Sabtu, Desember 2

Resepsi HUT ke-72 PGRI Metro, Ria Andari Himbau Gunakan Pakaian Adat


METRO, WWW.LAMPUNGHEADLINES.COM -  Resepsi HUT ke-72 PGRI yang dihadiri oleh Wakil Walikota Kota Metro, Sekda Kota Metro A.Natsir, Ketua TP- PKK Kota Metro Heryati Pairin, Wakil Ketua TP- PKK Kota Metro Siti Aisyah Djohan, Kadis Disdikbud Kota Metro Ria Andari, Ketua PGRI Kota Metro Budi Raharjo, Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Metro, Kepala Sekolah se-Kota Metro serta Guru se-Kota Metro dan Tamu Undangan, Kamis (30/11/17).

Saat diwawancarai oleh lampungheadlines.com ,  Wakil Walikota Metro Djohan mengatakan, selamat atas peringatan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2017.
"Mudah-mudahan dengan hari ulang tahun ini akan menunjukkan kedewasaan mereka, kedewasaan dari para Guru yang menyadari bahwa Visi Kota Metro ini ialah Kota Pendidikan, mereka adalah motornya Kota Metro ini untuk membina generasi anak-anak kita semua, maka karenanya mereka harus bisa lebih dari Kabupaten/Kota lainnya.
Dan harapan saya untuk adanya kebersamaan dari Dewan Pendidikan, Dewan Guru, Dinas Pendidikan, semua maupun dari PGRI dalam satu kesatuan," ujar Djohan. 


Selanjutnya lampungheadlines.com melakukan wawancara kepada Ria Andari selaku Kepala Dinas Pendidikan dan mengatakan,
"Pada Resepsi ini saya menghimbau kepada semua Kepala Sekolah dan semua Guru untuk menggunakan pakaian Adat 34 Provinsi, karena kita indonesia ini terdiri dari 34 Provinsi dengan berbagai macam Suku tetapi satu dalam bingkai NKRI, " ungkap Ria. 
Hari ini saya menggunakan pakaian Adat Bali dalam bentuk keperihatinan bagi saudara-saudara kita yang ada di Pulau Dewata, khususnya Desa Karang Asem dan Desa Rengdawu yang betapa mereka yang seharusnya dalam keadaan yang sama, mereka tertimpa bencana Gunung Agung.
Kita sampaikan do'a untuk mereka yang disana, untuk tetap bisa berkarya, Guru tetap mengajar, anak-anak tetap pada posisinya untuk menerima ilmu. 
"Tidak ada yang tak mungkin untuk terus sehat bagi keluargaku yang ada di Pulau Dewata, salam-salam dari kami Kota Metro dan kami juga berharap mereka dapat menerima musibah ini dengan hati yang ikhlas.
Saya juga mengajak kepada guru-guru saya untuk bersama-sama menyatukan satu langkah kita, bahwa Metro adalah Kota Pendidikan.
Mudah-mudahan atas kerjasama kita semua kedepannya akan jauh lebih baik lagi, lebih baik lagi dan lebih baik lagi," jelas Ria. 
PGRI seiring bertambahnya usia saya butuh kerja nyata, mari sama-sama, karena PGRI mengayomi semua tenaga pendidik, mengetahui apa yang diperlukan untuk guru kedepan, karena sesungguhnya pendidikan ini bukan milik pemerintah tetapi milik kita semua, ungkapnya.


Ketua PGRI melalui Wakilnya Dicky menjelaskan,
PGRI ini organisasi  Guru yang independent, artinya pemerintah tidak bisa mempengaruhi dan tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun.
Dan kami inikan masih pengurus yang bisa dikatakan pengurus yang baru satu tahun, jadi mengubah image guru dari tahun kepengurusan dahulu itukan masih menjadi tugas kami.
"Dan terus terang kami masih kesulitan dalam penggalangan dana, iuran anggota empat ribu rupiah setiap bulan mungkin sampai saat inipun kurang lebih hanya dua puluh persen itupun belum ada, itu kesulitan yang kami hadapi saat ini," terang Dicky.

Kedepannya mudah-mudahan dapat bekerja sama dengan dinas tentang iuran tersebut, melalui pemotongan gaji.
Karena bila kami keliling ke sekolahan rasanya sulit, dan dibulan January nanti mudah-mudahan kami ada kesepakatan dengan dinas untuk iuran tersebut.
Untuk kedepannya pasti kami akan lebih baik lagi, berikanlah kesempatan pada kami, kami baru satu tahun, dilantik bulan oktober kemarin dan ini sudah oktober lagi, tetapi kami sudah melakukan dua kali kegiatan besar seperti ini yang diketahui modalnya masih banyak menggunakan dari pribadi pengurus.

"Kami juga sudah menyiapkan yang namanya lawyer, jadi untuk kedepan bagi guru tak ada masalah seperti ada dibeberapa sekolah kemarin, itu kami dampingi denga lawyer kami.
Dan kami berharap kepada Guru untuk tetap eksis, tetap kompak melaksanakan tugasnya sesuai apa yang sudah menjadi tupoksinya masing-masing, dan kompak itupun harus diawali dari kompanya kepala sekolah," tutup dicky. (richard)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: