Foto: Keceriaan anak- anak dalam kunjungannya didampingi para guru untuk mengenalkan dan mengajarkan kepedulian lingkungan. (sumber: IG @tamansabin).
Kabupaten Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Taman Sabin Pringsewu kini menjadi salah satu tempat wisata yang sedang diburu oleh wisatawan lokal maupun luar daerah, mengapa demikian, karena Taman Sabin memiliki keunikan tersendiri sehingganya membuat betah pengunjung dan ingin datang lagi dan lagi.
Taman Sabin yang artinya adalah Taman Sawah, merupakan salah satu wisata baru di Pringsewu yang berada di Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Jikalau image tempat wisata selama ini hanya sekadar tempat untuk memuaskan hasrat berswafoto, pengunjung yang datang ke Taman Sabin juga bisa sambil berwisata edukasi.
Owner Taman Sabin, Wawa Faturahman, mengatakan pada musim liburan sekolah pengunjung yang datang mencapai 500 orang. Pengunjung yang datang cukup membayar tiket masuk untuk harga tiket dewasa sebesar lima ribu rupiah, dan untuk anak kecil cukup dua ribu rupiah.
Luas Taman Sabin hampir 2 ha, dikatakannya, tapi itu bukan pengalihan fungsi lahan, fungsinya tetap sawah, tapi ini lebih terintegrasi dengan pertanian dan perikanan. perikanan. Jadi bisa dikatakan Taman Sabin adalah modifikasi seni bercocok tanam dengan inovasi.
Ada sebanyak spot foto yang menarik dengan view indah buat di kamera, jika cuaca terang keindahan terpampang nyata, hamparan persawahan yang indah yang dipadukan dengan bunga-bunga yang cantik sungguh membuat siapapun yang datang merasa puas menikmati keindahan alam persawahan di Pringsewu ini. Taman Sabin buka setiap hari, dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore.
Foto: Salah satu tempat di Taman Sabin yang menjadi favorit pengunjung. (sumber: Karya Monica)
Jika ke Taman Sabin, pengunjung bisa melihat tanaman hortikultura seperti padi, labu, cabai, sawi, pare, juga buah-buahan seperti melon dan semangka. Juga ada berbagai tanaman refugia yang warnanya menyolok mata dan juga beberapa kolam ikan sehingga menambah suasana keasrian pedesaan.
"Dulu kita cuma ngurus rumput, tapi di Taman Sabin ini kita bisa mempercantik dengan tanaman refugia. Salah satu cara pengendalian hama tanaman padi (hortikultura) dengan memanfaatkan tanaman hias dikenal dengan sebutan Refugia. Jadi hortikultura dapet, perikanan juga dapet," ujar Wawa saat ditemui di Taman Sabin, Sabtu (4/1/2020).
Semenjak ramai dikunjungi pengunjung dari berbagai daerah sejak September lalu, kini Wawa bisa melibatkan 110 orang dalam pengelolaan Taman Sabin.
"Untuk jumlah pekerja sudah ada 50 orang, ini diluar ibu-ibu pedagang yang kita free kan dan kitaa fasilitasi orang yang ekonominya lemah, juga kami sediakan tempat untuk berdagagang hasil buminya. Jadi kalau di totalkan ada 110 orang yang kami berdayakan," terang Wawa.
Hal yang membedakan Taman Sabin dengan tempat wisata lain yang ada di Kabupaten Pringsewu adalah berangkat dari rasa senasib sepenanggungan jika musim panen dan harga murah, pada saat itu para petani tak mendapat solusi untuk mendongkrak hasil jual tanamnya.
"Sehingganya, keberadaan Taman Sabin ini kita tetap menjalankan kearifan lokal dan kita ada nilai edukasinya. Pengunjung yang datang bukan hanya menikmati persawahan, tapi juga tahu jenis-jenis tanaman bunga serta fungsi tanaman lain yang ada di sini. Jadi bisa dikatakan berwisata sambil belajar," ungkap Wawa.
Nantinya di Taman Sabin juga akan disiapkan 9 gerai yang mewakili produk unggulan dari masing-masing kecamatan yang ada di Pringsewu. Kemudian akan ada perpustakaan dan juga tempat untuk menyulam dan belajar batik. Sehingga Taman Sabin bisa menjadi wadah buat berekspresi dan beraktifitas.
Kedepannya Wawa berharap akan ada taman-taman lainnya yang juga bernilai edukasi. "Karena jika ada taman-taman lain berdiri di tempat yang lain, kami bukan menganggap itu saingan, tapi sandingan. Jadi jika berbicara Pringsewu dengan branding kota pendidikannya, juga ada tempat wisata edukasinya," harap Wawa.
Salah satu pengunjung, Diana (18) asal Pekon Pandansari yang datang bersama teman-temannya mengakui keindahan Taman Sabin ini. "Bagus Mbak tempat nya, ownernya kreatif aja, bisa buat taman sebagus ini. Apalagi buat foto-foto jadi bagus," kata Diana.
Senada dengan Diana, salah satu pengunjung asal Kabupaten Pesawaran,Eli, yang datang bersama keluarganya juga mengatakan Taman Sabin ini alami keindahannya. "Saya udah empat kali kesini Mbak, tapi karena suka sama tempat ini jadi dateng terus kesini. Karena itu suasananya alami dan masih pedesaan gitu," pungkas Diana. (Mr/Mm/Ws)
Senin, Januari 13
Author: Redaksi
Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.





0 Comments: