Tampilkan postingan dengan label pristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pristiwa. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 11

 Oknum ASN Satpol PP Tanggamus Digrebek Satresnarkoba, Jabat Kabid Dan Kasi

Oknum ASN Satpol PP Tanggamus Digrebek Satresnarkoba, Jabat Kabid Dan Kasi

ket foto : ilustrasi

Tanggamus, www.lampungheadlines.com -  oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus dikabarkan diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanggamus dalam sebuah penggerebekan, Senin siang,11/10/2020.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kedua ASN tersebut merupakan oknum pejabat di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Tanggamus, masing-masing berinisial C diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) dan inisial J yang menjabat sebagai kepala seksi (Kasi). Penggerebekan tersebut berlokasi di Perum Griya Abdi Negara yang lokasinya tidak jauh dari kompleks perkantoran Pemkab Tanggamus sekitar pukul 14.00 WIB, dari penggerebekan tersebut empat orang diamankan, dua diantaranya oknum ASN Satpol PP Tanggamus dan dua orang lainnya belum diketahui identitasnya jelasnya.


Kasatresnarkoba Polres Tanggamus, Iptu Deddy Wahyudi saat dikonfirmasi oleh wartawan di depan ruang Satresnarkoba Polres Tanggamus, Senin sore membenarkan adanya operasi penangkapan di perum Griya Abdi Negara, namun dia enggan membeberkan lebih rinci.


"Untuk kegiatan tadi siang, ia betul kami mengamankan empat orang, dua diantaranya merupakan ASN,"kata Deddy Wahyudi mewakil Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi


Kemudian saat disinggung mengenai inisial, peran keempatnya dan status keempatnya, Deddy masih enggan membeberkannya "Untuk itu nanti ada ekspose, silahkan rekan-rekan wartawan, koordinasi dengan Humas Polres Tanggamus, saat ini kami masih lakukan penyelidikan,"singkat Deddy.(RIS/RD)

Senin, September 20

GP Ansor Tanggamus Ikut Berang, Akun ASN Pemprov Lampung diduga Hina Banser

GP Ansor Tanggamus Ikut Berang, Akun ASN Pemprov Lampung diduga Hina Banser

Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tanggamus ikut meradang, terkait postingan di media sosial Facebook oleh akun atas nama Rendi Djumantoro yang diduga menghina Organisasi Ansor Banser NU, dan diketahui oknum tersebut merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Lampung. Senin,20/09/2021.

Ketua PC GP Ansor Tanggamus Zulki Qurniawan mengatakan bahwa, ia cukup menyayangkan atas sikap dari oknum ASN tersebut, yang melakukan ujaran kebencian di media sosial, terlebih ia merupakan ASN yang mengerti estetika dan moral. 

" Seharusnya jika oknum itu tak mengetahui tentang organisasi Ansor dan Banser ini, tak usahlah disebarkan apa lagi di media sosial (Medsos), jaga sikap dan perilaku terlebih dia seorang ASN, yang mengerti aturan, "Tegas Zulki.


Dalam unggahan yang di posting oknum ASN tersebut, kata Zulki, sangat jelas tertulis " “Bisa Bacakan… banserep BANSEREP dengan dilengkapi gambar beratribut loreng dengan disertai tulisan yang tidak pantas dan sangat menyinggung perasaan para anggota Organisasi BANSER. 


" Untuk selanjutnya, kami khususnya PC GP Ansor Tanggamus serta Ansor dari Kabupaten lain di Lampung merasa tidak terima dengan unggahan yang dilakukan oleh Oknum ASN Rendi Djumantara di akun media sosialnya. Kami akan berkordinasi dengan PCNU Tanggamus dan PW Ansor Lampung, guna mengambil sikap dan langkah yang harus diambil oleh Organisasi Banser serta Ansor,"tutup Ketua Fraksi di DPRD Tanggamus dari Fraksi PKB tersebut.(Rudi)

Kamis, September 16

FPII Lampung Siap Gelar Demo, Buntut Kekerasan Terhadap Wartawan Oleh Oknum Ketua DPRD Lampura

FPII Lampung Siap Gelar Demo, Buntut Kekerasan Terhadap Wartawan Oleh Oknum Ketua DPRD Lampura

Bandar Lampung, www.lampungheadlines.com - Kasus dugaan pemukulan seorang Wartawan yang diduga dilakukan oleh Ketua DPRD Lampung Utara, Romli yang terjadi pada Rabu,15/9/21 kemarin, mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Organisasi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Lampung. Kamis, 16/09/2021.


Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua FPII Setwil Provinsi Lampung, Aminudin, SP, FPII dalam hal ini mengutuk keras tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang Pimpinan di Lembaga Wakil Rakyat di Kabupaten Lampung Utara tersebut.


" Bila informasi yang saya peroleh ini benar, bahwa wartawan dipukul oleh Ketua DPRD di Gedung Wakil Rakyat, ini sangat memalukan. Dan tidak bisa dianggap sepele," ucapnya saat diminta tanggapan atas beredarnya berita di media online atas kejadian tersebut.


" Sangat disayangkan seorang anggota Dewan, apa lagi jabatannya sebagai Ketua DPRD berulah seolah preman. Jangan jadi preman berdasilah," ujarnya di Kantor Sekretariat FPII Setwil Provinsi Lampung, Jln. Pulau Tegal, Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung.


Lanjut Aminudin, seorang wakil rakyat harusnya jadi panutan dan memberi contoh yang baik. Apalagi kepada wartawan yang merupakan Mitranya.


Pria yang sering disapa Amie Kancil ini juga mengingatkan, apa beliau tidak menyadari kalau jabatan yang sedang diamanahkan masyarakat kepadanya saat ini sebagai pejabat publik yang sudah seharusnya melayani semua aspirasi masyarakat baik secara langsung maupun aspirasi masyarakat melalui media.


" Saya berharap oknum anggota dewan ini segera sadar bahwa semua kegiatannya tidak terlepas dari kerja Jurnalis agar informasi atau kegiatannya dapat sampai kepada publik," ungkapnya.


Ia juga menghimbau kepada masyarakat maupun Partainya dapat mempertimbangkan Oknum Ketua Dewan ini bila dirinya ingin mencalonkan diri kembali.


Terkait laporan korban pemukulan kepada pihak penegak hukum, Aminudin berharap dapat segera ditindaklanjuti oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Penegak hukum harus objektif, tidak pandang bulu, siapapun termasuk yang melakukan tindakan yang melanggar hukum harus diberi ganjaran, tidak terkecuali sekalipun pelaku oknum Ketua Dewan. Karena warga Indonesia sama kedudukannya di hadapan hukum.


Tambah Aminudin, Forum Pers Independent Indonesia ( FPII ) Provinsi Lampung akan ikut mengawal proses hukum oknum Ketua DPRD Lampung Utara ini.


"Kita percayakan kepada  Polres Lampung Utara untuk segera memprosesnya. Tapi bila nanti dalam proses hukumnya lambat  kemungkinan kita selaku organisasi Pers FPII yang punya moto "Garda terdepan membela Jurnalis" tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi/demo," jelasnya.


" Harapan saya, korban (wartawan -red) dan Organisasi Pers yang menaunginya tetap memproses kasus ini, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari," pungkasnya.


Diberitakan sebelumnya,  kekerasan terhadap jurnalis menimpa salah seorang wartawan media harian online, sumatera.com, Afriantoni, di Kabupaten Lampung Utara. 

Dari Informasi yang ada, pelakunya Ketua DPRD Lampung Utara Romli. Berikut kronologis Kejadiannya. Efriantoni, warga Jalan Pahlawan, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, menjelaskan sebelum dia dianiaya di ruang Fraksi Partai PAN, Gedung DPRD Lampung Utara di Jalan Sukamo Hatta, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, dirinya sedang dengan bersama salah seorang anggota Dewan di halaman depan Gedung DPRD Kabupaten Lampung Utara.


Saat itu, Efriantoni kemudian dipanggil oleh Romli, Ketua DPRD Kabupaten Lampung Utara. Romli mengajak Efriantoni masuk ke ruangan Fraksi PAN. Kemudian mereka terlibat cekcok mulut. Sejurus kemudian pelaku langsung memukul wajah korban hingga beberapa kali, kemudian korban dipisah oleh ajudan Romli yang bernama Heri serta beberapa pegawai Honorer di Kantor DPRD. Rabu (15/09/2021) sekira pukul 13.20 WIB


Korban (Afriantoni - red) kemudian melaporkan kasus tersebut Ke Polres Lampung Utara dengan bukti laporan polisi LP Nomor: STPL/B-1/976/IX/2021/SPKT/Polres Lampung Utara/Polda Lampung, tanggal 15 September 2021.


”Aksi pemukulan itu terjadi di ruang fraksi PAN dan halaman kantor DPRD Lampura. Akibat pemukulan itu, saya mengalami luka memar pada bagian wajah dan mata sebelah kanan. Saya sudah lakukan visum untuk selanjutnya melaporkan kejadian ini ke Polres Lampura,” kata Efriantoni.


"Setelah itu saya pergi ke ruang wartawan. Dan saat itu saya bertemu dengan pelaku kembali, saya dirangkul sama pelaku, kemudian saya dipukul lagi dengan menggunakan tangan satu kali. Atas kejadian ini saya melapor ke Polres Lampung Utara untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Efrianto, yang diterima Ka SPK Polres Lampung Utara, Aipda Hendra Dinata.


Belum diketahui pasti motif hingga terjadi pemukulan tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, Ketua DPRD Lampung Utara yang diduga melakukan pemukulan terhadap wartawan, belum memberikan keterangan resmi. Konfirmasi juga belum dapat diperoleh disebabkan nomor ponsel yang bersangkutan non aktif. (RIS)


Sumber : FPII Setwil Lampung.

Sabtu, September 4

PC GP ANSOR Tanggamus meninjau serta menyerahkan Bantuan sandang pangan Bagi korban banjir

PC GP ANSOR Tanggamus meninjau serta menyerahkan Bantuan sandang pangan Bagi korban banjir


Tanggamus, www.lampungheadlines.com -Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat korban banjir bandang di Kecamatan Semaka, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tanggamus meninjau  langsung ke lokasi banjir, sekaligus menyerahkan bantuan berupa paket sembako ke posko tanggap bencana untuk kemudian didistribusikan ke warga masyarakat. Jum'at, 03/09/2021.



Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Tanggamus Zulki Qurniawan,SE di dampingi beberapa pengurus Ansor, dalam pemberian bantuan bagi masyarakat terdampak banjir tersebut, diterima langsung oleh Camat Semaka Wiwin Triyani, dan bersama-sama meninjau sejumlah lokasi titik banjir terparah yang menerjang kecamatan Semaka beberapa hari yang lalu, 


Dalam peninjauannya, Zulki Qurniawan yang juga merupakan anggota DPRD Tanggamus turut mendengarkan keterangan camat Semaka serta masyarakat, terkait terjadinya banjir bandang yang mengakibatkan banyak kerusakan dan kerugian bagi masyarakat, bermula hujan deras yang mengguyur, berimbas dengan meluapnya Air Sungai Sedayu, sehingga tanggul penahan air pun tak sanggup lagi menahan derasnya luapan air sungai Sedayu.


" Tanggul penahan air sungai jebol, dan itu merupakan titik awal mula terjadinya banjir bandang yang melanda beberapa Pekon di Kecamatan Semaka, bahkan saya lihat sendiri sampai-sampai makam-makam ikut terhanyut terbawa air sungai,"Ungkap Zulki.


Untuk itu Ketua Ansor Tanggamus ini berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten, agar secepatnya mencari solusi yang tepat, dalam mengatasi banjir bandang yang selalu terjadi ketika hujan deras mulai melanda, masyarakat terus dihantui perasaan was-was, terlebih saat hujan turun di malam hari, sehingga masyarakat berjaga-jaga guna mengantisipasi kejadian tersebut.


" Sungai Sedayu harus dilakukan pembronjongan yang kuat, guna menahan terjangan air sungai Sedayu ketika meluap, keterangan masyarakat disana bahwa pembangunan tanggul kebanyakan merupakan hasil swadaya dari masyarakat sekitar. Mari kita selalu berdoa mudah-mudahan banjir bandang di Semaka ini tak terulang lagi, bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,"Pungkas Zulki Qurniawan juga selaku ketua Komisi IV DPRD Tanggamus tersebut.(Rudi)

Rabu, Agustus 25

Diduga Adanya Penambangan Pasir Laut di Kuala Teladas, Direktur Walhi Lampung Angkat Bicara

Diduga Adanya Penambangan Pasir Laut di Kuala Teladas, Direktur Walhi Lampung Angkat Bicara

Tuba, www.lampungheadlines.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung turut menyoroti dan mendampingi warga Kampung Kuala Teladas Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang (Tuba) terkait adanya penambangan pasir laut yang diduga berkedok program pendalaman alur laut di perairan laut Kuala Teladas.


Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengungkapkan, ada beberapa hal yang mendasari Walhi meminta Gubernur Lampung untuk mencabut izin pertambangan tersebut.


Irfan menyatakan, dalam Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2018 bahwa di perairan laut Provinsi Lampung tidak ada alokasi untuk pertambangan pasir laut.


“Selain itu wilayah yang akan dilakukan aktivitas Pendalaman alur berkedok pertambangan tersebut berada di wilayah tangkap nelayan Kuala Teladas dan sebagai habitat biota laut, yaitu kepiting rajungan, ikan dan beragam jenis ikan yang menjadi komoditas andalan nelayan Kuala Teladas,” jelas Irfan kepada media ini saat dikonfirmasi Selasa (24/8/2021).


Selain hal tersebut, lanjut Irfan, masyarakat Kuala Teladas sangat meyakini bahwa wilayah “Gosong” yang akan ditambang tersebut merupakan wilayah pertahan kampung kuala teladas dari terjangan ombak tinggi karena memiliki fungsi pemecah ombak pada saat gelombang tinggi selain sebagai habitat biota laut.


Kemudian hal lain yang harus diingat Pemprov bahwa lampung merupakan salah satu daerah 3 besar penghasil rajungan di Indonesia dan rajungan di Lampung diperoleh dari Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah dan Tuba lebih tepatnya Kampung Kuala Teladas.


Tentu hal ini menjadi sebuah gambaran ketidak konsistenan pemprov yang seharusnya melindungi wilayah tangkap nelayan rajungan tapi justru membiarkan wilayah tangkap rajungan tersebut rusak akibat kegiatan yang bersifat eksploitatif dengan alasan pendalaman alur yang menurut pemerintah merupakan usulan dari masyarakat Kuala Teladas.


“Padahal masyarakat Kuala Teladas tidak pernah meminta baik secara lisan maupun tulisan tentang pendalam alur tersebut, justru mereka sangat bersyukur dan bergantung dengan adanya wilayah gosong tersebut sebagai sumber penghidupan nellayan dan sebagai media mitigasi bencana,” ujarnya.


Jika kita berbicara pendalaman alur seperti yang disampaikan Dinas Perhubungan bahwa pendalaman alur berdasar pada proposal masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan nelayan Kuala Teladas justru hal tersebut bertolak belakang dengan fakta dan kebutuhan masyarakat di lapangan.


“Untuk kepentingan siapa karena alur laut muara Sungai atau Way Tulangbawang di Kuala Teladas hanya dilewati oleh kapal-kapal kecil yang merupakan kapal nelayan dan bukan merupakan alur pelayaran serta selama ini nelayan kuala teladas tidak pernah merasa ada gangguan dalam proses pelayaran melewati muara dan perairan laut sekitar Kuala Teladas,” kata Irfan


Terpisah salah’satu warga Kuala Teladas yang kesehariannya seorang nelayan Salim mengungkapkan pendalaman alur hanya akal’akalan saja” padahal sebenarnya menyedot pasir laut”ungkapnya.


Saya berharap kepada pemerintah daerah khusus Nya gubernur Lampung stop saja kegiatan pendalaman alur ini , sebelum terjadi konflik  kasian kami para nelayan kecil” tandasnya. (Red)

Selasa, Agustus 24

Kunjungi Bocah Disabilitas, Anggota DPRD Dan Dinsos Tanggamus Serahkan Bantuan Kursi Roda

Kunjungi Bocah Disabilitas, Anggota DPRD Dan Dinsos Tanggamus Serahkan Bantuan Kursi Roda

Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari fraksi PKB Edy Yalismi, S.E Bersama dengan Dinas Sosial Tanggamus, mengunjungi Zidan bocah penyandang disabilitas yang mengalami lumpuh sedari lahir, warga Pekon Tanjung Betuah Kecamatan Cukuh Balak, guna menyerahkan bantuan sebuah Kursi Roda dan satu paket makanan ringan. Selasa, 24/082021.



Anggota DPRD Tanggamus dari Fraksi PKB Edy Yalismi menyampaikan, ia cukup mengapresiasi respon cepat yang dilakukan oleh dinsos Tanggamus khususnya Kepala Dinas, setelah menerima keluhan serta laporan dari masyarakat yang membutuhkan bantuan.


Hal ini berawal, dari salah satu masyarakat Pekon Tanjung Betuah menyampaikan kepada dirinya, tentang ada seorang anak laki-laki usia 6-7 Tahun, yang mengalami kelumpuhan sejak lahir serta sangat membutuhkan bantuan dari Pemkab Tanggamus.


" Usai menerima laporan dari perwakilan masyarakat Pekon Tanjung Betuah, saya langsung berkoordinasi dengan kadis sosial Tanggamus. Alhamdulillah hari ini kita berkunjung kerumah Zidan, sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap masyarakat kita, mudah-mudahan dengan sudah adanya kursi roda ini bisa bermanfaat bagi adik kita Zidan,"Ungkap Edy.


Sementara itu, mewakili dari pihak keluarga Zithan mengucapkan ribuan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan anggota DPRD Tanggamus, atas kepedulian serta perhatian yang telah diberikan, sebab selama ini memang belum pernah tersentuh bantuan apapun, dan hari ini telah cukup terobati atas kedatangan dari jajaran Pemerintah Tanggamus.


Menurut Zithan, bocah laki-laki bernama Zidan ini mengalami lumpuh layu pada bagian kakinya sejak lahir, di tambah kondisi ekonomi orangtuanya yang pas-pasan, ayahnya hanya berprofesi sebagai buruh tani dan ibu pengurus rumah tangga.


" Atas dasar itu, ketika pada saat berkesempatan bertemu dengan anggota DPRD Tanggamus Pak Edy Yalismi, langsung saya menyampaikan keadaan dari Zidan. Alhamdulillah tak berlangsung lama sejak laporan itu, pada hari ini mereka (Pemerintah) melakukan kunjungan langsung ke bawah. Mewakili dari Keluarga, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Sosial dan Anggota Dewan Pak Edy Yalismi yang sudah datang ke Pekon Tanjung Betuah ini, bantuan ini pastinya sangat bermanfaat bagi Zidan dan orangtuanya, "Pungkasnya.


Selain Anggota DPRD Tanggamus Edy Yalismi, turut hadir mendampingi dalam penyerahan bantuan ini, Kasi Rehabilitasi Sosial Indra Mahyudin, Kasi Bantuan Bencana alam, bencana sosial dan tindak kekerasan Ongki Satrio Sumantri, Pendamping Rehabilitasi Sosial Dian Arif Prasojo, Pelaksana Rehabilitasi Sosial Irfan Nurfajrin, Kakon Tanjung Betuah Ahmad Safruddin, serta Pendamping Lokal Desa (PLD) Liskhori. (Rudi)

Kamis, Juli 8

Gadis Remaja Dalam Balutan Kulit Dan Tulang Butuh Perhatian Pemkab Tanggamus, Derita Sakit Komplikasi

Gadis Remaja Dalam Balutan Kulit Dan Tulang Butuh Perhatian Pemkab Tanggamus, Derita Sakit Komplikasi



Tanggamus, www.lmpungheadlines.com - Kondisi tubuh yang hanya dalam balutan kulit dan tulang, sungguh sangat menyayat hati bila mata memandangnya. Dia bernama Dini (18) Warga Dusun Way Tuba, Kelurahan Kuripan Kecamatan Kota Agung, sehingga hal ini pun turut berdampak dengan tumbuh kembangnya, yang tak seperti gadis remaja pada umumnya. Rabu, 07/07/2021.



Anak dari pasangan Suwandi dan Misni tersebut, hanya bisa menghabiskan hari demi harinya di dalam rumah, dan jika tak di awasi dengan ekstra oleh pihak keluarga, dini bakal keluar rumah dengan menyusuri jalan tanpa bisa mengingat kembali arah jalan pulang. Faktor ekonomi, sebab anak bungsu dari tujuh (7) bersaudara ini tak lagi pengobatan secara layak. Sejak usia dini 12 tahun dan tak pernah menstruasi. 


Saat ini pengobatan  hanya di Puskesmas Kota Agung, dengan mengandalkan BPJS kesehatan gratis milik dini. Belakangan ini kondisi dini kembali kambuh, dari hasil diagnosa dan hasil Rontgen Rumah Sakit Surya Asih Pringsewu, sakit yang di alami dini sudah komplikasi.

Pihak dokter spesialis penyakit dalam menyatakan paru-paru, lambung dan syaraf bermasalah, serta menganjurkan, agar Dini melakukan pengobatan di klinik tumbuh kembang di Bandar Lampung, guna terlebih dahulu memenuhi kebutuhan gizinya. Namun itu pun urung dilakukan sebab keterbatasan ekonomi,


"Saat usia balita Dini pernah terjatuh, serta jika tak di awasi oleh kakak-kakaknya, dini suka pergi keluar dan gak tau jalan pulang. Saya hanya buruh tani menggarap lahan orang lain, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, itulah sebabnya kesehariannya kami titip ke kakaknya. Untuk itu saya berharap ada bantuan dari pemkab Tanggamus, maupun para dermawan yang berkenan membantu bagi kesembuhan dini,"tandasnya.


Kemudian, Bidan Desa setempat Sustina ikut menyampaikan perihal sakit yang dialami oleh Dini, pengecekan dan pengobatan yang dilakukan di Puskesmas Kota Agung telah mengikuti anjuran dan prosedur yang ada serta rutin melaksanakan kontrol kesehatannya. " Untuk cek dan pengobatan di puskesmas rutin dilakukan, kita himbau pula dengan pihak keluarga, agar dapat memberikan perhatian lebih kepada dini, saat ini dia sedang batuk-batuk jangan makan makanan sembarangan ya,"pintanya.


Sementara itu, Lurah Kelurahan Kuripan Rio Iskandar mengaku ikut prihatin atas kejadian ini, kondisi keluarga dini yang pas-pasan sehingga pengobatan mengalami hambatan. Dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk langkah-langkah kedepan demi kesembuhan dini, serta akan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, guna meringankan beban orang tuanya guna pengobatan dan langkah terbaik bagi dini.


''Saya tetap bakal berupaya untuk kesembuhan dini khususnya dalam melakukan pengobatan, serta berkomunikasi dengan pihak dinas terkait. mudah-mudahan banyak pula donatur di luar sana yang tergerak hatinya untuk membantu kesembuhan dini,"Tandas Rio.(Rudi)

Kamis, Maret 25

Ngeri!!! Maling Motor Beraksi "Siang Bolong" & Wajah Terekam CCTV

Ngeri!!! Maling Motor Beraksi "Siang Bolong" & Wajah Terekam CCTV

Keterangan foto: Rekaman dari CCTV Ruko milik Beni Saputra di Pringsewu Utara. (sumber: Nn)


Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Untuk kesekian kalinya maling sepeda motor terjadi di wilayah hukum Kabupaten Pringsewu, terakhir kejadian di depan Ruko Pringadi Food Center, jalan Pringadi, Pringsewu Utara, Kabupaten Pringsewu pada Kamis (25/3/2021).

Dari rekaman CCTV pemilik Ruko Beni Saputra sekira pukul 12.04 WIB., tampak terlihat Dua orang yang diduga pelaku pencurian tengah beraksi dan berhasil menggasak Satu unit Sepeda motor R15 dengan Nopol BE 6561 UR Hitam milik Beni Saputra, satu orang pelaku terlihat tengah mengawasi sedangkan seorang pelaku lainnya melakukan aksi pencurian.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun awak media, pemilik Pringadi Food Center yang juga Ayah pemilik sepeda motor yang dicuri tersebut mengaku saat kejadian dirinya sedang makan siang dengan durasi sekitar 10 menit, situasi sedang dalam keadaan sepi karena berada didalam rumah.

"Cuma ditinggal makan siang saja, pas jam 12.00 WIB., dan ketika keluar motorpun sudah nggak ada!, pelakunya dua orang sekarang anak saya lagi ke Polsek Pringsewu kota lagi buat laporan", jelas Beni.

Tidak terima atas peristiwa tersebut, korban yang didampingi sodaranya langsung melaporkan hal tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Pringsewu Kota, sedang untuk total kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai 35 Jutaaan. (Mr)

Senin, Februari 15

Viral Wanita Tua ‘Ngeluh’ Tak Pernah Terima Bansos Ke Dinsos, Cek Ini Kebenarannya

Viral Wanita Tua ‘Ngeluh’ Tak Pernah Terima Bansos Ke Dinsos, Cek Ini Kebenarannya



Tanggamus, www.lampungheadlunes.com - Seorang perempuan berusia lanjut tengah viral di media sosial pada instatory aplikasi Whatshap, dalam video yang berdurasi 1:09 detik tersebut terlihat wanita tua memakai kerudung biru dongker dan memakai baju seperti batik serta menenteng tas, sedang mengeluh di hadapan petugas di kantor dinas sosial kabupaten Tanggamus. Senin,15/02/2021.




Dalam perbincangan  dalam video dengan pegawai Dinsos itu, wanita tersebut mengeluhkan dan mengaku belum mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dan tak pernah mendapatkan bantuan beras, sembari menyodorkan berkas kartu keluarga (KK) ke petugas dinsos.  


Lalu ada suara pegawai dinsos lainnya yang juga menanyakan, mengapa tak mengadukan ke pihak pekon dan aparat pekon, lantas dijawab bahwa kepala pekon baru di bentuk (belum dilantik), dan sudah berbicara dengan ketua RT setempat serta disarankan agar ibu tersebut supaya langsung ke atas (Dinsos), dan pada saat menyebutkan nama ketua RT setempat langsung dijawab olehnya pak hidirn namun pada saat diminta menyebutkan siapa kepala pekonnya si ibu terlihat bingung dan lupa.


Usai ditanya, oleh petugas dinas sosial sang ibu di minta masuk ke dalam, guna mengklarifikasi persoalan sebenarnya, dan ada celetukan seseorang dilokasi tersebut yang meminta kepada pegawai itu untuk membantu sang ibu berusia lanjut ini.


“kita ngobrol dulu di dalam ya bu, yang pasti kita telusuri dulu persoalannya yang mana, apakah ada kaitannya di bidang kita , atau bidang lainnya, kita persilahkan masuk dulu biar kita tahu persoalnnya,”Jelas pegawai dinsos yang di panggil Indra tersebut.


Berdasarkan video yang beredar tersebut, media online lampungheadlines.com menerima informasi bahwa ibu tersebut berasal dari Pekon Datar Lebuay kecamatan Airnaningan, menurut  camat Airnaningan Royensyah mengatakan bahwa, berbekal informasi video di atas yang viral, ia sudah berkomunikasi dengan pj kakon setempat.


“ Ibu itu masyarakat dusun talang damar pekon datar lebuay, dan yang bersangkutan selama ini sudah mendapatkan bantuan yakni program BPNT/Kartu Sembako, dan bahkan pernah pula menerima bansos dari kantor pos,”Ungkap Royen.


Terpisah PJ kepala Pekon Datar Lebuay Tisna turut menyampaikan, bahwasanya yang bersangkutan atas nama Sopiah tercatat sebagai warganya di pekon setempat, ia pun sudah melakukan koordinasi dengan BHP dan aparatur pekonnya terkait hal ini. Dan dirinya pun tak habis pikir mengapa ibu sopiah bisa langsung ke dinas sosial tak lebih dahulu menemui perangkat pekon Datar Lebuay.


“Saya telah mengkonfirmasi perihal ini dengan BHP, aparatur pekon dan juga pendamping PKH maupun TKSK, di ketahui bahwa yang bersangkutan selama ini telah menerima bantuan program BPNT/Kartu Sembako, tidak benar bahwa pengakuan ibu sopiah dirinya tak menerima bantuan apapun, nyatanya dia selama ini menerima bantuan,”Terang Tisna.


Senada di ungkapkan sekdes pekon datar lebuay Toyib, ibu sopiah sehari-harinya hanya tinggal dengan suaminya sebab tak mempunyai anak, dan hidup sebagai petani dari hasil berkebun menggarap di lahan hutan kawasan, dan membenarkan bahwa ibu sopiah selama ini menerima bantuan BPNT/Kartu Sembako. Bahkan jauh sebelum menerima bantuan tersebut selalu menerima bantuan beras (Raskin), dan berjalan dengan lancar tanpa ada kesulitan yang berarti.


“ Pernah mendapatkan Bansos 600 ribu yang di ambil melalui Kantor Post, namun hanya sekali setelahnya tak menerima lagi, kemungkinan disebabkan ibu sopiah telah menrima bantuan BPNT tersebut. Saya sudah berkordinasi dengan TKSKnya dan menyatakan bahwa ibu tersebut masih aktif, danmemang bulan ini belum keluar program sembako ini, setahu saya program PKH harus pada anak yang masih bersekolah,”Tandasnya.(Rudi)

Jumat, Februari 5

Petani "Ngeluh" Pupuk Langka, Komisi II DPRD Langsung Hearing Bersama OPD Dan Distributor Guna Cari Solusi

Petani "Ngeluh" Pupuk Langka, Komisi II DPRD Langsung Hearing Bersama OPD Dan Distributor Guna Cari Solusi



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Komisi II DPRD Kabupaten Tanggamus, menggelar rapat dengar pendapat atau Hearing Bersama beberapa satker OPD, terkait dengan adanya laporan dan keluhan dari para petani, yang tengah mengalami kesulitan serta kelangkaan dalam memperoleh pupuk bersubsidi untuk lahan pertanian mereka. Kamis, 04/02/2021.


Rapat dengar pendapat yang berlangsung diruang sidang DPRD tersebut dipimpin Ketua Komisi II Fakhrudin Nugraha, didampingi jajaran anggota Komisi II seperti Mujibul Umam, Joni Ansonet, Didik Setiawan, Koyim, Irsi Jaya dan Heri Ermawan. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Tanggamus Irwandi Suralaga. 


Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Catur Agus dewanto dan jajaran, lalu ada pula dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Heri Heryadi bersama jajaran, lalu dari Bagian Perekonomian Setdakab Tanggamus serta dari distributor pupuk, dari ketujuh (7) pihak distributor yang dipanggil oleh DPRD hanya empat (4) yang hadir memenuhi undangan komisi II DPRD Tanggamus.


Salah satu anggota Komisi II DPRD Tanggamus Mujibul Umam mengatakan, bahwa permasalahan yang petani hadapi juga ketidaktepatan pupuk bersubsidi yang datang, sehingga mereka terpaksa beli pupuk non subsidi untuk kebutuhan tanam, ini cukup memberatkan  bagi mereka, sebab harga pupuk tinggi tak sebanding dengan hasil panen dan ini sangat merugikan. Maka hearing dilakukan atas dasar banyaknya laporan masyarakat ke DPRD, terkait dengan kelangkaan pupuk bersubsidi di hampir seluruh wilayah di kabupaten Tanggamus.


"Misal saat mau tanam tapi pupuk bersubsidi belum ada, padahal kebutuhan akan pupuk benar-benar dibutuhkan Khususnya para petani padi. Ini harus segera di cari solusi bersama apakah ada kesalahan pada saat penginputan elektronik RDKK,"ungkap Mujibul.


Dan Kendala dan hambatan di lapangan bagi petani tersebut, karena adanya aturan serta regulasi-regulasi yang tak semua petani ketahui, contonnya dalam pemesanan pupuk bersubsidi para petani tersebut harus tergabung dalam sebuah kelompok tani (Poktan) serta di kelompok tani itu ada yang namanya RDKK, dan kebutuhan pupuk harus diajukan berdasarkan RDKK tersebut agar dapat didistribusikan pihak distributor ke agen, kios, maupun pengecer supaya petani bisa langsung dapat menebusnya.



Politisi dari PKB ini juga mengajak semua pihak khususnya Satker terkait untuk sama-sama mengawal pupuk bersubsidi sehingga tidak merugikan petani. Dan bagaimana supaya kebutuhan pupuk ada ketika pada saat masa tanam dimulai. Kemudian para petani yang belum tergabung ke dalam kelompok tani, Mujibul meminta kepada dinas KPTPH lebih intens mendata di lapangan, memang ini hal sangat di sayangkan jika belum tergabung, karena bakal kesulitan dalam memperoleh pupuk bersubsidi.


Menurutnya, terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi disebabkan oleh jumlah kuota permintaan yang terbatas, misalnya hanya dipenuhi sekitar 60% - 80% dari kuota yang di ajukan, lalu bagian pendistribusian ia pun mengingatkan pihak distributor agar tak ada main mata atau  coba-coba menimbun pupuk dengan pemilik kios dan pengecer, apabila hal ini terjadi harus ada sanksi tegas bagi yang melanggar. Namun hal ini sudah di bantah pihak distributor sebab mereka telah melakukan penandatanganan fakta integritas dengan dinas terkait, dan menyatakan siap untuk di hapus jika terjadi persoalan, dan terakhir permasalahan waktu.


" Dinas KPTPH harus mempunyai solusi dalam hal ini, persiapkan kebutuhan pupuk bersubsidi sebelum masa tanam tiba, Saya minta kepada Diskoperindag agar sesekali turun lapangan guna mengecek para distributor pupuk dibawah. Mari sama sama kawal, bila perlu kita minta tambah kalau memang kuota yang diberikan oleh pusat kurang. Dan kami pada prinsipnya tidak akan main mata dengan distributor dan para pengecer, kami harap pupuk subsidi terdistribusi dengan baik,"jelasnya.


Anggota Komisi II DPRD Tanggamus lainnya, Irsi Jaya turut menyoroti persoalan kelompok tani, ia meminta agar jangan sampai ada permainan dalam hal ini, seperti pembentukan Poktan fiktif oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, sebab dikhawatirkan terjadi penimbunan pupuk bersubsidi, dan meminta kepala dinas  KPTPH untuk mengkroscek kembali data-data kelompok tani yang telah terdaftar, cek kebenarannya dan apakah mereka masih berjalan atau tidak, jangan sampai ada kelompok fiktif yang sengaja di buat untuk menyelewengkan pupuk bersubsidi ini.


Menurut Irsi Jaya, berdasarkan laporan yang ia terima harga pupuk urea yang mahal yakni Rp280 ribu per kwintal atau Rp150 ribu/sak, jika itu pupuk subsidi maka harga itu sudah tidak normal. "Kalau itu pupuk bersubsidi dijual dengan harga segitu maka menyalahi aturan, sebab pupuk murah hanya diberikan kepada kelompok petani yang memiliki rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK), tapi fakta dilapangan ada petani yang tergabung dalam Poktan dan memiliki RDKK malah tidak dapat jatah pupuk malah dialihkan kekelompok lain,"ujar Irsi Jaya.


Maka dari itu, terus Irsi Jaya, Komisi II meminta Satker terkait yang membidangi pendistribusian dan pengawasan pupuk untuk segera turun kelapangan mengecek ketersediaan pupuk."Kami minta dinas terkait dalam waktu dekat ini segera turun, kalau bisa dalam tiga hari persoalan kelangkaan pupuk ini klir,"kata politisi PPP itu.


Sementara menurut Kepala Dinas KPTPH Tanggamus Catur Agus Dewanto, untuk kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Tanggamus ditahun 2021 ini jumlahnya naik dibandingkan tahun 2020 lalu, misal untuk jenis urea tahun ini mendapat alokasi 15.161 ton naik dari tahun lalu  yang hanya 15.000 ton. Sedangkan untuk jenis SP 36 tahun ini mendapat alokasi  3.902 ton, ZA 3.524 ton

NPK 9.328 ton, Organik 2.070 ton


"Alokasi pupuk bersubsidi Tanggamus tahun 2021 memang ada penambahan, namun kalau dilihat dari RDKK jelas masih kurang dan ini dialami oleh kabupaten/kota lain se Lampung. Kami juga berharap ada penampakan sehingga cukup untuk seluruh kebutuhan petani se Tanggamus," kata Catur.


Kemudian mengenai harga pupuk subsidi lanjut Catur memang ada kenaikan dari pusat, misal urea dari 1.800/Kg menjadi 2.250/Kg ada kenaikan 450 , pupuk Za dari 1500 naik menjadi 1.800, SP 36 awal Rp2.000/kg menjadi Rp2.400/Kg, organik dari Rp500/kg menjadi Rp800/kg.


"Yang tidak naik hanya NPK, tetap Rp2.300/Kg. Kenaikan harga ini dari pusat, tujuan kenaikannya juga untuk memperbanyak produksi pupuk, contohnya tahun 2020 jenis urea dari 7 juta ton , sekarang nyaris 9 juta ton,"tandas Catur.(Rudi)

Selasa, Februari 2

Direktur RSUD Berikan Klarifikasi, DPRD Tanggamus Nilai Hanya Mencari Alasan Pembenaran

Direktur RSUD Berikan Klarifikasi, DPRD Tanggamus Nilai Hanya Mencari Alasan Pembenaran



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - DPRD Kabupaten Tanggamus kembali angkat bicara, tentang persoalan pelayanan di RSUD Batin Mangunang Kotaagung yang terjadi kemarin, dan menilai klarifikasi dari direktur Rumah Sakit itu terkesan hanya mencari alasan pembenaran atau pembelaan semata. Senin, 01/02/2021.


Hal ini dilontarkan langsung oleh wakil ketua I DPRD Tanggamus Irwandi Suralaga, melalui sambungan teleponnya ia mengaku bahwa sanggahan berita dari direktur RSUDBM Kotaagung melalui Diskominfo Tanggamus, menurutnya pihak RSUD seharusnya memiliki rasa kemanusiaan, rasa iba dan peka ketika melihat peristiwa kejadian tersebut.


" Kenapa keluarga pasien tetap tak mau pakai mobil ambulance RSUD, bisa jadi sebab ada biaya 100 ribu itu, itu artinya kita tak peka dan sensitif, seharusnya kita lebih mengedepankan sisi kemanusiaan, bisa jadi mereka tak mampu, setelah heboh langsung buat pernyataan dimana isi konteksnya hanya mencari alasan pembenaran saja,''jelasnya.


Dari kejadian ini bisa dijadikan sebuah pembelajaran bersama kedepannya, sebab tak elok ada banyak mobil ambulance terparkir, tetapi jenazah malah di biarkan memakai mobil L300, walaupun pada akhirnya tetap di antar dengan mobil ambulance RSUD, dan diketahui juga terlebih dahulu melalui proses yang cukup alot.


Sebab pada saat peristiwa tersebut terjadi, memantik sisi rasa kemanusian beberapa wartawan (Bukan LSM) ketika sedang berada dilokasi kejadian, yang hendak menjenguk keluarga salah seorang teman sesama jurnalis di RSUD tersebut, serta diketahui masih tergabung ke dalam salah satu wadah organisasi wartawan di Tanggamus.


" Yang namanya orang masuk RS itu kena musiba, sudah selayaknya kita peka dan bantu, apalagi sampi meninggal dunia, coba di tawarkan gratis pasti mereka mau. Tolong di catat, apabila kejadian ini terulang kembali dan ada pasien tidak mampu bayar buat sewa ambulance, dewan akan sokongan (iuran) untuk bayar 100 ribu atau berapapun biayanya kepada Rumah Sakit tersebutt!,"Tegas Irwandi.


Kemudian, adanya Kemungkinan keluarga pasien siap untuk melakukan klarifikasi dengan membuat surat pernyataan tertulis, anggota DPRD dari fraksi PKB ini menuding pihak RS telah datang ke kediaman keluarga musibah. Dan Irwandi mengapresiasi atas reaksi dari wartawan dari berbagai media ketika di lokasi RSUD, yang mempertanyakan mengapa tak memakai mobil ambulance RSUD.


" Saya malah terimakasih kepada teman-teman Wartawan di lokasi, yang mempertanyakan mengapa tak memakai mobil ambulance RSUD, buatlah pelajaran agar kita harus lebih peka, jangan sampai kejadian ini terulang. Untuk surat pemanggilan terhadap pihak RSUD sudah kita layangkan,"tutupnya.


Sesuai rilis yang dikirimkan ke dalam sebuah grup WhatsApp wartawan, yang dikelola oleh diskominfo Tanggamus, sedikit kutipan rilis kalimat pernyataan yang di muat media Online Lampungheadlines.com, tentang klarifikasi Direktur RSUDBM terkait jenazah pasien diantar mobil L300 Pikap. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung, dr. Benson P Ginting. Senin (01/02/2021).


Menurut Benson, tidak benar jika pasien yang meninggal dunia atas nama Badar (74) warga Dusun Pasir muncang, Pekon Kedamaian, Kecamatan Kotaagung tersebut, tidak difasilitasi untuk diantar dengan ambulance rumah sakit.


Benson menerangkan, awalnya pihak rumah sakit telah menawarkan kepada keluarga untuk membawa Jenazah menggunakan ambulance rumah sakit dengan biaya administrasi sebesar Rp.100 ribu, tetapi pihak keluarga memilih untuk menggunakan ambulance pekon. Bahkan saat itu keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada petugas atas perawatan yang telah diberikan oleh RSUDBM.


Namun setelah menunggu beberapa lama, ambulance pekon belum ada kejelasan, sehingga keluarga berinisiatif menggunakan mobil pribadi L300 jenis pikap, dengan alasan jarak yang dekat antara rumah sakit dan kediaman keluarga.


Benson melanjutkan, perawat kembali memberitahu pihak keluarga agar sebaiknya memakai ambulance rumah sakit saja, tapi keluarga tetap mau menggunakan mobil L300 milik keluarganya. 


"Setelah semuanya setuju, jenazah diantar kedepan lewat IGD. Pada waktu jenazah mau diangkat ke mobil L300, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri yang belakangan diketahui anggota dari satu LSM, dan langsung menanyakan kenapa jenazah tidak diantar pakai ambulance dari rumah sakit.(Rudi)

Senin, Februari 1

Lembaga RPA Tanggamus Dan Instansi Terkait, Kunjungi Korban Asusila Hingga Hamil 5 Bulan Di Kecamatan Limau

Lembaga RPA Tanggamus Dan Instansi Terkait, Kunjungi Korban Asusila Hingga Hamil 5 Bulan Di Kecamatan Limau



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Lembaga Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Kabupaten Tanggamus bersama UPTD PP,PA,Dalduk Dan KB Tanggamus, kembali melakukan penjangkauan serta pendampingan, terhadap kasus korban pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang kakek (65) tahun di kecamatan Limau. Sabtu, 01/02/2021.


Hadir pada saat dilokasi, sekertaris RPA Tanggamus Dandri Garda Varna,S.IP mewakili Ketua RPA Ruwiyati,S.Ag,M.Si, didampingi juga dari Babinsa dan Babinkamtibmas, serta aparatur Pekon setempat.


Menurut Sekretaris RPA Tanggamus Dandri Garda Varna mengatakan bahwa, kejadian na'as yang menimpa korban ini telah terjadi sebanyak dua kali, salah satunya adalah pada saat korban hendak pergi ke sungai untuk melakukan aktifitas MCK, dan ternyata terduga pelaku sudah terlebih dahulu menunggu korban di sungai tersebut.


" Saat itu juga pelaku langsung menyekap korban, dan langsung dibawa oleh terduga pelaku ke sebuah gubuk serta menjalankan aksi bejat tersebut. Korban masih dibawah umur sedangkan pelaku berusia senja, peristiwa tak senonoh ini dialami korban sebanyak 2 kali,"jelasnya 



Pasca kejadian, korban enggan memberitahukan kejadian yang telah dialaminya tersebut kepada keluarganya, dan tetap melaksanakan aktivitas normal seperti biasanya. Serta pihak keluarga pun tak menaruh kecurigaan sedikitpun kepada korban. 


Akan tetapi keluarga korban mulai curiga ketika timbul suatu keanehan terhadap korban, dimana setiap magrib korban ini seperti orang cemas dan ketakutan, lalu saat tidur sering mengigau serta berteriak keras.


" Kecurigaan keluarga pun timbul, seiring korban sering merasakan sakit pada bagian perutnya, lalu korban dibawa ke puskesmas setempat guna dilakukan pemeriksaan, barulah terkuak setelah diperiksa bidan bahwasanya korban tengah hamil. Akibat kejadian na'as itu kini korban hamil 5 bulan, serta pihak keluarga meminta pelaku dapat dihukum seberat-beratnya. Lembaga RPA akan mengawal kasus ini hingga tuntas,"tegas Dandri.(Rudi)

DPRD Tanggamus Segera Panggil Pihak RSUD, Akibat Biarkan Pasien Meninggal Dibawa Pakai Mobil L300

DPRD Tanggamus Segera Panggil Pihak RSUD, Akibat Biarkan Pasien Meninggal Dibawa Pakai Mobil L300



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Wakil ketua I DPRD Tanggamus Irwandi Suralaga angkat bicara, terkait persoalan yang tengah viral di pemberitaan perihal dalam hal pelayanan oleh RSUD Batin Mangunang Kotaagung kepada masyarakat. Untuk itu DPRD berencana akan segera memanggil pihak rumah sakit, guna meminta penjelasan mengenai hal tersebut mengapa bisa terjadi. Senin, 01/02/2021.


Irwandi mengaku geram, atas perlakuan pihak RSUD yang di duga terkesan melakukan pembiaran kepada salah satu warga pasien meninggal dunia akibat suatu penyakit, dan dikutip dari peristiwa pemberitaan yang beredar di beberapa media.


RSUD Batin Mangunang Kotaagung sengaja membiarkan pihak keluarga membawa jenazah warga Pekon Kedamaian tersebut memakai kendaraan mobil L300.


" Jadi untuk apa kendaraan mobil ambulance yang terparkir di RSUD tersebut, hanya untuk pajangan belaka, DPRD akan segera panggil pihak rumah sakit, mengapa lalai ketika memberikan pelayanan sekaligus penjelasannya mengenai hal ini,"tegasnya.


Menurut irwandi, sangat tidak layak apabila pihak RSUD membiarkan pihak keluarga membawa jenazah dengan kendaraan tak semestinya, apa lagi jarak tempuh antara RS ke Pekon kedamaian sangat dekat. " Tak akan menghabiskan banyak bahan bakar, perlakuan seperti ini tak manusiawi,"jelas DPRD dari fraksi PKB tersebut.


" Saya sering kali keluhan masyarakat bahwa pelayanan di RSUD bermasalah, yang namanya pemerintah itu kan melayani, dengan kondisi warga kita yang sedang dapat musibah seperti ini, harusnya dapat diberikan perhatian khusus kepada masyarakat, terutama mereka yang tak mampu secara finansial,"tegasnya. (Rudi)

Rabu, Januari 27

Misteri Pembunuhan di Pekon Kerta, Fokus Utama Kasatreskrim Polres Tanggamus yang Baru

Misteri Pembunuhan di Pekon Kerta, Fokus Utama Kasatreskrim Polres Tanggamus yang Baru



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Teka-teki siapa pelaku pembunuhan seorang pemuda di Pekon Kerta kecamatan Kotaagung Timur belum jua terungkap, untuk itu Satreskrim Polres Tanggamus bakal berupaya menyelesaikan serta menguak tabir misteri yang telah menjadi perhatian publik tersebut, Rabu, 27/01/2021.


Dikatakan Iptu Ramon Zamora, SH setelah tak lama dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanggamus yang baru menggantikan AKP Edi Qorinas, pihaknya akan melanjutkan penyelidikan yang telah dilakukan oleh Kasatreskrim sebelumnya.


"Setelah dilantik oleh bapak kapolres, saya sudah kumpulkan para penyidik untuk melakukan analisa dan evaluasi (Anev) perkara, Insyaallah akan kita tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan lanjutan," kata Iptu Ramon Zamora di ruang kerjanya.


Kemudian terkait sejumlah rangkaian aksi yang sebelumnya terjadi di Pekon Kerta, seperti aksi pembacokan yang dilakukan orang tak dikenal kepada pengendara yang melintas di Pekon Kerta, hingga aksi pembakaran perahu milik nelayan yang belum terungkap hingga kini. Ramon berjanji akan segera menindaklanjutinya dengan berkoodinasi dengan unsur lain di Polres, seperti Satuan Sabhara untuk melakukan Patroli dan juga penyelidikan oleh  personel Reskrim.


"Kehadiran kami untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat. Maka dari itu akan diintensifkan patroli baik polisi berseragam maupun polisi berpakaian preman untuk menyelidiki, sehingga rangkaian peristiwa di Pekon Kerta bisa terungkap," tegasnya.


Tidak hanya peristiwa di Pekon Kerta saja, Ramon juga berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat yang tujuannya agar ada kepastian hukum.


"Kita tindaklanjuti akan tetapi kita lihat sisi permasalahan dan win-win solution. Adapun dasar kita yakni  Restotarif Justice , untuk dapat menyelesaikan masalah dalam arti  penegakan hukum supaya ada kepastian hukum sehingga tidak ada komplaint dari pihak yang menganggap bahwa laporannya tidak ditindaklanjuti," jelasnya.


Iptu Ramon juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak segan melapor kepada polisi apabila mengetahui adanya tindak pidana.


"Apabila mengetahui atau mendengar tindak pidana segara lapor kepada aparat kepolisian, kami tentu akan melindungi baik sebagai saksi maupun korban,"tutup mantan Kapolsek pulau panggung ini.(Rudi)

Jumat, Januari 15

Ngeri! Kondisi Jembatan Boloran Kawat Usai Sungai Way Bulok Mengamuk. PUPR : Rencana Tahun 2022

Ngeri! Kondisi Jembatan Boloran Kawat Usai Sungai Way Bulok Mengamuk. PUPR : Rencana Tahun 2022



Tanggamus, lampungheadlines.com - Musibah banjir bandang dan tanah longsor di kecamatan Bulok kemarin, banyak menyisakan kerugian bagi masyarakat khususnya pada bidang infrastruktur, salah satunya  jembatan boloran kawat (Way Bulok) yang berada di Pekon Sukamara. Kamis,14/01/2021.


Jembatan ini merupakan akses yang cukup vital bagi masyarakat di pekon setempat, sekaligus sebagai jembatan penghubung antar dusun serta sarana bagi warga yang berprofesi sebagai petani ketika melakukan aktifitas sehari-hari di lahan perkebunan dan pertanian maupun hal lainnya.


Ketika pada saat kejadian banjir bandang, selain menghancurkan tanggul bibir sungai dan masuk menerjang pemukiman penduduk, juga mengakibatkan jembatan boloran kawat ini tak sanggup menahan begitu derasnya hantaman air sungai way bulok, sehingga pondasi jembatan di bagian tengahnya mengalami kemiringan seperti mau roboh, ditambah lagi pada bagian bawah pondasi yang tertanam ke dalam tanah telah habis terkikis akibat te sungai way bulok, hingga kini kondisinya cukup mengkhawatirkan.


Menurut cerita masyarakat sekitar, jembatan tersebut cukup populer dengan nama boloran kawat, karena diambil dari nama dusun setempat yakni dusun boloran kawat. Sesuai dengan tulisan yang tertera di jembatan ini, dibangun pada tahun 2012 silam serta dana pembangunannya ketika itu, bersumber dari PNPM Mandiri. Dan pada tahun 2018 pihak pekon Sukamara pun merehab jembatan tersebut.


" Maklum saja usia jembatan ini sudah lama, pernah di rehab oleh pemerintah pekon tahun 2018 lalu. Sekarang bisa kita lihat sendiri pasca banjir bandang kemarin, kondisinya kini mengkhawatirkan, saat ini pun masih digunakan masyarakat ketika beraktifitas, sebab jembatan ini merupakan satu-satunya akses bagi warga disini,"jelas warga Sukamara tersebut.


Anggota DPRD Tanggamus Edy Yalismi mengungkapkan, sebagai perwakilan masyarakat dari dapil VI seperti kecamatan limau, bulok, Cukuh balak, kelumbayan dan kelumbayan barat, akan terus melakukan segala upaya dan memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. Seperti jembatan boloran kawat yang kini dalam kondisi memprihatinkan, sebab apabila tak segera di lakukan penanganan oleh pemkab, di khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih ini masih digunakan masyarakat sehari-harinya. Dan pihak Pemkab sendiri langsung oleh Bupati Tanggamus telah meninjau secara langsung kondisi jembatan ini, ketika pada saat terjadinya bencana banjir bandang beberapa waktu yang lalu.


" Sebab mengapa masih di lalui oleh masyarakat, karena ini adalah akses satu-satunya keluar masuk warga, saat melakukan aktifitas sehari-harinya, sekaligus jalan menuju lahan perkebunan dan pertanian. Apabila jika akses ini terputus, dapat dipastikan menghambat mobilitas masyarakat, untuk itu kepada pemkab Tanggamus supaya memberikan solusi terbaik, agar warga tak was-was lagi saat melintasinya,"tandasnya.


Sementara itu ketika di konfirmasi, kepala dinas PUPR kabupaten Tanggamus Riswanda Djunaidi melalui Sekretaris dinas Okta Rizal menyampaikan bahwa, pihaknya sudah mengetahui kondisi jembatan boloran kawat usai dihantam banjir bandang kemarin, dengan menerjunkan tim kebawah guna untuk melakukan cek dan ricek di  jembatan boloran kawat tersebut. Menurut Okta pihak PUPR Tanggamus telah memasukan jembatan itu ke dalam tahap perencanaan di tahun 2021.


" Di tahun depan (2022), kemungkinan jembatan boloran kawat tersebut baru bisa dilakukan perbaikannya, karena tahun 2021 baru masuk dalam tahap perencanaan oleh PUPR Tanggamus, dan saat ini coba kordinasikan ke pihak BPBD untuk penanganan sementara (darurat),"pungkas Okta. (Rudi)

Selasa, Oktober 6

DPD PAN Tanggamus Berikan Sembako Bagi Korban Banjir Semaka, Tedi: Kolabaorasi Pemkab, Provinsi dan Pusat Dalam mengatasi Hal ini

DPD PAN Tanggamus Berikan Sembako Bagi Korban Banjir Semaka, Tedi: Kolabaorasi Pemkab, Provinsi dan Pusat Dalam mengatasi Hal ini

Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD -PAN) Kabupaten Tanggamus, melakukan kunjungan sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako dan amplop berisi uang tunai bagi warga korban banjir bandang dan Tanah Longsor di kecamatan Semaka. Selasa,06/10/2020.


Bantuan paket sembako terdiri dari beras, mie instan, air mineral dan lain sebagainya tersebut, di serahkan secara simbolis oleh jajaran DPD PAN Tanggamus, di empat lokasi tempat yang berbeda, titik pertama yang di kunjungi yakni, dusun banding baru Pekon Way Kerap, lalu kembali bergerak menuju Pekon Sedayu sebanyak dua titik dan di akhiri hal yang sama di Pekon Sukaraja.


Kegiatan penyerahan bantuan bagi warga korban banjir bandang ini, dipimpin langsung oleh ketua DPD PAN Tanggamus Tedi Kurniawan dan anggota DPRD dari fraksi PAN seperti Iflah Haza, Bunyamin, Burhanudin, Sekjend PAN Agus Suranto serta jajaran pengurus DPD PAN Tanggamus lainnya.


Ketua DPD PAN Tanggamus Tedi Kurniawan mengatakan bahwa, jajaran pengurus DPD PAN Tanggamus bersama para fraksi turun ke lokasi bencana di Semaka, untuk melihat secara langsung masyarakat yang terdampak banjir beberapa waktu lalu, untuk menyerahkan bantuan guna membantu dalam meringankan beban yang mereka sedang alami.


" Kita dari DPD PAN Tanggamus bersama para fraksi PAN, hari ini turun kelokasi untuk melihat saudara-saudara kita yang terkena banjir, dengan memberikan bantuan sembako berupa beras, mie instan, air mineral dan lainnya, dan sedikit rejeki dari kawan-kawan fraksi PAN DPD Tanggamus untuk warga korban banjir bandang di Semaka ini,"ungkap yang juga menjabat sebagai wakil ketua II DPRD Tanggamus ini.


Masih kata Tedi, kejadian musibah banjir bandang yang menerjang wilayah di kecamatan Semaka ini sudah sering terjadi, bahkan dalam satu tahun ini saja telah terjadi hampir 4 kali dan sudah menjadi langganan, pemerintah daerah sudah berupaya untuk menangani peristiwa ini, tapi sepertinya Pemda masih belum mampu untuk mengatasi hal tersebut, maka sebagai langkah kedepan ini akan segera di sampaikan ke pemerintah provinsi maupun pusat, sebab dampak yang terjadi cukup luas.


Dan selama ini hanya dilakukan normalisasi sungai saja oleh pemerintah daerah, musibah ini terjadi disebabkan air datang dari atas gunung, ketika hujan turun dengan deras, dan sudah di identifikasikan bahwa akan terjadi banjir bandang di kecamatan Semaka ini, yang setiap tahun pasti selalu terjadi.


" Selanjutnya ini akan segera di sampaikan kepada pemerintah daerah, bahwa ini harus ada solusi yang tepat, tadi saya lihat ada beberapa rumah salah satunya milik Mbah Darmi di Pekon Sedayu yang hancur dan karena loaksinya berada dekat dengan bibir aliran sungai, ini harus segera di relokasi tidak bisa lagi untuk di tinggali, karena tidak menutup kemungkinan suatu saat banjir besar datang, di khawatirkan cukup sangat berbahaya bagi masyarakat disekitarnya,''ujarnya.


Sebagai anggota legislatif dan menjabat sebagai wakil ketua II DPRD Tanggamus khususnya dari fraksi PAN, akan segera menyampaikan langsung kepada bupati Tanggamus, yang bisa dilakukan DPRD adalah dengan memberikan anggaran kepada pemerintah daerah untuk segera menemukan solusi, apa langkah-langkah yang harus dilakukan supaya kejadian ini tak kembali terulang di kecamatan Semaka ini.


Dan sebentar lagi bakal terjadi musim hujan yang lebih besar, tentunya ini akan segera dilakukan pembahasan dalam APBD murni tahun 2021 dan APBD Perubahan 2020 ini harus segera masuk, pemkabkan ada dana tanggap bencana, dana standbay, untuk diberikan kepada masyarakat yang berada di pekon-pekon dikecamatan semaka ini, dan ini pun tak akan menyelesaikan persoalan yang ada menurutnya, hal ini harus di sampaikan ke provinsi maupun pusat untuk membantu kabupaten Tanggamus yang selalu terkena musibah dalam setiap musim hujan tiba.


" Saya juga telah di perintahkan oleh Bang Zulhas (Zulkifli Hasan) Ketua Umum PAN, untuk selalu hadir di setiap ada kejadian seperti ini, dan menyampaikan berbagai  perkembangan kepadanya, agar dapat ia sampaikan kepada pemerintah pusat, apa yang harus diberikan ke kabupaten Tanggamus, seperti normalisasi sungai dan lain sebagainya, sebab masalah ini bukan hanya tanggulnya saja, ini harus segera ada solusi yang benar-benar tepat, kolaborasi dari  Pemkab, provinsi dan pusat untuk mengatasinya,"tandasnya.


Kemudian ia juga berpesan kepada masyarakat, untuk selalu berhati-hati dan waspada, karena musim hujan yang sesungguhnya akan segera tiba. "Ini musim hujan baru akan mulai, belum mulai saja sudah begini, apa lagi setelah tiba waktunya, saya juga akan berkordinasi dengan bupati Tanggamus, untuk memperingatkan masyarakat yang ada disini, mudah-mudahan mari kita berdoa bersama supaya musibah ini tak lagi terulang kembali,"pungkas Tedi Kurniawan. (Rudi)