan rasa Nasionalisme kepada semua generasi penerus, jangan pernah bosan untuk mensosialisasikan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini, terangnya.


Pada kesempatan yang sama, H. Hisyamudin yang lebih akrab disapa Gus Hisyam menyambut baik dan siap bergabung serta membangun Ormas PETANESIA Provinsi Lampung, Gus Hisyam berharap, agar PETANESIA Lampung mampu berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Mukhtamar NU ke 34 yang akan dilaksanakan di Lampung, khususnya di Ponpes Darrussadah sebagai tuan rumah.


Ini implementasi dari harapan pendiri PETANESIA Maulana habib Luthfi bin Yahya, harapan kita semua, agar PETANESIA menjadi wadah berkumpulnya Seluruh elemen masyarakat dari berbagai profesi yang cinta terhadap tanah air Indonesia, tutupnya (*) 

Jumat, Desember 10

Debut Perdana SAINTSKY, Grup Band Asal Kabupaten Pringsewu

Debut Perdana SAINTSKY, Grup Band Asal Kabupaten Pringsewu

Keterangan foto: Grup Band SAINTSKY asal Kabupaten Pringsewu yang beranggotan Lima orang. (sumber: Rofai)


Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Setelah penantian yang cukup lama, akhirnya Grup Band SAINTSKY asal Kabupaten Pringsewu sukses debut album perdananya di D'JIM yakni sebuah Cafe yang berlokasi di Wates, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung pada Selasa (7/12/21) malam.

Band anak muda SAINTSKY yang bermetamorfosis dari nama sebelumnya SEVENSKY (Langit Tujuh) kini beranggotakan Dian (30) sebagai Vokalis, Renald (25) Gitaris, Kevin (24) di Keyboard, Tiar (26) sebagai Bassis dan Drummer oleh Hendra (25).

"Meraih Mimpi" pun di dapuk menjadi tema Album perdananya yang banyak menginspirasi kaula muda untuk mengejar mimpi hingga tercapai. Dan pada debut perdananya, SAINTSKY membawakan 2 (Dua) Judul lagu terbarunya yakni 'Sesalku' dan 'Mantan Terindah'.

Dalam kesempatan usai penampilannya di atas panggung, Dian sang Vokalis memberi bocoran tentang arti dan makna SAINTSKY Band kepada para penonton yang menikmati pertunjukannya sedari Pukul 19.00 WIB., yakni mengartikan 'Langit Suci', hal tersebut memberi pemahaman bahwasanya nama Grup Band SAINTSKY dapat mengudara (terbang) hingga mencapai puncaknya.

"SAINTSKY artinya Langit Suci, maksudnya yaitu supaya Band Kami eksis dan mengudara hingga puncaknya", ucap Dian menanggapi pertanyaan dari pembawa acara.

Sang Vokalis juga menambahkan informasi untuk para penikmat musik yang ingin mendengarkn lagu-lagu dari SAINTSKY dapat dinikmati di Channel Youtube SAINTSKY, Joox, Spotify, Langit Musik dan bahkan di Jejaring Sosial TikTok dengan nama akun SAINTSKY.

"Lagu-lagu Kami dengan Album Meraih Mimpi dapat Kita nikmati di Channel Youtube Kami SAINTSKY, atau yang mengunduh Aplikasi Joox, Spotify, Langit Musik dan bahkan di TikTok juga sudah tersedia", tutup Yudian Riski Pratama yang akrab disapa Mas Dian. (Mr)

Rabu, Desember 8

Sedekah Bumi Jelang Muktamar NU ke-34

Sedekah Bumi Jelang Muktamar NU ke-34

Keterangan foto: Usai hasil putusan tanggal pelaksanaan Muktamar NU ke-34. (sumber: Yusuf)

Lampung Selatan, www.lampungheadlines.com - Menyambut hasil putusan tanggal pelaksanaan Muktamar NU yang ke-34, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung bersama Pengurus Cabang (PC) PMII Lampung Selatan dan 10 Cabang Kabupaten/Kota PMII se-Lampung akan laksanakan giat Sedekah Bumi pada hari Sabtu 11 desember 2021 mendatang.

Sedekah Bumi ini suatu bentuk Syukur Atas Tanah Lampung menjadi Tuan rumah Muktamar NU yang ke-34, agenda yang berlokasi di Marga Ratu Keratuan Menangsi, Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan ini dilaksanakan dalam rangka memaknai ulang nilai-nilai luhur adat istiadat di Provinsi Lampung. 

Hal tersebut juga disambut baik oleh Sai Batin Lima Marga yang ada di lampung selatan dalam rangka Menyambut Muktamar NU yang akan di laksanakan di lampung, ada pun rangkaian acara yang akan di laksanakan, ziaroh bersama masyarakat adat dan PMII Cabang Se-Lampung, Istighosah, Dialog serta pemotongan hewan Kurban untuk dibagikan ke masyarakat.

Dalam kesempatan Ketua PKC PMII Lampung Ahmad Hadi Baladi Ummah menyampaikan "Bentuk syukur kami atas kepastian pelaksanaan Muktamar ke-34 PMII se-Lampung menggelar sedekah bumi dan do'a bersama, agenda ini kami niatkan agar Muktamar NU berjalan dengan sukses", ucapnya.

"Acara ini kami laksanakan bersama masyarakat adat Lampung, dalam rangka menjaga komitmen dakwah Islam Ahlusunah waljama'ah annahdliyah kami mencoba berkolaborasi dengan masyarakat adat, karena beliau-beliaulah yang terus menerus menjaga nilai-nilai luhur masyarakat Lampung, dan NU termasuk PMII harus mampu menemani dalam rangka menjaga nilai budaya dan tradisi yang ada di Lampung", imbuh Pupung sapaan akrab Ketua PKC PMII Lampung.

Ditambahkan Ketua PC PMII Lamsel, sahabat Muhammad Yusuf Kurniawan menyampaikan, "Agenda Muhun atau yang secara bahasa sering dikenal Sedekah Bumi, merupakan agenda Kita PMII Se-Lampung, yang Insyaa Allah akan dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2021, rangkaian agenda tersebut adalah Ziarah, Istighosah, orasi Ilmiah mengenai Kebudayaan dan pemotongan hewan Kurban untuk di sodakohkan. Dan Kita juga mengundang tokoh-tokoh adat nasional dan tokoh adat daerah yang ada di Lampung".

Untuk Orasi kebudayaan tersebut akan disampaikan Oleh Pangeran Edwar Syah Pernong, Koordinator Muda Nahdliyin Lampung, Katua Umum Pengurus Besar (PB) PMII dan Ketua PKC PMII Lampung. 

Sedangkan terkait dinamika ketetapan tanggal Muktamar PMII Lampung besar harapan PBNU dan kiai-kiai NU dapat mendukung dan mensukseskan kegiatan Muktamar NU ke-34 di pondok pesantren. (Red)
Harga Bahan Pokok di Pringsewu Relatif Stabil & Stok Jelang Nataru Aman

Harga Bahan Pokok di Pringsewu Relatif Stabil & Stok Jelang Nataru Aman

Keterangan foto: Kabid Perekonomian & SDA Setda Pringsewu Ediyanto, S.K.M., bersama Kadis Kominfo Pringsewu Hendrid, S.H., M.M., tengah berbincang dengan salah satu pedagang. (sumber: Prokompim & Humas Pemkab Pringsewu)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Harga bahan pangan pokok di Kabupaten Pringsewu selama sepekan terakhir relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan yang berarti. Kenaikan harga hanya terjadi pada beberapa komoditi tertentu.

Hal tersebut berdasarkan pantauan yang dilakukan tim dari Pemkab Pringsewu yang terdiri dari Dinas Koperindag, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Kominfo dan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Pringsewu di Pasar Sukoharjo, Selasa (7/12/21).

Hasil crosscheck tercatat untuk harga setiap kilogram, beras premium berkisar Rp. 12.000, Beras medium Rp. 9.000/Kg., Gula Pasir Premium Rp. 12.500, Gula Pasir Curah Rp. 12.000, Tepung Terigu Segitiga Biru Rp. 10.000, Tepung Terigu Biasa Rp. 8.000, Daging Sapi Rp. 130.000.

Sedangkan untuk Komoditi yang mengalami kenaikan antara lain Telur sebelumnya Rp. 21.000 menjadi 22.000, Cabai Merah Keriting Rp. 50.000, Cabai Merah Biasa Rp. 45.000, cabai rawit hijau Rp. 48.000, naik Rp. 10.000 dari sebelumnya Rp. 38.000, Cabai Rawit Biasa Rp. 40.000, naik Rp. 6.000 dari sebelumnya Rp. 34.000.

Kemudian bawang merah Rp. 18.000, naik Rp. 1.000 dari sebelumnya Rp. 17.000, Kacang Kedelai impor Rp. 12.000, Kacang Tanah Rp. 26.000, serta Kacang Hijau Rp. 24.000.

Terkait ketersedian bahan pangan pokok di wilayah Kabupaten Pringsewu menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang, menurut Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Pringsewu Ediyanto, S.K.M., dipastikan tetap aman dan mencukupi.

"Saya pastikan untuk Kabupaten Pringsewu stok mencukupi hingga tahun baru mendatang. Oleh karena itu, saya menghimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir dan tetaplah berbelanja sesuai kebutuhan", imbau Ediyanto mendampingi Kadis Kominfo Pringsewu Hendrid, S.H., M.M.

Sementara itu, salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Sukoharjo, Tutik, mengungkapkan, terjadinya kenaikan harga pada sejumlah komoditi lebih disebabkan faktor alam dan cuaca buruk di beberapa wilayah pemasok, sehingga pasokan sedikit mengalami gangguan yang berakibat stok berkurang. "Sedangkan, adanya penurunan harga pada beberapa bahan kebutuhan dan cenderung stabil karena ketersediaan yang cukup dan sedikit berlimpah", ungkapnya. (Mr)

Senin, Desember 6

Bupati Sujadi Ingatkan Soal Komitmen saat Hadiri BIMTEK BUMPekon

Bupati Sujadi Ingatkan Soal Komitmen saat Hadiri BIMTEK BUMPekon

Keterangan foto: Bupati Pringsewu H. Sujadi sampaikan sambutan dalam kegiatan BIMTEK BUMPekon di Kampung BW Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. (sumber: Diskominfo Pringsewu)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Bupati Pringsewu H. Sujadi Menghadiri Sekaligus Membuka Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengelolaan Keuangan Badan Usaha Milik Pekon (BUMPekon) yang berada di Kampung BW Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Senin (6/12/21).

Kegiatan BIMTEK yang menghadirkan Narasumber dari BPKP Provinsi Lampung ini diikuti sebanyak 38 Peserta dari 19 BUMPekon seluruh Kabupaten Pringsewu.

Bupati Sujadi dalam sambutannya menyampaikan BUMPekon masih dalam tumbuh dan kembang, namun masih relatif standar untuk bisa berjalan optimal mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), manajerial, dan pengelolaannya.

"Saya menyambut baik adanya BIMTEK ini supaya Pengelolaan dan menejerial pada BUMPekon dapat optimal", kata Bupati.

Bupati Sujadi mengingatkan kepada para Direktur, supaya berkomitmen dan meningkatkan SDM, lalu juga kepada Kepala Pekon di Kabupaten Pringsewu untuk berperan membina BUMPekon, dan sebagai penangung jawab pengelola keuangan.

"Harus benar-benar komitmen untuk memajukan BUMPekon", tegas Bupati.

Bupati Sujadi juga menambahkan dalam penunjukan Direktur BUMPekon harus mencari orang yang berjiwa Bisnis (Entrepreneur), supaya lebih mudah untuk memajukan usaha, baik dari segi produksi hingga penjualan atau pemasaran.

"Jangan malu dengan hal-hal yang kecil, karena dari kecil itu nantinya menjadi besar, dan mohon para peserta untuk mengikuti acara ini dengan sungguh-sungguh guna mendapatkan wawasan dan ilmu yang diberikan oleh para Narasumber", tutup Bupati.

Kegiatan berjalan baik dengan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat, dan tampak hadir dalam kegiatan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Bidang Pemerintahan dan Kesra bapak Purhadi, S.sos., M.Kes., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Eko Sumarmi, S.K.M., dan Camat se-Kabupaten Pringsewu. (Mr)

Sabtu, Desember 4

Suara Sendu Muhlasin, Peternak Bebek Asal Pringsewu

Suara Sendu Muhlasin, Peternak Bebek Asal Pringsewu

Keterangan foto: Muhlasin (45) tengah menggembalakan ternak bebeknya di hamparan sawah pasca panen. (sumber: Anton H.)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Sebagai upaya untuk mengembalikan kejayaan bebek di Kabupaten Pringsewu, peternak bebek setempat mengharapkan bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah.

Muhlasin (45), salah satu peternak bebek di Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu mengatakan dirinya beserta sejumlah peternak lainnya terjun dan menekuni usaha ternak bebek lebih disebabkan faktor ekonomi, disamping untuk belajar beternak. "Ide awal saya usaha ternak bebek ini bersamaan dengan usaha ternak maggot, sebagai upaya mengisi waktu luang saat pandemi Covid-19", kata Muhlasin, Sabtu (4/12/21), dimana pada awalnya ia memelihara sebanyak 100 ekor.

Menurut Muhlasin, masalah utama peternak bebek tidak jauh berbeda dengan bidang pertanian lainnya, yakni masalah pengadaan bibit, pakan dan harga yang tidak menentu. Ia mengaku walaupun saat ini memiliki 600 ekor bebek, ia berupaya untuk membuat pakan sendiri. "Alhamdulillah, untuk dua bulan terakhir ini karena sawah banyak yang panen saya angon (menggembala, red.) sendiri bebek-bebek saya di persawahan sekitar sini, yang artinya ada pakan gratis selama jeda waktu antara masa panen hingga masa tanam", ungkapnya.

Namun demikian, karena tak lama lagi akan memasuki masa tanam padi, iapun harus mengandangkan kembali bebek-bebek miliknya yang merupakan jenis pedaging. "Saat ini saya tidak lagi menjual bebek hidup, tetapi hanya menjual bebek yang sudah dipotong bersih, disamping dalam bentuk olahan bebek ungkep, ingkung, bekakak, bebek goreng dan bebek bakar, sesuai pesanan pelanggan" tuturnya.

Muhlasin mengaku bersyukur usaha dengan modal seadanya ini masih berjalan baik hingga kini, walaupun diakui batas minimal bebek yang ia miliki belum mencapai ideal, karena seorang peternak bebek setidaknya memiliki 2.000 ekor agar usahanya sehat dan produktif.

Terkait masalah pemasaran, secara umum adalah masih banyaknya yang dikuasai tengkulak, sehingga dirinya beserta peternak lain tidak dapat menentukan harga yang ideal. "Oleh karena itu, saya hanya menjual bebek olahan, dimana rata-rata perhari bisa memotong lima hingga sepuluh ekor. Kalau menjual bebek hidup paling tinggi dihargai Rp 40 ribu. Sedangkan dalam bentuk olahan bebek ungkep, harganya bisa mencapai Rp 70 ribu untuk wilayah Kabupaten Pringsewu dan Rp 85 ribu untuk wilyah Kota Bandar Lampung", bebernya.

Muhlasin dan rata-rata peternak bebek di Bumi Jejama Secancanan memiliki harapan sama, yakni agar pemerintah pro-aktif memperhatikan dan membantu meningkatkan kualitas dan kelangsungan usaha mereka, disamping memberikan edukasi bagi para peternak bebek. "Yang terutama adalah dalam hal pakan, yang berorentasi pada kedaulatan pakan, kedaulatan bibit dan kedaulatan harga. Agar para peternak bebek di Kabupaten Pringsewu lebih sejahtera. Perlu dicatat, bahwa Pringsewu ini dulu pernah berjaya dalam hal bebek", tutupnya. (Red)
Unggul Jumlah Suara, Wirahadikusumah Terpilih Ketua PWI Lampung Periode 2021-2026

Unggul Jumlah Suara, Wirahadikusumah Terpilih Ketua PWI Lampung Periode 2021-2026

Keterangan foto: Unggul jumlah suara dalam Konferprov PWI Lampung, Wirahadikusumah terpilih jadi ketua PWI Provinsi Lampung untuk periode 2021-2026. (sumber: Yuda)


Bandar Lampung, www.lampungheadlines.com - Wirahadikusumah terpilih menjadi Ketua PWI Lampung periode tahun 2021 - 2026. Wira sapaan akrabnya berhasil mengungguli pesaingnya yakni Nizwar dan Juniardi. Wira memperoleh suara 301 , Nizwar memperoleh 178, sedangkan Juniardi memperoleh 5 suara. 

"Pada Konferprov PWI Lampung peridoe 2021-2026 dengan rahmat Tuhan YME menimbang dan seterusnya memutuskan menetapkan ketua terpilih PWI Lampung adalah Wirahadikusumah dengan peroleh suara 301", ungkap Ratna Minangsari. 

Hal ini ditetapkan sejak tanggal 3 Desember 2021, pada gelaran Konferprov PWI Lampung yang pimpin oleh Ketua, Zulkifli Gani Ottoh, Sekretaris Ratna Minangsari, dan anggota Zahdi Basran, Abdul Rohman, Furkon Ari. 

Zulkifli mengatakan, tim Ketua Formatur didampingi Pengurus Pusat, Ketua DKP Terpilih dan 2 tambahan sesuai tertib dari unsur Demisioner dan 1 Kabupaten/Kota. 

"Minimal 2 minggu dan paling lama 1 bulan", timpal Ketua Pimpinan Sidang Zulkifli Gani Ottoh. 

Sementara, Wirahadikusumuh menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan dalam Konferprov IX PWI Lampung ini. 

Ia mengatakan, selama memimpin PWI Lampung tidaklah mudah. Oleh sebab itu, Wira berharap dapat diberikan saran dan kritik dalam memimpin PWI Lampung. 

"Jangan segan - segan untuk menegur saya apabila menyimpang dalam menjalani rel organisasi", tegasnya. (Red)

Jumat, Desember 3

Pemkab Pringsewu Sosialisasikan UU Nomor 5 Tahun 1999

Pemkab Pringsewu Sosialisasikan UU Nomor 5 Tahun 1999

Keterangan foto: Sekdakab Pringsewu Drs. H. Heri Iswahyudi, M.Ag., buka kegiatan Sosialisasi tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat di Aula Pemkab Pringsewu. (sumber: Prokompim Humas Pemkab Pringsewu)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Guna mencegah terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat di Kabupaten Pringsewu, pemerintah daerah setempat bekerjasama dengan Kanwil II Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mengadakan sosialisasi UU No.5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Sekretaris Kabupaten Pringsewu Drs. H. Heri Iswahyudi, M.Ag., saat membuka kegiatan ini di Aula Utama Pemkab Pringsewu, Jumat (3/12/21) sangat mendukung diadakannya sosialisasi UU No.5 tahun 1999 yang menurutnya sangat penting.

Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya praktek monopoli yang dapat merugikan masyarakat, di samping persaingan usaha yang tidak sehat. "Oleh karena itu, Saya meminta seluruh peserta mengikuti dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya mengetahui ketentuan-ketentuan yang diatur dalam undang-undang tersebut", pintanya.

Kakanwil II KPPU Wahyu B.Anggoro menyampaikan KPPU mempunyai kewenangan lengkap, mulai dari advokasi kebijakan, pengendalian merger, penegakan hukum dan pengawasan kemitraan.

"KPPU memiliki misi mewujudkan persaingan usaha yang sehat melalui pencegahan dan penindakan, internalisasi nilai-nilai persaingan usaha dan penguatan kelembagaan. Melalui UU tersebut, KPPU bertugas memelihara pasar agar kompetitif dan terhindar dari pengaruh kesepakatan dan konspirasi yang cenderung mengurangi dan atau menghilangkan persaingan", ucap Wahyu.

Sosialisasi UU No.5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat ini, sebagaimana dilaporkan Kadis Koperindag Pringsewu Bambang Suhermanu, diikuti 32 peserta, terdiri dari pengusaha, koperasi dan kepala perangkat daerah terkait di Kabupaten Pringsewu. (Red)