METRO, WWW.LAMPUNGHEADLINES.COM - Anggota Komisi III DPRD Kota Metro, Zas Dianur Wahid, menjelaskan bagaimana keadaan pada sektor pertanian yang ada di Kota Metro, khususnya produksi beras dan menghimbau agar solusi terbaik dapat diberikan oleh Pemerintah demi mensejahterakan Petani yang ada di Kota Metro, saat ditemui pada ruang kerjanya, Jum'at (28/09/2018).
Dalam rangka untuk mengejar target produksi beras, kalau pola tanam seperti itu, yakni pola tanam dalam 1 (satu) tahun tiga kali itu diterapkan, pada saat ini tidak bisa lagi, dikarenakan penyakit banyak. Mau tidak mau itu harus diselang oleh palawija, sehingga siklus hamanya ini bisa putus.
Kalau tidak diselang dengan palawija, hal-hal seperti ini akan terulang, sudah dari sejak Tahun 2016 hingga sekarang keluhan Petani-petani masih sama seperti itu. Kemarin juga untuk wilayah Metro Utara masih terganjal dengan perbaikan, seperti drainase. Saat petani sedang membutuhkan air, sebagian drainase juga sedang diperbaiki, Itu juga menjadi masalah. Mau tidak mau hal-hal yang dapat menimbulkan masalah seperti pola tanam dan sebagainya, Dinas terkait khususnya Pemerintah melalui PPL-nya harus lebih jeli melihatnya, jadi jangan kelewat memaksakan.
"Dalam pola tanam 1 (satu) tahun tiga kali itu tidak bisa, ya jangan dipaksakan, karena seolah-olah petani dijadikan eksperimen," ungkap Zas Dianur Wahid.
Pernah juga Zas Dianur menanyakan saat petani gagal panen, apa yang bisa Pemerintah lakukan ternyata juga tak nampak. Adapun asuransi pertanian, tapi selama ini asuransi tersebut tidak efektif. Diawal pencetusan asuransi tersebut terdapat komplain petani yang mengatakan "susah". Karena tidak bisa semerta-merta saat mereka gagal panen atau panen sedikit bisa komplain atau diganti, karena ada proses.
"Nah proses inilah yang petani kita tidak siap, jadi hal-hal yang sifatnya teknis harusnya tidak dibebankan kepada petani, sebaiknya malah difasilitasi petaninya melalui PPL misalnya, atau dengan yang lain-lainnya," terang Zas Dianur.
Kemudian, Zas juga menceritakan keadaan di daerah tempat tinggalnya yaitu Metro Utara, lalu menyatakan bahwa petani jika dipaksakan 1 (satu) tahun tiga kali tanam, petani akan habis-habisan untuk mengupayakan obat-obatan dalam penanganan hama. Dikarenakan siklus hama tidak putus, dan justru hal seperti ini yang harusnya dicarikan solusi, yaitu Pemerintah yang dapat memberi solusinya, karena dari DPRD hanya menghimbau.
Saya fikir bukan hanya bantuan obat-obatan, yang telah diberi oleh Pemerintah, termasuk pula bibit yang tahan terhadap penyakit, hama dan sebagainya, tapi pada kenyataannya tetap saja. Saya kira salah satu solusinya yakni, pola tanamnya yang harus diatur, apalagi sawah kita berdekatan dengan wilayah penunjang lainnya. Repotnya terkadang pola tanam yang berbeda, betul wilayahnya beda, misalkan Lampung Tengah - Metro - Lampung Timur yang hanya berbatasan, lalu kemudian pola tanamnya tidak sama dengan mereka, itu akan sama saja.
"Umpamanya, Mereka sudah panen, kita baru tanam, maka hamanya akan pindah," jelas Anggota Komisi III DPRD Kota Metro, Zas Dianur Wahid. (chard)




0 Comments: