Tampilkan postingan dengan label tubabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tubabar. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 19

Kapolres Tubabar Manfaatkan Cocok Tanam Dengan Sistem Hidroponik Berbuah Manis

Kapolres Tubabar Manfaatkan Cocok Tanam Dengan Sistem Hidroponik Berbuah Manis


Tubabar, www.lampungheadlines.com -Manfaatkan lahan kosong dihalaman rumah dalam program ketahanan pangan seperti Budidaya Lele, ternak ayam, bercocok tanam Sayur-sayuran dengan sistem hidroponik berbuah manis, kegiatan ketahanan pangan yang digagas langsung oleh Kapolres AKBP Hadi Saepul Rahman, S.IK pada pandemi Covid-19 itu akhirnya memberi manfaat.

Kapolres Tuba Barat mengatakan, Kegiatan hari ini kita lakukan bersama pejabat utama Polres serta bersama Bhayangkari, melaksanakan panen serta membagikan kepada warga hasil dari ketahanan pangan yang telah kita lakukan tempo lalu, Jum'at 19/06/2020.

“Alhamdulillah upaya yang kami rintis selama masa pandemi ini tidak sia-sia dan hasilnya pun bisa dirasakan sekarang,” ungkap Kapolres Tuba Barat.
.
Menurut Kapolres Tuba Barat, dampak pademi Covid-19 ini pastinya berpengaruh terhadap ketahanan pangan seperti hasil pertanian maupun perikanan, sehingga kita mencoba menempuh langkah antisipasi dengan menciptakan inovasi baru pada saat dirumah
.
“Kegiatan ini merupakan contoh hasil dari memanfaatkan waktu dirumah agar lebih produktif pada masa pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Taufik)

Rabu, Juni 10

Seorang Nenek Digendong Pak Polisi Saat Pengambilan BST, Ini Kata Pak Polisi !!!

Seorang Nenek Digendong Pak Polisi Saat Pengambilan BST, Ini Kata Pak Polisi !!!

 

Tubabar, www.lampungheadlines.com - Ada pemandangan yang tak biasa ketika penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Pulung Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung Rabu (10/06/2020).

Terlihat, seorang anggota Polsek Tulang Bawang Tengah  membopong seorang nenek lanjut usia ketika pulang mengambil BST.

Aipda Abdul Khodir, anggota Polsek Tulang Bawang Tengah yang saat itu melakukan pengamanan, langsung menghampiri nenek tersebut dan membopongnya

Kejadian ini langsung menjadi pusat perhatian sejumlah warga lain yang antre menunggu giliran penerimaan BST.

Aipda Abdul Khodir tetap menunjukkan profesionalitasnya dalam bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan.

Aipda Abdul Khodir mengaku tak tega melihat nenek yang dibopongnya tersebut ketika hendak berjalan bertatih-tatih menuju mobil sesudah mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST).

Ia merasa terpanggil hatinya ketika melihat nenek lanjut usia tak berpikir panjang, ia mengaku langsung menghampiri nenek itu dan membopongnya hingga ke dalam mobil yang terparkir di depan Kantor Pos Pulung Kencana.

"Saya merasa kasihan, karena melihat nenek itu berjalan perlahan-lahan kayak mau jatuh, sehingga saya merasa terpanggil untuk menolongnya," kata "Saya merasa kasihan, karena melihat nenek itu berjalan perlahan-lahan kayak mau jatuh, sehingga saya merasa terpanggil untuk menolongnya," kata Aipda Abdul Khodir.

Selain itu, Aipda Abdul Khodir menjelaskan, ia bertemu dengan nenek lansia tersebut, ketika melakukan pengamanan dan monitoring kegiatan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Pulung Kencana bersama rekan kerjanya.

"Personil Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya terjadi saat tindak pidana maupun pengamanan saat ada event saja, namun juga dalam hal membantu warga yang mengalami kesulitan," pungkasnya (Taufik).

Senin, Juni 1

Plt. Kadinsos dan Anggota DPRD Angkat Bicara Terkait Bansos di Tiyuh Tirta Makmur

Plt. Kadinsos dan Anggota DPRD Angkat Bicara Terkait Bansos di Tiyuh Tirta Makmur


Tubabar, www.lampungheadlines.com - Mengenai perbedaan data Bantuan Sosial berupa beras 10 kg untuk 70% perkepala keluarga, dari Pemerintahan Kabupaten Tulang Bawang Barat di tiyuh Tirta Makmur kecamatan Tulangbawang Tengah, Dinas Sosial Angkat Bicara, senin 01/ 06/ 2020.

Betapa tidak di Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulang Bawang Tengah jumlah penerima bansos dibagikan berupa beras 10Kg per kepala keluarga itu sebanyak 807 KK, data itu berbeda dengan yang diberikan dinas sosial di Tiyuh Tirta Makmur, yakni berjumlah 861 KK.

Plt Dinas Sosial, Somad mengatakan, bantuan sosial berupa beras yang kami berikan untuk seluruh tiyuh, sesuai dengan data yang diberikan dari tiyuh kepada dinas sosial, tidak ada pelebihan ataupun pengurangan bantuan tersebut, kita sesuaikan dengan jatah masing-masing tiyuh,

" Tidak ada pelebihan dan penguragan jatah bantuan tersebut, itu semua diberikan kepada seluruh tiyuh sesuai dengan data dan jatah tiyuh masing-masing", paparya.

Somad menambahkan, dalam bantuan Covid-19 ini saya selalu menghimbau kepada seluruh aparatur pemerintah Tiyuh agar dapat menyalurkan bantuan tersebut dengan benar dan jangan sampai bermain mengenai bantuan Covid-19,

" jangan macam-macam dengan bantuan yang diberikan dari Pemerintahan Kabupaten untuk seluruh masyarakat Tubaba, saya akan tindak tegas bagi yang ingin macam-macam dengan bantuan Covid-19 untuk masyarakat Tubaba yang terdampak pandemi covid 19 ," ucapnya

menyikapi adanya penyimpangan bantuan sosial dari Pemkab setempat berupa beras 10 kg bagi warga yang terdampak Covid-19 di Tiyuh Tirta Makmur kecamatan Tulangbawang Tengah kabupaten Tulangbawang barat, Anggota DPRD Komisi II kabupaten tubaba mengutuk keras penyimpangan bantuan sosial Covid-19.


Arya Saputra anggota DPRD komisi II mengatakan, sangat disayangkan jika ada aparatur Tiyuh maupun Pemkab yang masih menyelewengkan bantuan sosial berupa beras 10 Kg yang disalurkan kurang lebih 70% bagi warga yang terdampak Covid-19 di kabupaten tubaba melalui dinas sosial.

"miris melihat jika betul Tiyuh Tirta Makmur tersebut menyelewengkan bantuan sosial berupa beras tersebut dimasa wabah yang melanda Indonesia khususnya kabupaten Tubaba tercinta ini", ungkapnya

Arya menambah, dikutip dalam Pasal 2 ayat 2 UU No. 31 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Secara jelas tertuang pada Undang-undang tersebut di bagian penjelasan, bahwa seseorang yang diduga melakukan tindak pidana korupsi disaat keadaan tertentu akan dapat diberikan hukuman mati, pengertian dari yang dimaksud dengan keadaan tertentu.

"kita akan menindaklanjuti adanya hal tersebut dan akan kita panggil dinas sosial serta Kepalo Tiyuh Tirta Makmur yang berani menyelewengkan bantuan Covid-19, jika terbukti adanya penyelewengan kita selaku DPRD akan menyurati serta menyerahkan ke pihak berwajib agar dapat diproses secara hukum yang berlaku", Pungkasnya (taufik)

Sabtu, Mei 30

Pendataan BST di Tiyuh Daya Asri Kecamatan Tumijajar Jadi Sorotan Warga

Pendataan BST di Tiyuh Daya Asri Kecamatan Tumijajar Jadi Sorotan Warga


Tubabar, www.lampungheadlines.com - Gejolak Permainan Pendamping Matra tiyuh Daya asri dan Tiyuh Gunung menanti menjadi sorotan Di mata masyarakat Tiyuh Daya Asri kecamatan Tumijajar , kabupaten Tulang Bawang Barat ,"sabtu 30/05/2020.

banyak Problem dan bincangan warga Daya Asri soal pendataan BST di tiyuh setempat ,

SRI RAHAYU seorang istri Petani Sukses yang anak nya di sekolahkan di bidang Kedokteran di salah satu unifersitas Ternama sumatra selatan , mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Hartono salah satu warga Daya asri RK 1 Rt 1 tiyuh daya asri mengatakan " di RK  RT ada seorang Petani suksek Istri nya bernama Sri Rahayu , beliau mendapatkan BST ,"ujarnya

hartono menambahkan " Penerima BST atas nama Sri rahayu tersebut , menurut saya tidak wajar mendapatkan Bantuan tersebut di karnakan sawah atau peladangan beliau lebar , dan dapat menyekolahkan anak nya di kedokteran  ternama di salah satu unifersitas
di sumatra selatan,"terangnya

menurut Data yang di dapat awak media hinpun SRI RAHAYU mendapat kan bantuan BST dengan syarat Usulan Pemda

Hartono berharap agar dinas atau pendamping yang mendata pendataan tersebut dapat , bener bener bekerja dan kroscek dilapangan dangan benar ,"harapnya

menurut pantawan di lapangan isu berdar, pendataan tersebut di data melalui pendamping matra tiyuh setempat yang bernama Ari selaku pendamping matra Daya asri dan Wendi Adhari selaku pendamping Tiyuh gunung menanti .

sampai nya berita ini diterbitkan Dua pendamping matra tersbut mengatakan tidak mengetahui pendataan terkait bantuan BST tersebut,

"Itukan bantuan dari pusat mengenai pendataan kita tidak tahu mungkin saja langsung dinas terkait yang mendatanya", pungkasnya. (taufik)
Berdalih Beda Data, Penyaluran Bansos di Tulang Bawang Barat Diduga Rawan Penyelewengan

Berdalih Beda Data, Penyaluran Bansos di Tulang Bawang Barat Diduga Rawan Penyelewengan


Tubabar, www.lampungheadlines.com - Bantuan Sosial (Bansos) yang disalurkan dari Dinas Sosial untuk seluruh Tiyuh di Kabupaten Tubaba diduga banyak yang menyimpang serta mencari keuntungan pribadi.

Mengapa tidak di Tiyuh Tirta Makmur kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat, telah mendapat dan membagikan bansos berupa beras 10 kg perkartu keluarga sejumlah 807 KK, namun berbeda dengan data bantuan yang diberikan dari dinas sosial untuk Tiyuh Tirta Makmur berjumlah 861 kartu keluarga.

Juru Tulis Tiyuh Tirta Makmur, Ramdan mengatakan, " Bansos berupa beras yang disalurkan dari Dinas Sosial Tubaba untuk masyarakat sudah kita salurkan sejumlah 807 kartu keluarga berupa beras 10 kg perkartu keluarga", paparnya. Sabtu, (30/05/2020).

Sementara itu saat disinggung mengenai perbedaan data tiyuh dengan data Dinas Sosial Juru Tulis berdalih pembagian yang diserahkan ke tiyuh memang dilebihkan,  "Data itu memang beda mas, dari Dinas Sosial memang untuk semua Tiyuh dikasih lebih", ungkapnya.

Padahal data dari Dinas Sosial yang didapatkan awak media untuk Tiyuh Tirta Makmur sejumlah 861 kepala keluarga yang seharusnya mendapatkan bantuan sosial berupa beras 10 kg.

Ditempat terpisah saat awak media ingin konfirmasi kepada Kepala Tiyuh Tirta Makmur mengenai perbedaan data bantuan tersebut, kepala tiyuh tirta makmur tidak ada di tempat,dan sampai berita ini diterbitkan Sapto Suhendar belum bisa dijumpai," pungkasnya (Taufik)