Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, September 23

Besok! Seluruh Objek Wisata di Kabupaten Tanggamus dibuka Bagi Wisatawan, Jaga Prokes Covid-19

Besok! Seluruh Objek Wisata di Kabupaten Tanggamus dibuka Bagi Wisatawan, Jaga Prokes Covid-19

Tanggamus, www.lampungheadline.com - Seluruh Objek Wisata di Kabupaten Tanggamus, akhirnya bisa dibuka kembali untuk wisatawan, hal ini disampaikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tanggamus, melalui surat edaran (SE) dengan nomor 556/277/39/2021 tentang pembukaan Objek Wisata. Kamis, 23/09/2021.


Dikatakan Kepala Dinas Disparbud Tanggamus Hj. Retno Noviana Damayanti, S.T, M.T diruang kerjanya, hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Bupati Tanggamus Nomor 360-4298/01/2021 Tanggal 21 September 2021, tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 Berbasis Mikro.

Dan mengoptimalkan posko penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di tingkat Pekon, Kelurahan, dalam rangka pengendalian penyebaran dan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Tanggamus.


"Maka dengan ini disampaikan kepada seluruh Pengelola Objek Wisata di Tanggamus, terhitung mulai tanggal 24 September 2021 (Besok), seluruh objek wisata di Kabupaten Tanggamus dibuka kembali bagi wisatawan,"ucap Retno.


Kemudian, bagi pihak pengelola objek wisata diwajibkan menerapkan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas), melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi objek wisata masing-masing secara rutin, dan membuat banner kawasan wajib memakai masker dan telah di vaksinasi, serta menyediakan sarana berupa alat pengukur suhu tubuh dan tempat cuci tangan. Para pengunjung wisata harus dapat menunjukan kartu vaksinasi sampai dengan dosis ke-2 kepada petugas, dan pembatasan kapasitas pengunjung sebanyak 25% dari kapasitas total destinasi yang dikelola.


" Bagi pengelola objek wisata yang tidak dapat menerapkan protokol kesehatan di lokasi objek wisata sebagaimana yang telah disebutkan (angka 2,3 dan 4), maka akan dikenakan sanksi berupa teguran dan penutupan kembali sementara, sampai dengan adanya perbaikan dalam hal penerapan protokol kesehatan di objek wisata yang dikelola tersebut,"tandas Kadisparbud Tanggamus Retno Noviana Damayanti.(Rudi)

Minggu, Mei 23

Pengelola Wisata Sesalkan Forkom Pokdarwis Kabupaten Pringsewu Tak Bisa Jadi Fasilitator

Pengelola Wisata Sesalkan Forkom Pokdarwis Kabupaten Pringsewu Tak Bisa Jadi Fasilitator



Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Dampak penutupan tempat wisata di Kabupaten Pringsewu menjadi sorotan banyak masyarakat, pasalnya surat edaran yang ditandatangani oleh sekretariat daerah kabupaten Pringsewu dengan tegas untuk menutup tempat wisata, atas hal tersebut Pol PP kabupaten Pringsewu melakukan pembubaran dan penutupan tempat wisata dengan memasang Baliho tertulis mulai tanggal 18 Mei 2021 tempat wisata ini ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan. seperti kejadian di wisata Talang Indah Pringsewu yang di bubarkan secara paksa oleh satuan gugus tugas Pringsewu pada tanggal 18 mei 2021, yang tetap membuka wisatanya.


Atas ditutup nya tempat wisata di kabupaten Pringsewu mendapat tanggapan dari beberapa Pengelola wisata di kabupaten Pringsewu, seperti dikatakan oleh beberapa penggiat wisata yang berinisial SK Kepada media ini, SK menuturka "Saya sangat Menyesalkan atas kejadian tersebut, seharusnya disinilah peran Forum Pokdarwis Kabupaten Pringsewu, atas permasalahan ini dan harus bisa menjadi fasilitator antara penggelola tempat wisata dengan pemerintah daerah dan seharusnya sejak himbauan pertama yang di keluarkan oleh pemda pringsewu tersebut yang itu juga merupakan program pemerintah dalam penanggulangan wabah COVID-19, seyogyanya FORKOM POKDARWIS juga menganjurkan anggota nya dan juga para pengelola wisata untuk mentaati dulu edaran tersebut, bukan malah justru seakan menolak, dengan menyuaraka di media sosial facebook group pringsrwu community. Kita sebagai masyarakat harus mentaati apa yang menjadi himbauan pemerintah apalagi itu didasari oleh intruksi Menteri dalam Negeri.


Sangat disesalkan sekali, jika Forum pokdarwis bentukan dinas Pariwisata Pringsewu, justru terkesan menolak, ini akan menimbulkan kebingungan dan bahkan seakan terkesan meprofokasi kepada para pengelola wisata, untuk menolak himbauan tersebut.


Apapun bentuknya yang namanya sudah ada edaran ya seharusnya dilaksanakan, apalagi forum yang harusnya menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah semestinya mampu mengedukasi kepada anggotanya , karena dengan dikeluarkannya peraturan pertanggal 17 pasti semuanya sudah dikaji tidak asalan saja membuat edaran tanpa dasar. Terangnya.



Tak Hanya SK, namun salah satu anggota forkom yaitu TP juga, Mengungkapkan, salah satu fungsi dibentuknya Forum Pokdarwis Kabupaten Pringsewu kan untuk memfasilitasi pemerintah dengan Para penggiat atau pengelola wisata atau singkatnya Fasilitator, toh adanya Forkom kan juga di SKan oleh dinas pariwisata, harusnya kan bisa menjadi perpanjang tangan pemerintah daerah dalam menyampaikan himbauan dalam  mentaati nya, coba saja dari saat awal adanya edaran/himbauan tersebut langsung disikapi   oleh FORKOM dan dilanjutkan kepada kami para pengelola pasti dengan kesadaran akan mentutup nya, tak harus repot-repot menurunkan Pol PP seperti yang terjadi di taman Tirta Asri Banyu Mas dan Talang Indah Pajaresuk. , kan jadi terkesan citranya  jelek dimata masyarakat kalau pada tau tempat wisata ditutup oleh Pol PP, seakan kami ini para pengelola wisata tidak taat kepada pemerintah dan tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.



Sekali lagi kami sangat menyesalkan jika Forkom tidak bisa menjadi Fasilitator antara pemerintah dengan pengelola wisata,   karena itu salah satu fungsi dari sebuah organisasi/forum, biar kelihatan kerjanya lah, bukan malah sibuk membuat program dan ngurus dana hibah sebesar 55 juta yang entah apa manfaat dari dana hibah tersebut, Hingga melalaikan apa yang menjadi tugas fungsi sebenarnya. seperti yang tertuang dalam AD/ART


Terpisah, kepala Dinas Pariwisata yang di hubungi melalui seluler sangat menyesalkan sikap yang dilakukan Forkom (forum komunikasi Pokdarwis) Kabupaten Pringsewu yang melakukan orasi di medsos Group FB Pringsewu comunity, oleh pengurus dan anggota forkom. (Red)

Selasa, Maret 30

Catat! Mulai 1 April Objek Wisata di Tanggamus dibuka Bagi Wisatawan, Retno: Tetap Patuhi Prokes

Catat! Mulai 1 April Objek Wisata di Tanggamus dibuka Bagi Wisatawan, Retno: Tetap Patuhi Prokes

 


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Momen bahagia yang di tunggu-tunggu para wisatawan khususnya masyarakat Tanggamus akhirnya tiba, pasalnya mulai Kamis tanggal 01 April 2021, seluruh objek wisata di Tanggamus secara resmi dibuka kembali untuk umum. Berdasarkan surat Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, nomor 556/217/39/2021 perihal pembukaan Objek Wisata, yang ditujukan kepada para pengelola Wisata se-kabupaten Tanggamus. Selasa 30/03/2021.


Penutupan semua objek wisata selama ini oleh Pemerintah Daerah Tanggamus, karena di sebabkan adanya pandemi Covid-19, dan salah satu langkah mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid 19 di masyarakat pada objek-objek wisata.


Hal tersebut yang di sampaikan langsung oleh, Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Tanggamus Hj. Retno Noviana Damayanti. ST,.MT di ruang kerjanya, pemberitahuan kembali di bukanya seluruh objek wisata tersebut, berdasarkan surat edaran Bupati Tanggamus Nomor : 420/1778/15/2021 tanggal 30 Maret 2021, tentang pembatasan kegiatan belajar tatap muka, kegiatan berpotensi menimbulkan kerumunan dan/atau keramaian dan kegiatan keagamaan dalam masa pandemi corona virus desease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Tanggamus.


Hal ini telah di sampaikan kepada seluruh pengelola objek-objek Wisata di Tanggamus, karena berdasarkan Surat Edaran di atas poin nomor 4 (empat), yang berbunyi “Objek wisata dapat kembali dibuka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan kepada para pengelola objek wisata agar melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan mandiri. Objek-objek Wisata tersebut terhitung mulai tanggal 01 April 2021, telah di buka kembali bagi para wisatawan.


" Bagi pengelola objek wisata di wajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), melakukan penyemprotan disinfektan dilokasi objek wisata masing-masing, dan membuat banner kawasan wajib memakai masker di setiap destinasi, serta menyediakan sarana berupa alat pengukur suhu tubuh dan tempat cuci tangan,"Jelas Retno.


Masih kata Retno, bagi para pengelola wisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan di lokasi objek wisata sebagaiman angka 2 (dua), maka akan dikenakan sanksi, berupa teguran dan penutupan kembali sementara, sampai dengan adanya perbaikan dalam hal penerapan protokol kesehatan di objek wisata yang dikelolanya tersebut. 


"Alhamdulillah semua tempat Wisata di Tanggamus sudah bisa kita buka untuk umum, saya harapkan kepada seluruh pengelola harus tetap menerapkan protokol kesehatan covid 19, dan kepada para wisatawan di himbau supaya juga mematuhi aturan dan disiplin dengan 3M yang telah di tetapkan oleh pemerintah kita, agar ketika pada saat sedang berwisata kita bisa aman dan nyaman,"Pungkas Kadis Pariwisata Dan Kebudayaan Tanggamus mengakhiri kalimatnya.(Rudi)

Selasa, Februari 2

Ini Tanggapan Kadis Pariwisata, Soal Keluhan Para Fotografer Perihal Tarif Motret di Pantai Gigi Hiu

Ini Tanggapan Kadis Pariwisata, Soal Keluhan Para Fotografer Perihal Tarif Motret di Pantai Gigi Hiu



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus, Lampung angkat bicara terkait dengan pemberitaan objek wisata Pantai Gigi Hiu saat ini tengah 'viral di jagat maya, tentang tarif motret yang dianggap agak mahal, khususnya bagi kalangan para pecinta fotografer. Selasa, 02/02/2021.


Hal ini disampaikan langsung oleh, Kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanggamus Retno Noviana Damayanti diruang kerjanya, terkait dengan Laporan dari Bapak X yang ditujukan ke Call Centre Wakil Gubernur Provinsi Lampung perihal “Foto Wisata Berbayar”, untuk itu Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus menyampaikan beberapa poin tentang hal tersebut sebagai jawaban dari pemerintah daerah setempat.


Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanggamus sudah menghubungi manajemen dari pihak pengelola destinasi Wisata Gigi Hiu (Bpk. Agus). Kemudian terkait 

tarif tiket masuk sudah mengikuti aturan dan standar yang telah ditentukan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, berdasarkan perda no.02 Tahun 2016 tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga.


Adapun biaya di luar tiket masuk seperti produk wisata, yang merupakan ke-khas-an Wisata Gigi Hiu adalah fokus pada spot-spot foto, video dan film yang sangat berbeda dengan kawasan wisata lain, sehingga mengenai harga produk wisata yang ditawarkan di dasarkan kepada, biaya perawatan dan operasional

Mekanisme dan analisa pasar, belum adanya regulasi yang mengatur secara khusus tentang biaya tersebut.


Telah terjadi miskomunikasi antara pengelola dan pengunjung terkait jadwal kunjungan. Dikarenakan letak lokasi destinasi Wisata Gigi Hiu ini agak jauh dari perkampungan warga dan kondisi infrastruktur jalan yang kurang layak serta untuk menghindari kendala dijalan saat kepulangan para pengunjung. Untuk itu maka manajemen menetapkan jam kunjungan dibatasi pukul 08.00-17.00 WIB. Bertujuan agar jika terjadi kendaraan slip/mogok, pihak Manajemen bisa melakukan upaya bantuan yang diperlukan.


Selain itu, pihak manajemen pengelola destinasi Wisata Gigi Hiu bersedia, menerima Kritik dan Saran dari siapapun secara terbuka terhadap segala masukan - masukan konstruktif yang disampaikan secara produktif, karena saat ini pengelolaan destinasi Wisata Gigi Hiu, sedang dalam proses pembenahan baik dari segi sumber daya manusia (SDM), baik Pengelola di lapangan serta fasilitas pendukung di destinasi Wisata Gigi Hiu.


" Kita sudah ada upaya, dengan sudah berkoordinasi dengan pihak DMS selaku pengelola wisata sekaligus pemilik lahan disana, terkait harga tarif itu sebenarnya merupakan wewenang mereka. Karena itu milik pribadi dan Pemda dalam hal ini hanya memantau saja,"ucap Retno.


Apabila tarif harga yang diberikan terlalu mahal, maka pemkab melalui dinas akan memberikan saran dan masukan kepada mereka, sebab pemkab memang belum ada regulasinya yang mengatur. Karena mereka mencontoh harga pasar serta harga pembanding dari tempat wisata lainnya, serta harga standarnya belum ada, Dan kedepan atas kejadian ini pemkab akan segera menentukan regulasinya untuk mengatur hal tersebut.


'' Pihak DMS inikan baru dalam hal pengelolaannya, sebab lahan-lahan ini baru dibelinya secara pribadi dengan harga lumayan besar, serta belum lakukan  sosialisasi. Saat ini sarana dan prasarana sedang dalam tahap pembangunan, seperti akses masuk tengah dalam proses perbaikan, selain itu mereka juga sedang belajar untuk peningkatan SDM, semuanya menggunakan anggaran dana pribadi dari pengelola wisata tersebut. Hanya terjadi miskomunikasi saja sepertinya,"tandas Retno.(Rudi)

Sabtu, Maret 14

Sambut HUT Pringsewu, Warga Pajarisuk Gelar Pasar Kuliner "Lorong Makmur 456"

Sambut HUT Pringsewu, Warga Pajarisuk Gelar Pasar Kuliner "Lorong Makmur 456"

Keterangan: Pasar kuliner yang diramaikan dengam hiburan Ndremis People Angklung cukup meramaikan antusiasme warga baik dari Kelurahan Pajarisuk maupun para pengunjung. (foto: Fai)

Kabupaten Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Dalam rangka sambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Pringsewu ke-11 yang jatuh pada 3 April 2020 mendatang, warga Pajarisuk khususnya Rt. 4, 5 dan 6 gelar pasar kuliner dengan tajuk "Lorong Makmur 456", Sabtu malam (14/3/2020).

Acara yang digagas dan diadakan oleh warga sekitar Kelurahan Pajarisuk ini menyajikan berbagai kuliner dengan harga yang relatif cukup murah dan terjangkau.

Antusiasme pengunjungnya cukup tinggi hal ini dapat terlihat padatnya lokasi acara, ditambah hadirnya hiburan yang turut meramaikan gelaran tersebut menarik minat para pengunjung dikalangan muda mudi, yakni pertunjukan Angklung yang dipentaskan oleh Ndremis People Angklung dari Kalirejo, Lampung Tengah.

Selain warga sekitar, para pengunjung tidak hanya dari kalangan muda mudi saja namun juga orang tua yang bersama anak-anak turut menyambangi gelaran malam Minggu ini.

Riska salah satu pengunjung dari Pekon Pringsewu Utara cukup berminat dengan kuliner yang disediakan dan berharap acara ini dapat terus diadakan setiap malam Minggu guna meramaikan acara sambut HUT Pringsewu ini.

"Kalau bisa inginnya ada seperti ini tiap malam Minggu, coba bisa kerjasama dengan pihak pengembang dibidang kuliner mas, jadi tiap malam Minggu ada pasar kuliner seperti ini, karena banyak warga Pringsewu gemar berkunjung ke acara atau event seperti ini", harap Riska. (Mr)

Minggu, Maret 8

Sambut HUT Pringsewu ke 11, Hotel Urban by Frontone Promo Diskon

Sambut HUT Pringsewu ke 11, Hotel Urban by Frontone Promo Diskon

Keterangan: Hotel Urban by Frontone Kabupaten Pringsewu yang berlokasi di Jalan Jend. Ahmad Yani nomor 999, Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung 35373. (foto: frontone.com)

Kabupaten Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Urban Style by FrontOne merupakan hotel berkelas dan salah satunya hotel berstandar bintang yang ada di kota Pringsewu dengan mengutamakan pelayanan terbaik untuk memberikan kenyamanan setiap pengunjung yang datang, Urban Style by FrontOne memiliki 62 kamar 3 pilihan kelas, kelas Supperior, kelas Deluxe dan kelas Executive dengan dilengkapi fasilitas-fasilitas lain seperti, Urban kitchen Resto, Selfiespoy dan SpotBox Sky Lounge. Dengan lokasi yang terletak di pusat Kota Pringsewu sehingga sangat mudah sekali untuk mengakses tempat-tempat umum, diantaranya rumah sakit, kawasan kuliner, departemen store dan beberapa tempat lainnya.

Dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Pringsewu ke 11 Hotel Urban by FrontOne berkontribusi dengan memberikan diskon untuk kelas Superior sebesar 50% dari harga publish dengan sarat dan ketentuan khusus untuk masyarakat kabupaten Pringsewu. Berbeda dengan kelas Superior kelas Deluxe juga memberikan promo Deluxe Packkage dengan diskon sebesar 43% yang diperuntukkan untuk pengunjung umum, pernyataan tersebut diungkapkan Sales Marketing Executive Ardi Triwibowo S.Kom saat ditemui media ini dilobi Hotel Urban by FrontOne, Selasa (3/3/2020).

"Dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Pringsewu ke 11 Hotel Urban by FrontOne ikut berkontribusi dengan program promo special sebesar 50% dari harga publish adapun untuk harga normal kelas Superrior Rp 700.000 untuk satu kali chek in dan promo spesial ini berlaku dibuka tanggal 15 February sampai dengan tanggal 31 Maret 2020 dan untuk kelas Superrior memiliki syarat dan ketentuan khusus yang diperuntukkan untuk masyarakat Kabupaten Pringsewu dan bisa menunjukkan KTP sebagai bukti bahwa benar warga masyarakat Kabupaten Pringsewu" Jelasnya.

Hal senada juga disampaikan David Apriadi S.Pd FO Suvervisor, dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Pringsewu Ke 11 Hotel Urban memberikan diskon sampai dengan 50% dari harga publish untuk di 2 kelas yakni kelas Superrior dan kelas Deluxe dengan Syarat Dan Ketentuan berlaku.

"Salah satu bentuk kontribusi Hotel Urban by FrontOne dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Pringsewu Ke 11 dengan cara memberikan promo discon sebesar 50% untuk kelas Superrior dan diskon sebesar 43% untuk kelas Deluxe, misalnya untuk superior harga publish Rp 700.000, pengunjung hanya cukup bayar Rp 350.000 tapi dengan syarat bisa menunjukkan bukti sebagai warga masyarakat Kabupaten Pringsewu adapun untuk promo Deluxe Package diskon sebesar 43% dari harga publish Rp 800.000 berlaku untuk seluruh pengunjung" Ungkapnya.

"Dan khusus untuk tamu Hotel Urban by FrontOne kami dari pihak manajemen siap memberikan pelayanan yang terbaik, karena menurut kami kepuasan tamu ataupun pengunjung itu yang sangat kami utamakan" Tutupnya. (Mr)

Rabu, Maret 4

PUTRI OTONOMI DAERAH TANGGAMUS TAHUN 2020 TERIMA PEMBEKALAN

PUTRI OTONOMI DAERAH TANGGAMUS TAHUN 2020 TERIMA PEMBEKALAN


Tanggamus, www.lampungheadlines.comPemkab Tanggamus melalui Bappelitbang Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Olah Raga (Disparbudpora) Melaksanakan Pembekalan bagi Putri Otonomi Daerah Kabupaten Tanggamus Tahun 2020.

Rencananya kegiatan ini akan digelar selama 3 hari mulai dari tanggal 03 - 05 Maret 2020, yang bertempat di Aula Hotel 21 Gisting kecamatan Gisting.
Turut hadir dalam acara tersebut, Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala Sub bidang Perencanaan Bappelitbang Kabupaten Tanggamus, Kepala Sub bidang Pembiayaan Bappelitbang, Kepala Sub bidang Penganggaran Bappelitbang, dan seluruh Panitia Pembekalan Putri Otonomi Daerah (POD) Kabupaten Tanggamus. 

Dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Bidang Perencanaan dan Pendanaan Bappelitbang yang mewakili Kepala Bappelitbang Kabupaten Tanggamus Hendra Wijaya Mega sekaligus membuka secara resmi kegiatan pembekalan Putri Otonomi daerah (POD) Kabupaten Tanggamus. Ia menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan langkah awal yang bertujuan untuk mengasah kemampuan dan pengetahuan seluruh Putri Otonomi Daerah Kabupaten Tangggamus, yang secara resmi telah ditunjuk mewakili dari seluruh Kecamatan di kabupaten yang berjuluk bumi begawi jejama ini.

Agar mengetahui lebih dalam tentang Kabupaten Tanggamus dari segala aspek, baik sejarah berdirinya Kabupaten Tanggamus dan pengetahuan tentang pandangan umum lainnya, Dan pembekalan ini dilaksanakan bertujuan memilih salah satu dari perwakilan dari 20 Kecamatan, untuk menjadi Duta Pembangunan. Yang nantinya akan di bawa ketingkat nasional guna memperkenalkan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Tanggamus.

" Diiharapkan nantinya akan menjadi barometer guna untuk mempromosikan Kabupaten Tanggamus  dari aspek Perencanaan Pembangunan yang optimal dan efektif dimasyarakat, khususnya kalangan muda,"pungkas Feri Inzagi. (Rudi)

Senin, Februari 3

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat Kaji Souh Jadi Kawasan Geopark Nasional

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat Kaji Souh Jadi Kawasan Geopark Nasional


Lambar, www.lampungheadlines.com -
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Lambar tengah  mengkaji Suoh menjadi kawasan Geopark Nasional. Hal tersebut menindaklanjuti perintah Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus di acara acara Coffee Morning di Aula Kagungan Setdakab. Lambar, Senin (03/02).


"Tadi siang kita sudah menggelar rapat dengan tim kecil di Balitbang guna mempercepat proses pegembangan Kawasan Geopark di Lambar. Dan secepat nya akan berkordinasi dengan Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan pihak terkait lain nya. Juga sesegara mungkin membentuk Tim Percepatan Geopark Lambar” ujar Noviardi Kuswan, Kepala Balitbang Lambar

Menurut Noviardi, konsep geopark sendiri mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Kaldera Suoh, Lembah Suoh dan Kaldera Danau Ranau merupakan potensial Geoheritage di Provinsi Lampung.

“Pengembangan Kawasan Geopark sudah diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2019 dan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Pemkab Lambar juga menuangkan hal tersebut dalam dokumen RPJMD Lambar 2017-2022 dan dokumen Riview RTRW Lambar. Jadi kita optimis Lambar bisa menjadi Kawasan Geopark” tambah nya

Rapat Tim kecil Pengembangan Kawasan Geopark Lampung Barat siang tadi di Kantor Balitbang dihadiri oleh Kepala Bappeda Lambar, Kepala Dinas Pariwisata, Kabag Sumberdaya Alam dan jajaran Tenaga Ahli Balitbang Lambar. (Kartiko)

Minggu, Januari 19

"Kurma Paris" Diharap Mampu Dobrak Potensi Ekonomi

"Kurma Paris" Diharap Mampu Dobrak Potensi Ekonomi

Foto: Wabup Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A., tengah bersama Andrean Andoyo, M.T.I., selaku Ketua panitia Kurma Paris. 

Kabupaten pringsewu, www.lampungheadlines.com - Makanan tradisional harus menjadi 'pembiasaan' kita dalam rangka mempertahankan sekaligus memperkenalkan salah satu warisan leluhur bangsa.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. saat membuka dan melaunching Kurma Paris (Kuliner Malam Pajaresuk) di Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu malam (18/1/2020).

Pembukaan atau launching ini sendiri ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wabup Pringsewu beserta jajaran dan panitia, serta penanaman pohon penghijauan jenis sirsak madu dan daun kelor.

Dikatakan, makanan tradisional selain memiliki citarasa tinggi dan juga merupakan salah satu potensi yang layak untuk dijual. "Karena itu, saya sangat mendukung dan menyambut baik dengan adanya kegiatan Kurma Paris yang secara khusus menyediakan berbagai jenis makanan tradisional dari berbagai daerah," katanya.

Fauzi juga mengapresiasi sekaligus mendukung kreatifitas masyarakat Pajaresuk dalam rangka memberdayakan potensi ekonomi mereka dengan mengadakan kegiatan yang sangat positif tersebut yang disebutnya sebagai gaya masyarakat Pajaresuk dalam membangun Pringsewu melalui kuliner, sehingga kegiatan seperti ini harus disemangati.

Selain itu, keberadaan Kurma Paris ini  menurutnya bisa dijadikan salah satu pilihan tempat 'nongkrong' malam minggu sekaligus destinasi wisata kuliner di Pringsewu.

Orang nomor dua di Kabupaten Pringsewu ini juga menyebut peran media sosial yang dinilainya sangat besar dalam mempromosikan dan mensosialisasikan keberadaan Kurma Paris.

Lebih lanjut dikatakan Wakil Bupati Pringsewu bahwa dalam waktu dekat Kabupaten Pringsewu akan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Lampung Ke-48 Tahun 2020 pada bulan April mendatang.

Dituturkan wabup bahwa akan ada 1.500 kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se Provinsi Lampung yang akan datang dan menginap di Pringsewu. Menurutnya hal tersebut tentunya menjadi peluang besar untuk melayani sekaligus memperkenalkan Kurma Paris kepada para tamu dari berbagai daerah.

"Saya ada sedikit pantun ; Jalan-jalan ke Gunung Lawu, memakai baju bergaris-garis. Jangan ngaku orang Pringsewu, kalau belum ke Kurma Paris," ucapnya, yang langsung mendapatkan tepuk tangan yang gemuruh dari masyarakat yang menyaksikan.

Sementara itu, Ketua Panitia Kurma Paris, Andreas Andoyo, M.T.I. mengatakan, Kurma Paris yang digelar setiap malam minggu ini berasal dari ide warga RT. 001 dan 002 Kelurahan Pajaresuk. "Ibu-ibu di RT.001 dan 002 ini ternyata memiliki potensi, meskipun awalnya sempat pesimis. Namun ternyata, baru saja buka, tak lama makanan yang dijual langsung habis. Semoga Kurma Paris akan berkesinambungan. Pada kesempatan ini, saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pringsewu atas segala dukungannya. Dan Kurma Paris ini ramai pengunjung karena juga disosialisasikan baik melalui media sosial maupun melalui Rapemda Pringsewu FM," ungkapnya.

Sekaligus disampaikan bahwa selama MTQ Tingkat Provinsi Lampung ke-48 nanti, Kurma Paris berencana akan dibuka setiap hari.

Pembukaan atau launching Kurma Paris yang pada malam pembukaan diikuti sebanyak 34 counter makanan ini juga dihadiri Kadis Koperindag Pringsewu Drs.Masykur Hasan, M.M., Kadis Kominfo Drs.H.Samsir Kasim, M.Pd.I., Kepala Pelaksana BPBD Pringsewu Edi S.P., S.Sos., M.M., Sekdispora dan Pariwisata Suchairi Sibarani, S.Pd., M.I.P., Camat Pringsewu Drs.Nang Abidin Hasan, Lurah Pajaresuk, serta tokoh masyarakat setempat. (Red)

Selasa, Januari 14

Pemkab Tubaba Gagas Megalithic Millenium Art

Pemkab Tubaba Gagas Megalithic Millenium Art

Foto: Sharing Time yang digagas Pemkab Tubaba akan digelar pada 22 - 26 Januari 2020.

Tulang Bawang Barat, www.lampungheadlines.com - Pemerintah Kabupaten Tubaba, Lampung, akan menggelar acara bertajuk "Sharing Time: Megalithic Millennium Art" pada tanggal 22-26 Januari 2020 mendatang.  Kegiatan tersebut akan bertempat di sejumlah venue yakni:  Kota Budaya Ulluan Nughik, Sessat Agung, Las Sengok (Tiyuh Karta) dan Situs Patung Megouw Pak. 

Acara ini digagas oleh Suprapto Suryodarmo (Alm) dan Bupati Tubaba, Umar Ahmad.

Suprapto Suryodarmo adalah seniman yang dikenal secara global melalui sebuah metode performance yang bernama “Joget Amerta”.

Sebagai sebuah metode olah gerak, Joget Amerta menekankan pada pencarian ke dalam (Inner), dari kedalaman diri lalu membangun kesadaran akan hubungan dengan lingkungan, manusia dan Tuhan.

Joget Amerta bukanlah tari dalam pengertian memiliki teknik-teknik gerak yang baku, tapi seperti apa yang dikatakan oleh maestro Sardono W Kusumo apa yang dilakukan Suparpto Suryodarmo justru menjadi lebih penting karena dia mampu menciptakan atmosfir tari. Sebagian orang menyebut Joget Amerta sebagai sebuah meditasi gerak.

Umar Ahmad adalah Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang memiliki visi menjadikan Tubaba sebagai satu wilayah yang memiliki atmosfir kebudayaan sekaligus wilayah yang memiliki wawasan ekologis.

Dia percaya bahwa melalui pendidikan kesenian dan lingkungan manusia bisa berubah menjadi lebih baik, menjadi lebih beradab.

"Dalam lima tahun terakhir anak-anak di Tubaba bisa berlatih kesenian seperti teater, sastra, seni rupa, musik, film, fotografi dan tari. Juga berlatih pendidikan ekologi untuk membangun kesadaran dalam praksis sehari-hari mereka, dibangun kesadaran seperti tidak membuang sampah sembarangan, pengurangan sampah plastik, menanam pohon hingga diberikan pengetahuan pertanian permakultur," ujarnya dalam rilis Sharing Time.


Sementara, tema Sharing Time: Megalthic Millennium Art menunjukan pertemuan dua tradisi: Mbah Prapto yang selama puluhan tahun berlatih Joget Amerta di situs-situs Megalitik (selain candi), sebagai ruang sunyi yang mendekatkan diri dengan alam, Tuhan dan peradaban masa silam.

Sementara Millennium merujuk pada manusia dan situasi masa kini. Berkorelasi pula pada masifnya pendidikan kesenian dan lingkungan pada anak-anak di Tubaba sebab merekalah sesungguhnya pemilik Tubaba di masa depan.

Maka, tema Sharing Time: Megalithic Millennium Art memiliki spektrum pengertian teramat kaya, dalam rilis disampaikan,  kita akan lebih memahaminya dalam seluruh gelaran acara yang berupa: sarasehan, workshop dan pertunjukan.

Menurut rencana, acara ini akan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim.

Pejabat Negara yang juga akan hadir adalah Hilmar Farid ( Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) yang akan menjadi pembicara dalam sarasehan dengan tajuk “ Membangun Manusia lewat jalan Kebudayaan”.

Para penyaji yang akan hadir adalah; Andy Burnham ( Arkeolog, pendiri dan editor web Megalithic Portal, Inggris), Alex Gebe (Seniman, anggota Teater Kober, Lampung), Agus Sangishu (Pimpinan Rumah Tari Sangishu, Lampung), Ari Rudenko ( Seniman lintas disiplin  dari Amerika Serikat), Anna Thu Schmidt (penari asal Jerman yang menyelesaikan studi masternya di Throndeim, Norwegia), Agus Sangishu (Rumah Tari Sangishu, Lampung) Bettina Mainz  (Penari, guru dan terapis trauma berbasis di Berlin, Jerman) akan pentas kolaborasi bersama suaminya Rodolfo Mertig ( Fisikawan) dan putra mereka Sebastian Mainz-Mertig (usia 11 tahun).

 Juga akan hadir Daniel Oscar Baskoro ( Periset asal Yogayakarta yang berbasis di Univesitas Columbia, New York, Amerika Serikat), Dian Anggraini (Penari dan dosen asal Lampung) Diantori Dihan ( Koreografer, pimpinan Gar Dancestory, Lampung), Edhyitia Rio (Komposer, anggota Orkes Ba’da Isya, Lampung), Frances Rosario ( Seniman, Amerika Serikat), Prof Dr Haris Sukendar (Mantan kepala badan Arkeologi Nasional), Diane Butler ( Seniman gerak, pimpinan Dharma Nature Time, Bali),Halilintar Latief ( Antroplog, Universitas Negri Makassar), Keith Miller (Inspektorat Monumen Kuno  untuk English Heritage, Inggris), Katsura Kan ( Seniman Butoh asal Jepang), Margit Galanter ( Penyair Tari dan Instigator Kebudayaan, Amerika Serikat), Mara Poliak (Perfomer, Amerika Serikat), Moris Shakaia (Performer, Russia), Peter Chin (Performer, Kanada), Rianto ( Penari asal Solo berbasis di Jepang), Sandrayati Fay ( Komposer dan penyanyi asal Ubud, Bali), Transpiosa Riomandha (Antropolog, Yogyakarta) dan Mariana Isa ( Arsitektur dan Peneliti, Malaysia).

Siswa-siswa Tubaba yang terpilih  juga akan menjadi pembicara dalam acara sarasehan dengan tajuk “Tubaba 100 tahun kemudian”. Pada pembukaan acara nantinya, sejumlah  70 siswa-siswa Sekolah Seni Tubaba akan membawakan Tari Nenemo, selain itu akan ditampilkan pementasan musik Q-Thik, tari Sigeh Pengunten dan Seni Kulintang. Proses lain adalah: penanaman bibit pohon bersama, pelepasan ikan, pelepasan kerbau dan peletakan batu di Las Sengok, sebuah wilayah yang kelak akan dikembangkan menjadi hutan lindung Q-Forest, terletak di Tiyuh Karta. (Mr/Mm)

Senin, Januari 13

Diminati Wisatawan Berbagai Daerah, Destinasi Baru "Taman Sabin Pringsewu"

Diminati Wisatawan Berbagai Daerah, Destinasi Baru "Taman Sabin Pringsewu"

Foto: Keceriaan anak- anak dalam kunjungannya didampingi para guru untuk mengenalkan dan mengajarkan kepedulian lingkungan. (sumber: IG @tamansabin).

Kabupaten Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Taman Sabin Pringsewu kini menjadi salah satu tempat wisata yang sedang diburu oleh wisatawan lokal maupun luar daerah, mengapa demikian, karena Taman Sabin memiliki keunikan tersendiri sehingganya membuat betah pengunjung dan ingin datang lagi dan lagi.

Taman Sabin yang artinya adalah Taman Sawah, merupakan salah satu wisata baru di Pringsewu yang berada di Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.  Jikalau image tempat wisata selama ini hanya sekadar tempat untuk memuaskan hasrat berswafoto, pengunjung yang datang ke Taman Sabin juga bisa sambil berwisata edukasi.

Owner Taman Sabin, Wawa Faturahman, mengatakan pada musim liburan sekolah pengunjung yang datang mencapai 500 orang. Pengunjung yang datang cukup membayar tiket masuk untuk harga tiket dewasa sebesar lima ribu rupiah, dan untuk anak kecil cukup dua ribu rupiah.

Luas Taman Sabin hampir 2 ha, dikatakannya,  tapi itu bukan pengalihan fungsi lahan, fungsinya tetap sawah,  tapi ini lebih terintegrasi dengan pertanian dan perikanan. perikanan. Jadi bisa dikatakan Taman Sabin adalah modifikasi seni bercocok tanam dengan inovasi.

Ada sebanyak spot  foto yang menarik dengan view indah buat di kamera, jika cuaca terang keindahan terpampang nyata, hamparan persawahan yang indah yang dipadukan dengan bunga-bunga yang cantik sungguh membuat siapapun yang datang merasa puas menikmati keindahan alam persawahan di Pringsewu ini. Taman Sabin buka setiap hari, dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore.

Foto: Salah satu tempat di Taman Sabin yang menjadi favorit pengunjung. (sumber: Karya Monica)

Jika ke Taman Sabin, pengunjung bisa melihat tanaman hortikultura seperti padi, labu, cabai, sawi, pare, juga buah-buahan seperti melon dan semangka.  Juga ada berbagai tanaman refugia yang warnanya menyolok mata dan juga beberapa kolam ikan sehingga menambah suasana keasrian pedesaan.

"Dulu kita cuma ngurus rumput, tapi di Taman Sabin ini kita bisa mempercantik dengan tanaman refugia. Salah satu cara pengendalian hama tanaman padi (hortikultura) dengan memanfaatkan tanaman hias dikenal dengan sebutan Refugia. Jadi hortikultura dapet, perikanan juga dapet," ujar Wawa saat ditemui di Taman Sabin, Sabtu (4/1/2020).

Semenjak ramai dikunjungi pengunjung dari berbagai daerah sejak September lalu, kini Wawa bisa melibatkan 110 orang dalam pengelolaan Taman Sabin.

"Untuk jumlah pekerja sudah ada 50 orang,   ini diluar ibu-ibu pedagang yang kita free kan dan kitaa fasilitasi orang yang ekonominya lemah, juga kami sediakan tempat untuk berdagagang hasil buminya. Jadi kalau  di totalkan ada 110 orang yang kami berdayakan," terang Wawa.

Hal yang membedakan Taman Sabin dengan tempat wisata lain yang ada di Kabupaten Pringsewu adalah berangkat dari rasa senasib sepenanggungan jika musim panen dan harga murah, pada saat itu para petani tak mendapat solusi untuk mendongkrak hasil jual tanamnya.

"Sehingganya, keberadaan Taman Sabin ini kita tetap menjalankan kearifan lokal dan kita ada nilai edukasinya. Pengunjung yang datang bukan hanya menikmati persawahan, tapi juga tahu jenis-jenis tanaman bunga serta fungsi tanaman lain yang ada di sini. Jadi bisa dikatakan berwisata sambil belajar," ungkap Wawa.

Nantinya di Taman Sabin juga akan disiapkan 9 gerai yang mewakili produk unggulan dari masing-masing kecamatan yang ada di Pringsewu. Kemudian akan ada perpustakaan dan juga tempat untuk menyulam dan belajar batik.  Sehingga Taman Sabin bisa menjadi wadah buat berekspresi dan beraktifitas.

Kedepannya Wawa berharap akan ada taman-taman lainnya yang juga bernilai edukasi. "Karena jika ada taman-taman lain berdiri di tempat yang lain,  kami bukan menganggap itu saingan, tapi sandingan. Jadi jika berbicara Pringsewu dengan branding kota pendidikannya, juga ada tempat wisata edukasinya," harap Wawa.

Salah satu pengunjung, Diana (18) asal Pekon Pandansari yang datang bersama teman-temannya mengakui keindahan Taman Sabin ini. "Bagus Mbak tempat nya, ownernya kreatif aja, bisa buat taman sebagus ini. Apalagi buat foto-foto jadi bagus," kata Diana.

Senada dengan Diana, salah satu pengunjung asal Kabupaten Pesawaran,Eli, yang datang bersama keluarganya juga mengatakan Taman Sabin ini alami keindahannya. "Saya udah empat kali kesini Mbak, tapi karena suka sama tempat ini jadi dateng terus kesini. Karena itu suasananya alami dan masih pedesaan gitu," pungkas Diana. (Mr/Mm/Ws)
Herman HN : Sumur Putri Akan Jadi Tempat Wisata Lokal

Herman HN : Sumur Putri Akan Jadi Tempat Wisata Lokal


Bandar Lampung, www.lampungheadlines.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berencana akan menjadikan Sumur Putri sebagai Tempat Wisata Lokal. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN usai meninjau Sumur Putri, Senin (13/1/2020).

“Sumur Putri akan kita perbaiki, kita buat tempat wisata lokal, ini kan sudah kita buat jembatan ayun nanti kita perbaiki -perbaiki lagi semuanya, nanti PDAM akan memperbaiki lagi,” ungkap Herman HN

Herman HN juga berencana akan membuat tempat bermain anak di lokasi tersebut. “Akan kita keduk lagi depannya, dan akan kita buat tempat mainan anak kita buat juga kedepan,” jelasnya.

Selain meninjau Sumur Putri, Herman HN juga meninjau beberapa Puskesmas dan Kelurahan. ”Kelurahan dan Puskes akan kita perbaiki secara bertahap, diantaranya  Pinang Jaya dan Sukabumi,” tandasnya. (Sus)
Indahnya Air Terjun Bangkuang Basungan Pagar Dewa di Lampung Barat

Indahnya Air Terjun Bangkuang Basungan Pagar Dewa di Lampung Barat


Lampung Barat, www.lampungheadlines.com - Air terjun ini nama aslinya adalah curup atau air terjun Bangkuang, karena di sekitar air terjun tersebut banyak tumbuh tumbuhan seperti pandan yang warga sekitar menyebutnya Bangkuang, tetapi lokasi air terjun ini di dusun semantung Pekon basungan kecamatan pagar dewa  maka lebih di kenal dengan nama "air terjun semantung" begitu cerita pak Roni ketua Pokdarwis Pekon basungan kepada ketua genpi lambar dan murid fotografinya dari GPS SMAN 1 Liwa  yang menyambangi air terjun ini pada hari Minggu 12 Januari 2020.

Air terjun ini memiliki ketinggian lebih dari 40 meter , cipratan airnya sudah menjadi embun saat jatuh di dasar air terjun.


Menuju ke lokasi ini tidaklah sulit, karena tempat ini sudah bisa dicari lewat google maps   dengan kata kunci air terjun semantung. Dari pusat kota Liwa kelokasi ini bisa di tempuh dengan waktu 3 jam, 2 jam 30 menit berkendaraan bermotor di tambah 20 menit treking, jika tidak ingin treking di sediakan ojek oleh pengelola dari karang taruna dan Pokdarwis basungan dengan ongkos 10 ribu rupiah, karena jalan yang sangat curam pengunjung tidak disarankan membawa motor sendiri dari tempat parkiran terahir.
Biaya parkir 5 ribu per motor, sedangkan tiket belum ada.


Menurut pak wana ketua karang taruna Pekon basungan , Curup Bangkuang semantung ini baru mulai dikelola pihak karang taruna dan Pokdarwis sejak bulan Juli 2019 . baru berjalan setengah tahun katanya. Pengunjung saat liburan Ahir tahun kemarin dari tanggal 25 Desember sampai 2 Januari mencapai 2000an orang  dari berbagai penjuru Lampung barat juga dari banjit way kanan, dan ada juga dari berbagai daerah lainnya.

Eka fendiaspara selaku ketua genpi Lampung barat yang melihat langsung air terjun semantung ini menilai air terjun ini sangat potensial untuk di kembang kan lebih baik lagi . Saran saya terutama untuk penunjuk arah menuju lokasi air terjun ini untuk dilengkapi agar memudahkan pengunjung sampai kelokasi dan juga kebersihannya untuk tetap di perhatikan pengelola dan pengunjung kata pembina GPS ini menambahkan.


Jalan menuju tempat ini 70 persen sudah sangat baik , 30 persen jalan coran rusak dan tanah merah jika hujan tiba akan sulit melewati jalan merah ini. Semoga dengan berkembangnya wisata air terjun semantung ini pemerintah Pekon di bantu dengan Pemda Lampung barat akan memperbaiki jalan menuju curup ini kata Faris dan Hendri pengunjung air terjun ini. (Kartiko) 

Minggu, Januari 5

PESONA TAMAN WISATA MUARA INDAH TARIK KALANGAN KOMUNITAS

PESONA TAMAN WISATA MUARA INDAH TARIK KALANGAN KOMUNITAS


Tanggamus, www.lampungheadlines.comDi penghujung libur panjang yang telah memasuki Tahun baru 2020, lokasi wisata yang ada di Kabupaten Tanggamus masih ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal, hal ini terpantau dari masih ramainya pengunjung yang datang di Taman Wisata Muara Indah, Kelurahan Baros Kecamatan Kota Agung Kabupaten setempat. 05/01/2020.

Tepatnya pada Minggu pagi, terlihat banyak pengunjung yang memadati Pantai Taman Wisata Muara Indah, selain itu ada juga kegiatan yang dilakukan beberapa komunitas, seperti senam bersama sekaligus rekreasi bersama keluarga, lalu komunitas Anniversary Baby Style Simple Pringsewu (Club Motor Matic) sekaligus pula melaksanakan Bhakti sosial dengan melaksanakan pembersihan sampah di Pantai Muara Indah serta juga belajar mata kuliah Yang dilakukan oleh Mahasiswa dan mahasiswi STIMIK Kota Agung.

Menurut Miswanto Ketua Komunitas Senam Prolanis Sehat, senam bersama sekaligus berekreasi bersama keluarga yang berjumlah ratusan orang yang berasal dari Pekon Way Jaha Kecamatan Pugung, ia merasa senang pasalnya pemilihan tempat di rasa cukup pas, dengan melihat suasana pantai yang teduh, hamparan Teluk Semaka yang indah menambah kebahagiaan tersendiri bagi Komunitasnya, selain itu juga di disini (TWMI) mereka disuguhkan dengan kuliner khas Kotaagung yang bisa dinikmati dengan menikmati panorama indah ciptaan tuhan.

" Kegiatan yang kami laksanakan adalah senam bersama sekaligus rekreasi bersama keluarga, di ikuti oleh 180 orang yang berasal dari Pekon Way Jaha, Pugung, dan kami merasa sangat senang bisa melaksanakan kegiatan disini, karena ternyata Taman Wisata Muara Indah sangat pas buat kami untuk melaksanakan kegiatan senam bersama, selain suasana pantainya yang cukup memukau mata, disini juga ada jajanan kuliner yang dapat di nikmati secara langsung," ujar Miswanto.

Hal senada di sampaikan komunitas lainnya, Menurut Irwan Ketua pelaksana Kegiatan Anniversary Baby Style Simple Pringsewu/Club Motor Matic, kegiatan yang mereka laksanakan pada hari ini dalam rangka Anniversary Baby Style Simple Pringsewu yang dipusatkan di Taman Wisata Muara Indah dan diikuti 100 anggota Club Motor mereka, guna mempererat tali silahturahmi antar sesama anggota komunitas, kemudian melakukan bakti sosial dengan membersihkan sampah sepanjang pantai wisata Muara Indah, untuk menunjukan stigma positif kepada masyarakat bahwa tidak semua komunitas itu menjurus kepada hal-hal yang negatif, urakan, yang dapat berhadapan dengan hukum.

" 100 anggota Club Motor Matic yang ada di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu yang hadir pada saat ini, adapun kegiatan lain yang akan dilaksanakan adalah Bhakti sosial pembersihan Pantai Muara Indah, harapannya dengan pelaksanaan kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota komunitas serta menunjukkan kepada masyarakat bahwa kehadiran komunitas motor ini dapat memberikan hal positif untuk masyarakat serta juga untuk turut andil dalam hal mempromosikan salah satu destinasi wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat khususnya kotaagung umumnya Tanggamus,"jelasnya.

Aribowo selaku Dosen STIMIK Kota Agung menyampaikan, bahwa kegiatan belajar dan mengajar yang mereka lakukan untuk tidak hanya selalu dilaksanakan didalam kampus semata, akan tetapi kegiatan belajar mengajar juga dapat dilaksanakan diluar kampus, metode seperti ini guna mencari pencerahan dan relaksasi dalam hal pemikiran. Seperti yang di laksanakan pada hari ini bertepatan dengan materi Ekonomi Buisness. " Disini kami memilih lokasi Taman Wisata Muara Indah sebagai objek pembelajaran, karena Taman Wisata Muara Indah dapat juga kita jadikan sebagai Pusat Ekonomi Buisness Pariwisata selain itu juga tempat ini dipilih bertujuan agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lebih relax, dan diikuti oleh 30 orang mahasiswa dan mahasiswi STIMIK semester VI,"tandas Ari Wibowo.

Dari hasil pantauan dilapangan, walaupun perayaan tahun baru sudah berlalu, namun pengamanan disekitar lokasi masih tetap berjalan hal ini terlihat dengan adanya petugas dari unsur pengamanan seperti, Kepolisian, TNI, BPBD dan Basarnas yang masih standby dilokasi Wisata ini.

Menurut Aiptu Suhaqli Bhabin Kamtibmas yang berjaga . "Ada pun personil yang disiagakan dilokasi wisata ini bertujuan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, demi membuat para wisatawan lokal atau pun luar daerah dapat merasa nyaman dan aman saat melakukan liburan mereka di tempat wisata, agar ada kesan yang baik sehingganya mereka dapat betah berlama-lama di tempat ini, bukan tidak mungkin dapat juga menjadi ajang promosi di laman sosial media mereka, sehingga wisata-wisata yang ada di tanggamus kedepan semakin ramai,"tutupnya. (Ris/Rudi)

Senin, Desember 9

Pekon Sumber Rejo Wakili Pringsewu Diajang Perlombaan Tingkat Provinsi

Pekon Sumber Rejo Wakili Pringsewu Diajang Perlombaan Tingkat Provinsi

Foto: Wabup Pringsewu Hi. Sujadi bersama tim penilai lomba tengah meninjau Pekon Sumber Rejo yang mewakili Kabupaten Pringsewu untuk lomba Kesrak PKK-KKBPK-Kesehatan Tingkat Provinsi. 

Kabupaten Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Pekon Sumber Rejo Kecamatan Pagelaran mewakili Kabupaten Pringsewu pada lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2019.

Tim penilai lomba dari Pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin Syaiful Darmawan, S.H., M.M. dan Ketua TP-PKK Provinsi Lampung yang diwakili Ketua Pokja IV Dewi Ruskandi, meninjau pekon tersebut, Senin (9/12/19) guna melakukan penilaian secara langsung di pekon setempat.

Tim penilai tersebut disambut dan diterima oleh Bupati Pringsewu Hi.Sujadi didampingi ketua dan wakil ketua TP-PKK Pringsewu Ny.Hj.Nurrohmah Sujadi dan Ny.Hj.Rita Irviani Fauzi serta ketua DWP Ny.Nurhayati Budiman.

Pada kesempatan tersebut, rombongan tim penilai dari Provinsi Lampung bersama Bupati Pringsewu juga Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu juga diarak berkeling desa dengan menaiki delman atau kereta kuda.

Juga hadir pada acara tersebut, jajaran pemerintah daerah, DPRD, dan muspida, para camat se Kabupaten Pringsewu beserta kepala pekon setempat.

Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dalam sambutannya mengharapkan Pekon Sumber Rejo dapat mewakili Provinsi Lampung pada kegiatan yang sama dan menjadi juara di tingkat nasional. "Apa yang menjadi harapan seluruh masyarakat Pekon Sumber Rejo dan Kabupaten Pringsewu, bahwa kami tidak menjadi juara pertama juga tidak apa-apa, yang penting bisa mewakili Provinsi Lampung di tingkat nasional, dan menjadi juara umum," katanya.

Ketua Tim Penilai Lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan Provinsi Lampung Syaiful Darmawan, S.H., M.M. pada kesempatan tersebut mengatakan Lomba Kesrak PKK-KKBPK-Kesehatan merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dengan bakti sosial TNI-KB-Kesehatan, yang kemudian dilanjutkan dengan Kesrak PKK-KKBPK-Kesehatan ini.

"Kegiatan ini merupakan salah satu wahana yang diharapkan mampu meningkatkan motivasi kerja para pihak terkait, sehingga terpacu untuk lebih intensif mencapai cakupan atau sasaran program menjelang berakhirnya tahun kegiatan, selain diharapkan mampu memicu keberhasilan kegiatan PKK dalam menggerakkan keluarga dan masyarakat untuk berprilaku lebih baik dan berperan menyukseskan program pemerintah," katanya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Nurrohmah Sujadi dalam laporannya mengatakan terpilihnya Pekon Sumber Rejo yang memiliki luas wilayah 175 hektar terdiri dari 2 dusun dengan jumlah penduduk 568 kk mewakili Kabupaten Pringsewu, karena berdasarkan penilaian pada lomba yang sama di tingkat kabupaten, Pekon Sumber Rejo memenuhi semua kriteria untuk ditetapkan sebagai juara pada lomba Kesrak PKK-KKBPK-Kesehatan Tingkat Kabupaten Pringsewu Tahun 2019. (Red)

Selasa, Desember 3

JALAN MENUJU WISATA BUKIT IDAMAN GISTING KIAN MULUS

JALAN MENUJU WISATA BUKIT IDAMAN GISTING KIAN MULUS


Tanggamus, www.lampungheadlines.comJalan Menuju Wisata bukit Idaman  Gisting, yang sebelumnya jalanan dengan kondisi bergelombang, serta berbatu, kini tak lagi menjadi persoalan, pasalnya saat ini jalanan itu sudah dilakukan pengaspalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan perumahan rakyat (PUPR) Tanggamus dan telah rampung atau selesai dilakukan pekerjaannya.

Putri (20) Salah satu pengendara yang sedang melintas untuk menuju Bukit Idaman mengatakan bahwa, sudah beberapa kali dirinya bersama teman atau pun keluarganya mengunjungi wisata yang letaknya di kecamataspn Gisting ini, namun baru ini dirinya melihat jalanan yang dulunya jika melintas diperlukan kehati-hatian akibat jalan berbatu, kini sudah mulus tanpa hambatan. 01/12/19.

" Sekarang sudah bagus ya mas, dulu jalannya jelek tapi sekarang sudah bagus, lagian ini juga kan bukan hanya jalan menuju wisata saja, namun masyarakat bakal lebih aman dan nyaman dalam berkendara, pastinya kondisi jalan  yang lebih bagus,"jelasnya.

Lain hal dengan Yanto (45) masyarakat yang bermukim di sepanjang jalan menuju Wisata yang cukup terkenal di Tanggamus tersebut, menurutnya jalanan ini sering dilalui oleh para pejabat - pejabat Pemkab, bahkan sering kali di lalui oleh Wakil Bupati Tanggamus untuk menuju Wisata Bukit Idaman Gisting bahkan sering mengadakan berbagai kegiatan mereka disana.

" Diharapkan kedepan dengan di bangun berupa pengaspalan ini menjadikan sepanjang jalan menuju Bukit Idaman ini bisa lebih ramai lagi, tak berdebu lagi saat kemarau, serta tak perlu lagi risau akibat jalanan licin,"ucap pria yang berprofesi sebagai petani ini.

Lanjutnya, pengaspalan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Tanggamus ini lumayan panjang, jalanaan di dusun yang berada di pekon Gisting atas ini tak ada lagi jalan yang tak di aspal, diperkirakan pembangunan yang dimulai dari pertigaan Lapangan olahraga sampai dengan titik gardu atau mentok di Wilayah Wisata Bukit Idaman ini kurang lebih panjangnya 250 meter.

" Tahun 2019 ini dilakukan perbaikan oleh pemerintah kabupaten Tanggamus ini mas, yang pasti kedepan bakal semakin ramai lagi yang lalu lalang, dan kami akan membuka usaha apapun berupa makanan ringan di pinggir jalan menuju wisata tersebut, terkesan lebih hidup, tak lupa mewakili masyarakat disini mengucapkan terimakasih atas pembangunan jalan ini kepada Bupati Tanggamus melalui Dinas terkait,"pungkasnya. (Rudi)

Sabtu, November 9

Bupati Pringsewu Lepas Peserta Event Trailvaganza

Bupati Pringsewu Lepas Peserta Event Trailvaganza

Foto: Bupati Pringsewu Hi. Sujadi saat pelepasan peserta Event Trailvaganza 2 di Pringsewu. 

Kabupaten Pringsewu, www.lampungheadlines.com - 1.200 peserta dari 30  klub dari Provinsi Lampung dan luar Lampung mengikuti event Pringsewu Trailvaganza 2.

Peserta luar Lampung diantaranya berasal dari Palembang, Banten, dan Yogyakarta, yang dilepas Bupati Pringsewu Sujadi di Lapangan Desa Bumirejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (9/11/19) pagi. Event ini juga diikuti crosser nasional seperti Awiros dan Danang.

Selain dari pemkab dan muspida setempat, turut pula hadir pejabat dari luar daerah, yakni Kadispora Kabupaten Serang, Banten, juga pengurus IOF setempat.

Bupati Pringsewu Sujadi saat melepas para peserta menyambut baik dan mendukung terselenggaranya event ini di Pringsewu. Menurutnya, selain menjadi sarana silaturahmi diantara para penggemar olahraga otomotif,  juga dapat lebih mengenalkan Pringsewu sekaligus mempromosikan wisata Bumi Jejama Secancanan.

Lebih lanjut Sujadi mengatakan olahraga otomotif telah menjadi salah satu bagian dari  instrument penting pembangunan budaya dan karakter bangsa."Olahraga otomotif juga mulai berkembang dan menjadi salah satu olahraga yang banyak digemari oleh masyarakat. Belum lama ini kita juga menggelar Offroad IOF Adventure, dan event-event lainnya. Yang pasti, jika ada event lainnya, Pringsewu siap untuk menjadi tempat penyelenggaraan," ujarnya. (Red)

Jumat, November 8

Pemkab Pringsewu Peringati Hari Wayang Nasional

Pemkab Pringsewu Peringati Hari Wayang Nasional

Foto: Bupati Pringsewu Hi. Sujadi tengah beri sambutan dikesempatan acara. 

Kabupaten Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Peringatan Hari Wayang Nasional 2019 di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung diwarnai dengan pergelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Kamis (7/11/19) malam.

Menampilkan dalang Ki Gondo Suharno, S.Sn. dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan lakon 'Pandawa Bangun Praja', acara ini dihadiri oleh Bupati Pringsewu H.Sujadi dan Wakil Bupati Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. beserta jajaran Pemkab Pringsewu, Ketua DPRD Pringsewu Suherman, S.E. dan Wakil Ketua DPRD Rizky Raya, S.H., M.H., C.L.A. beserta sejumlah anggota DPRD Pringsewu, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Provinsi Lampung Prof.Dr.Ir.Sugeng P.Hariyanto, M.Si., Ketua PEPADI Kabupaten Pringsewu Johannes Boimin, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu Drs.H.Heri Iswahyudi, M.Ag., serta tokoh masyarakat setempat.

Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam sambutannya mengucapkan selamat memperingati Hari Wayang Nasional 2019 kepada seluruh insan pedalangan dan para pecinta kesenian wayang di Kabupaten Pringsewu. "Kita patut berbangga karena kesenian wayang saat ini sudah diakui dunia sebagai warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur asli Indonesia, dan semakin berkembang, termasuk di Pringsewu ini," kata Bupati.

Dikatakan Sujadi, Pringsewu terdiri dari banyak suku bangsa dan semuanya hidup rukun dan harmonis. Dengan begitu beragamnya suku dan budaya yang ada di Pringsewu ini, kata dia, tentunya sudah menjadi kewajiban bagi Pemkab Pringsewu untuk membangun dan membina seluruh seni dan budaya yang ada di Pringsewu, termasuk seni dan budaya masyarakat asli Lampung. "Karenanya, Pemkab Pringsewu telah membangun beberapa rumah adat, yakni rumah adat Lampung Pepadun di Margakaya, rumah adat Lampung Saibatin di Pardasuka, dan rumah adat Jawa di Wates," ungkapnya.

Bupati Pringsewu juga menyampaikan tentang proyek penterjemahan kitab suci Al-Qur'an ke dalam bahasa Lampung yang saat ini sedang dilaksanakan, sebagai salah satu upaya untuk melestarikan bahasa daerah.

Ketua PEPADI Provinsi Lampung Prof.Dr.Ir.Sugeng P.Hariyanto, M.Si. mengatakan kesenian Wayang Kulit merupakan sebuah tontonan sekaligus tuntunan, karena mengandung nilai-nilai kehidupan yang luhur, dimana dalam sebuah lakon selalu mengandung filsafat dan mengajarkan budi pekerti yang luhur. "Oleh karena itu, mari bersama-sama  kita lestarikan kesenian wayang sebagai aset budaya bangsa yang sangat berharga," ajaknya. (Red)

Kamis, November 7

DEMI WISATA, DISPARBUDPORA TANGGAMUS BENTUK BALAWISTA

DEMI WISATA, DISPARBUDPORA TANGGAMUS BENTUK BALAWISTA


Tanggamus, www.lampungheadlines.com Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Tanggamus memberikan pelatihan kepada 40 Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang bakal disebut dengan Badan Penyelamatan Wisata Tirta (Balawista) untuk Kabupaten Tanggamus. 07/11/19.

Balawista adalah Badan Penyelamat Wisata Tirta yang mempunyai tugas sebagai pengawas atau pemantau dan penjagaan kepada para pengunjung/wisatawan yang melakukan kegiatan wisata bahari, tugasnya adalah melakukan tindakan preventife (pencegahan) dan refresif (setelahkejadian) dengan pencarian korban yang tenggelam serta juga memberikan informasi terkait pariwisata yang ada.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Hj. Retno Noviana Damayanti,S.T.M.T menyampaikan bahwa, Kegiatan ini berguna untuk memberikan pelatihan serta ketrampilan kepada anggota Pokdarwis di kabupaten Tanggamus agar memahami apa yang harus dilakukan apabila di suatu tempat wisata terjadi suatu permasalahan terhadap pengunjung khususnya di pariwisata yang notabenenya seperti Air Terjun, atau Laut.

" Kabupaten Tanggamus mempunyai banyak wisata air seperti air terjun Way Lalaan, Air terjun Tirai,  Ada pula Pelangi, Air terjun Tapusan juga Air Terjun Makkunyana dan ada juga wisata Pantai seperti Pantai Terbaya, Kawasan Wisata Muara Indah di Kotaagung yang mempunyai garis pantai cukup panjang, ini di butuhkan penjagaan atau antisipasi penyelamatan di wisata dalam artian menjaga keselamatan pengunjung,"jelasnya.

Lanjut Retno, Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut mulai dari tanggal 5-7 November 2019, dan Pemateri atau yang memperagakan praktek dilapangan. Kegiatan ini pada saat pembukaan pertama dihadiri oleh Ketua Balawista Provinsi Lampung Arif Nugroho, serta Pemateri atau yang mengajari para Pokdarwis ini juga adalah Tim dari Balawista Lampung sampai dengan di hari terakhir bahkan pada malam hari pun tak luput dari mereka untuk memberikan masukan atau mengevaluasi dari kegiatan yang telah di lalui setiap harinya.

" Khusus Kabupaten Tanggamus belum ada Balawista yang ada hanya di Provinsi yang telah dibentuk, Nah setelah kegiatan ini Balawista di Tanggamus telah dibentuk, mereka ini akan mendapatkan tugas pada saat hari-hari Besar untuk turut serta menjaga para pengunjung dengan bekerjasama dengan Basarnas dan BPBD nantinya,"ungkapnya.

Kabid Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Zulia. S.Sos melalui Kasi Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga Erni Susita, S.E juga mengatakan, hari ini para Pokdarwis menerima materi praktek langsung di Lapangan, untuk latihan mengasah fisik sudah di hari kedua dilakukan seperti bolak-balik renang, Pus Up, dan lainnya yang dilaksanakan di Kolam Renang Hosana di Gisting ini dilakukan agar para Pokdarwis ini mengetahui apa yang harus di lakukan pada saat terjadi kecelakaan di dalam air, juga pelatihan simulasi penyelamatan.

" Pelatihan ini diberikan kepada pokdarwis khususnya yang ada wisata air, materi dasar diberikan pada saat pembukaan kegiatan di hari pertama, setelah jam makan siang langsung melanjutkan kegiatan di Kolam Renang Hosana,  dan malam hari kami kembali berkumpul untuk mengevaluasi apa saja yang menjadi kekurangan masing-masing, seperti yang mana pokdarwis yang bisa berenang atau yang hanya bisa menunggu di pinggir air,"ungkap Susi.

Penutupan kegiatan pelatihan Balawista ini dilakukan di Kawasan Wisata Muara Indah di Kelurahan Baros Kecamatan Kotaagung. Dan kegiatan ini adalah tahap yang pertama masih ada agenda untuk tahap yang kedua yang akan diisi oleh para peserta dari Pokdarwis yang belum mendapatkan pelatihan atau Informasi terkait menjadi Balawista di Tanggamus.

" Tahap pertama ini peserta yang mengikuti ada dari Pokdarwis Kecamatan Ulubelu, Airnaningan,  Kotaagung, kemudian Cukuh Balak dan Limau. Dan tahap kedua nanti juga akan kita laksanakan kedepannya, dengan menargetkan 40 orang pokdarwis ditahap kedua, Balawista dibentuk untuk menimalisir angka kecelakaan saat berwisata di Kabupaten Berjuluk bumi begawi jejama ini, sehingga para pengunjung merasa aman, nyaman saat sedang berwisata,"tandasnya. (Rudi)

Minggu, November 3

JELAJAH WISATA SURGA YANG TERSEMBUNYI DI KOTAAGUNG

JELAJAH WISATA SURGA YANG TERSEMBUNYI DI KOTAAGUNG


Tanggamus, www.lampungheadlines.comBerbicara Pariwisata di Tanggamus memang tak pernah ada habisnya, kabupaten berjuluk  begawi jejama ini memang memiliki potensi pariwisata besar didalamnya, contoh saja yang telah terkenal dalam skala nasional bahkan internasional adalah Pantai Teluk Kiluan. Ada pula Pantai Gigi Hiu, Pantai Karang Bolong, Pantai Karang Putih dan bahkan ada puluhan pantai indah yang tak bakal habis di sebutkan satu demi satu.




Untuk kali ini kita tak membahas pantai, namun akan membahas tentang pariwisata lainnya yaitu Air Terjun Makkunyana Dusun Lamuran Pekon Teratas Kecamatan Kotaagung, setelah kemarin dilakukan eksplorasi oleh Disparbudpora Tanggamus pada saat kegiatan Festival Teluk Semaka di hadiri puluhan Blogger, Vloger dan lainnya bahkan ada dari mereka datang dari luar Lampung untuk mengupas keindahan pariwisata di Tanggamus, Selain Air Terjun Makkunyana rupanya disana Juga tersimpan wisata surga tersembunyi, ini yang disampaikan oleh Deddy Sulaimawan saat dirinya berpetualang untuk menemukan wisata-wisata yang belum banyak orang mengetahuinya, Traveler sekaligus aktivis lingkungan yang mempunyai Akun Instagram bernama @Travelbydeddy ini menceritakan petualangannya kepada Jurnalis Lampungheadlines.com selama beberapa hari berada di Kabupaten Tanggamus. Minggu, 03/11/19.



Berawal dari undangan dari Dinas Disparbudpora Tanggamus, menjadi narasumber di Pantai Karang Bolong pekon Tegineneng Kecamatan Limau, untuk memberikan pelatihan dengan memberikan materi tentang pengembangan SDM kreatifitas bagi Pokdarwis disana, kemudian dilanjutkan dengan eksplore mencari destinasi-destinasi wisata yang belum banyak terjamah oleh manusia, Tanggamus ini mempunyai potensi luar biasa banyak wisata indah dan menarik namun masih banyak yang tersembunyi atau Hidden Paradise serta berkolaborasi dengan Basarnas dan Majestik Tanggamus, pariwisata viral Kotaagung, @Travelbydeddy, serta Pokdarwis Kotaagung untuk mencari tempat wisata yang memang berpotensi untuk menarik wisatawan yang ingin ke Tanggamus.

" Jadi informasi awal kami dapat dari Pokdarwis Makkunyana bahwa diatas air terjun Itu terdapat tempat yang bisa di jadikan Camping Ground, maka kami kesana, saat disana dari atas terlihat sangat jelas mulai dari Gunung, teluk semaka, Pantai Saumil, pada saat malam hari, lampu-lampu terlihat sangat luar biasa, tempat itu hanya tinggal di trap dirapihkan sentuh sana-sini ini bisa menjadi wisata baru camping Ground. Dan yang lebih hebat lagi sinyal disana 4G, saya keliling 30 negara serta keliling Indonesia belum pernah menemukan tempat tinggi yang mempunyai sinyal kuat seperti itu, bahkan saya sampai bisa melakukan video call,"jelasnya.

Sebagai Traveler dirinya mempunyai kontak serta teman-teman sampai 4000 di dalam handphonenya, secara insting dirinya memposting video di instatory WA dan Instagram saat itu juga, banyak yang menanyakan lokasi tersebut yang belum mempunyai nama, dirinya berinisiatif bahkan meminta izin dengan Camat Kotaagung dan Kadis Disparbudpora serta Pokdarwis untuk memberikan nama kepada tempat itu maka tercetus diberi nama Camping Ground Makkunyana Teratas, ramai orang menanyakannya bahkan anak-anak dari MTMA sebanyak 40 orang ingin kesana.

Dirinya sangat menikmati semalaman berada di Camping Ground tersebut, untuk menikmati Sunset di sore hari, dengan mendirikan tenda, suasana Tanggamus dari atas, serta melihat Kabut datang dan pergi terbawa angin, akses kelokasi tersebut sangat mudah untuk mencapainya akses jalan telah dibuka serta jalannya satu tujuan dengan Air Terjun Makkunyana, berhenti di parkiran hanya di butuhkan 10 menit untuk sampai di Camping Ground tersebut.

" Saya berpesan dengan Pokdarwis disana untuk membuka lahan tersebut menjadi wisata baru, bahkan jika bisa nanti ada atraksi budayanya seperti Tari Bedana, Pincak Khakot, bagaimana caranya di suatu tempat wisata tidak hanya menjual view saja namun budayanya juga, ini satu paket dengan air terjun Makkunyana. Wisata itu harus ada 3A atraksi, amenitas, aksesibilitas, kawan-kawan pokdarwis sudah berjanji akan membuka itu,"ucap yang juga Aktivis Iingkungan ini.

Dosen di Lima Universitas di lampung ini melanjutkan, dirinya sudah menghubungi pemerintah daerah setempat sangat responsif bahkan camat Kotaagung ingin merasakan bermalam di Camping Ground Makkunyana Teratas itu. Teman satu Profesi seperti Pariwisata@Lampung yang memiliki satu visi dan misi memajukan pariwisata di lampung mensuport dalam hal ini, selain itu ditemukan lagi satu potensi tepatnya di atas air terjun Makkunyana ada sebuah batu besar di ujung Air Terjun, namun ini masih sangat berbahaya karena ketinggiannya cukup curam, tapi jika hanya untuk berfoto selfi masih tergolong aman, dan telah diberi nama puncak batu Makkunyana. 

" Satu lagi wisata yang saya kunjungi kemarin adalah Way Sumpuk di Kecamatan Kotaagung Timur ini sangatlah berpotensi besar, ini hampir sama dengan umbul Ponggok di klaten Jawa Tengah dengan pendapatan 14,5 Milyar Pertahun dan itu 3 tahun yang lalu, kebayang jika saat ini, bisa sampai 20 Milyaran,"ungkapnya.

Dan bersama-sama dengan Basarnas dan Komunitas, dan Dinas Pariwisata, @Travelbydeddy berkumpul di Way Sumpuk untuk membahasnya, karena menurut informasi keamanan masih belum terjamin sehingga banyak masyarakat yang masih enggan untuk kesana, pertama-tama bakal di coba membentuk pokdarwis jika nanti izin serta komunikasi dengan Pekon setempat sudah dilakukan, menurutnya ini bisa menjadi wisata foto Under Water yang luar biasa tidak semua tempat mempunyai mata air sebening itu.

" Kita belajar dari mana saja, Umbul Ponggok di Klaten, jika Way Sumpuk ini nanti di bawah airnya kita pasang sepeda, motor atau properti lainnya, Kita tidak merusak lingkungan karena saat di pasang hanya rangka Tanpa mesinnya yang telah dipreteli. Zaman sekarang ini yang dicari terutama generasi milenial adalah spot yang Instagramable, yang datang nanti bukan hanya orang-orang sekitar akan tetapi dari luar provinsi bahkan mancanegara,"tandas traveler pemilik akun instgram @Travelbydeddy. 

Kepala POS Basarnas Tanggamus Denni mengatakan, dirinya bersama tim ikut dalam mengeksplore wisata untuk mengambil sisi lain, karena jika hanya fokus di SAR kegiatan sangat monoton, dirinya ingin ada kontribusi demi kemajuan Kotaagung khususnya Tanggamus, secara kebetulan dirinya mengenal baik Travelbydeddy jadi mencoba untuk bersama-sama mengeksplore di Air Terjun Makkunyana di pekon Teratas,  maka dari itu ia berinisiatif untuk ikut mendampingi.

" Kebetulan memang saya dan Tim Basarnas sedang mencari posisi latihan vertikal Rescue, nah jadi pas eksplore pariwisatanya jalan kemudian untuk daerah pelatihan kami basarnas sendiri dapat semua, termasuk wisata baru Puncak batu Makkunyana, semoga kedepan pariwisata Tanggamus khususnya kotaagung semakin maju dan berkembang, "pungkas Denni. (Rudi)