Jumat, September 17
Sabtu, Agustus 21
DPC PDIP Gandeng Pemkab Tanggamus Lakukan Vaksinasi Massal Covid-19 di Talang Padang
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tanggamus melaksanakan vaksinasi massal COVID 19, yang menyasar masyarakat umum yang ada di Kecamatan Talangpadang. Kegiatan yang bekerjasama dengan Pemkab Tanggamus tersebut dipusatkan di UPT Puskesmas Talangpadang, Jumat,20/08/2021.
Dalam kegiatan vaksinasi massal tersebut dipantau langsung Ketua Komisi IV DPR RI yang juga Ketua DPD PDIP Lampung Sudin,. Hadir pula Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani, Wabup Hi.A.M.Syafii, Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, Ketua DPC PDIP Tanggamus Burhanudin Noer, Anggota DPRD Tanggamus Fraksi PDIP Iskandar Juned, Kadiskes Taufik Hidayat dan Camat Talangpadang Agustam Hamied.
Menurut Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin untuk Tanggamus disiapkan 2000 dosis vaksin Covid 19 merk Sinovac. Vaksin ini berasal dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui jalur aspirasi anggota DPR RI.
"Pada vaksin pertama ini untuk Tanggamus alokasinya 2000 dosis yang dibagi untuk beberapa kecamatan, hal ini agar tidak terjadi kerumunan. Dan khusus Talangpadang hari ini jumlahnya untuk 200 orang,"ujar Sudin.
Ditambahkan Sudin bahwa pelaksanaan vaksinasi massal COVID 19 yang dilaksanakan oleh PDIP ini, sudah berlangsung dibeberapa kabupaten/kota di Provinsi Lampung."Sebelumnya vaksinasi massal COVID 19 berlangsung di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, dan hari ini di Kabupaten Tanggamus, kedepan saya akan mengajukan surat lagi ke Kemenkes untuk pelaksanaan di kabupaten/kota lain di Lampung,"ujar Sudin.
Masih kata Sudin bahwa pelaksanaan Vaksinasi massal yang digelar PDIP ini merupakan perintah dari ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri."Ini perintah ibu ketum Megawati Soekarnoputri untuk mempercepat vaksinasi di Indonesia dan juga sebagai bentuk kepedulian dari PDIP. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir,"pungkas Sudin.
Sementara, Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada Ketua Komisi IV DPR RI Sudin yang sudah memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Tanggamus.
"Kami mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan vaksinasi Covid 19 ini yang berasal dari jalur aspirasi Ketua Komisi IV DPR RI bapak Sudin ke Kemenkes RI, apalagi antusias masyarakat sangat tinggi, pada hari ini 200 dosis, dan kedepan juga berlangsung di kecamatan lain,"kata Dewi Handajani.
Diakui bupati bahwa memang masih banyak warga yang belum mendapat vaskin sementara antusias dari masyarakat begitu tinggi. Menyikapi itu, bupati megatakan bahwa usulan tetap disampaikan ke Kemenkes.
"Kami terus berupaya mengajukan usulan vaksin ke pemerintah pusat. Dan Alhamdulillah, dari PDIP membantu, contohnya hari ini ada 200 dosis ditambah adanya bantuan sembako sebanyak 200 paket yang menunjukkan kepedulian dari PDIP, tentunya kedepan jumlah vaksin akan terus ditambah,"kata bunda Dewi.
Dalam kesempatan tersebut bupati mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin Protokol kesehatan (Prokes) dengan 5 M yaitu (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi). "Ingat vaksinasi Covid-19 tidak menjamin 100 persen kebal dari paparan Covid 19, masyarakat tetap harus taat prokes untuk menghindari paparan Covid 19,"pungkas bupati.(Rudi)
Jumat, Agustus 20
BPC HIPMI Dan Forum UMKM Serahkan 100 Paket Bantuan Bagi Pasien Isoman
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Bantuan untuk pasien isolasi mandiri (Isoman) yang digalang melalui Posko Peduli COVID 19 Kabupaten Tanggamus terus mengalir. Kali ini bantuan datang dari Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Tanggamus bersama Forum UMKM Tanggamus.
Bantuan yang diserahkan melalui Posko Peduli Covid 19 di Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus itu berupa Vitamin C. vitamin D dan minuman herbal untuk meningkatkan imun tubuh.
Bantuan sebanyak 100 paket tersebut diserahkan langsung Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Tanggamus Fandi Ahmad Damsyik didampingi Sekretaris Umum Frederikus Dimas dan Bendahara Umum Agung Setyo Utomo yang diterima langsung Ketua Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Tanggamus yang juga Sekdakab Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis, Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Tanggamus Apriliani Taurusia dan Kepala Dinas Koperasi, Usaha kecil dan menengah, perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) Herry Heryadi.
Menurut Ketua BPC HIPMI Kabupaten Tanggamus, Fandi Ahmad Damsyik, bantuan yang diserahkan melalui Posko Peduli COVID 19 Kabupaten Tanggamus sasarannya adalah masyarakat yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) dirumah lantaran terpapar Virus Covid-19.
“Terlebih mereka warga yang sedang isoman tidak bisa keluar dan ditambah adanya aturan PPKM level 3 disejumlah tempat,” kata Fandi.
Fandi menjelaskan bahwa pemberian bantuan ini semata-mata untuk mendukung program pemerintah Kabupaten Tanggamus menuju zona hijau kembali. Fandi juga berharap dengan adanya acara penyaluran bantuan paket isoman dapat meringankan beban masyarakat yang dilanda Covid-19.
“Kita semua tahu bahwa obat-obatan dan vitamin susah didapatkan di pasar karena sudah mulai langka. Beranjak dari situlah HIPMI bersama forum UMKM tergerak, terlebih ada banyak produk unggulan dari UMKM Tanggamus yang memproduksi minuman herbal yaitu madu dan saru lemon yang bisa meningkatkan imun tubuh bagi pasien isoman,”terang Fandi.
Dalam kesempatan itu, Fandi berharap agar bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk warga yang sedang isoman. “Semoga ada banyak pihak terutama pengusaha yang bekerjasama serta berdonasi di Posko Peduli Covid 19, sehingga program ini tetap bisa berkelanjutan,”pungkas Fandi.(RIS/Rudi)
Kamis, April 22
Bupati Tanggamus Launching Laboratorium Mobile RT-PCR Covid-19 Dinas Kesehatan
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani me-Launching Mobile Laboratorium Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Diskes Tanggamus, bertempat dihalaman kantor Diskes Tanggamus. Mobil ini digunakan untuk memeriksa sampel dari orang yang suspect COVID 19. Kamis, 22/04/2021.
Hadir dalam kegiatan launching Laboratorium Mobile RT-PCR, Kepala Kejari Tanggamus David P.Duarsa, Kepala Diskes Tanggamus Taufik Hidayat beserta jajaran, Kepala Diskominfo Sabaruddin, Direktur RS Panti Secanti Gisting dr.Welly Stefanus dan perwakilan dari RSUD Batin Mangunang Kotaagung.
Kepala Diskes Tanggamus Taufik Hidayat dalam laporannya mengatakan bahwa perlu waktu yang cukup panjang agar Mobile RT-PCR atau mobil Combat ini bisa dioperasikan. Hal ini lantaran ada sejumlah proses yang harus dilalui seperti pengajuan proposal izin operasional Ke Litbangkes Kementrian Kesehatan RI serta melalui tahapan Assessment.
"Pengadaan mobil ini pada Agustus 2020, adapun dananya bersumber dari dana insentif daerah (DID) yang diberikan pemerintah pusat. Kemudian kami ajukan prososal izin operasional ke Kemenkes melalui Diskes Provinsi Lampung November 2020 disertai self assessment. Baru 29 Maret 2021 diberikan kode laboratorium mobile dan password,"ujar Taufik.
Sementara Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani bersyukur dengan telah keluarnya izin operasional Laboratorium Mobile RT-PCR. Sebab dengan adanya, mobile RT PCR diharapkan lebih cepat mendiagnosanya dari sampel sehingga penanganan bisa lebih cepat.
"Kalau dulu kita kirim sampel ke Labkesda di Bandar Lampung bisa 5-10 hari, karena antrian yang cukup banyak. Dengan adanya Laboratorium Mobile RT-PCR ini maka lebih cepat untuk mengetahui hasilnya yauitu satu sampel dua jam,"ujar bupati.
Dalam kesempatan itu bupati juga mengapresiasi dengan tim medis yang bertugas di Laboratorium mobile RT-PCR sebab yang diperiksa adalah sampel yang terdapat virus hidup sehingga sangat rentan."Luar biasa pengorbanannya dari tim yang bertugas di Laboratorium Mobile RT-PCR, mari kita doakan agar selalu diberi kesehatan dan sampel yang diperiksa tidak banyak," harap bupati.
Bupati juga tidak lupa menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah pusat yang sudah memberikan DID sehingga dari DID tersebut salah satunya dibelikan untuk mobile RT-PCR."Karena tidak semua daerah dapat DID. Saya juga berpesan agar mobil ini dirawat dengan baik sehingga manfaat yang dirasakan lebih lama," kata bunda Dewi.
Sementara Penanggungjawab Laboratorium Mobile RT-PCr, dr.Hi.M.Nur, Sp.PK mengatakan bahwa dalam sehari mobile RT-PCR maksimal memeriksa enam sampel." Jam operasional Laboratorium Mobile RT-PCR dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, sehingga sampel yang terakhir kita terima pukul 14.00 WIB. Untuk jumlah personelnya ada 11 orang rinciannya enam analis bertugas dibagian dalam, tiga orang perawat dibagian luar, satu dokter umum dan satu dokter penanggungjawab hasil lab,"tandas M.Nur.(Rudi)
Senin, Januari 25
Sekretariat DPRD Tanggamus Gelar Rapid Test, Puluhan Pegawai Reaktif Covid-19
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Gedung sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanggamus gelar Rapid Test Covid-19 dalam rangka antisipasi penyebaran virus corona di lingkungan Sekretariat Dewan.
Menurut Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat DPRD Tanggamus Ahmad Yani mendampingi Sekretaris Dewan (Sekwan) Herli Rahman, digelarnya Rapid test Covid merupakan kebijakan Pimpinan Dewan.
Kebijakan tersebut melihat kondisi perkembangan kasus pandemi Covid 19 di Tanggamus yang semakin tinggi, bahkan sudah masuk zona merah.
"Nah, melihat kondisi saat ini perkembangan kasus pandemi Covid di Tanggamus semakin tinggi, bahkan masuk zona merah maka pimpinan mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pemeriksaan Rapid test kepada seluruh pegawai sekretatiat hari ini, " katanya, Senin (25/01/2021) disela sela kegiatan Rapid yang digelar di ruang sidang Dewan.
Ahmad Yani menerangkan, selain melihat kondisi zona merah, kebijakan Rapid test Covid juga dilaksanakan dikarenakan mobilitas perjalanan keluar daerah pegawai Sekretariat DPRD yang cukup tinggi, sebagai pendamping anggota dewan.
"Pegawai sekretarian Dewan ini banyak yang bertugas sebagai pendamping anggota dewan. Dan mereka sering melakukan perjalanan dinas bahkan keluar daerah dan provinsi jadi sangat rawan terpapar Covid, " terangnya.
Ahmad Yani menambahkan, pegawai yang mengikuti pemeriksaan Rapid test berjumlah 171 orang pegawai, yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) 44 pegawai dan selebihnya berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS).
"Sampai pukul 12.24 ini terdata 15 orang pegawai yang reaktif Covid, tapi akan dilakukan test kedua kalinya, apabila masih reaktif, maka akan dilanjutkan swab test antigen. Dan jika di swab nanti positif maka tim gugus akan melakukan karantina, kemudian kami akan melaksanakan penyemprotan dan bisa jadi areal kantor Sekretariat akan dilockdown untuk beberapa hari, " imbuhnya. (Rudi)
Jumat, Januari 15
Kick Off Vaksinasi Covid-19, Dewi Handajani Orang Pertama terima suntik vaksin di Tanggamus
Selasa, Januari 5
Tanggamus Zona Merah, Wabup AM. Syafi'i: Penting Dukungan Dan Kerjasama Semua Pihak Edukasi Prokes
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Untuk menekan penyebaran wabah virus covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, dalam hal ini sangat diperlukan dukungan serta kerjasama dari semua pihak dan lapisan masyarakat. Ditambah saat ini Tanggamus telah di tetapkan, sebagai satu-satunya kabupaten di Lampung yang masuk ke dalam zona merah.
Dalam hal ini mengundang keprihatinan dari Wakil Bupati Tanggamus, yang juga selaku sebagai Sekretaris Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Tanggamus Hi. AM. Syafi'i, situasi, kondisinya saat ini bahkan oleh pusat telah di tetapkan sebagai zona merah, tentunya ini merupakan hal yang tak diinginkan oleh semua pihak. Selasa, 05/01/2021
" Ini menjadi keprihatinan kita, tentu merupakan kondisi yang kita tidak inginkan, dan patut menjadi suatu atensi kita bersama, untuk itu dibutuhkan kerjasama dan dukungan semua pihak, guna mengedukasi serta taat akan protokol kesehatan (Prokes), mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan tentu juga dunia pers,"ucap Wabup.
Kemudian, langkah-langkah yang akan di ambil oleh pemerintah kabupaten maupun Satgas Covid 19, dengan masih banyaknya laporan dan informasi dimana sebagian masyarakat masih minim kesadarannya untuk menerapkan prokes sebagai salah satu upaya guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19, khususnya di tempat-tempat umum salah satunya seperti di pasar tradisional dan lain sebagainya.
Bahkan kegiatan masyarakat seperti pesta/hajatan. Sesuai dengan surat edaran Bupati Tanggamus terkait tentang pembatasan pembelajaran tatap muka dan kerumunan keramaian malam tahun baru, syukuran serta hajatan dalam upaya pencegahan penyebaran Corona virus deases (Covid-19) di kabupaten Tanggamus. Dalam hal ini Wabup AM. Syafi'i akan segera berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Tanggamus untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
" Satgas covid-19 Tanggamus, akan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Terima kasih atas masukannya,"tandasnya.(Rudi)
Senin, Januari 4
Menanti Tindakan Tegas Satgas Covid-19, Usai Tanggamus Masuk Zona Merah Satu-satunya di Lampung
Tanggamus, www.lampungheadlines.com -Pemkab Tanggamus, khususnya kepada satuan gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Kabupaten, diharapkan segera mengambil langkah dan tindakan yang tegas di masyarakat, usai kabupaten yang berjuluk bumi begawi Jejama ini, satu-satunya dari 15 kabupaten/kota di Lampung yang masuk zona merah penyebaran Covid-19. Senin, 04/01/2021.
Ini disebabkan masih kurangnya akan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah antisipasi guna mencegah penyebaran Covid-19, dijantung ibukota saja yakni Kotaagung pusat banyak ditemukan warga yang hilir mudik tak menggunakan masker ditempat umum, seperti di pasar Kotaagung, kemudian kegiatan pesta/hajatan masyarakat yang masih digelar meski tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
" Sekarang masuk zona merah, kabupaten satu-satunya di provinsi Lampung, harusnya pemkab khususnya Satgas Covid 19 Tanggamus supaya lebih tegas lagi, jangan hanya sekedar himbauan dan sosialisasi semata, sudah saatnya untuk mengambil tindakan tegas, supaya masyarakat bisa disiplin dan lebih patuh lagi, karena wabah ini sudah masuk ke dalam level sangat mengkhawatirkan,"ungkap salah satu Tokoh masyarakat di Kotaagung ini.
Untuk diketahui bersama, kabupaten Tanggamus masuk zona merah penyebaran Covid-19. Dan saat ini status predikat tersebut satu-satunya dari 15 kabupaten/kota di provinsi Lampung.
Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Taman Prasi mengatakan bahwa, status zona merah ditetapkan oleh Satuan Tugas Covid-19 Pusat, dari hasil skor penilaian data 28 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021.
"Dari hasil penilaian Satgas Pusat, Tanggamus ditetapkan dalam zona merah. Hal itu kami terima karena sudah penilaian dari pusat," ujar Prasi.
Ia menambahkan, penentuan zona didasari dari survailance dan pelayanan kesehatan. Untuk survailance, ditinjau dari terjadinya kasus, terjadinya transmisi. Lantas untuk pelayanan kesehatan didasari dari didapatnya temuan kasus, dan di Tanggamus itu sudah dilaksanakan yang hasilnya jumlah kasus selama ini.
Dan zona merah di Lampung, kali ini hanya Tanggamus, sedangkan Bandar Lampung sudah masuk zona orange. Untuk zona kuning dan zona hijau tidak ada lagi. Maksud zona merah tersebut penyebaran virus tidak terkendali. Lalu zona orange resiko tinggi penyebaran dan potensi virus tidak terkendali.
Zona kuning tandanya penyebaran terkendali dan tetap ada kemungkinan transmisi. Zona hijau, penyebaran virus ada namun belum ditemukan kasus konfirmasi positif atau tidak berdampak.
" Dengan zona merah sekarang ini, maka kami minta masyarakat serius patuhi protokol kesehatan dan jangan adakan kegiatan kerumunan demi mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas lagi," tandasnya.(Rudi)
Kamis, November 5
Gawat! Tambah 17, Kasus Covid-19 Naik Drastis Di Tanggamus, Sentuh Angka 81
Rabu, Oktober 21
Tambah 4 Kasus Covid 19, Salah Satunya Pegawai RSUD Batin Mangunang Kotaagung
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Kasus terkonfirmasi Covid 19 Kabupaten Tanggamus terus mengalami penambahan. Kali ini bertambah empat kasus sehingga total sekarang menjadi 53 kasus.
Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanggamus dr.Eka Priyanto empat penambahan kasus baru tersebut berdasarkan hasil tracing dari pasien asal Pesisir Barat yang merupakan seorang ASN dan memiliki rumah di Griya Abdi Negara, Kecamatan Kotaagung Timur. Selanjutnya pasien tersebut teridentifikasi sebagai pasien 050, 051,052 dan 053, semuanya warga Kecamatan Kotaagung Timur.
"Dari hasil tracing ASN Pesisir Barat didapatkan lima orang kontak erat. Berdasarkan hasil menggunakan metode RT-PCR, terdapat empat orang positif Covid 19," ujar Eka yang ditemui di Puskesmas Rantau Tijang Kecamatan Pugung saat penyerahan secara simbolis insentif bagi tenaga kesehatan dari Kemenkes RI,"Rabu (21/10).
Dijelaskan Eka bahwa pasien yang terkonfirmasi positif tersebut terdiri dari istri dan dua anak dari ASN Pesisir Barat dan satu rekan dekat yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan di RSUD Batin Mangunang Kotaagung.
"Pasien 050 (ES) seorang perempuan berusia 51 tahun, pasien 051 (ZA) laki-laki usia 16 tahun, pasien 052 (Z) laki-laki usia 16 tahun dan 053 (R) laki-laki usia 38 tahun seorang ASN bagian rekam medik di RSUD Batin Mangunang Kotaagung," ungkap Eka.
Dilanjutkannya Eka bahwa, keempat pasien tersebut sudah dilakukan isolasi di RSUD Batin Mangunang Kotaagung."Semua pasien di isolasi di RSUD Batin Mangunang untuk kondisinya masih terpantau sehat karena merupakan orang tanpa gejala (OTG),"terangnya.
Masih kata Eka, bahwa atas penambahan kasus baru ini, selanjutnya dilakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan pasien 050,051 ,052 dan 053. Lalu terkait apakah nantinya RSUD Batin Mangunang ditutup untuk sementara waktu, Eka mengatakan bahwa itu belum dapat diketahui sebab menunggu hasil tracing dari pasien 053 yang merupakan nakes di RSUD.
"Saat ini kita belum tahu, sebab menunggu hasil tracing kontak erat si pasien 053 yang baru hari ini dilakukan. Harapannya tidak terjadi penambahan,"tandas Eka.
Sementara Direktur RSUDBM Kotaagung dr.Benson Ginting membenarkan bahwa pasien 053 adalah pegawai RSUDBM Kotaagung,hanya saja yang bersangkutan bukan tenaga kesehatan,melainkan staf bagian pendaftaran rekam medik.
"Ya,betul R merupakan pegawai RSUD, tapi dia profesinya bukan nakes, melainkan staf bagian pendaftaran diruang rekam medik," kata Benson.
Dilanjutkan Benson bahwa, R tidak masuk kerja setelah dilakukan Swab lantaran kontak erat dengan pasien positif Covid 19 asal Pesisir Barat yang merupakan tetangga dan rekan dekat."Setalah Swab, R langsung isolasi mandiri dan baru semalam hasil swabnya keluar dengan hasil positif, memang agak lama karena sampel dikirim ke Labkesda di Bandar Lampung yang antriannya cukup panjang,"kata dia.
Masih kata Benson, bahwa telah dilakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan R, khususnya rekan satu ruangan ataupun dengan ruangan yang berdekatan."Sudah dilakukan tracing, ada 30 pegawai RSUD yang diambil swabnya, selanjutnya sampel dikirim ke Labkesda Provinsi Lampung di Bandar Lampung mudah-mudahan hasilnya negatif,"pungkas Benson.(Rudi)
Selasa, Oktober 20
Pasien Covid-19 Tanggamus Kembali Bertambah 5 Kasus, Pasar Gisting Di Tutup Selama 3 Hari
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Pasca kasus Covid 19 di kecamatan Gisting, yang mengalami kenaikan sebanyak lima (5) orang hasil tracing dari pasien 042, pemerintah daerah kabupaten Tanggamus dan hasil rapat tim penanggulangan pada bidang kesehatan, langsung mengambil langkah sebagai upaya memutus mata rantai penularan covid-19, dengan cara melakukan penutupan pasar gisting selama tiga hari, mulai dari tanggal 21 - 23 Oktober 2020.
Juru bicara satuan tugas percepatan penanganan covid 19 kabupaten Tanggamus Dr. Eka Priyanto, dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa, dari 14 orang yang kontak erat pasien 042, di dapatkan ada 5 orang dipastikan tertular dan positif covid-19. Selanjutnya untuk memutus rantai penularan covid-19, tim gugus tugas kabupaten tanggamus berdasarkan nomor surat 360/1147/40/2020 yang di tandatangani oleh sekretaris gugus tugas tanggamus hamid heriansyah lubis mengeluarkan beberapa langkah diantaranya adalah.
Melakukan Ravid tes massal dipasar gisting dan di lanjutkan dengan penyemprotan disinfektan di lingkungan pasar gisting. Penutupan sementara pasar gisting selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 21 oktober 2020 sampai dengan 23 oktober 2020. Kegiatan operasi yustisi untuk penegakan disiplin protokol kesehatan covid-19, akan dilakukan pada hari sabtu tanggal 24 oktober 2020 di pasar gisting.
" Selanjutnya kembali kami kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan. Dengan selalu pakai masker saat diluar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
Dengan menjaga diri kita, maka kita juga menjaga keluarga kita serta orang-orang terdekat kita dari penularan virus corona,"tandas Jubir covid 19 Dr.Eka dalam keterangan rilis tertulis yang dikirimkan.
Camat Gisting Purwanti, ketika di konfirmasi ia membenarkan, bahwasanya pasar Gisting akan dilakukan penutupan selama tiga hari, mulai dari Rabu - Jumat, kemudian aktifitas perdagang di pasar tersebut bakal kembali normal pada hari Sabtu. Hari ini para pedagang telah diberikan himbauan dan woro-woro oleh pihak kecamatan dibantu oleh uspika setempat.
" Tadi telah dilakukan Rapid Test masal, dan sore ini seluruh pedagang menutup tokonya masing-masing bahkan toko modern disekitar pasar Gisting diwajibkan hal yang sama, jam 3 sore ini setelah ditutup akan langsung di semprot disinfektan, tidak ada penolakan dari para pedagang semua patuh dengan aturan dalam situasi dan kondisi saat ini,"pungkasnya.(Rudi)
Kamis, September 24
Anggota DPRD Tanggamus Turun Langsung Guna Edukasi Dan Sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19 Ke Masyarakat
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanggamus bersama Pemkab Tanggamus, makin menggencarkan sosilisasi dan memberikan edukasi juga pemahaman, mengenai tentang pentingnya dalam mematuhi protokol kesehatan Covid 19 serta penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti masker sebagai pelindung wajah ketika melaksanakan aktivitas di luar, supaya dapat terlindungi dari ancaman virus Corona yang telah menjadi pandemi tersebut. Selasa, 22/09/2020.
Sebab mengapa, para jajaran anggota legislatif dan eksekutif menyampaikan informasi ini secara langsung, karena sangat cukup terlihat oleh pandangan mata, masih banyaknya masyarakat Tanggamus yang bersikap acuh tak acuh serta tak peduli dengan dirinya sendiri maupun orang lain dari bahaya ancaman Covid-19 tersebut, sedangkan kabupaten Tanggamus jumlah kasus Covid 19, mengalami kenaikan yang cukup signifikan sekali.
Sosialisasi dan edukasi yang di laksanakan ini, dilakukan dengan mengunjungi pasar Pangkul di kecamatan Wonosobo, sebab dinilai pasar merupakan salah satu tempat keramaian dari berbagai jenis kegiatan masyarakat, khususnya mereka para pedagang dan konsumen yang melakukan aktifitas jual-beli dan pusat perputaran perekonomian suatu daerah. Untuk itu para anggota DPRD Tanggamus serta pihak dinas terkait, supaya dapat meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan di era new normal yang masih dalam suasana pandemi covid 19, juga pentingnya penggunaan masker bagi mereka.
Menurut anggota DPRD Tanggamus asal dapil I Marini Sari Utami mengatakan bahwa, jajaran anggota DPRD hadir dengan turun secara langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk memberikan himbauan dan sosilisasi tentang pentingnya pemahaman mengenai penerapan protokol kesehatan covid 19 ini, supaya masyarakat dapat selalu waspada akan bahaya dari virus Corona tersebut. Sebab kesadaran masyarakat masih cukup rendah, sebab terlihat oleh mereka masyarakat masih banyak yang tak menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah.
"Selain itu dalam giat ini juga, turut dibagikan masker pelindung wajah ke para pedagang, maupun pengunjung di pasar pangkul ini, dan kami juga selama perjalanan kesini saat kedapatan lokasi keramaian dan ada yang tak menggunakan masker langsung kita berikan pembinaan dan pemahaman akan bahaya Covid 19 ini. Dengan adanya sosialisasi dan edukasi ini diharapkan masyarakat yang akan beraktifitas keluar rumah untuk selalu menggunakan masker, sehingga angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tanggamus dapat ditekan seminimal mungkin,"pungkasnya
Sejumlah Anggota DPRD Tanggamus, dari fraksi PDIP Azmi, Didik Setiawan fraksi PDIP, Baharen Fraksi PPP, dari fraksi PAN Bunyamin, fraksi PKS Marini Sari Utami, dan Buyung Zainudin dari PDIP, turut mendampingi sekretaris DPRD Herli Rakhman, Kepala Disdukcapil Maradona, Kepala DPMPTSP, dan Dinas Kesehatan serta jajaran dinas terkait lainnya. (ADV)
Selasa, September 22
Warga Terkonfirmasi Covid 19 Bertambah 3, Total 32 Kasus Di Kabupaten Tanggamus
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Kasus Covid-19 di Tanggamus bertambah lagi, kini total ada 32 kasus yang terkonfirmasi positif Covid 19.
Menurut Bambang Sutejo Kasi Survailance dan Imunisasi, pada Selasa (22/9) ada tambahan tiga kasus baru hasil tracing klaster gudang sembako milik pasien No (06) di sekitar Pasar Kota Agung.
"Hari ini tambah tiga lagi yang hasilnya baru keluar, jadi total sekarang ada 32 kasus di Tanggamus," kata Bambang, mewakili Kadiskes Taufik Hidayat.
Selanjunya ketiga pasien baru tersebut diidentifikasi sebagai pasien nomor 30, 31, dan 32. Ketiganya terdiri satu laki-laki dan dua perempuan.
Untuk pasien nomor 30 laki-laki berusia 34 tahun. Lalu pasien nomor 31 perempuan usia 30 tahun, dan pasien nomor 32 berusia 60 tahun. Semuanya warga Kota Agung.
Mereka adalah hasil tracing dari kumpulan pasien nomor 13 sampai 26. Dari mereka jumlah yang ditracing sebanyak 36 orang. Dan mereka turunan kedua dari pasien 06.
Untuk statusnya pasien nomor 27, 28 dan 31 adalah para istri. Sedangkan pasien nomor 30 adalah saudara, dan pasien 32 adalah orang tua salah satu pasien sebelumnya.
Bambang mengaku dari 36 sampel yang dikirim, hasilnya lima positif, satu belum keluar dan 30 lainnya negatif.
Sedangkan untuk hasil rapid tes massal di Pasar Kota bagi lima orang yang reaktif, masih tetap satu sampel yang belum keluar hasilnya. Hasil lainnya satu positif, tiga negatif. Dan untuk yang dari kasus 05 di Talang Padang masih tetap juga lima belum keluar, empat sampel negatif.
Selanjunya untuk perawatan, bagi pasein 30, 31, diisolasi di Puskesmas Siring Betik, Kecamatan Wonosobo. Lalu pasien 32 di RSUD Batin Mangunang karena miliki penyakit bawaan.
Di luar itu pasien nomor 13 sampai 26 yang sudah dirawat di RSUD Batin Mangunang kini akan swab lanjutan hasil masa perawatan. Jika hasilnya negatif bisa dibolehkan pulang dan jika masih positif dilanjutkan perawatannya. (Rudi)
Senin, September 21
Sekda Tanggamus Tinjau Puskesmas Dan RSUDBM Kotaagung, Cek Kesiapan Ruang Isolasi Serta Serahkan Bantuan Bagi Pasien Covid 19
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Hamid Heriansyah Lubis, sekaligus sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid 19 Tanggamus, meninjau sejumlah Puskesmas yang ada di Tanggamus, guna melihat sejauh mana kesiapan khususnya ruang Isolasi Pasien yang terpapar Covid- 19. Senin (21/9/20)
Sekdakab Hamid Heriansyah Lubis mengatakan bahwa, tinjauannya untuk memastikan dari hasil Rapid Test masal di pasar Kotaagung dan cukup memprihatin kan adalah, dimana dari hasil Swab tersebut, ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 3 orang, diantara Pasien 027, 028 ,029, untuk itu ia berkunjung ke Puskesmas Kotaagung dan menyalurkan bantuan bahan pangan yang diperuntukkan bagi keluarga yang tengah melaksanakan Isolasi Mandiri dan khususnya mereka yang sedang menjalani Isolasi secara Mandiri Di RSUD Batin Mangunang Kotaagung maupun di Puskesmas.
" Untuk keluarga yang sedang menjalani Isolasi secara Mandiri jangan pernah berfikir untuk tidak akan mendapatkan bahan pangan, Pemerintah Daerah dan Korpri Tanggamus siap membantu warganya yang sedang melakukan Isoma di manapun,"jelasnya.
Selaku Sekretaris Gugus Tugas, Ia akan terus melakukan pemantauan, mengecek kesiapan ruang isolasi, dan bangunan Isolasi di puskesmas rawat inap serta ruang Isolasi di Puskesmas Sukaraja kecamatan Semaka, dimana bangunan serta ruang isolasinya sudah cukup siap, ada 13 Kecamatan di Tanggamus yang sudah mempunyai ruang Isolasi. Seraya ia juga berpesan kepada seluruh jajaran untuk memaksimalkan pelayanan terhadap OTG ( Orang Tanpa Gejala).
" Dengan memperhatikan Gizi bagi para pasien, yang sedang melaksanakan Isolasi disini, kita sama-sama berdoa semoga para pasien tersebut, bisa segera sembuh seratus persen, isolasi Mandiri yang sedang mereka laksanakan selama 14 hari kedepan,"ungkapnya.
Sekda Tanggamus ini juga berpesan kepada semua masyarakat agar JUMAWAS Covid-19, artinya Jujur dan Mawas diri serta selalu waspada terhadap Covid-19 ini, kapanpun dan dimanapun masyarakat wajib melakukan protokol kesehatan, juga selalu memakai masker jika keluar rumah, kemudian cuci tangan dengan sabun pada air mengalir, gunakan caira Handsanitizer serta jauhi keramaian, jangan sampai malah menciptakan yang dapat masyarakat berkerumun.
" Saya juga mengunjungi Pasar Kotaagung, untuk mengecek dan memastikan bahwa kegiatan pasar Kotaagung, melalui Tim Gugus Tugas langsung akan menggelar rapat dan merekomendasikan kepada Bupati Tanggamus, pasar Kotaagung akan ditutup selama tiga hari kedepan dari semua aktifitas masyarakat dan selama tiga hari berturut-turut itu bakal dilakukan penyemprotan Disinfektan dari Satuan Tugas Covid-19 Tanggamus,"pungkasnya.(Rudi)
Covid-19 Di Tanggamus Bertambah 3 Kasus, 1 Orang Hasil Tracing Dan Swab Pedagang Pasar Kotaagung
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Pasca penutupan Salah satu pasar terbesar di kabupaten yang berjuluk bumi begawi Jejama. Gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Kabupaten Tanggamus mengirimkan pers rilisnya kepada awak media yang tergabung grup whatshaap milik diskominfo, sebab adanya penambahan kasus covid 19 hasil Rapid test masall di pasar Kotaagung beberapa hari lalu, ada 5 orang dinyatakan reaktif dan dilakukan test swab, serta hasil swabnya telah keluar. Senin,21/09/2020.
Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid 19 kabupaten Tanggamus Dr. Eka Priyanto menyampaikan bahwa, Ini adalah Tracing lanjutan yang gugus tugas kabupaten tanggamus lakukan terhadap pasien 05 (almarhum) asal talang padang dan pasien 06 asal kotaagung. Pada tanggal 09 s.d 11 september 2020, telah dilakukan trecing menggunakan RT-PCR terhadap 22 spesimen dan didapatkan 20 orang terkonfirmasi positif covid-19. 6 orang dari hasil tracing Pasien 05 yaitu pasien 07, pasien 08, pasien 09, Pasien 010, pasien 011, pasien 012.
Dan 14 orang lainnya dari hasil tracing Pasien 06 kotaagung, yaitu pasien 013, pasien 014, pasien 015, pasien 016, pasien 017, pasien 018, pasien 019, pasien 020, pasien 021, pasien 022, pasien 023, pasien 024, pasien 025, pasien 026.
Kemudian pada tanggal 16 s.d 18 september 2020, Gugus tugas kabupaten tanggamus melakukan pemeriksaan spesimen lanjutan sebanyak 442 spesimen di dua tempat, yaitu di wilayah pasien 05 dan pasien 07, 08, 09, 010, 011, 012 di talang padang sebanyak 61 0rang (PCR sebanyak 9 orang, RDT sebanyak 52 orang).
Lalu juga dilakukan pemeriksaan spesimen diwilayah pasien 06 kotaagung dan pasien 013, 014, 015, 016, 017, 018, 019, 020, 021, 022, 023, 024, 025, 026, di kota agung sebanyak 381 orang. (PCR sebanyak 36 orang, RDT sebanyak 341 orang). Dari hasil trecing lanjutan tersebut di dapatkan dari 36 orang yang di PCR di dapatkan ada terkonfirmasi positif covid 19.
" Nama Pasien 027 (A) / dari pasien 017 (NH), Umur 30 tahu, jenis Kelamin perempuan, alamat Pekon Negeri Ratu, kedua nama Pasien 028 (NB) / dari pasien 023 (HN), Umur 44 tahun , jenis Kelamin perempuan, alamat dusun sukamaju Pekon kusa,"jelas Dr. Eka.
Kemudian dari hasil RDT 5 orang yang reaktif di pasar Kotaagung dan dilakukan swab, lalu ditemukan pasien yang terkonfirmasi positif covid 19 sebanyak 1 orang di antaranya adalah Nama Pasien 029 (U), umur 62 tahun, jenis Kelamin laki laki, alamat kelurahan kuripan. Selanjutnya terhadap ketiga pasien covid 19 tersebut, oleh tim gugus tugas di ambil tindakan untuk dilakukan isolasi, kepada pasien 027 dan pasien 028 dilakukan isolasi di puskesmas sukaraja, pada kedua pasien tidak ada keluhan, kemudian pada pasien 029 dilakukan isolasi di RSUD bathin mangunang di karenakan adanya penyakit bawaan pada pasein/comorbid. Dan dilakukan sesuai dengan penangan pasien Covid-19.
Dengan penambahan 3 kasus baru positif Covid 19 ini, maka jumlah kasus Positif Covid 19 di Kabupaten Tanggamus menjadi 29 orang, dengan kategori 4 orang sembuh, 2 orang meninggal dunia (Pasien 01 dan 05), serta 23 orang dalam perawatan. Tindak lanjut telah dilakukan penutupan pasar kota agung selama tiga hari untuk menghindari meluasnya penyebaran Covid-19 serta di dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.
"Edukasi ke masyarakat melalui sosialisasi dan pembagian masker di beberapa titi pasar yang ada di kabupaten tanggamus, dan kami meminta kepada masyarakat agar agar lebih disiplin lagi dalam penerapan protokol kesehatan yaitu, selalu memakai masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, jaga jarak dan hindari kerumunan. Melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin adalah upaya yang bisa kita lakukan secara bersama sama untuk memutuskan rantai penularan covid 19 ini, supaya semua bisa menjadi aman dan terlindungi dari kemungkinan tertular, agar kondisi masyarakat kembali produktif, kita pasti bisa melakukan semua ini,"pungkas Jubir GTPP Covid 19 Kabupaten Tanggamus Dr. Eka Priyanto. (Rudi)
Pedagang Positif Covid 19, Pasar Kotaagung Di Tutup Selama 3 Hari, Hasil Tracing Rapid test Masal
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Pasar Kotaagung, Kabupaten Tanggamus selama tiga hari kedepan ditutup alias di-lock down. Terhitung Senin 21 September hingga Rabu 23 September 2020 hal ini untuk mensterilkan secara total pasar Kotaagung dari penyebaran covid 19. Senin,21/09/2020.
Berdasarkan pantauan lokasi, aparat gabungan TNI/Polri, Satpol PP dengan pengeras suara memberikan pengumuman bahwa mulai Senin siang, aktivitas dipasar dihentikan sementara, kecuali kegiatan perbankan. Selain melalui pengeras suara,pedagang yang masih membuka toko atau kios juga disambangi langsung oleh Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tanggamus Hamid H.Lubis, tampak juga Kapolsek Kotaagung AKP Muji Harjono, Kasatpol PP M.Suratman, Danramil Kotaagung Kapten Redi Kurniawan dan Camat Kotaagung Erlan Deni Saputra.
Menurut Sekda Tanggamus Hamid H Lubis penutupan pasar Kotaagung lantaran menyusul adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang salah satunya adalah pedagang pasar Kotaagung."Ini merupakan tindak lanjut dari tracing pasien 06 dan Rapid Test massal beberapa hari lalu, ternyata dari ratusan pedagang yang dirapid hasilnya reaktif dan begitu di-Swab muncul lah kasus baru dengan identitas pasien 027,028 dan 029,"kata Hamid H.Lubis.
Masih kata Sekda bahwa selama ditutup, pasar juga akan disemprot disinfektan oleh petugas. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid 19."Pasar ditutup merupakan hasil rapat Satgas Covid-19 tadi pagi, dan diputuskan agar mulai siang ini pasar ditutup selama tiga hari kedepan. Ini semua dilakukan untuk menyelamatkan nyawa manusia bukan untuk kepentingan Pemda, semoga kita semua terhindar dari Virus Corona,"pungkas sekda seraya mengimbau untuk tetap gunakan masker,jaga jarak dan rajin mencuci tangan.(Rudi)
Kamis, September 17
Satgas GTPP Covid 19 Tanggamus Gelar Rapid Test Massal di Pasar Kotaagung, 5 Orang Dinyatakan Reaktif
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tanggamus kembali melakukan Rapid Test massal bagi pedagang dan pengunjung Pasar Kotaagung. Kamis, 17/09/2020.
Dalam pelaksanaan Rapid Test Massal ini juga di back-up aparat TNI/Polri dan juga Satpol PP. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Kadiskes Taufik Hidayat, Pasiter Kodim 0424 Kapten Adi Hartono, Kapolsek Kotaagung AKP Muji Harjono dan Camat Kotaagung Erlan.
Kapolres Tanggamus yang juga Wakil Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tanggamus, AKBP Oni Prasetya dalam pengarahan singkatnya mewakili Bupati Tanggamus mengatakan bahwa Rapid yang digelar untuk memastikan keamanan dan kesehatan masyarakat Kabupaten Tanggamus khususnya warga yang ada disekitar Pasar Kotaagung.
"Keberadaan kami disini untuk membantu masyarakat, hadirnya kami bukan untuk mencari-cari atau membuat malu masyatakat, tapi untuk mamastikan, apakah terpapar atau tidak Virus Corona, bagi yang terpapar tentu ada tidak lanjut dan Penanganan dari tim kesehatan," ujar Kapolres.
Sementara, Kepala Diskes Tanggamus Taufik Hidayat mengatakan , Rapid Test massal sebagai tindak lanjut dari hasil tracing pasien 06 berikut turunannya, karena pasien 06 dan turunannya adalah orang yang sehari-hari beraktivitas dilingkungan pasar.
"Karena pasien 06 yang terpapar Covid-19 ini aktivitasnya jual beli dipasar, maka kami anggap sangat perlu untuk mendeteksi apakah masih ada yang terpapar, kalau ada tentu langsung diambil tindakan lebih lanjut,"ujar Taufik.
Dijelaskan Taufik bahwa sasaran Rapid adalah pedagang dan pengunjung pasar." Kami siapkan 500 alat Rapid Test, mudah-mudahan target tersebut terpenuhi, dan untuk hasilnya bisa langsung diketahui hari ini juga," sebut Taufik.
Menurut Kepala Diskes Tanggamus Taufik Hidayat dari 341 orang yang dirapid Test, lima diantaranya Reaktif Covid 19."Dari lima orang tersebut, tiga laki-laki dan dua orang perempuan,"ujar Taufik.
Dilanjutkan Taufik bahwa selanjutnya dilakukan Swab Test terhadap kelima orang tersebut."Swab tes dilakukan dua kali, hari ini dan besok,"sebut dia.
Untuk sampel sendiri terus Taufik akan dikirim ke Laboratorium yang antriannya tidak lama."Bisa ke RSUD Pringsewu bisa juga ke Labkesda Provinsi Lampung di Bandarlampung, akhir-akhir ini banyak sampel yang diperiksa dilab sehingga harus antre, mana yang cepat disitu kita kirimnya, mudah-mudahan hasilnya negatif semua,"pungkas Taufik. (Rudi)
Rabu, Agustus 12
Sosialisasi dan Edukasi untuk Membangun Kesiapan Mental Masyarakat dalam menghadapi New Normal
Lambar, www.lampungheadlines.com - Mahasiswa Universitas Diponegoro Fakultas Psikologi Devta Guntama
Melakukan sosialisasi kepada Masyarakat Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung barat,15 Juli 2020
Dalam hal tersebut sosialisasi dilakukan secara Door To Door, dirumah warga dan ditempat-tempat umum,dengan tujuan agar masyarakat paham apa itu New Normal.
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan merupakan psikoedukasi untuk membangun Kesiapan Mental Masyarakat Desa Tanjung Raya dalam Menghadapi kebijakan New Normal yang diterapkan oleh Pemerintah.
Selain itu edukasi juga dilakukan terhadap anak-anak Desa Tanjung Raya mengenai PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) serta cara mencuci tangan yang baik dan benar dan tetap menggunakan masker ketika berada diluar rumah dan menjaga kesehatan serta makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan sistem kekebalan (imunitas tubuh).
Dalam hal tersebut Peratin Tanjung raya Budiyono sangat mendukung program yang dilakukan, "semoga dengan dilakukan kegiatan itu Masyarakat dapat lebih paham tentang New Normal". Ungkap Budi (kartiko)
Kamis, Agustus 6
Bunda,Tepatkah Bantuan Selama Covid 19,Ada Warga Miskin Di Pekon Negeri Ratu Curhat Tak Terima Bantuan Apapun Dari Pemerintah
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Jumantara (37) Warga Pedukuhan Way Jelai Pekon Negeri Ratu Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus ini, hanya bisa duduk termenung meratapi nasibnya, sembari mengelus perut sang istri Hayatun Nupus yang sedang hamil besar anak ketiga mereka dan diprediksi oleh bidan bakal melahirkan hanya dalam hitungan hari, karena memang usia kandungan sudah menginjak 9 bulan. Rabu,05/08/2020.
Yang menjadi persoalan sebenarnya, bukan pada persalinan sang istri tercinta, sebab keluarga ini mempunyai kartu BPJS dari pemerintah ketika proses kelahiran anaknya tersebut, jumantara ingin mengutarakan perihal uneg-uneg yang berkecamuk di dalam hatinya, tentang bantuan bagi keluarga kecilnya selama pandemi covid 19 mulai merebak, pemerintah pusat, provinsi sampai dengan kabupaten, sangat gencar memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat.
Mulai dari paket sembako, bantuan dalam bentuk tunai (BLT) dan lain-lainnya untuk menanggulangi dampak covid 19 terutama ekonomi warga yang pas-pasan, sebab selama pandemi ini keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan-bantuan tersebut supaya untuk dapat menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan miskin yang terdampak covid-19. Namun dalam kenyataanya bahwa bermacam-macam bantuan tersebut tak pernah sampai padanya, sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan dalam sanubari Jumantara, dimana letak kesalahannya itu.
" Waktu itu awal virus covid 19 muncul, tak lama kemudiankan ada wacana dari pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak covid 19 dengan menggulirkan berbagai bantuan, memang ada saat itu ketua RT kami minta KK dan KTP katanya sih, mau dikumpulin, guna mendapatkan bantuan itu tapi kenyataannya hanya sebatas isapan jempol semata bang,"Ungkap Jumantara kepada jurnalis Media Online Lampungheadlines.com saat menyambangi di kediamannya.
Dari pantauan media ini, diketahui bahwa Jumantara dan istri serta kedua anaknya yang masih balita tersebut, tak juga menerima dalam program-program pemerintah pusat, seperti program pemerintah seperti program keluarga harapan (PKH), BPNT, Bansos, dan lainnya, bahkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) pun ia tak dapat.
Juga bukan rahasia umum lagi, bahwa pemerintah kabupaten Tanggamus juga telah menggelontorkan berbagai bantuan sembako yang tak sedikit, mulai dari bantuan untuk lansia, anak-anak usia balita serta untuk ibu-ibu hamil, dan bantuan ini pun tak tepat dalam sasarannya kepada warga yang berhak menerimanya.
Jika melihat kriteria keluarga dari jumantara ini, seharusnya ia sangat layak mendapatkan atau meneriam salah satu bantuan di atas, sebab rumah yang tak terlalu luas tersebut berdinding kayu papan, bahkan di bagian dapur lantainya masih beralaskan tanah, serta listrik ia menumpang dari tetangganya, tak ada perabotan berharga di dalamnya, maklum saja karena Jumantara hanya berprofesi sebagai buruh serabutan, terkadang mengojek, apa saja dia kerjakan untuk memenuhi kebutuhan makan bagi keluarganya.
" Pernah langsung tanya ke pak RT kenapa saya tak dapat bantuan itu, dan jawabannya hanya bersabar, saya lihat banyak masyarakat dapat bantuan, mengapa saya tidak, saya gak berani mau tanya langsung ke kantor Pekon bang, selama ini saya biarkan saja, tapi akhirnya saya putus asa juga,"lirih Jum dengan datar.
Jumantara pun berharap, agar pemerintah daerah Tanggamus sampai ke pemerintah Pekon Negeri Ratu agar lebih memperhatikan masyarakat seperti dirinya, sebab bukan menjadi rahasia umum lagi, terkadang orang yang notabenenya layak malah dapat bantuan, sedangkan yang memang membutuhkan malah tak menerima bantuan dalam bentuk apapun, jangan terkesan tebang pilih, semua lapisan masyarakat merasakan dampak dari covid 19 ini.
" Saya hanya tau sekarang ini bagaimana bisa berusaha melewati hari demi hari agar keluarga saya dapat makan, teruntuk bantuan ini tolong jangan ada pilih kasih, saya pun sama rakyat Indonesia juga, dan kepada bunda Dewi (Bupati Tanggamus) tolong, saya juga merasakan dampak yang sama, jika memang bantuan itu ada, saya juga meminta sedikit kepedulian dan perhatian dari program-program pemkab Tanggamus, dengan kondisi keadaan ekonomi saat ini, bantuan tersebut sangat kami butuhkan,"pungkasnya. (Rudi)
Rabu, Juli 29
Jelang Hari Raya Idul Adha, Kelurahan PS.Madang Lakukan Penyemprotan Di Pasar Kotaagung Demi Cegah Covid 19
Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, hari ini melakukan penyemprotan cairan Disinfektan ke seluruh area tempat seperti toko, kios, maupun area hamparan para pedagang yang berada di Pasar Kotaagung tersebut. penyemprotan dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Corona virus deases (Covid 19) yang telah menjadi pandemi di Indonesia saat ini, dan sekaligus sebagai antisipasi dalam rangka persiapan untuk menyambut Hari Raya Idul Adha tanggal 31 Juli 2020/1441 Hijriyah, tepatnya jatuh pada hari Jum'at esok. Selasa, 28/07/2020.
Kegiatan penyemprotan di pasar Kotaagung ini, di pimpin langsung oleh lurah pasar madang Dede Chandra bersama jajaran, dan untuk di ketahui bahwa Pasar Kotaagung merupakan salah satu pasar terbesar di Kabupaten Tanggamus, dan memiliki area wilayah yang sangat luas, aktifitas jual beli masyarakat dengan pedagang bisa di katakan tak pernah sepi hingga menjelang petang, bahkan pada saat hari-hari tertentu pada saat ketika akan menyambut hari besar seperti hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha seperti saat ini.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Lurah pasar madang kemudian lalu berinisiatif saat akan menggelar penyemprotan disinfektan ke pasar Kotaagung ini, ketika pada saat menjelang sore hari, sebab aktifitas jual beli masyarakat dan pedagang di pasar itu telah sepi, bahkan sebagian besar toko-toko maupun kios para pedagang tersebut telah tutup, sehingga para petugas - petugas penyemprotan dari kelurahan pasar madang bersama ketua RT 05 setempat, bisa lebih leluasa serta nyaman ketika tengah bekerja melaksanakan tugas penyemprotan ke dalam seluruh bagian yang berada di Pasar tersebut, serta para petugas ini ketika bekerja menjelang sore seperti saat ini, bisa lebih cepat, nyaman dan lebih aman serta tak mengganggu pengunjung pasar maupun para pedagang di pasar Kotaagung ini.
" Jika penyemprotan ini kita gelar pada pagi hari atau siang agak sedikit cukup merepotkan kita bang, khawatirnya malah mengganggu pengunjung dan para pedagang di pasar Kotaagung ini, nah jika sore hari seperti saat ini, bisa kita lihat sama-sama seluruh kegiatan para pengunjung tak ada lagi bahkan aktifitas semua para pedagang ini sebagian besar juga telah menutup tokonya masing-masing, jadi gerak semua petugas yang bekerja melakukan penyemprotan di pasar ini lebih leluasa tanpa harus merasa khawatir,"Ucap Lurah Pasar Madang Dede Chandra kepada Jurnalis Media Online Lampungheadlines.com sore tadi.
Lanjut Dede, penyemprotan disinfektan dilakukan secara manual atau menggunakan Tangki Semprot oleh para petugas kelurahan pasar madang tersebut, lalu menyusuri setiap lorong-lorong pasar yang sudah sepi, adapun titik-titik sasaran penyemprotan ini sendiri, seperti ke sejumlah lokasi area Hamparan khusus tempat para pedagang sayur-sayuran, kemudian juga tak luput ratusan toko-toko pakaian dan Sembako, lalu petugas bergerak menuju ke Pasar Bawah, dan terakhir area kios-kios hamparan khusus tempat menjual ikan.
" Kita semprot mulai dari area tempat khusus pedagang sayur-mayur, kemudian toko-toko penjual pakaian serta sembako, lalu petugas juga lakukan penyemprotan area pasar bawah, serta hamparan kios para pedagang penjual ikan serta ayam. Dan tidak ada titik yang terlewat, semua tempat kita semprot disinfektan, pasar Kotaagung ini bisa di katakan selalu ramai oleh masyarakat, dan kami jajaran pemerintah kelurahan pasar madang, akan terus-menerus berupaya untuk menjaga setiap area publik seperti pasar Kotaagung dengan cara memberikan sosialisasi, edukasi dan melakukan penyemprotan Disinfektan, agar masyarakat menyadari bahaya dari virus covid 19 ini,''Ungkap Dede Chandra.
Lurah Pasar Madang ini pun berharap, kepada masyarakat khususnya warga kelurahan pasar madang untuk selalu melakukan protokol kesehatan, seperti menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan alat pelindung diri (APD) masker kain pada saat keluar dari rumah, lalu biasakan mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, itu harus dilakukan setiap waktu saat memulai suatu hal apapun maupun sesudahnya dalam setiap hal dalam berbagai aktifitas dalam keseharian kita semua.
" Penyemprotan cairan disinfektan ke sejumlah area keramaian masyarakat atau area publik ini dan bahkan rumah-rumah warga saat ini, juga masih rutin kita lakukan penyemprotan cairan disinfektan ini agar masyarakat kita selalu nyaman dan aman, yang penting patuhi himbauan pemerintah daerah dan selalu terapkan protokol kesehatan, khususnya masyarakat di kelurahan Pasar Madang di era new normal saat ini untuk tetap mematuhi hal tersebut, lalu jika ada keluarga yang baru tiba dari luar daerah agar segera melaporkannya, dan jangan lupa selalu mengenakan masker saat keluar rumah, jaga kesehatan kita, ayo kita sama-sama dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 di kabupaten Tanggamus yang kita cintai ini,"pungkas Dede. (Rudi)









