Kamis, Agustus 6

Bunda,Tepatkah Bantuan Selama Covid 19,Ada Warga Miskin Di Pekon Negeri Ratu Curhat Tak Terima Bantuan Apapun Dari Pemerintah


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Jumantara (37) Warga Pedukuhan Way Jelai Pekon Negeri Ratu Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus ini, hanya bisa duduk termenung meratapi nasibnya, sembari mengelus perut sang istri Hayatun Nupus yang sedang hamil besar anak ketiga mereka dan diprediksi oleh bidan bakal melahirkan hanya dalam hitungan hari, karena memang usia kandungan sudah menginjak 9 bulan. Rabu,05/08/2020.

Yang menjadi persoalan sebenarnya, bukan pada persalinan sang istri tercinta, sebab keluarga ini mempunyai kartu BPJS dari pemerintah ketika proses kelahiran anaknya tersebut, jumantara ingin mengutarakan perihal uneg-uneg yang berkecamuk di dalam hatinya, tentang bantuan bagi keluarga kecilnya selama pandemi covid 19 mulai merebak, pemerintah pusat, provinsi sampai dengan kabupaten, sangat gencar memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat.

Mulai dari paket sembako, bantuan dalam bentuk tunai (BLT) dan lain-lainnya untuk menanggulangi dampak covid 19 terutama ekonomi warga yang pas-pasan, sebab selama pandemi ini keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan-bantuan tersebut  supaya untuk dapat menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan miskin yang terdampak covid-19. Namun dalam kenyataanya bahwa bermacam-macam bantuan tersebut tak pernah sampai padanya, sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan dalam sanubari Jumantara, dimana letak kesalahannya itu.

" Waktu itu awal virus covid 19 muncul, tak lama kemudiankan ada wacana dari pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak covid 19 dengan menggulirkan berbagai bantuan, memang ada saat itu ketua RT kami minta KK dan KTP katanya sih, mau dikumpulin, guna mendapatkan bantuan itu tapi kenyataannya hanya sebatas isapan jempol semata bang,"Ungkap Jumantara kepada jurnalis Media Online Lampungheadlines.com saat menyambangi di kediamannya.

Dari pantauan media ini, diketahui bahwa Jumantara dan istri serta kedua anaknya yang masih balita tersebut, tak juga menerima dalam program-program pemerintah pusat, seperti program pemerintah seperti program keluarga harapan (PKH), BPNT, Bansos, dan lainnya, bahkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) pun ia tak dapat.

Juga bukan rahasia umum lagi, bahwa pemerintah kabupaten Tanggamus juga telah menggelontorkan  berbagai bantuan sembako yang tak sedikit, mulai dari bantuan untuk lansia, anak-anak usia balita serta untuk ibu-ibu hamil, dan bantuan ini pun tak tepat dalam sasarannya kepada warga yang berhak menerimanya.

Jika melihat kriteria keluarga dari jumantara ini, seharusnya ia sangat layak mendapatkan atau meneriam salah satu bantuan di atas, sebab rumah yang tak terlalu luas tersebut berdinding kayu papan, bahkan di bagian dapur lantainya masih beralaskan tanah, serta listrik ia menumpang dari tetangganya, tak ada perabotan berharga di dalamnya, maklum saja karena Jumantara hanya berprofesi sebagai buruh serabutan, terkadang mengojek, apa saja dia kerjakan untuk memenuhi kebutuhan makan bagi keluarganya.

" Pernah langsung tanya ke pak RT kenapa saya tak dapat bantuan itu, dan jawabannya hanya bersabar, saya lihat banyak masyarakat dapat bantuan, mengapa saya tidak, saya gak berani mau tanya langsung ke kantor Pekon bang, selama ini saya biarkan saja, tapi akhirnya saya putus asa juga,"lirih Jum dengan datar.

Jumantara pun berharap, agar pemerintah daerah Tanggamus sampai ke pemerintah Pekon Negeri Ratu agar lebih memperhatikan masyarakat seperti dirinya, sebab bukan menjadi rahasia umum lagi, terkadang orang yang notabenenya layak malah dapat bantuan, sedangkan yang memang membutuhkan malah tak menerima bantuan dalam bentuk apapun, jangan terkesan tebang pilih, semua lapisan masyarakat merasakan dampak dari covid 19 ini.

" Saya hanya tau sekarang ini bagaimana bisa berusaha melewati hari demi hari agar keluarga saya dapat makan, teruntuk bantuan ini tolong jangan ada pilih kasih, saya pun sama rakyat Indonesia juga, dan kepada bunda Dewi (Bupati Tanggamus) tolong, saya juga merasakan dampak yang sama, jika memang bantuan itu ada, saya juga meminta sedikit kepedulian dan perhatian dari program-program pemkab Tanggamus, dengan kondisi keadaan ekonomi saat ini, bantuan tersebut sangat kami butuhkan,"pungkasnya. (Rudi)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: